Saat sekolah dulu, Anda pasti pernah diminta guru Bahasa Indonesia untuk menghafal peribahasa. Materi ini sudah diajarkan sejak kita menginjak bangku kelas 5 SD. Setelah mempelajarinya selama ini, sudahkah Anda tahu pentingnya peribahasa?

Sebelumnya, Anda mungkin tidak pernah memikirkannya. Anda hanya menerima pelajaran ini di sekolah, kemudian memahaminya begitu saja. Anda mungkin tak begitu sadar apakah materi tersebut benar-benar bermanfaat atau tidak. Namun, pasti ada di satu titik Anda sempat mempertanyakan pentingnya salah satu sub bab dalam pelajaran bahasa Indonesia ini. Mengapa peribahasa selalu diajarkan di sekolah?

Sebelum Anda mengajarkan materi ini kepada orang lain, mari kita sama-sama cari tahu esensi dari pelajaran ini. Dengan begitu, Anda mungkin bisa lebih baik daripada guru Anda dulu. Anda tak hanya meminta orang lain untuk menghafal peribahasa, tetapi juga mengetahui esensinya. Mengapa mengetahui esensi sebuah materi sangat penting pada proses pendidikan?

Seperti yang kita ketahui bersama, dari kecil kita terpaksa mempelajari sesuatu tanpa mendapatkan penjelasan yang benar terkait mengapa kita mempelajari pelajaran tertentu. Hal ini membuat kita menjadi setengah-setengah dalam belajar. Padahal, jika guru mampu memberikan penjelasan yang tepat terkait esensi sebuah ilmu atau tentang betapa pentingnya ilmu tersebut, para murid mungkin akan lebih bersemangat untuk mempelajarinya. Hal ini pun berlaku ketika Anda ingin mengajarkan materi peribahasa kepada orang lain. Setidaknya, Anda harus memberikan penjelasan terkait esensi materi tersebut dan tujuan mengapa orang-orang perlu mempelajarinya.

Jadi, meskipun terlihat sepele dan tidak penting, orang-orang pun akan semangat untuk mempelajari ilmu tersebut.

Mengenal Peribahasa

Dalam penjelasan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, peribahasa adalah suatu kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya. Peribahasa bertujuan untuk mengiaskan maksud tertentu. Pengertian lain dalam KBBI V menyebutkan bahwa peribahasa merupakan ungkapan atau kalimat ringkas yang berisi perumpamaan, perbandingan, nasehat, sebuah prinsip hidup, atau tingkah laku.

Dari penjelasan yang ada pada kamus tersebut, peribahasa merupakan sebuah pernyataan untuk menggambarkan sebuah keadaan, termasuk emosi. Karena sering menggunakan kata-kata yang indah, kita juga sering menyebut peribahasa sebagai mutiara bahasa, kata mutiara, pepatah, atau bunga bahasa. Mengapa kita membutuhkan kata-kata yang indah? Bukankah kata-kata yang indah biasanya hanya ada dalam buku-buku cerita dan tidak ada dalam dunia nyata? Setelah mengenal sedikit tentang pengertian peribahasa, kita akan membahas lebih dalam tentang pentingnya peribahasa Indonesia dan manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari. Jadi, ikuti pembahasan lengkapnya, ya!

Pentingnya Mempelajari Peribahasa

Mengenal Peribahasa dan Pentingnya untuk Pendidikan - sekolah prestasi global

Peribahasa sudah ada sejak zaman dahulu. Di Indonesia, karena kita mendapatkan pengaruh besar dari kebudayaan melayu, peribahasa adalah salah satu kebudayaan lisan yang tumbuh dengan subur. Seperti yang kita ketahui bersama, kebudayaan Melayu sangat terkenal dengan sopan santun dan kelembutannya. Dalam bersosialisasi dengan sesama, masyarakat Melayu sangat mengedepankan etika, terutama kesantunan bahasa.

Dalam berhubungan dengan orang lain, kita pun pasti sepakat bahwa tidak ada komunikasi yang seratus persen lancar. Kita atau lawan bicara kita pasti pernah melakukan kesalahan yang menyebabkan muncul kesalahpahaman hingga berujung pada konflik. Karena menjunjung tinggi kesopanan, masyarakat Melayu tidak punya cara lain untuk menegur atau mengingatkan seseorang. Mereka menggunakan petuah, kata-kata mutiara, atau peribahasa. Dengan begitu, mereka bisa menasehati orang lain tanpa menggurui atau menyinggung perasaan yang bersangkutan. Ini menjadi hal paling penting saat kita mempelajari peribahasa.

Sebenarnya, tak hanya kebudayaan Melayu saja yang mempelajari peribahasa. Di belahan bumi lain, peribahasa atau kata-kata mutiara juga tumbuh subur. Mereka menggunakannya untuk memperhalus komunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, penting sekali mempelajari peribahasa. Dengan belajar peribahasa, Anda punya banyak opsi untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Kemampuan ini sangat penting, terutama saat kita sudah terjun di masyarakat.

Mengingat pentingnya materi ini, peribahasa diajarkan mulai dari pendidikan tingkat dasar. Karena berawal dari etika, materi ini diharapkan bisa menjadi pondasi anak-anak dalam berkomunikasi. Dengan begitu, ketika sudah dewasa nanti, mereka bisa lebih bijak dalam bertutur kata.

Fungsi Peribahasa

Dari penjelasan mengenai pentingnya mempelajari peribahasa, kita bisa merumuskan apa saja fungsi peribahasa. Beberapa fungsi utama adalah sebagai berikut.

1. Peribahasa Memberi Nasehat Tanpa Menggurui

Tujuan utama seseorang menggunakan kalimat peribahasa adalah untuk memberikan nasehat kepada orang lain. Namun, seperti yang kita ketahui bersama, umumnya orang-orang sangat susah diberi nasehat. Agar kita tidak terkesan menggurui dan sok benar di mata orang lain, kata-kata mutiara atau peribahasa sangat ampuh untuk dipakai dalam berkomunikasi. Manfaat ini adalah yang paling utama yang bisa Anda dapatkan ketika belajar peribahasa.

2. Sebagai Salah Satu Bentuk Kearifan Lokal Suatu Masyarakat

Anda mungkin tak begitu memperhatikan, tetapi peribahasa juga menjadi salah satu wujud kearifan lokal, lho. Dalam buku Peribahasa Nusantara yang disusun oleh Badan Bahasa, seluruh penjuru nusantara memiliki peribahasa yang khas. Ya, dari seluruh Nusantara, yakni dari Sabang – Merauke, ada peribahasa yang menjadi wujud kearifan lokal kelompok masyarakat.

Di Palembang, misalnya ada peribahasa yang terkenal, yakni karena mulut, badan binasa atau dalam bahasa Indonesianya berarti Karena mulut, badan binasa. Anda pasti sudah bisa menerka maknanya, bukan? nasehat dari peribahasa tersebut adalah kita harus menjaga ucapan kita. Kita tidak boleh menghina atau mengejek orang lain karena segala sesuatu pasti ada balasannya.

Kemudian, di Jawa, misalnya, ada juga peribahasa terkenal yang berbunyi ajining diri gumantung ana ing lathi. Peribahasa ini bermakna harga diri seseorang dapat dilihat dari cara berbicaranya. Peribahasa yang ada di Jawa ini mirip dengan peribahasa sebelumnya, yakni yang ada di Palembang. Namun, keduanya memiliki penekanan yang berbeda. Inilah yang dimaksud bahwa peribahasa juga merupakan wujud kearifan lokal sebuah masyarakat.

Tak hanya berdasarkan suku dan kota, budaya yang berbeda juga mempengaruhi peribahasa yang mengakar di masyarakat. Ketika Anda belajar peribahasa atau pepatah di Korea, Jepang, atau Inggris, perbandingan-perbandingan yang dipakai pun berbeda sesuai kondisi budaya di tempat asalnya.

3. Wujud Pengamatan Mendalam terhadap Sebuah Keadaan

Sebuah peribahasa atau kata-kata mutiara tidak muncul begitu saja. Semua pernyataan tersebut adalah wujud sebuah pengamatan yang mendalam. Kalimat Ajining diri gumantung ana ing lathi tidak hadir begitu saja. Peribahasa ini muncul di kebudayaan Jawa yang terkenal dengan tutur bahasanya yang lembut.

Berdasarkan hasil pengamatan yang panjang dan mendalam, masyarakat menciptakan peribahasa ini untuk menjadi pelajaran hidup bersama. Tak hanya berlaku untuk orang jawa saja, tetapi juga semua orang.

4. Memperindah Bahasa

Peribahasa merupakan kalimat yang indah yang di dalamnya penuh makna. Meskipun ada juga peribahasa yang bentuknya sindiran, tetapi sindiran tersebut bernilai filosofis dan tidak dimaksudkan untuk menyerang orang lain. Berkomunikasi dengan menggunakan peribahasa bisa memperindah bahasa. Mereka yang menggunakan peribahasa pun terkesan memiliki pengetahuan yang luas dan bijak.

Jenis-Jenis Peribahasa

Mengenal Peribahasa dan Pentingnya untuk Pendidikan

Setelah kita renungkan, ternyata ada cukup banyak manfaat peribahasa. Selanjutnya, yang perlu Anda ketahui juga adalah ada berapa sih bentuk-bentuk peribahasa?

Berdasarkan isinya, peribahasa dibagi menjadi 6 jenis berikut.

1. Bidal

Bidal merupakan peribahasa yang isinya tentang sindiran atau peringatan. Contohnya adalah hidup segan mati tak mau. Peribahasa ini menyindir orang-orang yang tidak mau bertindak karena tidak ingin semuanya menjadi lebih buruk.

2. Pepatah

Pepatah merupakan peribahasa yang isinya nasehat dari orang tua. Contohnya adalah sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Makna peribahasa ini adalah sesuatu yang dilakukan perlahan-lahan, nantinya juga akan menjadi banyak juga.

Contoh peribahasa ini mengajarkan kita untuk menghargai proses yang sedang kita lakukan.

3. Perumpamaan

Perumpamaan adalah peribahasa yang isinya merupakan perbandingan antara manusia dengan alam. Contohnya, bagai bumi dan langit yang bermakna dua hal yang sangat jauh berbeda.

4. Ibarat (Tamsil)

Sekilas, ibarat dan perumpamaan terlihat sama. Namun, keduanya memiliki sedikit perbedaan. Perumpamaan berisi perbandingan tentang manusia dengan alam sekitar, sedangkan ibarat atau tamsil merupakan peribahasa yang isinya sebuah pengibaratan agar sebuah masalah menjadi nyata.

Contoh, ada gula ada semut. Peribahasa ini mempunyai makna di mana ada sebuah kesenangan, di situ aka nada banyak orang datang.

Ada lagi satu tamsil yang amat populer untuk mengibaratkan orang yang bodoh, yakni air beriak tanda tak dalam yang berarti orang yang banyak omong atau sombong biasanya ilmunya kurang.

5. Ungkapan

Ungkapan adalah peribahasa yang isinya tentang kiasan keadaan atau kelakuan seseorang. Contohnya, kabar angin untuk menyatakan rumor, panjang tangan untuk menyatakan pencuri, dan lain sebagainya.

6. Semboyan

Semboyan merupakan peribahasa yang bertujuan sebagai pedoman atau prinsip hidup. Contoh semboyan adalah hemat pangkal kaya, bersih pangkal sehat, dan rajin pangkal pandai. Selain beberapa contoh peribahasa yang sudah tersebut di atas, ada banyak sekali peribahasa lainnya yang ada di Indonesia dan sangat sering kita dengar. Perlukah Anda mempelajari lebih banyak lagi tentang peribahasa?

Karena materi ini bisa menjadi salah satu alternatif kita dalam membangun komunikasi yang baik dengan orang lain, tidak ada salahnya untuk belajar lebih banyak lagi tentang peribahasa.

Kesimpulan

Peribahasa menjadi salah satu materi penting yang bisa menunjang skill berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Oleh karena itu, sejak kecil, kita sudah mulai belajar materi ini. Mempelajari peribahasa menjadi salah satu cara anak-anak untuk bertutur kata yang baik dan bersikap soal. Ketika dewasa nanti, anak-anak diharapkan bisa lebih santun dan lebih bijak dalam bergaul.

Untuk Anda sendiri, selain bisa langsung Anda gunakan dalam komunikasi sehari-hari, manfaat lain dari peribahasa adalah Anda bisa lebih bijak. Setiap pernyataan dalam peribahasa selalu memberikan nasehat yang amat bermanfaat untuk hidup kita. Setelah mempelajari semua ini, ternyata peribahasa yang sering kita pandang sebelah mata ternyata sangat bermanfaat, bukan?

Setelah mengetahui pentingnya peribahasa, Anda bisa lebih percaya diri mengajarkan materi ini kepada orang lain. Jika Anda butuh info penting seputar pendidikan, jangan sungkan untuk mencarinya di Prestasi Global, ya! Semoga bermanfaat!

Baca juga : 9 Tips Melatih Anak untuk Rajin Bangun Pagi

Apa Pengertian peribahasa menurut KBBI V?

Dalam KBBI V, peribahasa merupakan ungkapan atau kalimat ringkas yang berisi perumpamaan, perbandingan, nasehat, sebuah prinsip hidup, atau tingkah laku.

Mengapa Peribahasa disebut kebudayaan?

Munculnya peribahasa ini disebabkan oleh kebudayaan lisan masyarakat yang tumbuh untuk bersosialisasi. Sebagai cara untuk menegur dan mengingatkan seseorang tanpa menggurui atau menyinggung.

Seperti apakah jenis peribahasa bidal ini?

Bidal merupakan peribahasa tentang sindiran atau peringatan. Contohnya, hidup segan mati tak mau. Peribahasa ini menyindir orang-orang yang tidak mau bertindak karena tidak ingin semuanya menjadi lebih buruk.