Pernahkan Anda mendengar sebuah penyakit bernama rakitis? Fakta menunjukan, penyakit ini umumnya hanya diderita oleh anak-anak saja. Kebanyakan anak-anak yang mengalami rakitis atau rickets merupakan usia yang belum memasuki sekolah.

Cukup misterius, ya? Jadi apa sebenarnya rickets itu, dan kenapa rata-rata hanya menyerang anak kecil di usia belum sekolah?

Rakitis adalah sebuah kondisi penyakit yang mempengaruhi development tulang pada anak-anak. Rickets menyebabkan sakit pada tulang, development tulang yang buruk dan lunak, serta tulang lemah yang mengakibatkan deformasi tulang. Penyebab utamanya adalah kekurangan vitamin D di tubuh karena berbagai hal.

Penyebab-penyebab Rakitis

Penyebab rakitis - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Farhad Ibrahimzade on Unsplash

Di atas sudah disinggung bahwa problem utama penyebab terjadinya rickets adalah defisit vitamin D. Pertanyaanya, kenapa tubuh anak bisa sampai defisit vitamin D? Padahal vitamin D bisa terbentuk saat kulit terekspos  sunlight ?

Kemudian apakah vitamin D satu-satunya penyebab terjadinya rickets? Tidak adakah penyebab lainnya? Masalah mengenai hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya rakitis akan dibahas secara lengkap pada poin-poin berikut :

1. Kekurangan Kalsium

Kalsium penting untuk development  tulang yang kuat dan mencegah terjadinya tulang lunak. Tiap tahap development, jumlah kalsium yang anak butuhkan berbeda-beda. Contohnya, bayi yang berusia kurang dari 6 bulan perlu 200 mg kalsium per hari, sedangkan usia 6-11 bulan 260 mg per hari.

2. Vitamin D yang Tidak Mencukupi

Di atas sudah disinggung bahwa defisit vitamins D menjadi problem utama rickets. Meskipun vitamin D ini bisa anak dapat dari  sunlight , tetapi tetap ada jumlah minimumnya.

Anak kecil paling tidak membutuhkan 10-30 menit  sunlight  setiap harinya untuk vitamin D yang cukup. Waktu berjemur yang tepat yaitu antara pukul 6 – 7.30 pagi. Akan tetapi, hindari  sunlight  dari jam 10 pagi hingga 4 sore karena sinar UVB pada saat itu cukup kuat.

Selain paparan sinar matahari, asupan vitamins D yang berasal dari makanan juga penting, beberapa makanan itu adalah :

  • Kuning telur
  • Sarden
  • Mackerel
  • Salmon
  • Daging merah

Pastikan anak mengkonsumsinya sesuai kebutuhan gizi harian yang seimbang, tidak kurang dan tidak berlebih.

3. Kelainan Genetik

Rakitis yang terjadi karena kelainan genetik penyebabnya adalah faktor keturunan. Penyakit ini terbawa dari kromosom X dominan sehingga anak laki-laki mempunyai kemungkinan yang lebih besar.

Fungsi hati, ginjal, dan usus menjadi tidak optimal sehingga penyerapan kalsium pun ikut terpengaruh.

4. Kelahiran Prematur

Faktor kelahiran prematur juga membuat anak mendapat resiko menderita rickets yang cukup besar. Hal ini karena janin belum cukup menerima vitamins dari ibu selama di kandungan.

5. Ibu Hamil yang Kekurangan Vitamin D

Bayi yang baru lahir dapat menderita rakitis apabila si ibu selama masa kehamilan kekurangan vitamin D. Bahayanya, rakitis pada tahap awal akan sulit terlihat atau terdeteksi.

6. Hanya Mengonsumsi ASI

Pemberian ASI bagi bayi memang penting, akan tetapi gizi tambahan juga tetap perlu. Oleh karena itulah MPASI perlu agar pemenuhan gizi anak seimbang dan tidak sampai defisit.

7. Menderita Penyakit Ginjal

Masalah ginjal tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, anak-anak juga cukup banyak yang menderitanya. Terjadinya penyakit ginjal bisa memicu rakitis karena vitamin D di dalam tubuh kurang akibat kinerja ginjal yang tidak maksimum.

8. Celiac Disease

Orang yang menderita celiac disease umum mengalami kekurangan vitamin D. Imun yang menyerang tubuh saat mengkonsumsi gluten ini menyebabkan 64% laki-laki dan 71% wanita defisit vitamin D.

9. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Obat-obatan seperti obat HIV, anti kejang, dan antiretroviral menghambat penyerapan vitamin D di tubuh.

Penyebab rakitis di atas adalah alasan di balik kenapa seseorang bisa menderita penyakit tulang tersebut. Tentunya penyakit ini tidak bisa dianggap sebelah mata dan perlu penanganan yang serius. Apalagi, tidak hanya anak kecil, orang dewasa juga bisa saja mengalaminya.

Pada kasus rakitis, kebanyakan juga terdeteksi saat sudah cukup parah. Oleh karena itu, orang tua harus jeli melihat apakah anak mempunyai gejala rakitis atau tidak.

Gejala Rakitis

Gejala Rakitis - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by CHUTTERSNAP on Unsplash

Rickets atau rakitis sangat perlu diketahui sebelum parah agar penyembuhannya optimal. Oleh karena itu, sangat penting untuk tahu gejala rakitis agar bisa segera melakukan tindakan penanganan yang tetap.

Apa saja gejala-gejala rickets yang perlu Anda ketahui agar waspada dan cepat tanggap?

1. Masalah Gigi

Salah satu gejala rakitis yang mudah Anda amati adalah adanya problem pada gigi. Misalnya, enamel yang lemah, development  gigi yang terlambat, dan munculnya karies.

2. Tulang yang Rentan

Tulang yang rentan atau fragile bones merupakan salah satu gejala rakitis yang sudah cukup parah. Keadaan tulang yang rentang membuatnya lebih mudah cidera dan bahkan sampai patah.

3. Deformasi Tulang

Apabila terjadi perubahan pada tulang, ini merupakan peringatan keras bahwa rickets mungkin sudah terjadi. Misalnya pergelangan kaki, tangan dan lutut yang menebal, kaki yang melengkung, serta tulang yang lemah.

Kemudian, pada sebagian kecil kasus juga mungkin terjadi tulang belakang yang melengkung.

4. Sakit atau Cepat Lelah

Anak atau orang yang menderita rickets akan merasakan nyeri atau sakit pada tulang mereka. Hal ini menyebabkan keengganan untuk berjalan dan juga cepat lelah karena kondisi tulang yang tidak sepenuhnya prima.

Pada sebagian anak, sering kali juga terjadi cara berjalan yang terhuyung-huyung dan tidak bisa tegap.

5. Anak Lebih Pendek 

Bertambahnya usia, bertambah pula tinggi badan anak sesuai dengan tahap development-nya. Akan tetapi, hal ini tidak akan terjadi pada mereka yang menderita rakitis.

Penderita rakitis akan mengalami development tulang yang tidak maksimal atau tidak tumbuh sama sekali. Hal ini membuat penderita akan lebih pendek dari anak sepantaran.

6. Sulit Tidur, Gelisah, dan Terganggunya Perkembangan Motorik

Rakitis juga menyebabkan sulit tidur dan mudah gelisah pada bayi, sehingga tidur mereka tidak nyenyak. Perkembangan motorik ikut pula terganggu, yang seharusnya sudah bisa duduk, merangkak, atau bahkan berjalan, malah belum bisa.

7. Kardiomiopati

Otot jantung yang melemah, atau kardiomiopati merupakan salah satu gejala rickets tahap akut.

8. Kejang 

Anak yang kejang bisa jadi tanda bahwa ia kekurangan kalsium dan tanda penyakit rakitis. Apabila kejadian ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin resiko lebih parah seperti cacat intelektual bisa terjadi.

Selain gejala di atas, masih ada gejala-gejala lainnya seperti misalnya otot tegang, kedutan, perut buncit, dan dahi besar. Pada orang dewasa gejala juga hampir sama, tulang yang rentan dan lemah, sakit, dan lemah otot.

Apabila anak Anda atau bahkan Anda sendiri mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter. Penanganan yang cepat dan tepat sangat perlu agar rickets tidak semakin parah dan menyebabkan penyakit lainnya.

Cara Pengobatan Rakitis

Cara mengobati penyakit rakitis disesuaikan dengan tahap penyakit, sehingga tidak semuanya pasti sama. Sebelum memberikan pengobatan, dokter akan melakukan diagnosis untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Treatment yang tepat sangat penting agar rickets segera tertangani dan sembuh.

Diagnosis yang dokter lakukan berupa pemeriksaan fisik, X-ray, tes darah, hingga tes urin. Semua tes tersebut tidak dokter lakukan sekaligus, melainkan tergantung gejala yang terjadi.

Apabila sudah ada diagnosis, maka dokter akan menentukan treatment atau pengobatannya. Pengobatan rakitis beragam tergantung separah apa kondisi yang sudah terjadi, seperti :

1. Pemberian Vitamin D

Pemberian vitamin D antara 200.000-600.000 IU merupakan salah satu cara pengobatan rakitis. Dokter akan menentukan dosis yang tepat, pemberian vitamin D umumnya dilakukan secara oral.

Treatment pemberian vitamin D ini tidak bisa untuk semua usia. Paling muda, usia yang bisa menerima pengobatan pemberian vitamin D adalah 3 bulan.

2. Operasi Tulang

Dokter akan melakukan tindakan operasi apabila rakitis yang penderita alami sudah parah. Biasanya deformasi tulang yang telah penderita alami sudah mencapai tahap development tulang yang tidak wajar. Oleh karena itu, operasi menjadi opsi paling tepat yang dokter ambil.

3. Pemberian Kalsium

Sama halnya dengan pemberian vitamin D, pemberian kalsium juga menjadi salah satu opsi. Mengenai dosis dan waktu pemberian kalsium semuanya akan dokter sesuaikan dengan keadaan masing-masing individu.

4. Suplemen Fosfat

Untuk kasus rickets  yang berasal dari keturunan, pemberian suplemen fosfat menjadi salah satu cara pengobatan. Pemberian suplemen fosfat ini dalam jumlah dan kadar yang tinggi, oleh karena itu harus hati-hati dan dalam pengawasan ahli. Kemudian, vitamin D dalam bentuk spesial juga akan dokter berikan.

5. Braces

Apabila bentuk tulang sudah berubah, misalnya tidak lagi lurus atau melengkung anak akan perlu braces. Fungsinya adalah untuk membetulkan posisi tulang selama anak dalam masa development. Jadi, bentuk tulang yang salah tidak akan semakin buruk dan malah akan membaik.

Cara-cara pengobatan di atas haruslah dengan pengawasan dokter dan tidak bisa Anda lakukan sendiri. Salah langkah atau pemberian treatment yang tidak tepat bisa berakibat fatal dan memperparah kondisi.

Treatment yang bisa Anda berikan sendiri di rumah sebagai pendamping pengobatan adalah masalah gizi. Penuhi asupan gizi terutama makanan yang mengandung vitamin D, dan jangan lupa berjemur.

Pencegahan Rakitis

Berdasarkan informasi di atas, Anda sudah tahu penyebab, gejala, dan juga cara pengobatan rickets bukan? Informasi tersebut tentu sangatlah penting, akan tetapi masih ada satu lah yang juga tidak kalah penting yaitu pencegahan.

Penyakit rickets bisa Anda cegah agar tidak sampai kejadian pada Anda ataupun anak, bagaimana caranya?

  1. Berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari
  2. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin D
  3. Pastikan asupan kalsium dan fosfat cukup
  4. Monitor dengan ketat apabila mempunyai penyakit lain seperti ginjal atau celiac

Apabila perlu, Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D. Tentunya, konsumsi suplemen ini tidak boleh sembarangan ya? Harus tetap sesuai arahan dokter, dan petunjuk konsumsi.

Kesimpulan

Rickets atau rakitis adalah penyakit tulang yang umumnya diderita oleh anak-anak. Penyebab utamanya adalah defisit vitamin D dan juga kalsium yang cukup.

Penyakit ini mempunyai berbagai gejala, antara lain sakit pada tulang, deformasi tulang, sampai problem gigi.

Pengobatan yang tepat tergantung kondisi rickets yang penderita derita. Bisa dengan konsumsi vitamin, atau operasi pada kasus tertentu. Semuanya harus dengan pengawasan dokter dan tidak boleh seenaknya sendiri.

Kondisi rakitis sebenarnya bisa Anda cegah agar tidak sampai kejadian pada anak atau diri sendiri. Pencegahannya mudah, dengan memastikan tidak kekurangan vitamin D, kalsium dan fosfat yang bisa Anda dapat dari makanan, dan berjemur.

Baca Juga : 15 Manfaat Pentingnya Asupan Omega 3 untuk Tumbuh Kembang Anak

Apa yang menjadi penyebab utama terjadinya rickets atau penyakit rakitis?

Penyebab utamanya adalah kekurangan vitamin D di tubuh karena berbagai hal. Dimana sebuah kondisi penyakit yang mempengaruhi development tulang pada anak-anak. Rickets menyebabkan sakit pada tulang, development tulang yang buruk dan lunak, serta tulang lemah yang mengakibatkan deformasi tulang.

Berapa jumlah minimum vitamin D yang bisa anak dapatkan dari sunlight?

Anak kecil paling tidak membutuhkan 10-30 menit  sunlight  setiap harinya untuk vitamin D yang cukup. Waktu berjemur yang tepat yaitu antara pukul 6 – 7.30 pagi. Akan tetapi, hindari  sunlight  dari jam 10 pagi hingga 4 sore karena sinar UVB pada saat itu cukup kuat.

Bagaimana cara mencegah rickets atau penyakit rakitis?

Berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari, konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, pastikan asupan kalsium dan fosfat cukup, monitor dengan ketat apabila mempunyai penyakit lain seperti ginjal atau celiac