Bagikan Artikel Ini:

Bagaimana kedekatan anda dengan anak selama ini? Apakah sudah baik ataukah masih merasa kurang dekat? Jika belum, Anda perlu mengetahui bagaimana cara membangun bonding dengan anak yang tepat.

Pengertian Dan Pentingnya Bonding Time Dengan Anak

Istilah bonding atau bonding time memang sudah tidak asing lagi. Tetapi, tahukah Anda apa arti dari kedua istilah ini?

Bonding dengan anak adalah sebuah cara menciptakan hubungan atau keterikatan yang lebih dalam. Ikatan ini lebih mengarah ke hubungan yang emosional yang kuat.

Pada umumnya, keluarga memiliki ikatan emosional yang lebih kuat daripada orang lain. Namun, benarkah demikian?

Nyatanya, masih banyak orangtua yang kesulitan untuk menciptakan bonding dengan anak mereka. Kesibukan menjadi salah satu alasan terbesar mengapa orang tua dan anak tidak memiliki bonding.

Tetapi, Orang tua yang sibuk tetap bisa membangun hubungan yang lebih kuat dengan menyempatkan untuk melakukan bonding time.

Lalu, apa itu bonding time?

Bonding Time adalah kegiatan untuk membangun ikatan emosi antara anak dan orang tua. Dalam bonding time ini, Anda menciptakan keterikatan yang kuat dengan buah hati.

Mengapa harus melakukan bonding time?

Para ilmuwan dan ahli mengatakan bahwa hubungan yang kuat antara orang tua dan anak memiliki banyak manfaat.

Adapun Manfaat Bonding Untuk Anak Ialah Sebagai Berikut

● Memberikan kepercayaan diri kepada anak
● Menciptakan rasa aman pada anak ketika berada di rumah bersama orang tua
● Lebih mudah menyampaikan keinginan dan kemauan mereka
● Orang tua bisa mengajarkan disiplin dan tertib
● Meningkatkan keterampilan anak
● Membuat anak memiliki komunikasi yang baik
● Mengajari anak untuk mengenal berbagai macam emosi

Manfaat dari melakukan bonding time, membuat Anda harus memiliki waktu berharga yang intim bersama buah hati.

Tips Dan Cara Melakukan Bonding Time Yang Baik

Memang terdapat berbagai tantangan untuk memiliki quality time bersama anakanak. Tidak hanya orang tua yang sibuk, namun anak yang telah memasuki usia sekolah juga memiliki kesibukan sendiri.

Tak perlu khawatir, dengan kesibukan yang dimiliki Anda tetap bisa menciptakan hubungan yang kuat.

Berikut ini ialah beberapa tips untuk melakukan bonding dengan buah hati

1. Siapkan Waktu Khusus Setiap Hari

Penting bagi orangtua untuk mengetahui bahwa ikatan emosional akan mudah terbangung apabila dipupuk sejak dini. Oleh karena itu, ketika anak berusia 0-2 tahun maka manfaatkanlah waktu untuk menciptakan ikatan emosional.

Bonding sangat diperlukan oleh anak terutama pada awal awal tahun kehidupannya. Psikolog Anda, Chitra Annisya mengatakan bahwa melakukan bonding dapat membuat anak lebih percaya diri. Dirinya juga mengatakan bahwa sebenarnya waktu untuk melakukan bonding time tidak perlu terlalu lama.

Luangkanlah waktu selama 15 sampai 30 menit khusus untuk bermain dan melakukan aktivitas dengan anak. Waktu ini cukup asalkan Anda melakukan bonding secara konsisten setiap hari.

Anda bisa melakukannya pagi hari sebelum berangkat kerja atau setiap malam sebelum tidur. Konsistensi adalah kunci keberhasilan bonding bagi anak dan orang tua

2. Menyusui

Bagi ibu, menyusui merupakan kegiatan bonding awal yang sangat baik untuk dilakukan. Ketika menyusui, maka ada sentuhan langsung antara kulit anak dengan kulit ibu.

Dengan menyusui, ibu juga bisa merasakan sensasi bahagia dan juga melatih untuk memahami bayi. Contohnya ialah memahami bagaimana posisi menyusui yang nyaman bagi mereka.

Awalnya, mungkin ibu kesulitan untuk memahami mengapa anak tidak mau menyusui. Namun, perlahan lahan ketika ikatan sudah semakin kuat maka bukan hal yang sulit untuk mengerti keinginan bayi.

Bagi Ibu yang tidak bisa memberi ASI, kegiatan bonding time bisa terjadi saat memberikan susu melalui botol. Lakukanlah kontak fisik sesering mungkin dan ajaklah anak untuk berkomunikasi.

Sentuhan hangat dan lembut dari seorang ibu bisa membuat ikatan antara ibu dan anak menjadi lebih kuat.

3. Jauhkan Gadget Saat Bonding Time

Bukan menjadi rahasia lagi jika penggunaan gadget menjadi kebiasaan banyak manusia setiap hari. Mulai dari berkomunikasi, mencari hiburan hingga membahas pekerjaan.

Namun, ketika sedang melakukan bonding time dengan anak, maka jauhkanlah berbagai perangkat.

Fokuslah untuk menciptakan hubungan yang nyata dan kuat dengan anak. Bermain handphone ketika sedang melakukan bonding dengan anak bukanlah hal yang baik.

Bisa saja Anda menjadi lebih teralihkan dengan bermain handphone dan lupa untuk merasakan momen yang sangat penting.

Dalam waktu bonding time yang singkat ini, lupakan penggunaan gadget untuk sementara waktu dan fokus kepada si kecil.

4. Ketahui Elemen Penting Dalam Bonding Time

Apa yang membuat bonding time menjadi sukses dan berhasil? Tentu saja ada berbagai hal dan elemen penting yang harus Anda perhatikan.

Ketika melakukan bonding, maka orangtua harus memanfaatkan waktu yang tersedia dengan maksimal. Hal ini dilakukan demi menciptakan kedekatan emosional yang baik antara anak dan orang tua.

Menurut Chitra, setidaknya terdapat tiga elemen penting saat melakukan bonding yakni interaksi, sentuhan dan kontak mata.

Ketika melakukan bonding, Anda tidak hanya berada dalam ruangan yang sama dengan anak. Namun, Anda juga harus berinteraksi dan melakukan komunikasi.

Saat sedang mengobrol dengan anak, maka cobalah untuk menatap mata anak dan menyentuh mereka.

Fokus untuk berkomunikasi dengan mereka dan ciptakan ikatan yang kuat dan berkualitas.

5. Berikan Perhatian Pada Setiap Respon Anak

Ketika sedang bonding dengan anak, maka buatlah komunikasi dua arah yang menyenangkan. Ajak juga si kecil untuk bercerita tentang apapun.

Ketika anak bercerita, maka berikan perhatian penuh kepada mereka. Tunjukkan bahwa Anda sangat tertarik untuk mendengarkan setiap cerita yang mereka bagikan.

Sebaliknya, ketika Anda sedang bercerita atau berbicara perhatikan pula respons si kecil.

Perhatikan ekspresi wajah sampai gestur tubuh pada setiap ucapan yang Anda keluarkan.

Dengan memperhatikan setiap respon anak, Anda akan lebih mudah memahami apa yang mereka suka dan tidak. Apakah mereka nyaman dengan nada suara Anda atau hal yang Anda ceritakan.

Hal ini kemudian akan berkembang menjadi sebuah keahlian orangtua untuk mengetahui apa saja kondisi yang membuat anak tidak nyaman.

Misalkan, mereka tidak nyaman apabila berada di ruangan yang gelap atau mereka tidak suka makanan pedas.

Coba untuk memahami dan mengeksplorasi lebih dalam tentang kesukaan mereka.

Anda juga bisa untuk memberitahukan pada anak tentang apa hal yang Anda sukai dan tidak.

6. Bermain Bersama Anak

Salah satu cara bonding yang mengasyikkan ialah bermain dengan sang anak. Hal ini bisa dilakukan khususnya oleh Ayah yang memiliki waktu terbatas untuk berada di rumah.

Untuk menciptakan hubungan yang kuat dengan anak, maka sempatkan waktu setiap hari untuk bermain sebentar.

Misalkan menemani anak untuk bermain berbagai mainan, mengajak bernyanyi hingga membaca buku cerita.

Jangan lupa untuk sertakan sisi humoris ayah agar si kecil menjadi tertawa dan menyadari bahwa bermain bersama Anda adalah hal yang menyenangkan.

Manfaat bonding ayah dan anak sangat banyak salah satunya ialah membuat mereka akan terbuka kepada Anda.

Banyak anak yang memang lebih dekat dengan ibunya daripada ayahnya. Namun, dengan melakukan bonding yang tepat maka anak juga bisa dekat dan terbuka dengan ayahnya.

7. Menemani Tidur

Melakukan bonding sejak anak masih bayi akan memudahkan Anda untuk menciptakan ikatan yang kuat. Salah satu bonding time terbaik ialah ketika waktu tidur.

Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama. Namun, seringkali mereka terbangun pada tengah malam dan menangis.

Anda bisa membuat bayi lebih tenang dengan tidur bersamanya sembari menggendong dan mengusap kepalanya. Meskipun bayi belum bisa berbicara, namun Anda tetap boleh mengajak mereka berbicara.

Cara ini bisa membangun hubungan antara anak dan orangtua. Sampaikan impian Anda kepadanya dan sampaikan pula ungkapan sayang dan cinta yang tulus.

Sertakan dengan pelukan hangat agar anak mengetahui bahwa orangtuanya menyayangi dirinya.

Nyanyikan lagu sebelum tidur dan lakukan hal ini sesering mungkin agar bonding semakin erat.

Kegiatan berbicara sebelum tidur bisa berlangsung sampai anak dewasa sehingga mereka tidak ragu untuk bercerita kepada orang tuanya.

8. Hidupkan Momen

Jika perlu, Anda bisa melakukan kegiatan seru bersama anak-anak seperti melakukan liburan. Melakukan liburan bersama bisa melepaskan kebosanan hingga membuat momen yang berharga.

Apabila tidak bisa melakukan liburan, Anda bisa mengadakan kegiatan camping sederhana di rumah. Ajak anak-anak untuk bermain di tenda dan melakukan aktivitas luar lainnya.

Jika tidak bisa juga, Anda bisa mengajak si kecil untuk melakukan aktivitas lainnya yang menyenangkan seperti membuat kue. Jangan ragu untuk saling bercanda untuk membuat suasana menjadi lebih hangat.

Tentunya sebagai orang tua anda juga harus ikut serta dan mengikuti berbagai kegiatan.

Semakin banyak momen berharga yang keluarga ciptakan, maka akan semakin kuat ikatan antara ayah, ibu dan anak.

9. Bonding Tidak Sama Dengan Memanjakan Anak

Perlu Anda ketahui bahwa bonding dengan anak tidak sama dengan memanjakan anak. Menciptakan ikatan yang kuat dengan anak dan memanjakan anak adalah perlakuan yang berbeda.

Sebabnya, orangtua perlu memahami karakter dan perilaku anak sedini mungkin. Terlebih, melakukan bonding pada anak yang berusia maksimal 2 tahun bukanlah bentuk memanjakan anak.

Menurut Chitra, Bonding merupakan sebuah respon bagaimana orangtua bereaksi terhadap apa yang anak inginkan. Pada usia 2 tahun, anak sering menangis karena berbagai hal.

Jika orang tua memiliki bonding yang kuat dengan anak, maka orangtua bisa langsung tahu apa yang mereka inginkan.

Beranjak dewasa, anak sudah mulai tantrum dan merengek untuk banyak hal. Peran orangtua ialah untuk memastikan anak tetap bertindak baik dan tidak rewel berlebihan.

Misalkan, Anak tantrum dan merengek untuk membeli mainan baru. Padahal, mereka memiliki mainan yang sama persis di rumah. Anda tentu jangan memanjakan mereka dan perlu untuk memberi pengertian yang benar.

Memanfaatkan bonding yang kuat antara orangtua dan anak, Anda bisa menjelaskan dengan baik kepada mereka. Meskipun sulit, namun orangtua harus tetap sabar dan konsisten untuk mendidik anak.

Selain berbagai tips diatas, Anda juga bisa membaca buku bonding time sebagai inspirasi untuk membuat kegiatan bonding menjadi lebih berhasil. Anda bisa menemukan berbagai buku parenting yang bagus di berbagai toko buku offline dan online.

Kesimpulan :

Menciptakan bonding yang baik dengan anak memiliki banyak manfaat. Anak menjadi lebih percaya diri, menjadi lebih terbuka dan tumbuh menjadi anak yang lebih baik.

Peran orang tua untuk menciptakan bonding sejak dini merupakan hal yang penting. Lakukan berbagai cara untuk menciptakan hubungan yang kuat antara orangtua dan anak.

Ikuti cara membangun bonding time dengan anak yang di atas dan miliki hubungan yang hangat dan kuat dengan anak-anak.

Baca Juga : 7 Doa yang Diajarkan Rasulullah, Untuk Terhindar dari Virus dan Penyakit Berbahaya

Mengapa Bonding Dibutuhkan untuk Anak dan Orang Tua?

Pentingnya bonding yang dilakukan orang tua untuk pertumbuhan anak dan sangat berguna untuk membuat anak-anak bisa tumbuh menjadi anak yang mandiri, percaya diri dalam beradaptasi dengan lingkungan, dan membuat anak nggak takut melakukan eksplorasi.

Apa manfaat bonding?

Lebih siap beradaptasi dengan lingkungnanya, anak Lebih berani, lebih mandiri, lebih bisa belajar banyak hal dibandingkan dengan yang diam saja tidak percaya diri untuk mencoba banyak hal

Bagaimana Cara Memberikan Tips Bonding Time yang Benar?

Luangkan waktu beraktivitas dengan anak, Tumbuhkan rasa aman dan percaya pada anak dan Membuka pembicaraan tidak hanya soal akademis

(Visited 80 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us