Bagikan Artikel Ini:

 

Perilaku Anak Masa Sekarang

 

Photo by Eliott Reyna on Unsplash

 

Perilaku anak masa sekarang berkembang lebih cepat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini karena pada zaman sekarang ini lebih mudah dalam mengakses informasi akibat dari perkembangan teknologi yang semakin maju. Saat ini sudah jarang ditemukan anak-anak mengumpul dan melakukan permainan tradisional. Sebagian besar lebih menyenangi bermain dengan gawai, meskipun pada usia sekitar 7-12 tahun misalnya, gawai sebetulnya tidak terlalu penting bagi mereka.

Anak-anak yang terbiasa dibekali gawai pada usia dini, yang mana belum dapat menyaring semua informasi, dapat langsung mengakses hal apa saja yang mereka ingin cari, bahkan yang awalnya tidak niat mereka cari sekalipun karena adanya kesempatan.

Akibat banyaknya informasi yang masuk padahal anak tersebut belum matang pikirannya, mereka menggunakan teknologi informasi tersebut tanpa menyaringnya, memungkinkan perilaku negatif dan penyimpangan yang terbiasa mereka lihat di internet dijadikan hal yang lumrah.

Perilaku kecanduan gawai ini bisa mengarah ke hal-hal negatif jika tanpa pengawasan orang tua. Konten-konten apa yang mereka lihat menjadi sumber acuan mereka dalam berperilaku. Adapun selain isi konten yang dapat menjadi masalah jika tanpa dikontrol, kecanduan gawai ini juga dapat menyebabkan anak menjadi terbiasa malas sejak kecil. Mereka bisa seharian memegang gawainya tanpa kenal waktu.

 

Perilaku negatif apa saja yang mengancam perilaku anak masa sekarang?

 

Yang pertama adalah pacaran dini, terutama yang menjadi masalah besar dan saat ini sering dijumpai adalah anak-anak SD (Sekolah Dasar). Perilaku terbiasa pacaran pada usia dini ini akan mengantarkan anak-anak jadi terbiasa memiliki hubungan intim dengan lawan jenis. Jika hal ini terus-terusan terjadi hingga SMP dan SMA, dibarengi dengan akses internet dari gawai yang tanpa kontrol, bukannya tidak mungkin akan mengantarkan pada perilaku seks di usia muda.

Selanjutnya adalah pornografi. Anak-anak yang terbiasa menonton pornografi akan terbawa pada perilaku menyimpang yang menjadi tontonannya. Anak-anak yang kecanduan tontonan pornografi akan lebih mudah marah dan suka menyendiri. Ini karena adanya kekhawatiran pada diri mereka. Beberapa anak perempuan bahkan sudah berani pasang foto naked mereka, dan ini dilakukan pada usia sebelum 17 tahun. Yang menjadi sasaran awalnya adalah pacarnya, ketika hubungan mereka bermasalah kemudian foto itu disebar. Ini kasus yang paling sering dialami oleh orang-orang yang sudah kehilangan rasa malu mereka.

Adalagi perilaku kekerasan yang marak dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Perilaku kekerasan ini disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor tontonan. Anak yang terbiasa melihat kekerasan baik di rumahnya ataupun dari tontonan yang dilihat akan lebih mudah meniru atau menjadikan itu semua sebagai alasan mengapa mereka melakukan kekerasan.

 

Peran Orang Tua dalam Mendidik Dan Membimbing Anak Masa Sekarang

 

Photo by Francisco Rioseco on Unsplash

 

Orang tua kurang sigap yang datang dari pernikahan dimana kedua mempelai belum siap baik secara fisik dan mental ini yang perlu menjadi perhatian. Ini bisa terjadi pada siapa saja sebetulnya, namun kebanyakan dari hasil pernikahan di usia dini, dimana mereka masih dalam kondisi belum matang baik fisik, mental, dan materi, maupun dalam kondisi MBA (Married by Accident) dimana dalam hal ini (pernikahan) terjadi karena ketidaksengajaan.

 

Apa saja perilaku orang tua yang menandakan bahwa mereka belum siap

menjadi orang tua?

 

Ayah atau Ibu yang terbiasa melakukan kekerasan di depan anaknya, baik verbal ataupun fisik. Orang tua yang terbiasa adu mulut akan memberikan tekanan psikologis paling kuat karena merekalah yang paling dekat posisinya dengan seorang anak. Jika tontonan anak setiap harinya adalah seorang Ayah yang main tangan kepada Ibunya misalnya, ini dapat menimbulkan rasa benci kepada Ayahnya. Trauma melihat kekerasan di rumah dapat menimbulkan perilaku menyimpang ketika dewasa kelak. Bisa jadi si anak tadi akan menjadi pelaku kriminal ataupun lebih parahnya mengarah pada kasus penyimpangan seksual, misalnya karena benci Ayahnya sendiri si anak yang notabene perempuan ini akan merasa trauma dengan laki-laki.

Selanjutnya adalah kurangnya perhatian. Orang tua yang tidak melakukan kontrol terhadap anak-anak mereka tidak akan tahu dengan siapa mereka bergaul, tontonan apa yang mereka lihat, dan bagaimana perkembangan mereka di luar rumah. Padahal kasus ini dapat menjadi pemicu pelampiasan dan cari perhatian oleh si anak. Beberapa penyimpangan akibat kurangnya perhatian dari orang tua yaitu kecanduan, baik itu game, merokok, pornografi, bahkan hingga narkoba.

Sifat terlalu memanjakan. Ini yang kadang diabaikan juga. Anak-anak yang tidak terbiasa melakukan apapun tanpa bekerja keras terlebih dulu tidak akan tahu bagaimana caranya menghargai orang lain. Mereka sering tantrum meskipun sudah dewasa, supaya permintaannya dituruti. Kebiasaan memanjakan dan mengiyakan permintaan si anak ini juga akan mengantarkan pada sikap hedonisme dan ketergantungan (tidak mandiri). Jika hal tersebut terjadi, apa yang sebaiknya dilakukan?

Orang tua tidak boleh bertengkar di hadapan sang anak. Hindari beradu mulut di depan anak atau menjelek-jelekkan satu sama lain sehingga mereka akan melabeli orang tua mereka buruk. Jika terdapat kekerasan dalam rumah tangga, maka Anda perlu introspeksi dan konsultasikan masalah ini kepada mediator untuk menyelesaikan urusan Anda. Anak yang masih di bawah umur tidak berhak menyaksikan perkelahian orang tuanya.

Pengawasan dari orang tua sangatlah perlu. Beberapa orang berpikir, selama anaknya sudah disekolahkan, tanggung jawab mereka lepas. Mereka berharap setelah dari sekolah anaknya akan bertambah pintar, disiplin, dan aktif karena sudah dididik oleh gurunya. Ini adalah hal yang sangat salah dan tidak bertanggung jawab.

Berikan reward dan punishment pada anak. Reward ini akan membuat seorang anak diapresiasi atas apa yang telah mereka peroleh. Selain itu, adanya reward juga dapat membuat si anak termotivasi untuk melakukan hal-hal baik. Hal ini dapat dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya mengerjakan pekerjaan rumah sebelum diberi uang saku tambahan untuk jalan-jalan, dan lain sebagainya. Sebaliknya, adanya punishment berlaku jika si anak melakukan kesalahan. Hindari punishment dengan kekerasan, tapi berilah yang mendidik.

Peran orang tua adalah pendidik pertama bagi anaknya. Dari orang tua lah dasar-dasar kehidupan seorang anak dapatkan, baik pengetahuan umum maupun agama, cara bersosialisasi dengan orang lain, sikap-sikap terpuji, norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, hingga keterampilan-keterampilan sederhana yang terkadang dianggap sepele, namun kenyataannya keterampilan inilah yang akan melahirkan kemandirian pada sang anak. Perlu diingat bahwa orang tua harus mencontohkan terlebih dahulu sebelum memberi perintah.

 

Pergaulan Anak Masa Sekarang

 

Photo by Elevate on Unsplash

 

Pergaulan anak masa sekarang dapat mengantarkan penyimpangan jika tidak diawasi oleh orang tuanya. Orang tua bisa jadi tidak tahu bahwa anaknya tersebut telah pacaran namun teman terdekatnya pasti tahu. Orang tuanya bisa jadi juga tidak tahu bahwa anaknya punya masalah dengan gurunya sementara teman dekatnya pasti tahu.

Curhat anak pada orang tuanya tentang hal-hal pribadi lebih jarang daripada curhat anak pada teman dekatnya, terutama jika menyangkut masalah pribadi.

Selain keluarga, faktor penyebab penyimpangan anak adalah pergaulan di luar rumah. Anak-anak akan mencari pelampiasan atau cari perhatian jika memiliki masalah. Apalagi jika si anak ini memiliki permasalahan dalam rumahnya seperti orang tua yang sering bertengkar, kurang perhatian, bahkan yang sering diabaikan, terlalu memanjakan.

Anak korban bully bisa berubah mengikuti orang yang membullynya. Misalnya, supaya bisa dikatakan sekufu dengan si pembully, si anak  jadi ikut-ikutan merokok, atau yang lebih parahnya lagi adalah narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang).

Istilah brotherhood atau sisterhood yang salah kaprah juga menjadi permasalahan pada anak-anak zaman sekarang. Ikatan-ikatan seperti itu dapat memunculkan gank-gank dengan kegiatan aneh-aneh. Keterlibatan anak pada tawuran ini salah satu contoh buruknya.

Orang tua perlu mengenali siapa teman dekat anak mereka. Ini untuk memudahkan dalam mengontrol supaya anak-anak juga tidak terlibat pergaulan bebas. Posisikan Anda sebagai teman mereka, sehingga anak akan lebih nyaman curhat pada orang tuanya.

 

Anak Usia Dini

 

Anak usia dini sendiri adalah anak dengan kategori usia 0-6 tahun. Pada masa ini mengembangkan potensi anak sangatlah penting, dimana pengembangannya meliputi pembentukan kepribadian, kemampuan berpikir, kecerdasan, keterampilan, dan sosialisasi dengan lingkungan.

Jika orang tua merasa masih kurang jika si anak hanya mendapatkan pendidikan dari orang tuanya, baik itu pengetahun, sosialisasi lingkungan maupun keterampilan-keterampilan khusus, orang tua bisa mencari guru lain sebagai pendidik anak mereka. Cara paling sering dilakukan selain mendatangkan guru ke rumah adalah dengan menyekolahkan anak mereka.

 

Anak Remaja

 

Anak remaja ini yang paling rentan menghadapi penyimpangan akibat kebiasan buruk sejak dini dan juga karena faktor lingkungan terutama pergaulan. Waktu remaja adalah titik kritis sebelum memasuki usia dewasa. Jika pada usia dini seorang anak masih bisa terpantau jangkauan orang tua dengan leluasa, pada masa remaja ini biasanya anak-anak lebih mendengarkan teman-temannya.

Memilih lingkungan yang baik menjadi salah satu upaya yang dapat diusahakan oleh orang tua. Bisa dibayangkan jika pergaulan anak Anda bukanlah dengan teman-teman yang hobi menghabiskan waktu bermain game sepanjang hari, melainkan teman-teman yang bersama-sama menghafalkan Al Quran?

Jika Anda menyekolahkan anak Anda di lingkungan sekolah, maka carilah sekolah yang memiliki visi dan misi sesuai dengan yang Anda harapkan. Penting mencari sekolah yang tidak hanya menerapkan soal ilmu pengetahuan dan eksak semata, namun juga ilmu agama, yang mana ini sangat berperan dalam pembentukan sikap si anak nantinya.

Sekolah Prestasi Global merupakan salah satu sekolah Islam modern yang mana pembelajarannya tidak hanya melulu tentang eksak. Kami menyediakan sistem pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi pada hal-hal positif untuk anak-anak. Selain itu, anak-anak juga dilatih untuk menjadi anak yang religius dengan tidak mengesampingkan ilmu agama pada kehidupan sehari-harinya. Adapun perihal keterampilan didapatkan dengan berbagai kegiatan yang mengantarkan anak untuk memiliki keahlian dalam aktivitas fisik mereka, survival melalui pramuka, kesenian, dan kemampuan bahasa asing. Selanjutnya berbagai ekstrakurikuler juga akan meningkatkan skill lain bagi anak Anda.

Hal-hal seperti penyimpangan pada anak Anda tentunya dapat dikurangi dengan memilih sekolah yang tepat, dengan tenaga pendidik yang juga profesional. Namun perlu Anda sadari, bahwa untuk mendidik seorang anak, peran orang tua di luar sekolah juga adalah penting.

Jangan terbalik, orang tua membutuhkan sekolah untuk membantu mendidik anak Anda, bukan sekolah membutuhkan Anda untuk membantu mendidik anak Anda.

 

Perilaku negatif apa yang mengancam perilaku anak masa sekarang?

pacaran dini, pornografi dan perilaku kekerasan

Apa yang dapat mengantarkan penyimpangan anak masa sekarang?

1. Orang tua yang acuh 2. Pergaulan yang tidak baik

Apa peran sekolah terhadap perilaku anak masa sekarang?

Penting mencari sekolah yang tidak hanya menerapkan soal ilmu pengetahuan dan eksak semata, namun juga ilmu agama, yang mana ini sangat berperan dalam pembentukan sikap anak nantinya

(Visited 153 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us