Bagikan Artikel Ini:

Anak susah tidur merupakan masalah klasik yang pasti dialami oleh para ibu. Apalagi jika anak sudah mulai memasuki usia sekolah, masalah sulit tidur ini sering dialami.

Memasuki usia TK atau SD aktivitas anak memang semakin banyak, anak juga semakin mudah stres karena permasalahan di sekolah atau lingkungan. Stres dan kelelahan inilah salah satu hal yang bisa memicu anak mengalami insomnia atau sulit tidur di malam hari.

Masalah susah tidur pada anak jangan dianggap remeh. Karena anak yang kurang tidur akan terganggu kesehatan dan perkembangannya. Dalam sehari setidaknya anak usia 6 sampai dengan 12 tahun harus tidur minimal 9 jam dan maksimal 12 jam.

Mengenali Penyebab Anak Susah Tidur

Mengenali Penyebab Anak Susah Tidur

Untuk mengatasi gangguan tidur pada anak, Anda harus mengenali penyebabnya terlebih dahulu. Beberapa hal yang bisa menyebabkan anak mengalami insomnia atau sulit tidur, yaitu:

1. Kelelahan

Mungkin Anda mengira anak yang lelah akan lebih cepat tidru di malam hari. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Anak yang lelah memang akan lebih cepat tidur, tapi jika mengalami kelelahan justru sebaliknya.

Kelelahan atau terlalu lelah setelah bermain atau melakukan kegiatan sekolah yang terlalu padat bisa membuat anak sulit tidur di malam hari. Dikutip dari Verywell Family, sebenarnya terlalu lelah bisa membuat anak menjadi hiperaktif. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih sulit tidur di malam hari.

Sebenarnya membuat anak lelah dengan kegiatan yang padat di siang hari boleh saja agar anak mempunyai kegiatan yang positif. Namun sebagai orang tua Anda juga harus memperhatikan kesehatan dan energi yang dimiliki oleh anak.

2. Stres Dan Cemas

Penyebab lainnya anak sulit tidur di malam hari adalah stres dan cemas. Biasanya di awal mulai sekolah anak mengalami stres dan cemas memikirkan bagaimana nanti di sekolah. Anak yang terlalu antusias masuk sekolah juga bisa membuatnya menjadi sulit tidur.

Cemas juga bisa timbul ketika anak banyak pekerjaan rumah atau akan menghadapi ujian. Banyak hal yang bisa membuat anak merasa stres dan cemas dan membuatnya jadi sulit untuk tidur malam.

Buku yang dibaca atau film yang anak tonton juga bisa menjadi penyebab anak sulit tidur malam. Biasanya anak akan mengalami sulit tidur karena takut setelah menonton film. Hal ini membuat anak menjadi gelisah dan tidak bisa tidur di malam hari.

3. Terlalu Lama Atau Terlalu Sore Tidur Siang

Sulit tidur yang dialami oleh anak mungkin saja dikarenakan anak terlalu lama tidur siang atau terlalu sore tidur siangnya.

Sebagai orang tua tentu Anda ingin anak tidur siang agar tidak terlalu kelelahan bukan? Tapi jika anak pulang terlalu sore sebaiknya jangan suruh dia tidur.

Tidur terlalu sore akan membuat tidur malam anak terganggu. Tidur siang yang ideal untuk anak-anak adalah antara jam 2 sampai jam 4 sore. Cukup 1 sampai 2 jam saja anak tidur siang. Terlalu lama tidur siang juga bisa membuat anak sulit tidur.

4. Tidak Ada Waktu Jeda Sebelum Anak Tidur

Penyebab anak mengalami sulit tidur adalah tidak ada jeda waktu antara aktivitasnya dengan waktu tidur malam. Anak-anak akan sulit tidur langsung ketika selesai menyelesaikan PR atau kegiatan lainnya.

Sebaiknya anak-anak diberi jeda setengah jam sebelum tidur setelah mengerjakan PR atau aktivitas lainnya. Jeda waktu tidur ini akan membuat anak menjadi lebih rileks dan nyaman sehingga dia akan lebih cepat tertidur.

5. Anak Masih Ingin Bermain Atau Tidak Ingin Meninggalkan Keramaian

Biasanya hal ini terjadi ketika di rumah masih banyak saudara yang belum tidur dan sedang asyik bermain. Anak yang sedang asyik bermain dengan saudara sepantaran akan sangat sulit untuk diajak tidur. Hal ini dikarenakan anak masih ingin bermain dan merasa ditinggalkan jika dia tidur.

Untuk mengatasi hal ini Anda harus mengajak anggota keluarga lainnya juga ikut istirahat. Dengan begitu anak akan bisa lebih cepat tidur dan tidurnya tidak terlalu malam.

Panduan Sleep Hygiene Untuk Menidurkan Anak Susah Tidur

Panduan Sleep Hygiene Untuk Menidurkan Anak Susah Tidur

Salah satu metode atau cara mengatasi anak susah tidur adalah dengan menerapkan sleep hygiene. Sleep hygiene ini merupakan cara paling efektif dan mudah untuk membuat anak cepat tidur dengan nyenyak.

Arti dari sleep hygiene bukanlah menidurkan anak dengan keadaan tubuh yang bersih. Memang anak-anak harus dalam keadaan bersih sebelum tidur agar tidurnya nyenyak dan nyaman. Namun sleep hygiene yang dimaksud di sini adalah cara menidurkan anak secara sehat dan nyaman.

Sleep hygiene ini akan membuat anak mempunyai pola tidur yang sehat sehingga anak mempunyai kebiasaan tidur yang baik. Dengan metode ini anak Anda akan lebih konsisten dan disiplin untuk istirahat sehingga jam tidurnya juga akan teratur.

Tidur yang cukup dan teratur bisa berdampak bagus untuk kesehatan anak. Tidak hanya itu, perkembangan anak juga bisa maksimal dengan istirahat yang cukup.

Tips anak susah tidur dengan menggunakan metode hygiene ini yaitu:

1. Konsisten Tidur Dan Bangun Di Jam Yang Sama

Langkah awal metode hygiene agar anak bisa tidur malam dengan nyenyak adalah konsisten tidur dan bangun di jam yang sama. Dengan konsisten tidur dan bangun di jam yang sama anak Anda akan terbiasa disiplin untuk istirahat malam.

Anda bisa menetapkan jadwal tidur anak sejak dini. Perlu Anda ketahui dalam sehari anak usia 6 tahun ke atas harus tidur malam selama 9 jam. Maksimal dalam sehari anak usia ini tidur selama 11 jam.

Sebagai orang tua Anda bisa memberikan jadwal tidur malam secara konsisten. Misalnya saja anak Anda harus bangun jam 6 pagi untuk bersiap sekolah maka pastikan anak maksimal jam 9 sudah tidur.

Jadwal tidur ini harus Anda terapkan setiap harinya secara teratur. Tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya akan berdampak bagus pada kesehatan anak. Hal ini dikarenakan metabolisme anak akan terjaga.

Dengan istirahat yang cukup, perkembangan anak juga bisa semakin maksimal terutama perkembangan otak anak. Jadi pastikan anak-anak Anda tidur dan bangun di jam yang sama untuk menghindari gangguan sulit tidur dan menjaga kesehatannya.

2. Membatasi Waktu Tidur Di Siang Hari

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa salah satu penyebab anak sulit tidur malam adalah terlalu tidur siang. Untuk mengatasi hal ini langkah kedua dalam metode hygiene bisa Anda lakukan yaitu membatasi waktu tidur siang anak Anda.

Untuk anak usia 6 tahun ke atas tidur siang cukup 1 sampai dengan 2 jam. Anda bisa membuatkan jadwal tidur siang jam 2 sampai dengan jam 4 sore. Di jam ini pastikan anak tidur siang.

Jika aktivitas anak Anda padat maka jam tidur siangnya bisa dikurangi yaitu 1 jam saja. Tidur siang yang tidak terlalu lama bisa berdampak bagus untuk kesehatan anak. Namun pastikan anak jangan terlalu lama tidur siang karena bisa membuatnya sulit tidur di malam hari.

3. Buat Ritual Khusus Sebelum Tidur

Cara menidurkan anak dengan metode hygiene yang selanjutnya adalah membuat ritual khusus sebelum anak tidur. Ritual khusus ini merupakan persiapan anak sebelum tidur yang dijadikan kebiasaan.

Persiapan tidur ini setidaknya dilakukan 90 menit sebelum jam anak tidur. Misalnya saja kebiasaan anak tidur jam 9 malam maka sejak jam 07.30 malam semua aktivitas anak harus dihentikan. Aktivitas ini meliputi aktivitas fisik maupun mental, seperti mengerjakan PR dan lain sebagainya.

Gunakan waktu kosong ini untuk membiasakan anak minum susu atau mandi berendam menggunakan air hangat. Jangan lupa untuk ajak anak menggosok gigi di waktu senggang ini.

Mandi air hangat sebelum tidur sangat bagus untuk membuat anak cepat tidur. Hal ini dikarenakan pada saat mandi air hangat tubuh suhu tubuh anak akan naik. Setelah suhu tubuh kembali turun maka anak akan merasa mengantuk.

Hal ini berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa jika suhu tubuh seseorang turun salah satu efeknya adalah mengantuk.

Gunakan juga waktu ini untuk menyiapkan kebutuhan sekolah anak esok harinya. Anda bisa mengajak anak untuk menyiapkan seragam dan tas sekolahnya untuk besok.

Ritual sebelum tidur ini juga bisa menjadi alarm anak bahwa pada jam tersebut adalah waktunya dia untuk tidur.

4. Jadikan Tempat Tidur Hanya Untuk Tidur Saja

Metode hygiene yang selanjutnya adalah menjadikan tempat tidur hanya untuk tidur saja. Hindari untuk menjadikan tempat tidur sebagai tempat menonton TV atau bermain. Hal ini dikarenakan anak akan merasa lebih bersemangat di tempat tidur sehingga dia akan sulit tidur.

Dengan menjadikan kasur hanya tempat untuk tidur maka anak akan mudah tertidur. Anak dengan sendirinya akan mengerti bahwa ketika di tempat tidur adalah waktunya untuk istirahat.

Membuat tempat tidur sebagai tempat aktivitas lainnya juga kurang bagus untuk perkembangan anak. Anak jadi akan lebih suka di tempat tidur tapi bukan untuk tidur melainkan untuk bermain.

5. Desain Kamar Senyaman Mungkin

Tidak hanya menjadikan kamar sebagai tempat tidur saja, agar anak nyaman dan tidak sulit tidur Anda juga harus mendesain kamar anak senyaman mungkin.

Suasana ideal kamar anak untuk tidur adalah tenang, gelap, dan sejuk. Untuk membuat suasana yang seperti ini Anda bisa menyalakan lampu tidur saja ketika anak akan tidur. Suhu ideal kamar agar anak nyaman tidur adala antara 20 sampai 22 derajat celcius.

Pada anak akan tidur pastikan semua perangkat elektronik seperti TV, komputer, ponsel, dan lainnya dalam keadaan mati.

Nyala layar dari perangkat elektronik ini bisa mengganggu tidur anak karena menghambat produksi hormon melatonin. Hormon melatonin inilah yang membuat anak menjadi mengantuk.

6. Batasi Makan Dan Minum Sebelum Tidur

Makan dan minum sebelum tidur juga harus dibatasi. Hal ini dikarenakan ketika anak merasa terlalu kenyang maka dia akan sulit tidur. Begitu juga jika anak merasa terlalu lapar dia juga akan merasa kesulitan untuk tidur.

Idealnya anak makan malam 2 jam sebelum tidur. Jadi misalnya saja anak Anda biasa tidur jam 9 malam maka maksimal jam 7 malam dia sudah makan malam. Setelah jam tersebut hindari untuk makan makanan berat.

Anda juga harus membatasi minuman yang dikonsumsi anak sebelum tidur. Hindari untuk memberikannya coklat, soda, teh, dan minuman yang mengandung kafein. Minuman ini akan membuat anak menjadi sulit tidur.

Metode hygiene ini bisa Anda terapkan untuk mengatasi masalah anak susah tidur untuk usia 6 sampai 9 tahun ke atas. Membangun kebiasaan tidur yang baik sejak dini dengan metode ini akan membuat anak terjaga pola tidurnya.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

1. Apa saja yang bisa menyebabkan anak mengalami insomnia atau sulit tidur?

1. Kelelahan 2. Stres dan Cemas 3. Terlalu Lama atau Terlalu Sore Tidur Siang 4. Tidak Ada Waktu Jeda Sebelum Anak Tidur 5. Anak Masih Ingin Bermain atau Tidak Ingin Meninggalkan Keramaian

2. Apa saja tips untuk anak yang susah tidur dengan menggunakan metode hygiene?

1. Konsisten Tidur dan Bangun di Jam yang Sama 2. Membatasi Waktu Tidur di Siang Hari 3. Buat Ritual Khusus Sebelum Tidur 4. Jadikan Tempat Tidur Hanya Untuk Tidur Saja 5. Desain Kamar Senyaman Mungkin 6. Batasi Makan dan Minum Sebelum Tidur

3. Mengapa Stres dan cemas dapat menjadi penyebab anak sulit tidur?

Penyebab lainnya anak sulit tidur di malam hari adalah stres dan cemas. Biasanya di awal mulai sekolah anak mengalami stres dan cemas memikirkan bagaimana nanti di sekolah. Anak yang terlalu antusias masuk sekolah juga bisa membuatnya menjadi sulit tidur. Cemas juga bisa timbul ketika anak banyak pekerjaan rumah atau akan menghadapi ujian. Banyak hal yang bisa membuat anak merasa stres dan cemas dan membuatnya jadi sulit untuk tidur malam. Buku yang dibaca atau film yang anak tonton juga bisa menjadi penyebab anak sulit tidur malam. Biasanya anak akan mengalami sulit tidur karena takut setelah menonton film. Hal ini membuat anak menjadi gelisah dan tidak bisa tidur di malam hari.

(Visited 112 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us