Bagikan Artikel Ini:

Salah satu keberhasilan orang tua dalam mendidik anak adalah tertanamnya rasa kemandirian dalam diri anak. Rasa mandiri merupakan salah satu hal dasar yang memang sudah seharusnya ditanamkan kepada anak sedini mungkin agar menjadi karakter yang mendarah daging. Tahukah Anda? Ternyata untuk menanamkan rasa mandiri pada anak tidaklah sesulit yang dipikirkan, lho. Terdapat beberapa tips dan trik yang bisa Anda lakukan agar anak menjadi lebih mandiri dengan baik tanpa perlu menerapkan pola asuh yang kasar dan tegas. Apa saja? Simak penjelasan berikut ini!

Tips Tanamkan Rasa Mandiri Pada Pribadi Anak

Seperti yang Anda ketahui, kemandirian ini perlu ditanamkan sejak usia anak-anak agar rasa mandiri itu mendarah daging dan menjadi karakter yang kuat. Lantas, apa yang dimaksud dengan anak mandiri?  Anak dengan sifat mandiri merupakan anak yang dalam kesehariannya tidak terlalu bergantung pada orang lain. Anak mandiri mampu mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang yang lebih bisa. Seperti misalnya, makan sendiri, mandi sendiri, atau bahkan mencuci piring sendiri setelah makan.

Sejak bayi lahir, tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan, dan terus tumbuh menjadi anak dan seterusnya, anak akan menggantungkan dirinya dengan orang tua. Mulai dari makan, tidur, mandi, dan hal-hal umum lainnya. Seiring dengan bertambahnya usia, rasa mandiri juga harus semakin ditanamkan kuat.

Rasa-rasanya tidak mungkin jika anak terus bergantung pada orang tua karena akan berdampak dalam menghadapi kehidupan di masyarakat. Untuk mengantisipasi hal itu, Anda dapat menggunakan beberapa tips dalam menanamkan rasa kemandirian dalam anak berikut ini.

1. Biasakan Anak untuk Membuat Agenda Harian

Tips pertama yang bisa orang tua ambil untuk mengajarkan anak mandiri adalah dengan membiasakan anak membuat agenda atau jadwal harian yang menjadi rutinitas. Salah satu rutinitas atau agenda harian yang bisa Anda terapkan untuk melatih kemandirian anak adalah dengan menerapkan aturan meletakkan pakaian kotor. Meskipun hal yang sederhana, meletakkan pakaian kotor ke tempat yang semestinya juga akan membiasakan anak untuk hidup lebih bersih dan nyaman.

2. Selalu Berikan Pendapat Anda

Saat Anda melihat anak mengalami kesulitan menghadapi sesuatu, misalnya tugas sekolah, sebaiknya jangan memaksakannya untuk menyelesaikan saat itu juga. Jika berkaitan dengan pengambilan keputusan, sebaiknya jangan terlalu mencampurinya. Salah satu cara yang efektif dalam menghadapi situasi ini adalah dengan memberikan sebuah pendapat. Pendapat orang tua akan membantu anak dalam menentukan sebuah keputusan. Namun perlu diingat, jangan memberikan sebuah solusi begitu saja tanpa melatih anak untuk mengambil keputusan.

3. Latih Anak dengan Memberi Tugas Kecil

Cara mendidik anak mandiri yang selanjutnya dapat Anda lakukan dengan memberikan sebuah tugas kecil kepada anak. Seperti salah satunya dengan melibatkan anak saat mengerjakan pekerjaan rumah. Anda juga dapat memberikan sebuah tugas yang sederhana tapi tetap memberikan manfaat. Misalnya menyuruh anak untuk tidur sendiri, melipat pakaian, hingga membereskan mainan. Berbagai kegiatan sederhana tersebut dapat digunakan untuk mengajarkan kepada anak meningkatkan rasa mandiri dan tanggung jawab.

4. Beri Kesempatan Anak Memilih

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, anak yang mandiri merupakan pribadi dengan tidak terlalu bergantung dengan orang lain. Terutama mengenai hal-hal yang sudah sewajarnya dapat dilakukan sendiri. Oleh karena itu, Anda sebaiknya membiasakan anak mengambil keputusan dan tidak memaksakan keinginan Anda. Sebagai gantinya, Anda dapat memberikan arahan dan masukan. Anda juga dapat memberikan penjelasan tentang keputusan tersebut, serta hal positif dan negatifnya. Begitupun saat keputusan yang diambil kurang tepat, Anda dapat memberitahunya dengan penjelasan ringan dan mudah dipahami, serta tidak membuatnya sakit hati. Cara ini merupakan parenting yang baik untuk anak.

5. Hargai Setiap Usaha Anak

Rasa-rasanya, tidak hanya untuk anak, tapi siapapun akan mengharapkan usahanya dihargai agar tidak terasa percuma. Saat anak sudah berusaha untuk berbuat sesuatu, selama itu merupakan hal yang baik, jangan sungkan untuk menghargainya.

Meskipun terlihat sederhana, setidaknya memberi pujian dari usaha yang dilakukan oleh anak dapat menumbuhkan semangat dalam melakukan sesuatu. Saat usaha yang dilakukan kurang diapresiasi, semangat dalam melakukan sesuatu pasti akan menghilang dan justru timbul rasa malas melakukannya lagi

6. Berikan Lingkungan yang Ramah

Saat anak belajar menumbuhkan dan menanamkan rasa mandiri, pastikan terlebih dahulu lingkungan di sekitarnya ramah dan aman. Contohnya, ketika anak belajar mandi sendiri, maka persiapkan dan ajarkan berbagai hal yang berkaitan dengan mandi. Jangan lupa untuk mengajarkan kebersihan kamar mandi agar nyaman. Contoh lain yang bisa Anda terapkan adalah saat anak belajar mencuci piringnya sendiri, peralatan yang mendukung sebaiknya Anda siapkan. Seperti piring dan gelas yang ramah untuk anak.

7. Jangan Melulu Dibantu Saat Anak Melalui Sebuah Permasalahan

Saat anak mengalami sebuah kesulitan, memang tidak tega rasanya untuk tidak membantu. Namun, jika Anda terus menerus membiarkan rasa tidak tega itu berlarut-laut dan terus membantu anak, maka kesempatan anak menjadi lebih mandiri akan jauh berkurang.

Apalagi usia kanak kanak merupakan masa-masa eksplorasi, yang membuatnya penasaran tentang semua hal yang ada di sekitarnya. Ketika anak mengalami kesulitan, jangan langsung memberikan bantuan. Berikan motivasi dan dukungan untuk anak agar ia mampu menyelesaikan masalah tersebut secara mandiri.

8. Ajarkan Rasa Tanggung Jawab

Tips mengajarkan rasa mandiri pada anak yang berikutnya adalah dengan memberikan tanggung jawab. Mulailah dengan memberikan tanggung jawab kecil seperti membereskan dan merapikan mainan yang sudah dikeluarkan atau saat mengerjakan PR dari sekolah. Meskipun kedengarannya sederhana, tapi cara ini merupakan salah satu cara atau bentuk latihan langsung bagi anak.

9. Kenalkan dengan Rasa Kegagalan

Gagal merupakan sebuah fakta nyata yang dapat terjadi di dalam hidup. Sehingga hal ini perlu dikenalkan dan diajarkan kepada anak. Bagi orang tua, melakukan hal yang satu ini mungkin terasa sulit, tapi biarkan anak sesekali merasakan bagaimana rasanya kegagalan. Agar, anak juga dapat belajar dari hal tersebut.

Misalnya, saat anak lupa belum mengerjakan PR yang diberikan dari sekolah dan mendapatkan hukuman. Hal ini akan membantu anak belajar agar tidak melupakan apa yang seharusnya dilakukan dan menjadi kewajibanya.

10. Melatih Anak Melakukan Hal Baru

Cara ini merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mengajarkan kemandirian pada anak. Orang tua memang sewajarnya merasa cemas saat anak akan pergi ke tempat baru dengan pengalaman baru. Namun, Anda harus merelakannya jika ingin Anak menjadi lebih mandiri.

Tentu saja yang dimaksud di sini merupakan sebuah kegiatan resmi, misalnya kegiatan piknik sekolah atau acara camping. Pengalaman bersama teman teman di luar sana akan berbeda dengan pengalaman anak di rumah bersama orang tua.

Dampak Terlalu Memanjakan Anak dan Kurang Mengajarkan Rasa Mandiri

 

Rasa mandiri bukanlah sesuatu yang dapat ditanamkan dalam diri dengan mudah. Tidak jarang, meski sudah berusaha ditanamkan dari usia sedini mungkin, banyak anak yang kesulitan untuk mempelajarinya. Apalagi jika anak terlalu sering dimanja atau memang belum diajarkan mandiri. Apa saja dampak jika anak terlalu dimanjakan? Simak berikut ini.

1. Sulit Mengembangkan Kemampuan

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak adalah dengan membiarkannya mandiri di situasi genting. Tentunya kondisi “genting’’ di sini bukan yang benar benar berbahaya, ya. Misalnya, dengan memberikan tantangan, berpetualang dengan anak, atau memberikan sebuah tugas yang cukup sulit, namun tetap proporsional untuk anak.

Proses mengembangkan kemampuan diri pada anak secara umum akan sulit saat anak terlalu dimanjakan karena pola asuh yang kurang tepat. Terkadang, karena orang tua yang terlalu khawatir dengan anak membuat anak terlalu “dijaga’’ dari setiap tantangan yang seharusnya dapat diselesaikan oleh anak tersebut.

2. Selalu Bergantung dengan Orang Lain

Salah satu kenyataan yang akan terjadi saat anak tidak terbiasa mandiri adalah selalu bergantung dengan orang lain. Bukan masalah jika dengan orang tua dan umurnya yang masih kanak-kanak. Namun jika sampai berlarut larut, bisa saja berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakatnya.

3. Sulit Menerima Sebuah Kesalahan

Bagi anak yang sudah terbiasa berada di zona nyaman dan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah, akan sulit untuk menerima kekalahan. Padahal, kehidupan tidak luput dari yang namanya kompetisi, di mana akan ada yang kalah dan yang menang.

4. Anak Menjadi Mudah Menyerah

Rasa-rasanya, pengalaman berupa kerja keras akan sangat jarang diajarkan oleh orang tua yang terlalu memanjakan anak. Anak yang sudah terbiasa diperlakukan dengan manja akan terbiasa mendapatkan sesuatu dengan mudah tanpa adanya kerja keras.

5. Lebih Tertarik Dengan Cara yang Instan

Masih berhubungan dengan dampak sebelumnya, anak yang jarang diajarkan kemandirian, atau anak yang terlalu sering dimanja akan lebih senang dengan jalan pintas. Lagi-lagi, hal ini dapat terjadi karena anak yang sudah terbiasa mendapatkan apapun dengan mudah. Karena kemudahannya itulah, anak jadi malas untuk berjuang dan lebih memilih cara yang instan.

6. Karakter Saat Dewasa Menjadi Kurang Baik

Pembentukan karakter memang sudah seharusnya dilakukan sejak anak masih kecil. Termasuk dalam mengajarkan rasa kemandirian. Penanaman karakter sejak dini dapat diibaratkan sebagai fondasi yang akan menopang sikap seseorang sampai ia tumbuh dewasa.

7. Berpotensi Kurang Menghargai Orang Lain

Saat anak mendapatkan apapun yang diinginkan dengan mudah, mungkin ia tidak akan menunjukkan kekecewaan atau emosi sedih lainnya. Namun, hal itu akan berubah saat apa yang diinginkan tidak terpenuhi. Bisa jadi ia akan marah, bahkan sampai meledak ledak kepada orang tuanya.

Penutup

Rasa mandiri merupakan salah satu hal yang harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini, atau setidaknya sudah sewajarnya untuk diajarkan. Mandiri bukanlah sesuatu yang mudah untuk diajarkan. Oleh sebab itu, mengajarkan anak mandiri merupakan tugas bagi orang tua yang perlu dilakukan dengan baik. Di prestasi global, cara-cara tersebut biasa kami gunakan untuk membantu murid murid kami dalam mempelajari berbagai sikap dan karakter dasar yang baik.

Jadi, sudah siapkah Anda mendidik anak untuk mandiri? Jangan lupa untuk menceritakan pengalaman Anda selama mendidik anak menjadi mandiri di kolom komentar. Anda juga dapat membagikan permasalahan Anda selama proses mendidik anak menjadi mandiri.

Apa saja tips menanamkan rasa kemandirian pada anak?

1.Biasakan Anak untuk Membuat Agenda Harian 2.Selalu Berikan Pendapat Anda 3.Latih Anak dengan Memberi Tugas Kecil 4.Beri Kesempatan Anak Memilih 5.Hargai Setiap Usaha Anak 6.Berikan Lingkungan yang Ramah 7.Jangan Melulu Dibantu Saat Anak Melalui Sebuah Permasalahan 8.Ajarkan Rasa Tanggung Jawab 9.Kenalkan dengan Rasa Kegagalan 10.Melatih Anak Melakukan Hal Baru

Kenapa orang tua tidak diperbolehkan untuk selalu membantu saat anak melalui sebuah permasalahan?

karena jika orang tua terus menerus membiarkan rasa tidak tega itu berlarut-laut dan terus membantu anak, maka kesempatan anak menjadi lebih mandiri akan jauh berkurang.

Apa dampak terlalu memanjakan anak dan kurang mengajarkan rasa mandiri?

1.Sulit Mengembangkan Kemampuan 2.Selalu Bergantung dengan Orang Lain 3.Sulit Menerima Sebuah Kesalahan 4.Anak Menjadi Mudah Menyerah 5.Lebih Tertarik Dengan Cara yang Instan 6.Karakter Saat Dewasa Menjadi Kurang Baik 7.Berpotensi Kurang Menghargai Orang Lain

(Visited 90 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us