Bagikan Artikel Ini:

Mendapatkan kasih sayang dari orang tua, terutama ibu merupakan salah satu hak anak. Bila hak ini terampas dan tidak dipenuhi, besar kemungkinan anak akan mengalami maternal deprivation. Orang tua, terutama ibu merupakan sosok penting untuk anak. Ibu memberikan pengaruh sangat besar pada tumbuh kembang sang buah hati. Salah satu bentuk hak seorang anak ialah tumbuh dan berkembang dengan kasih sayang ibu. Ibu, maupun orang tua yang membiarkan anak tumbuh tanpa kasih sayang bukan hanya melakukan pelanggaran akan Konvensi Hak Anak. Tumbuh kembang anak berisiko mengalami gangguan pula.

Gangguan pada anak yang disebabkan karena kurangnya kasih sayang orang tua, terutama ibu, ini disebut dengan maternal deprivation. Kami akan membahas lebih jauh mengenai deprivasi maternal yang disebabkan terampasnya hak anak akan kasih sayang orang tua. Dalam pembahasan di bawah ini, kami akan menjelaskan pula apa saja hak dari anak yang harus dipenuhi ketika di rumah.

Mengenal Maternal Deprivation, Bagaimana Bila Hak Anak Ini Terampas? - Sekolah Prestasi Global

Mengenal Mengenai Maternal Deprivation Lebih Dalam

Maternal deprivation merupakan istilah ilmiah untuk efek dari memisahkan anak kecil maupun bayi dari sang ibu atau pengganti peran ibu. Istilah ini digunakan oleh psikiater dan psikoanalisis John Bowlby. Efek yang disebabkan karena terpisahnya anak dari sosok ibu sebelumnya sudah menjadi pembahasan oleh Freud. Beserta sederet ahli lain. Keadaan deprivasi maternal pada anak dalam usia berkembang disebabkan karena kurangnya kasih sayang dari ibu.

Kekurangan kasih sayang bukan hanya disebabkan ketika anak yang terpisah dari sosok ibu. Justru sebaliknya. Kasus deprivasi maternal sering terjadi bahkan ketika anak berada dalam pengasuhan orang tua. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya perhatian dari ibu kepada anak. Anak kurang mendapat kasih sayang bahkan saat ibu mendampingi di rumah. Bisa juga karena pertemuan ibu dan anak yang tidak berkualitas.

Seperti ibu lebih sibuk dengan ponsel sehingga mengabaikan anak. Maupun karena kesibukan lain di dalam dan luar rumah. Keadaan tersebut bisa menyebabkan anak kehilangan hak untuk mendapatkan kasih sayang. Hingga akhirnya menyebabkan terjadinya deprivasi maternal.

Hak Anak yang Harus Dipenuhi Orang Tua di Rumah

Untuk memahami mengenai keadaan deprivasi maternal pada anak, orang tua harus lebih dulu paham apa saja hak anak yang seharusnya didapatkan. Pemenuhan atas hak ini akan membantu dalam tumbuh kembang mereka. Salah satunya menghindari resiko buruk dari deprivasi maternal. Di bawah ini merupakan 7 hak yang harus dipenuhi orang tua kepada anak.

1. Memperoleh Kasih Sayang

“Orang tua mana sih yang tidak sayang dengan anak-anak mereka.” Kalimat tersebut memang tidak salah. Meski di berbagai keadaan, orang tua yang justru tidak berhasil memberikan kasih sayang pada anak. Padahal mendapatkan kasih sayang merupakan salah satu hak terpenting anak. Sesuai dengan Konvensi Hak Anak yang diatur oleh seluruh pemerintah dunia pada tahun 1989.

Orang tua sudah sepatutnya memastikan anak mendapat limpahan kasih sayang yang cukup. Bentuk kasih sayang ini beragam. Mulai dari perhatian, waktu luang yang berkualitas dengan anak, hingga penyampaian kasih sayang melalui kata-kata. Pelukan dan ciuman untuk sang buah hati pun menjadi salah satu bentuk luapan kasih sayang orang tua.

2. Perlindungan Serta Keamanan Atas Tindak Kekerasan

Orang tua memegang tugas terbesar dalam memberikan keamanan serta perlindungan pada anak. Baik itu anak laki-laki maupun perempuan seharusnya mendapat perlindungan orang tua dari segala tindak kekerasan. Anak juga berhak untuk mendapat rasa aman. Keamanan anak dari bahaya yang mengancam keselamatan juga merupakan tugas orang tua.

3. Konsumsi Makanan Sehat dan Bernutrisi

Hak anak untuk mendapatkan asupan makanan yang bernutrisi dan menyehatkan. Orang tua akan dianggap melanggar hak anak bila tidak memberikan makanan yang cukup serta sesuai untuk tumbuh kembangnya.

4. Mendapatkan Jaminan Kesehatan

Anak memiliki hak untuk mendapatkan jaminan akan kesehatannya. Mulai dari pemeriksaan kesehatan. Hingga mendapatkan imunisasi serta dukungan lain untuk keadaan kesehatannya.

5. Pendidikan yang Layak

Sudah menjadi tugas serta kewajiban orang tua untuk memastikan anak mendapat pendidikan yang layak. Orang tua bahkan diwajibkan pula untuk memberi bimbingan pendidikan yang dibutuhkan anak.

6. Kebebasan Bermain dan Berkreativitas

Jangan abaikan waktu untuk bermain anak. Bermain bagi anak bukan sekedar kegiatan menyenangkan, yang sekaligus membantu tumbuh kembangnya. Salah satu hak anak di rumah merupakan kebebasan untuk bermain serta berkreativitas.

7. Hidup Sejahtera

Orang tua berkewajiban untuk memberi rasa tentram, damai, dan sejahtera pada anak. Anak sudah seharusnya mendapatkan rasa nyaman dari orang tua. Kesejahteraan hidup yang menjadi hak anak di rumah ini bisa pula dalam bentuk pemenuhan kebutuhannya.

Ciri-ciri Maternal Deprivation Pada Anak

Memenuhi hak anak sudah seharusnya menjadi kewajiban orang tua. Bila hak-hak anak tersebut tidak terpenuhi, kemungkinan akan terjadi gangguan pada tumbuh kembang anak. Diantaranya maternal deprivation. Anak yang mengalami deprivasi maternal akan memiliki ciri-ciri tersendiri. Sayangnya bagi banyak orang tua, ciri-ciri tersebut justru kerap diabaikan. Sehingga akan semakin mengganggu tumbuh kembang anak.

Di bawah ini merupakan apa saja ciri-ciri deprivasi maternal yang dialami anak.

1. Anak Lebih Rewel dan Mudah Mengamuk

Mengenal Maternal Deprivation, Bagaimana Bila Hak Anak Ini Terampas? - Sekolah Prestasi Global

Rewelnya anak, tanpa diketahui banyak orang tua, merupakan salah satu akibat dari kurang kasih sayang. Di alam bawah sadarnya, anak membutuhkan sosok yang mampu menangkan. Sosok ibu dan orang tua yang akan memberi rasa nyaman serta damai. Ketika anak tidak berhasil menemukan sosok tersebut, maka mereka akan menjadi lebih mudah rewel. Bagi anak yang masih di usia belum dapat berkomunikasi, perasaan ini akan lebih sulit dipahami. Sehingga anak akan meluapkan dengan mengamuk, menangis, dan sebagainya.

2. Anak Mengalami Kesulitan dalam Mengontrol Buang Air

Ciri satu ini juga kerap kali dilewatkan orang tua sebagai terampasnya hak anak. Seorang anak yang kesulitan untuk mengontrol buang air, sehingga sering ngompol bahkan di usia yang sudah tidak seharusnya, seringnya dikarenakan mengalami deprivasi maternal. Hubungan anak dan orang tua, terutama ibu yang tidak dekat secara emosional memberikan rasa terancam tersendiri pada anak. Terutama bila orang tua sering kali memahami dan kurang menunjukan kasih sayang mereka. Pada keadaan terancam ini, anak akan kesulitan mengontrol diri mereka. Salah satu bentuknya adalah kesulitan dalam mengontrol buang air.

3. Keterlambatan Perkembangan Fisik dan Mental Anak

Kurangnya rasa kasih sayang, perhatian, bahkan rasa aman yang diberikan orang tua akan berpengaruh besar pada tumbuh kembang anak. Salah satu efek yang disebabkan deprivasi maternal adalah perkembangan anak mengalami keterlambatan. Keterlambatan perkembangan anak bisa berupa mental maupun fisik. Tidak menutup kemungkinan pula keduanya akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan.

Ciri maternal deprivation terlihat saat anak terlambat berbicara. Anak yang mengalami keterlambatan bicara sering kali karena kurangnya stimulasi komunikasi dari orang tua sejak dini. Padahal komunikasi juga merupakan bentuk kasih sayang dari orang tua, yang menjadi hak anak di rumah. Orang tua, terutama ibu yang seharusnya bisa menjadi guru serta pembimbing anak justru tidak berhasil memberikan hak tersebut. Akibatnya perkembangan anak pun mengalami hambatan.

4. Anak Lebih Senang Menyendiri

Bila anak menunjukan tanda-tanda lebih menyenangi kesendirian, ini dapat menjadi ciri deprivasi maternal. Pada usianya, anak-anak seharusnya memiliki kesenangan dalam bermain, berkomunikasi, dan menjadi dekat dengan orang lain. Baik itu orang tua, keluarga, maupun teman. Namun bila sebaliknya, bisa jadi karena anak kekurangan kasih sayang orang tua.

5. Mengalami Kesulitan Bersosialisasi

Kesulitan sosialisasi bisa ditunjukkan dalam berbagai ciri. Anak memperlihatkan sikap minder dan rendah diri, misalnya. Sampai sulit menjalin hubungan pertemanan. Kurangnya perhatian, rasa kasih sayang, dan kedekatan dengan orang tua membuat anak tidak mengetahui bagaimana bersosialisasi yang baik. Anak juga bisa saja merasa minder melihat teman-teman lain mendapat kasih sayang lebih dari orang tua mereka.

Cara Mengatasi Maternal Deprivation

Bila anak memperlihatkan ciri-ciri maternal deprivation di atas, sudah waktunya orang tua untuk melakukan perubahan. Orang tua bisa mulai dengan memberikan hak anak selama di rumah. Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan pula untuk mengatasi deprivasi maternal pada anak.

1. Memberikan Pelukan dan Ciuman

Kontak fisik merupakan cara terbaik dalam menunjukan kasih sayang orang tua untuk anak. Bagi anak yang kekurangan kasih sayang, mendapatkan pelukan dari orang tua bisa bermakna besar. Selain itu bisa saja anak merasa tidak mendapat kasih sayang dari orang tua karena kurangnya luapan kasih yang nyata seperti ini. Padahal mungkin saja, orang tua merasa sudah memberikan kasih sayang pada anak. Mungkin melalui membelikan barang-barang yang diinginkan, dan sebagainya.

2. Bermain Bersama Anak

Menemani dan mengajak anak bermain bisa menjadi cara lain untuk mengatasi deprivasi maternal. Selain itu, bermain juga merupakan hak seorang anak sesuai Konvensi Hak Anak yang harus dipenuhi orang tua. Orang tua bisa mengajak maupun menemani ketika anak bermain. Tindakan sederhana seperti ini saja sudah akan membuat anak merasakan adanya kasih dan sayang dari orang tua kepada mereka.

3. Memberikan Bimbingan Belajar

Bila selama ini orang tua hanya memerintahkan anak untuk belajar. Bagaimana bila kebiasaan tersebut diubah menjadi orang tua memberikan bimbingan belajar pada anak? Orang tua seharusnya bisa meluangkan waktu untuk memeriksa pekerjaan rumah anak, misalnya. Bisa juga dilakukan dengan membantu anak ketika ada pelajaran yang sulit dipahami. Untuk anak berusia dini, orang tua dapat langsung mengajari anak untuk membaca dan menulis. Kegiatan bersama ini akan mengeratkan kedekatan antara orang tua dan anak.

4. Meluangkan Waktu Berkualitas

Saat orang tua berada di rumah setelah sibuk bekerja, mereka mungkin justru fokus pada ponsel. Atau malah dengan kesibukan rumah tangga lain. Padahal anak juga memiliki hak untuk mendapatkan waktu berkualitas bersama orang tua. Luangkan waktu khusus untuk dihabiskan bersama anak. Di saat ini, benar-benar fokus kepada anak tanpa gangguan dari ponsel.

5. Temani Anak Tidur

Saat-saat sebelum tidur merupakan waktu krusial untuk anak. Orang tua bisa menemani anak sebelum tidur dengan membacakan dongeng, atau sekedar memberikan pelukan dan ciuman pada anak. Cara ini akan efektif menunjukan rasa kasih sayang dari orang tua untuk buah hati.

Maternal deprivation merupakan efek dari terampasnya hak anak untuk mendapat kasih sayang orang tua. Anak dengan ciri-ciri deprivasi maternal salah satunya mengalami gangguan tumbuh kembang. Orang tua harus memahami bagaimana cara mengatasi efek deprivasi maternal pada anak.

Baca juga: Mengenal Pola Asuh Permisif Serta Dampaknya Bagi Anak

Apa yang dimaksud dengan Maternal Deprivation?

Gangguan pada anak yang disebabkan karena kurangnya kasih sayang orang tua, terutama ibu, ini disebut dengan maternal deprivation.

Sebutkan 7 hak anak!

Memperoleh Kasih Sayang, Perlindungan Serta Keamanan Atas Tindak Kekerasan, Konsumsi Makanan Sehat dan Bernutrisi, Mendapatkan Jaminan Kesehatan, Pendidikan yang Layak, Kebebasan Bermain dan Berkreativitas, Hidup Sejahtera.

Sebutkan Ciri-ciri Maternal Deprivation Pada Anak!

Anak Lebih Rewel dan Mudah Mengamuk, Anak Mengalami Kesulitan Dalam Mengontrol Buang Air, Keterlambatan Perkembangan Fisik dan Mental Anak, Anak Lebih Senang Menyendiri, Mengalami Kesulitan Bersosialisasi.

(Visited 127 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us