Bagikan Artikel Ini:

Pendidikan merupakan hal penting untuk seorang anak dapatkan. Tapi, pendidikan bukan hanya tentang membaca, menulis, dan berhitung. Menanamkan karakter dengan metode pembiasaan kepada anak ternyata juga harus dilakukan.

Ketahuilah bahwa karakter seorang anak mulai terbentuk dari lingkungan keluarga, lalu lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat tempat sang anak tumbuh dan berkembang.

Apa Itu Metode Pembiasaan?

Mengenali Metode Pembiasaan dan Penerapannya untuk Anak Usia Dini - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by CDC on Unsplash

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk bisa memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai sebuah tujuan.

Sedangkan pembiasaan adalah proses membuat seseorang menjadi terbiasa dalam melakukan suatu secara berulang-ulang untuk memperkuat dan terbiasa. Maka dalam konteks ini, pembiasaan adalah cara membiasakan anak didik untuk berpikir, bersikap, dan bertindak.

Metode ini cukup efektif untuk dilakukan kepada anak usia dini. Hal ini dikarenakan pada usia dini mereka memiliki ingatan yang kuat dan kondisi kepribadian yang belum matang sehingga mudah diatur untuk melakukan sebuah kebiasaan.

Selain itu, pembiasan dapat mempercepat perilaku seseorang karena seseorang bertindak berdasarkan kebiasaan yang mereka miliki. Sehingga, tanpa pembiasaan hidup seseorang akan berjalan lambat karena harus memikirkan tindakannya terlebih dahulu.

Tujuan Metode Pembiasaan

Pembiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan baru atau memperbaiki kebiasaan sang anak. Untuk menerapkan pembiasaan bisa melalui banyak hal, misalnya melalui perintah, suri teladan, pengalaman sang anak, atau bahkan melalui hukuman.

Melakukan pembiasaan ini diharapkan dapat membuat anak memiliki sikap dan kebiasaan baru yang lebih positif dan sesuai dengan norma atau moral yang berlaku. Termasuk dari sisi agama dan kultural.

Maka dari itu, tujuan dari adanya pembiasaan di rumah atau di sekolah adalah untuk melatih dan membiasakan anak secara konsisten dengan tujuan agar kebiasaan baik dan positif tersebut tertanam dalam diri nya dan sulit untuk ditinggalkan.

Macam Metode Pengajaran untuk Melakukan Pembiasaan

Berikut ini beberapa metode pengajaran yang dapat Anda lakukan untuk menerapkan pembiasaan yang baik kepada anak.

1. Metode Keteladanan

Keteladanan adalah satu metode pembelajaran yang cukup besar pengaruhnya. Anak-anak akan meniru apa yang mereka lihat dari orang tua dan guru nya.

2. Metode Ceramah

Metode ini merupakan suatu cara untuk menyajikan sebuah informasi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh pendidik.

3. Metode Pengulangan

Pengulangan merupakan proses penting dalam sebuah pembelajaran. Metode ini akan dilakukan oleh anak untuk melakukan atau menjelaskan sesuatu agar dapat diingat dengan baik dan menjadi sebuah pembiasaan.

Syarat Menerapkan Metode Pembiasaan

Kebiasaan erat kaitannya dengan lingkungan sang anak untuk tumbuh dan berkembang. Dengan begitu, sangat erat kaitannya kebiasaan anak dengan sosok yang menjadi panutan bagi dirinya.

Karena orang tua memiliki peran sebagai panutan, berikut ini ada beberapa syarat yang harus Anda perhatikan untuk menerapkan metode pembiasaan pada anak usia dini sebelum melakukan langkah-langkah metode pembiasaan.

1. Segera Lakukan Pembiasaan

Pembiasaan pada hal-hal yang baik harus segera orang tua , sebelum sang anak memiliki kebiasaan yang tidak dibiasakan. Artinya, lakukan pembiasaan sedini mungkin sebelum anak memiliki kebiasaan akibat meniru orang lain.

2. Lakukan Pembiasaan Berulang-ulang

Lakukan pembiasaan secara berulang-ulang hingga kebiasaan tersebut menjadi suatu kebiasaan anak. Misalnya mengajarkan salat, maka orang tua harus secara konsisten mengajak anak melakukan ibadah ini di waktu yang sama secara konsisten.

3. Teguh Pendirian

Untuk melakukan pembiasaan, orang tua harus bisa bersikap tegas dan teguh pendirian. Jangan sampai memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan pelanggaran terhadap pembiasaan yang sedang ditanamkan pada diri nya.

Metode Pembiasaan untuk Penanaman Nilai Islam

Mengenali Metode Pembiasaan dan Penerapannya untuk Anak Usia Dini - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by mostafa meraji on Unsplash

Metode pembiasaan dalam pendidikan Islam sangat penting untuk membuat anak memiliki moral yang baik. Untuk itu, ada beberapa hal yang orang tua dapat lakukan untuk pembiasaan kepada anak.

1. Nilai-Nilai Ketakwaan

Takwa merupakan puncak dari proses perjalanan keimanan seorang Muslim. Anda bisa membiasakan anak-anak untuk senantiasa bersyukur dan berterimakasih kepada Allah.

Anda bisa memberikan contoh dengan berdoa setiap kali hendak atau telah melakukan sesuatu.

2. Sosialisasi

Biasanya, anak dengan keluarga yang memiliki pendampingan dan fasilitas yang cukup memiliki sifat yang cenderung egois. Untuk bisa menghindari sifat seperti ini, Anda bisa membiasakannya untuk selalu berbagi, memperhatikan sesama, dan saling melengkapi dengan anak.

3. Disiplin dan Jujur

Kedisiplinan dan kejujuran adalah dua bentuk kecerdasan moral yang menjadi pokok dalam pendidikan adab.

Proses penanaman kecerdasan moral seperti ini memang cenderung lebih sulit dibanding melatih kecerdasan intelegensinya. Namun, penanaman ini dapat dilakukan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya membiasakan anak mendirikan salat tepat waktu, merapikan kamar setelah bangun tidur, dan membedakan barang milik pribadinya dan barang milik orang lain untuk melatih kejujuran.

4. Keadilan

Berlaku adil ternyata juga sudah bisa diterapkan kepada anak usia dini. Salah satu contohnya adalah memberikan kesempatan yang sama kepada anak laki-laki dan perempuan untuk melakukan suatu hal.

5. Sopan Santun

Sopan santun juga bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Biasakanlah anak-anak untuk berperilaku sopan dan santun agar menjadi sebuah kepribadian.

6. Tepat Waktu dan Bertanggung Jawab

Berkaitan dengan kedisiplinan, tepat waktu juga harus dibiasakan kepada anak agar tercermin pula rasa tanggung jawabnya.

7. Rendah Hati

Biasakanlah anak untuk bersikap rendah hati. Menanamkan sifat rendah hati akan membantu anak untuk bisa survive di kehidupan sosialnya di masa depan.

Pembiasaan dari Kegiatan di Sekolah

 Pengembangan karakter di sekolah sebisa mungkin dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang melibatkan aspek knowledge, feeling, loving, dan action melalui tahap pengetahuan, pelaksanaan, dan kebiasaan.

Maka dari itu, pembiasaan bukan hanya tentang pengetahuan. Seseorang yang berpengetahuan belum tentu dapat melakukan kebaikan karena sifat tersebut tidak dilatih. Berikut ini beberapa metode pembiasaan di sekolah yang bisa dilakukan.

1. Kegiatan Rutin

Kegiatan rutin adalah kegiatan yang dapat anak lakukan secara terus menerus ketika ia sedang berada di sekolah. Tujuannya adalah untuk membuat anak terbiasa dalam melakukan hal yang baik. Berikut beberapa kegiatan rutin yang bisa anak biasakan.

  1. Berdoa sebelum memulai.
  2. Menghormati bendera merah putih.
  3. Sholat berjamaah.
  4. Menjaga kebersihan kelas.

2. Kegiatan Spontan

Kegiatan spontan adalah kegiatan yang biasa anak lakukan tanpa terbatas ruang dan waktu. Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan secara spontan dan membiasakannya untuk bersikap sopan santun. Contoh dari pembiasaan melalui kegiatan spontan sebagai berikut.

  1. Membiasakan siswa atau anak untuk senantiasa mengucapkan salam dan bersalaman kepada guru serta karyawan dan dengan teman sebayanya.
  2. Membiasakan anak untuk bersikap sopan dan santun.
  3. Mengajak anak untuk melakukan antre.
  4. Membuat anak untuk terbiasa dalam menghargai pendapat orang lain.
  5. Melatih anak untuk membuang sampah pada tempatnya.
  6. Membiasakan anak untuk meminta izin kepada guru ketika harus masuk atau keluar dari kelas.
  7. Mengajak anak untuk senantiasa menolong atau membantu orang lain.

Faktor-faktor yang Bisa Berpengaruh pada Kebiasaan Anak

Memang perilaku anak sangat dipengaruhi oleh pembiasaan dari orang tua. Tapi, ada faktor lain yang juga dapat mempengaruhi sikap dan perilaku anak.

1. Faktor Bawaan

Faktor bawaan tentu tidak bisa dihindari. Gen sangat besar perannya dalam menurunkan berbagai sifat yang dimiliki orang tua kepada sang anak. Dengan begitu, sifat orang tua sudah diturunkan kepada anaknya sejak berada di dalam kandungan.

2. Faktor Lingkungan

Selain bawaan, faktor lingkungan juga memiliki pengaruh yang cukup besar. Faktor ini dapat mencakup pola asuh orang tua, lingkungan tempat tinggal, teman sebaya, atau tempat sang anak sekolah.

Karena inilah seringkali anak-anak yang memiliki nasab atau keluarga yang baik, berperilaku tidak baik karena lingkungannya yang buruk.

3. Interaksi dengan Lingkungan

Karena lingkungan memiliki pengaruh yang besar, maka interaksinya juga memiliki andil dalam membentuk perilakunya.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembiasaan

Sebagai sebuah metode dan upaya untuk memberikan kebiasaan yang baik, pembiasaan ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa saja?

Kelebihan Metode Pembiasaan

Kelebihan dari metode pembiasaan adalah dapat menghemat waktu dan tenaga, pembiasaan tidak hanya berkaitan dengan aspek lahiriah, tetapi juga memiliki hubungan dengan aspek batiniah.

Selain itu, pembiasaan juga tercatat sebagai metode yang paling berhasil dalam membentuk kepribadian anak.

Kekurangan Metode Pembiasaan

Kekurangan dari metode ini adalah kemungkinan sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang sudah tertanam dan menjadi kebiasaan anak.

Kemudian, diperlukannya pengawasan agar anak tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan yang menyimpang atau tidak baik.

Lalu, anak diharuskan mendapatkan stimulus untuk bisa menjalankan kebiasaan baiknya secara berkelanjutan.

Cara Memelihara Kebiasaan Baik

Sebagai orang tua atau pendidik tentu tidak ingin anak melupakan kebiasaan baik yang sudah diajarkan. Untuk itu, berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar kebiasaan baik itu dapat terpelihara oleh anak.

1. Melatih Pembiasaan

Usahakan untuk selalu melatih anak agar ia dapat terbiasa dan memahami kebiasaan tersebut. Dengan begitu, anak dapat melakukan pembiasaan tanpa mengalami kesulitan lagi.

Pembiasaan yang merupakan hal baru tentu tidak mudah untuk anak-anak lakukan. Selalu awasi, bimbing, dan arahkan agar anak-anak mampu untuk melakukannya

2. Senantiasa Mengingatkan Anak

Lupa adalah hal yang wajar apabila terjadi kepada manusia. Maka dari itu, ingatkanlah anak ketika ia lupa untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan positif.

Dalam mengingatkan, lakukanlah dengan lembut agar anak tidak merasa tertekan. Dan jangan pula mengingatkan dengan mempermalukannya. Tegur anak secara pribadi bisa menjadi pilihan yang baik.

3. Memberikan Apresiasi

Memberikan apresiasi kepada anak setelah melakukan pembiasaan dan hal positif lainnya akan membuat mereka merasa senang. Akan tetapi, jangan lupa berhati-hati agar tidak menimbulkan rasa cemburu terhadap anak lainnya.

4. Jangan Mencela

Seringkali ketika emosi sudah berada di puncak, sulit untuk mengontrol apa yang akan diucap. Sabar dan usahakan untuk mengontrol emosi adalah hal yang harus dilakukan.

Jangan sampai dalam proses mendidik terlontar kata-kata yang kurang baik meskipun terdapat kesalahan dan kekurangan pada dirinya.

Kesimpulan

Pembentukan karakter seseorang sudah harus dilakukan sejak usia dini. Meskipun sulit, penanaman karakter bisa dilakukan dengan menerapkan metode pembiasaan kepada anak.

Metode pembiasaan juga kami lakukan di Sekolah Prestasi Global untuk membantu murid agar memiliki karakter dan akhlak mulia. Selain itu, kami juga selalu memberikan pengawasan dan menciptakan lingkungan yang baik agar anak dapat memahami dan mencintai agama islam dengan lebih baik.

Menerapkan metode pembiasaan bisa melalui banyak hal, mulai dari perintah, memberikan teladan yang baik, pengalaman sang anak, bahkan hukuman. Tapi, pastikan hukuman yang diberikan adalah hukuman yang membangun.

Baca juga : 12 Cara yang Efektif untuk Mengajarkan Anak Hidup Sederhana

Apa yang dimaksud dengan metode pembiasaan?

Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk bisa memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai sebuah tujuan. Sedangkan pembiasaan adalah proses membuat seseorang menjadi terbiasa dalam melakukan suatu secara berulang-ulang agar terbiasa. Maka dalam konteks ini, metode pembiasaan adalah cara membiasakan anak didik untuk berpikir, bersikap, dan bertindak.

Apa tujuan dari metode pembiasaan?

Melakukan pembiasaan ini diharapkan dapat membuat anak memiliki sikap dan kebiasaan baru yang lebih positif dan sesuai dengan norma atau moral yang berlaku. Termasuk dari sisi agama dan kultural. Maka dari itu, tujuan dari adanya pembiasaan di rumah atau di sekolah adalah untuk melatih dan membiasakan anak secara konsisten dengan tujuan agar kebiasaan baik dan positif tersebut tertanam dalam diri nya dan sulit untuk ditinggalkan.

Apa kekurangan dan kelebihan dari metode pembiasaan?

Kelebihan dari metode pembiasaan adalah dapat menghemat waktu dan tenaga, pembiasaan tidak hanya berkaitan dengan aspek lahiriah, tetapi juga memiliki hubungan dengan aspek batiniah. Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah kemungkinan sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang sudah tertanam dan menjadi kebiasaan anak. Kemudian, diperlukannya pengawasan agar anak tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan yang menyimpang atau tidak baik.

(Visited 371 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us