Bagikan Artikel Ini:

Si kecil sudah memasuki usia yang tepat untuk belajar di Taman Kanak Kanak (TK) ? Sebagai orang tua, Anda harus melakukan berbagai persiapan sebelum anak masuk TK.

Ketika hendak memasuki TK, anak-anak akan menghadapi berbagai hal baru yang belum mereka rasakan sebelumnya.

Jika sebelumnya anak-anak hanya bersosialisasi dan belajar bersama orangtua dan anggota keluarga lainnya, kini mereka harus berbaur dengan orang baru.

Pendidikan TK merupakan hal yang sangat penting untuk membantu tumbuh kembang si kecil.

Di Indonesia sendiri, TK termasuk dalam pendidikan formal berdasarkan UU No 66 Tahun 2020. Dalam UU tersebut, TK merupakan sebuah bentuk satuan pendidikan formal untuk anak berusia 4 sampai 6 tahun.

Terdapat dua tingkatan untuk murid TK yakni TK A dan TK B. perbedaan tk a dan tk b adalah usia murid dimana TK A memiliki murid dengan usia lebih muda.

Setelah 1 tahun, maka murid TK A akan naik level menjadi murid TK B.

TK Sebagai Langkah Awal Pertumbuhan Si Kecil

Apakah penting untuk memasukan anak-anak untuk belajar di TK? Bagaimana jika orangtua saja yang mengajarkan mereka belajar di rumah?

Nyatanya, TK memiliki peran yang penting bagi tumbuh kembang anak-anak.

Menurut seorang akademisi dari University of Texas yakni Joshua Gowin, TK bukan hanya sekolah biasa bagi anak-anak.

Menurutnya, orang tua telah menciptakan kesuksesan anak dengan memasukkan mereka ke TK. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang masuk TK mempunyai lebih sedikit catatan kejahatan.

TK pada dasarnya merupakan sebuah instansi pendidikan yang menggabungkan antara belajar dan bermain. Dengan perpaduan ini, TK mampu membantu mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil.

Pada fase ini, anak-anak akan mempersiapkan diri untuk bisa masuk ke jenjang pendidikan formal selanjutnya.

Materi Pembelajaran anak TK sangat beragam dan mendasar untuk mengenalkan anak-anak berbagai hal. Mulai dari belajar mengenalkan norma, mengajarkan mengenal huruf hingga mengajarkan bersosialisasi.

Sebagai salah satu langkah awal untuk membantu buah hati belajar dan bersosialisasi di TK, Anda sebagai orang tua harus mempersiapan berbagai hal.

Bantu anak anak untuk bisa menghadapi hal baru dan menghadapi lingkungan yang asing bagi mereka.

Lalu, apa saja hal yang harus Anda lakukan ketika anak-anak akan masuk TK?

Tak perlu khawatir, yuk simak beberapa hal penting yang harus Anda lakukan ketika anak-anak hendak masuk TK.

1. Menjelaskan Mengapa Anak Harus Masuk TK

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda sehingga orang tua juga harus melakukan pendekatan yang berbeda.

Ketika Anda ingin memasukkan anak-anak ke TK maka sebagian besar dari mereka akan bertanya mengapa mereka harus bersekolah.

Tak sedikit dari anak-anak yang tidak mau bersekolah karena sudah senang bermain dan menganggap TK bukan hal yang menyenangkan.

Sebagai orang tua, Anda harus bisa merangkai kata untuk memberikan penjelasan yang mudah kepada anak-anak.

Berikan sebuah penjelasan yang sederhana dan dapat dimengerti oleh anak anak berusia 4 tahun.

Contoh penjelasan yang bisa Anda berikan ialah “Kamu di TK bisa belajar banyak hal loh, terus ketemu teman teman.

2. Berikan Gambaran Menyenangkan Mengenai Taman Kanak Kanak

Berikan Gambaran Menyenangkan Mengenai Taman Kanak Kanak - Sekolah Prestasi Global

Anda harus memberikan gambaran mengenai TK kepada si kecil. Jangan hanya menyuruh mereka masuk tanpa memberikan gambaran mengenai apa itu TK.

Jika anak-anak tidak mau untuk bersekolah, maka coba rayu mereka secara pelan pelan.

Berikan gambaran menyenangkan tentang taman kanak kanak agar mereka menjadi tertarik

Jelaskan kepada mereka bahwa TK adalah tempat yang menyenangkan. Katakan bahwa di TK terdapat berbagai permainan yang akan bisa dimainkan oleh anak-anak.

3. Persiapkan Perlengkapan Sekolah Anak

Ketika memasuki sekolah, maka Anda perlu memperhatikan perlengkapan anak sekolah TK yang dibutuhkan oleh siswa TK.

Ketika memasuki dunia baru, Anda sebagai orang tua harus membantu agar si kecil bisa mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman.

Karena TK merupakan sekolah untuk anak-anak usia dini, maka kegiatan belajar tak terlalu berat.

Anda bisa memberikan anak-anak alat tulis anak TK hingga peralatan mewarnai. Hal ini karena banyak pelajaran yang membuat anak harus mewarnai berbagai gambar.

Anda juga bisa menyiapkan hal penting bagi anak TK lainnya seperti perlengkapan makan. Pilihlah karakter kesukaan si kecil agar mereka lebih semangat lagi untuk bersekolah.

Kamu juga bisa menanyakan kepada pihak sekolah apakah ada perlengkapan khusus lainnya yang perlu dimiliki oleh murid TK.

4. Jelaskan Tentang Konsekuensi Sekolah

Tidak hanya sekedar masuk sekolah dan belajar di sekolah, anak-anak juga akan mengalami perubahan kebiasaan saat bersekolah.

Mungkin anak-anak akan bertanya mengapa mereka harus bangun pagi dan pergi ke sekolah. Kemudian, mengapa mereka harus mengerjakan PR di rumah hanya karena mereka masuk ke TK.

Sebagai orang tua, Anda harus menjelaskan konsekuensi tentang bersekolah terhadap perubahaan kebiasaan anak sehari hari.

Anda bisa menjelaskan secara lisan bahwa si kecil harus bangun pagi karena harus pergi sekolah. Apabila mereka bangun terlalu siang maka mereka akan terlambat masuk sekolah.

Kemudian jelaskan pula bahwa mereka harus mengerjakan PR atau tugas untuk mengulang kembali pelajaran di sekolah. Apabila tidak diulang, maka mereka akan lupa tentang materi tersebut.

Sebelum masuk sekolah, Anda bisa melibatkan anak untuk memulai kebiasaan baru tersebut.

5. Latih Kemampuan Motorik Anak

Ketika anak sudah berada pada usia tepat masuk TK, Anda bisa perlahan lahan melatih kemampuan motorik pada anak.

Meskipun mereka baru akan masuk sekolah, namun sebagai orang tua Anda harus melatih kemampuan mereka pula.

Hal ini sangat penting agar si kecil tidak terlalu kaget ketika mereka sudah belajar di taman kanak kanak.

Bagaimana cara melatih kemampuan motorik si kecil?

Anda bisa membantu anak-anak untuk memegang alat tulis seperti pensil dan spidol. Biarkan si kecil untuk mencoret coret sesukanya di kertas maupun mewarnai gambar sesuai dengan kreativitasnya.

Ajak mereka untuk membuka buku cerita dan mengenal berbagai huruf. Ajarkan hal hal dasar ini kepada anak anak tentunya dengan cara yang menyenangkan dan jangan memaksa mereka.

Ketika si kecil sudah belajar di TK, maka kemampuan motorik merupakan salah satu hal yang akan diasah.

Apabila orangtua sudah mengajarkan hal ini kepada anak-anak, maka mereka akan lebih siap untuk belajar di TK.

6. Mengajarkan Anak Mandiri

Mengajarkan Anak Mandiri - Sekolah Prestasi Global

Hal yang perlu Anda kenalkan sejak dini kepada anak-anak ialah kemandirian. Meskipun masih berusia dini, namun anak-anak sudah harus bertindak mandiri.

Ketika berada di TK, ada beberapa hal yang harus anak-anak lakukan sendiri. Untuk membuat mereka tidak kaget, maka Anda bisa melatihnya di rumah.

Tidak perlu memberikan tugas yang terlalu berat, latihlah anak-anak untuk belajar mandiri dengan cara yang sederhana.

Ketika bermain, minta mereka untuk membereskan kembali mainannya dan letakkan ke tempat semula.

Ajarkan anak-anak untuk bisa buang air sendiri dan membersihkannya. Latih mereka untuk bisa memakai sepatu sendiri dan menaruhnya dengan rapi.

Langkah langkah kecil seperti ini akan membantu anak untuk mengenal rasa tanggung jawab dan lebih mandiri.

Sehingga, ketika mereka sudah memasuki dunia sekolah dan Anda tidak berada didekatnya, anak-anak akan lebih mandiri.

7. Melatih Bersosialisasi

Salah satu hal yang harus Anda perhatikan ketika anak akan masuk TK ialah bagaimana mereka akan bersosialisasi.

Bagi anak-anak yang tidak memiliki saudara dan jarang bersosialisasi, hal ini akan menjadi tantangan sendiri.

Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan si kecil bagaimana cara untuk bersosialisasi. Ketika berada di TK, mereka akan bertemu dengan teman teman baru dan sebaya.

Tentu akan lebih baik apabila si kecil bisa dengan mudah berbaur dan akrab dengan teman teman barunya.

Anda harus menjelaskan kepada si kecil untuk bersikap baik kepada teman temannya. Berikan penjelasan mengenai lingkungan baru sehingga si kecil bisa berbaur dengan baik.

Biarkan anak untuk bercerita tentang teman temannya dan kegiatan yang mereka lakukan di sekolah.

8. Ajarkan Anak Untuk Patuh Kepada Guru

Selain bertemu dengan sebaya, guru adalah sosok yang akan menemani si kecil selama belajar di TK.

Tentu akan sangat sulit apabila anak tidak mau mendengarkan kata kata dan perintah dari guru. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi orangtua untuk mengajarkan anak untuk bisa mendengarkan kata kata guru.

Untuk mempermudah proses belajar anak, Anda bisa melatihnya di rumah.

Terus latih anak Anda untuk bisa mendengarkan perkataan orang yang lebih tua. Anda bisa melatihnya dengan meminta anak-anak untuk mendengarkan perkataan orang tua.

Misalkan Anda meminta si kecil untuk membersihkan mainannya atau tidur siang. Jangan lupa untuk memberikan

9. Ajarkan Anak Untuk Duduk dan Menyimak

Anak-anak memang sangat aktif dan tidak mudah untuk diam dan duduk. Namun, ketika belajar di TK tentu saja mereka harus bisa tenang dan mendengarkan perkataan dari guru.

Oleh karena itu, anak-anak harus bisa fokus dan menyimak materi yang sedang diajarkan.

Memang tidak mudah untuk meminta anak diam, namun Anda bisa melatihnya.

Mulailah dengan cara mudah seperti membacakan cerita dongeng dan meminta anak untuk duduk menyimak.

Selain mendengarkan, biarkan juga mereka untuk bebas bercerita dan berbicara. Ajak mereka untuk berbicara mengenai kesehariannya di TK.

10. Ajarkan Rasa Empati

Perkenalkan pada anak-anak untuk memiliki rasa empati kepada sesama.

Hal ini sangat penting karena anak-anak akan bertemu dengan teman sebayanya. Ajak anak untuk bisa mengidentifikasi perasaan dan emosi mereka.

Jangan lupa untuk ajarkan mengenal emosi dari orang lain.

Hal ini akan membuat anak-anak bisa bersosialisasi dengan baik dan menghargai perasaan teman temannya.

Kesimpulan

TK bukan hanya sekedar tempat bermain, namun juga sebagai tempat awal anak-anak belajar dan bersosialisasi.

Sebagai orang tua, Anda harus memilih sekolah TK terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

Sekolah Prestasi Global menyadari bahwa usia TK merupakan usia yang baik untuk mendukung perkembangan anak.

Kami melakukan kegiatan belajar dan bermain dengan berfokus mengasuh dan mengembangkan siswa dengan cara yang menyenangkan.

Dengan fasilitas bermain dan belajar yang lengkap, maka si kecil dapat belajar banyak hal.

Lakukan persiapan sebelum anak masuk TK dengan baik dan pilih sekolah unggulan untuk buah hati tercinta.

Baca Juga : 18 Manfaat Sekolah TK dan PAUD untuk Anak

Apa perbedaan TK A dan TK B?

Terdapat dua tingkatan untuk murid TK yakni TK A dan TK B. perbedaan tk a dan tk b adalah usia murid dimana TK A memiliki murid dengan usia lebih muda. Setelah 1 tahun, maka murid TK A akan naik level menjadi murid TK B.

Apakah TK termasuk pendidikan formal di Indonesia?

Di Indonesia sendiri, TK termasuk dalam pendidikan formal berdasarkan UU No 66 Tahun 2020. Dalam UU tersebut, TK merupakan sebuah bentuk satuan pendidikan formal untuk anak berusia 4 sampai 6 tahun.

Apa hal yang perlu dilakukan ketika anak hendak masuk TK?

1. Menjelaskan Mengapa Anak Harus Masuk TK
2. Berikan Gambaran Menyenangkan Mengenai Taman Kanak Kanak
3. Persiapkan Perlengkapan Sekolah Anak
4. Jelaskan Tentang Konsekuensi Sekolah
5. Latih Kemampuan Motorik Anak
6. Mengajarkan Anak Mandiri
7. Melatih Bersosialisasi
8. Ajarkan Anak Untuk Patuh Kepada Guru
9. Ajarkan Anak Untuk Duduk dan Menyimak
10. Ajarkan Rasa Empati

(Visited 17 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us