Bagikan Artikel Ini:

Salah satu kunci kemajuan suatu bangsa adalah dengan membentuk karakter pada anak sejak usia dini. Penanaman pendidikan moral terhadap anak usia remaja yang sukses dapat mewujudkan generasi yang unggul dan baik.

Mewujudkan pendidikan moral ke anak usia remaja yang sukses tidak cukup dengan pendidikan akademik. Memprioritaskan pendidikan karakter adalah yang utama.

Kenapa pendidikan karakter begitu penting? Alasannya dengan anak memiliki karakter dan moral baik dapat meminimalisir dari kenakalan, pergaulan bebas dan kejahatan di zaman seperti sekarang ini.

Peran Keluarga dalam Pendidikan Nilai dan Karakter

 

Pertumbuhan anak yang dapat mengetahui dengan pasti adalah orang tua. Dengan begitu peran orang tua dan keluarga sangat tinggi kontribusinya dalam penanaman pendidikan moral ini.

Pendidikan karakter harus direncanakan sejak dini. Orang tua juga bisa memilihkan sekolah yang bisa memberikan kenyaman sehingga proses belajar bisa berjalan dengan baik.

Usia remaja adalah usia dimana anak ingin tahu banyak hal dan mencobanya. Tidak jarang pada usia ini, anak remaja suka sulit untuk diatur. Namun, dalam usia ini juga usia keemasan untuk mengembangkan potensi.

Potensi anak usia remaja yang bisa dikembangkan orang tua. Tujuannya untuk membentuk pribadi akhlak mulia, pribadi dengan kekuatan spiritual keagamaan, kecerdasan, prestasi, bermasyarakat, keterampilan dan lainnya.

Potensi anak remaja bisa dibentuk mulai sekarang. Tujuannya supaya anak bisa lebih bisa siap menghadapi masa depannya kelak.

Namun, dalam mensosialisasikan pendidikan karakter ini, banyak orang tua yang mengalami kesulitan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Perbedaan jenis kelamin dan watak anak
  • Perubahan gaya hidup dan zaman
  • Perbedaan tipe kecerdasan anak
  • Pengaruh televisi yang mempengaruhi gaya komunikasi anak

Dengan kesulitan dalam sosialisasi pendidikan karakter tersebut, banyak orang tua merasa kebingungan bagaimana dalam membentuk pribadi anak yang bertanggung jawab dan siap menghadapi dunia luar kelak.

Cara Penanaman Pendidikan Moral Pada Anak Usia Remaja

 

Orang tua perlu mempelajari dan memahami upaya dalam menanamkan nilai moral pada anak remaja. Ada cara yang efektif yang bisa dilakukan. Jadi, selain anak dapat pendidikan di sekolah juga bisa memberikan penanaman moral ketika berada di rumah. Berikut cara yang bisa dilakukan:

1. Ajarkan Kejujuran

Orang tua menanamkan pendidikan moral ke anak bisa sejak dini. Usia remaja perlu dilakukan evaluasi atau pengawasan. Cara menanamkan pendidikan moral pertama adalah dengan menanamkan nilai kejujuran.

Usia remaja tidak sedikit yang sudah mulai berani berbohong. Orang tua mengajarkan ke anak sejak kecil untuk selalu jujur. Tapi, tidak menutup kemungkinan bisa terpengaruh pergaulan di luar. Faktor lingkungan atau pergaulan menjadi pemicu utama anak terpengaruh hal buruk.

Orang tua wajib memantau terus anaknya, meski sekarang sudah usia remaja. Berikanlah pengertian dan penjelasan ke anak. Jika kebohongan bisa berdampak anak menyesal dikemudian hari. Dampaknya juga bisa memberikan penderitaan di kehidupannya.

2. Latih lah Tanggung Jawab

Tanamkan rasa tanggung jawab kepada anak mulai dari sejak usia dini. Begitu juga, saat anak sudah menginjak usia remaja, orang tua bisa memantau dan memberikan contoh bagaimana supaya anak bisa bertanggung jawab.

Contoh sederhana cara bertanggung jawab adalah dengan meminta maaf ketika seorang anak telah melakukan kesalahan. Berikan penjelasan ke anak. Nanti anak akan mengikuti dan memahami maksud Anda.

Di dalam keluarga, bangunlah kebudayaan meminta maaf ini. Anak nantinya begitu melakukan kesalahan secara spontan akan langsung meminta maaf. Anda sebagai orang tua juga patut memberikan contoh ini. Meskipun, Anda saat itu yang salah ke anak.

Contohkan sifat terpuji ke anak. Misal Anda sendiri yang salah, maka minta maaflah. Jika budaya meminta maaf ini sudah terbangun, sangat bermanfaat untuk kehidupan si anak di luar nantinya.

3. Mengajarkan Sikap Menyayangi

Bangun kebersamaan dengan anak dan dengan saudara yang lain. Ajarkan ke mereka sikap menyayangi. Untuk anak yang lebih muda supaya menghormati yang lebih tua dan untuk yang lebih tua untuk menyayangi ke yang lebih muda.

Di dalam keluarga memang tidak jarang terjadi anak suka bertengkar. Faktornya sangat banyak, mulai berebut mainan, saling senggol, saling iri, saling mengejek dan lainnya.

Pertengkaran pada anak hanya akan terjadi sementara saja. Tidak lama pasti juga akan saling rukun dengan cara bersalaman. Tapi, cara memperbaiki hubungan ini tidak akan pernah terjadi jika Anda tidak mengajarkannya.

Peran orang tua di sini adalah mengarahkan dengan segera untuk anak-anak yang saling bertengkar untuk bersalaman. Jika, bertengkar kembali terus diingatkan sampai mereka bisa melakukan sendiri tanpa diminta.

Lalu, berikan pesan yang baik ke anak untuk menjauhi pertengkaran. Pertengkaran dapat menyakiti hati orang lain, bisa memberikan dampak buruk dan tidak memiliki teman. Dengan begitu, anak jadi lebih memilih untuk berdamai dan saling menyayangi.

4. Tanamkan Kedisiplinan

Untuk bisa disiplin memang tidak mudah. Anak-anak, remaja dan orang dewasa pun masih banyak yang kurang disiplin.

Terlepas dari itu semua, Anda sebagai orang tua wajib untuk selalu memberikan contoh rasa disiplin yang tinggi. Jika Anda sendiri belum disiplin, maka paksakan diri Anda.

Ketidakdisiplinan Anda akan berdampak pada anak. Kecuali jika Anda ingin memiliki anak yang kurang disiplin.

Pola hidup yang kurang teratur bisa menyebabkan anak bisa melawan ke Anda. Maka dari itu, perlu membuat jadwal sehari-hari.

Contohnya kedisiplinan sehari-hari adalah Anda bisa membuat waktu kapan tidur, bangun, makan, mandi, mengaji dan aktivitas harian lainnya.

Orang tua dan keluarga harus selalu berkomitmen mengerjakan semua kegiatan sehari-hari sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Pegang komitmen bersama dengan pasangan untuk menjalankannya. Jangan pernah putus asa dan lakukan secara sabar serta berkelanjutan.

5. Ajaklah Bergaul

 

Cara yang bisa Anda lakukan untuk memberikan atau menanamkan nilai moral ke anak adalah dengan mengajaknya untuk bergaul. Komunikasi anak ke orang lain yang baik dan benar bisa terbentuk dari kebiasaan sejak usia dini dan remaja.

Kelak saat sudah beranjak dewasa, anak akan mudah menghargai sesamanya meski berbeda pandangan. Jika anak tidak pandai dalam pergaulan, ketika ada perbedaan maunya menang sendiri dan tidak bisa menerima pendapat yang lain.

Anda juga bisa menanamkan nilai moral ini dengan cara mengajak bersosialisasi ke masyarakat. Contoh nyatanya saat ada keluarga yang memiliki momongan, Anda bisa mengajaknya. Saat ingin takziah, ada acara nikahan dan ada kerabat yang sakit bisa mengajak anak untuk bersosialisasi.

Dengan mengajarkan anak dan memberikan contoh kepadanya, kelak anak begitu terjun sendiri ke masyarakat sudah terbiasa. Takutnya, jika Anda tidak membiasakan sejak usia remaja, nanti anak jadi bingung harus bagaimana, cara bertamu dan sebagainya.

6. Internalisasi

Internalisasi dapat dicapai dengan cara knowing (pengetahuan), doing (melaksanakan pengetahuan) dan being (menjadi kepribadiannya).

Jadi, secara mudahnya awalnya Anda harus memberikan pengetahuan (knowing) kepada anak Anda. Selanjutnya, pengetahuan tersebut dilaksanakan (doing) dalam aktivitas sehari. Kemudian, pengetahuan menjadi kepribadian (being) dan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Dalam internalisasi semuanya harus ikut melaksanakan. Jadi, tidak hanya anak yang dituntut untuk melakukannya. Tapi, orang tua juga harus melakukan pengetahuan yang sudah berikan ke anak.

7. Berikan Keteladanan

Pernah kan dengar peribahasa buah tidak jauh dari pohonnya? Nah, gambaran peribahasa tersebut sangat tepat sekali.

Orang tua yang memberikan contoh dan selalu berbuat baik. Secara otomatis, anak akan meniru apa yang Anda lakukan.

Di dunia luar tentang lebih besar. Anak bisa saja mulai meniru perbuatan dari lingkungan dan pergaulannya. Namun, selama kepribadian anak sejak kecil sudah terbentuk, pasti akan bisa dengan mudah menjaga sikap untuk tidak melakukan hal buruk.

8. Berikan Pembiasaan Baik Di Rumah

Sebuah kebiasaan baik akan menjadi karakter si anak. Orang tua mengajarkan sopan saat berbicara kepada yang lebih tua. Kebiasaan ini juga akan menjadikan anak selalu sopan terhadap orang yang lebih tua.

Orang tua mengajarkan anak shalat, bangun pagi dan pulang tepat waktu. Kebiasaan ini juga akan menjadikan anak selalu disiplin. Anak Anda berada akan selalu disiplin contohnya saat di sekolah.

Mengucapkan salam ketika masuk rumah harus selalu diterapkan. Mengucapkan salam adalah hal baik. Orang tua mesti mengajarkan perbuatan baik ini di rumah.

Jadi, ketika ada anak yang masuk rumah tidak mengucapkan salam sewaktu masuk rumah, ada dua kemungkinan. Pertama, anak a memang sulit untuk diatur. Kedua, si anak memang belum pernah mendapatkan pendidikan dari orang tuanya.

9. Ceritakan Kisah Inspiratif

Anda hobi cerita? Tidak ada salahnya menggunakan hobi Anda tersebut untuk menceritakan kisah inspiratif ke anak.

Anak bisa belajar dan mengambil hikmah dari cerita Anda. Bagi anak mengalami kendala dalam memahami cerita, Anda bisa membantu menemukan hikmah yang terkandung di dalamnya.

10. Berikan Nasehat Dengan Lembut

Orang tua memberi nasehat ke anak bisa kapan pun. Sebaiknya untuk memberikan nasehat ke anak menggunakan bahasa hati. Jangan suka membentak anak atau mengancam.

Mental anak bisa rusak ketika terlalu sering mendapat perkataan kasar dari orang tua. Apalagi jika orang tua sudah mulai menggunakan kekerasan fisik. Kekerasan fisik dapat menyebabkan sistem saraf terputus. Akibatnya bisa mengganggu kecerdasan anak.

11. Berikan Penghargaan dan Hukuman

Memberikan hukuman pada anak ada kalanya memang diperlukan. Namun, jangan juga terlalu sering memberikan sebuah hukuman tersebut. Sesekali berikan anak penghargaan.

Bentuk penghargaan ke anak sangat bermacam-macam. Contoh: Jika anak Anda perempuan bisa memberikan boneka, baju, gambar tokoh idola anak Anda atau mainan yang dia suka.

12. Pilihkan Pendidikan Yang Tepat

Memilihkan pendidikan yang terbaik untuk anak sangat penting. Rekomendasi sekolah yang bisa membuat anak anak cerdas dalam bersosial, berprestasi dan berakhlak mulia adalah Prestasi Global.

Prestasi Global merupakan sekolah modern yang siap mencetak generasi anak yang memiliki karakter baik, disiplin tinggi, meneladani ajaran nabi dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, cerdas, terampil dan berprestasi.

Penanaman pendidikan moral terhadap anak usia remaja harus disiapkan sejak dini. Jika dari usia dini sudah terbentuk karakter islami yang kuat, maka tidak akan mudah mendapatkan pengaruh buruk dari luar.

Apa saja kesulitan orang tua dalam mensosialisasikan pendidikan karakter anak remaja?

  • Perbedaan jenis kelamin dan watak anak
  • Perubahan gaya hidup dan zaman
  • Perbedaan tipe kecerdasan anak
  • Pengaruh televisi yang mempengaruhi gaya komunikasi anak

Bagaimana Cara Melatih Tanggung Jawab Pada Anak?

Contoh sederhana cara bertanggung jawab adalah dengan meminta maaf ketika seorang anak telah melakukan kesalahan. Berikan penjelasan ke anak. Nanti anak akan mengikuti dan memahami maksud Anda. Di dalam keluarga, bangunlah kebudayaan meminta maaf ini. Anak nantinya begitu melakukan kesalahan secara spontan akan langsung meminta maaf. Sebagai orang tua juga patut memberikan contoh ini. Meskipun, Anda saat itu yang salah ke anak.

Kebiasaan baik di rumah seperti apa yang bisa orang tua ajarkan pada anak?

Orang tua mengajarkan sopan saat berbicara kepada yang lebih tua, Orang tua mengajarkan anak shalat, bangun pagi dan pulang tepat waktu, Mengucapkan salam ketika masuk rumah harus selalu diterapkan.

(Visited 299 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us