Bagikan Artikel Ini:

Pola pikir anak ternyata bisa dibentuk melalui permainan lego. Permainan ini bisa mengembangkan berbagai kecerdasan pada si kecil, seperti motorik, kreativitas hingga sensorik.

Pada dasarnya dunia anak dalam sehari-hari memang tidak lepas dari bermain. Namun, dalam memilih permainannya harus diperhatikan dengan baik. Supaya anak tidak hanya sekedar membuang waktu mereka saja, tetapi bisa merasakan manfaat lain.

Lego muncul sejak awal tahun 1940, hadirnya permainan ini menjadi fenomena tersendiri khususnya sebagai mainan edukasi untuk anak. Dari Anda yang sedang membaca tulisan ini apa ada yang belum mengetahui tentang Lego?

Pengertian Lego

Lego ini merupakan mainan yang berasal dari Denmark. Wujud dari Lego yaitu sekumpulan balok atau bata yang terbuat dari plastik kecil yang bisa digunakan untuk bermain anak dengan cara menyusunnya dan membentuk menjadi benda tertentu sesuai keinginan dan kreativitas anak.

Contohnya bisa dibentuk menjadi bentuk bangunan rumah, kendaraan, kota kecil, jembatan, senjata api atau pistol dan lainnya.

Semakin kreatif Anda atau anak dalam menciptakan bentuk suatu benda melalui Lego ini, maka akan semakin banyak benda yang dibentuknya.

Uniknya permainan Lego bisa dimainkan tidak hanya oleh anak laki-laki, tapi anak perempuan juga bisa memainkan Lego.

Manfaat Permainan Lego untuk Anak

Mengasah Pola Pikir Anak Melalui Permainan Lego - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Vlad Hilitanu on Unsplash

Dari permainan lego ini bukan hanya anak akan memiliki keterampilan, tapi juga akan bertambah pengetahuannya.

Lantas, apa hanya itu saja manfaat bermain lego? Tentu tidak, masih ada banyak sekali manfaat permainan lego yang dapat membantu mengasah pola pikir anak. Berikut rangkumannya:

1. Anak Terpacu untuk Bermain

Jenis dari mainan konstruktif untuk anak ini ada beraneka ragam. Namun, ada jenis mainan yang lumayan ribet karena harus menggunakan perlengkapan lain seperti cat warna, lem dan gunting yang membahayakan bagi anak.

Permainan yang semacam itu memerlukan waktu ekstra sampai si kecil bisa membuat sesuatu dari permainan tersebut. Nah, hal tersebut tidak berlaku dengan lego.

Mainan lego sangat mudah sekali dibentuk dan disusun. Anak juga dengan mudah melepaskannya kembali dan merapikannya ke tempat semula dengan rapi.

Secara tidak langsung, hal ini akan membuat anak untuk lebih percaya diri dalam mencoba hal-hal baru. Ia tidak lagi takut akan gagal dalam menciptakan bentuk baru karena bisa dibongkar pasang dengan mudah.

2. Menciptakan Keberanian dan Memberikan Ruang untuk Bereksplorasi

Cara supaya kreativitas anak bisa semakin terasah salah satunya dengan cara memberikan mainan yang dapat diubah dalam banyak kemungkinan. Anak juga akan lebih tertarik dengan mainan yang sejenis itu. Ia akan berani untuk melakukan hal baru melalui mainannya.

Seperti lego ini yang memiliki warna, ukuran yang banyak sekali sehingga fungsinya sangat beragam untuk anak bisa bereksplorasi.

Imajinasi anak menjadi tidak ada batasnya. Si kecil bisa membentuk apapun dari sekumpulan lego yang terpotong-potong tersebut.

Meskipun, dalam masa bermain, anak akan merasakan kegagalan, tapi kegagalan yang tanpa beban. Gagal bereksperimen tidak akan membuat mainan rusak. Jadi si kecil bisa coba lagi ketika gagal membentuk benda baru.

3. Memberikan Ide dan Berbagai Kemungkinannya

Imajinasi anak itu selalu ingin tersalurkan. Dalam hal ini, si kecil perlu melihat dulu apa yang dilihatnya kemudian baru bisa membentuknya sesuai dengan imajinasi mereka. Hal ini dikarenakan, anak merupakan makhluk visual.

Adanya permainan lego yang memiliki sifat tiga dimensi membuat tampilan atau bentuk yang diciptakan anak menjadi  nyata. Jadi, anak bisa langsung merasakan, menyentuh dari hasil kreativitas mereka. Tidak hanya dengan angan-angan dan bayangan saja.

4. Merangsang Motorik Halus

Manfaat bermain lego untuk anak bisa juga untuk merangsang motorik halus. Hal ini terutama diperuntukkan untuk anak yang masih dalam usia balita. Melalui permainan Lego, si kecil akan belajar menghubungkan antara balok satu dengan balok lainnya yang berbeda ukuran dan bentuk menjadi satu kesatuan.

Dalam menghubungkan antar balok tersebut ada keasyikan tersendiri yang dapat dirasakan anak. Ia juga bisa merasakan perbedaan pada setiap tekanan saat menghubungkan balok yang kecil dengan yang besar.

Secara tidak langsung akan melatih kekuatan jari anak kelak saat mulai mandiri dalam hal membuat prakarya, keterampilan dalam menulis dan mengenakan pakaiannya sendiri.

5. Melatih Anak dalam Berpikir Matematis

Mengasah Pola Pikir Anak Melalui Permainan Lego - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Kelly Sikkema on Unsplash

Anak perlu juga bisa berpikir matematis dan ini bisa didapatkan melalui permainan lego. Si kecil dapat terdorong untuk memecahkan masalah melalui permainannya secara detail.

Ia juga akan lebih dapat memahami tentang perbedaan bukan menjadi alasan untuk bersatu. Seperti pada lego yang memiliki warna dan bentuk dan berbeda. Tetapi ketika disatukan menjadi benda yang baru dan bagus untuk dilihat.

6. Mengembangkan Ketekunan Anak

Permainan lego dapat merangsang kreativitas anak dan sekaligus mengembangkan ketekunan pada anak. Dalam menyusun lego menjadi sebuah bangunan membutuhkan kegigihan dan ketekunan yang tinggi.

Apalagi saat anak membuat sebuah bangunan dengan detail yang rumit. Si kecil juga akan belajar untuk fokus dalam mengerjakan apa yang sedang dibuatnya.

7. Meningkatkan Percaya Diri pada Anak

Permainan lego dapat memupuk rasa percaya diri bagi si kecil. Ia akan bangga dengan hasil yang dibuat sendiri dan memperlihatkan ke orang lain.

Si kecil juga akan bertambah semangat dalam berkreativitas tanpa lagi takut. Kegirangan dan kebahagiaan anak juga akan bertambah dengan adanya pengakuan dari orang lain tersebut.

Peran orang tua dan yang berada di sekeliling si kecil sangat penting untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan tidak mengejek atau menghina karya mereka biarpun tidak sebagus yang orang dewasa buat.

Hasil bangunan Lego yang sudah selesai, mampu memupuk rasa percaya diri anak. Dia akan bangga pada hasil pekerjaannya dan menunjukkan kepada orang lain.

8. Merangsang Kemampuan Anak untuk Beranalisis

Analisis pada anak secara tidak langsung juga akan terangsang dengan sendirinya. Saat ia menyusun bangunan dengan lego dan hasilnya kurang bagus, si kecil akan membuat analisis dan memperbaiki bangunan yang sedang dibuatnya menjadi lebih sempurna.

Maka tidak heran jika permainan lego ini kini jadi media bermain anak yang sangat bermanfaat. Anak bisa terus bermain, tapi juga sambil belajar mengasah kemampuan yang ada dalam di si kecil.

9. Mengasah Kemampuan Menyusun Perencanaan

Setiap makhluk yang hidup di bumi ini penting memiliki kemampuan melakukan perencanaan yang baik. Hal ini sebaiknya bisa dikembangkan sejak kecil.

Sebelum si kecil membuat sebuah bangunan dengan lego tentu ia akan memikirkan tentang bangunan apa yang akan dibuat, misal seperti helikopter, mobil, istana dan lainnya.

Dalam membangun benda tersebut, si kecil akan memilih potongan lego mana yang akan dibuatnya. Ia juga akan berpikir untuk membangun bentuk yang mana dulu. Baru kemudian menyusun bagian yang lain.

Hal ini tentu akan sangat bermanfaat untuk kehidupannya kelak. Misalnya saat ingin menentukan pilihan sekolahnya, ia bisa merencanakannya terlebih dahulu sesuai dengan bakat, minat dan cita-citanya.

Jadi, bagi bunda yang saat ini sedang memiliki buah hati, jangan ragu untuk membelikan anak permainan lego ini. Anak akan terlatih dalam menyusun perencanaan sehingga hidupnya akan terus maju ke depan.

10. Kreativitas Anak Lebih ke Arah Positif

Permainan lego bisa membuat anak lebih kreatif namun bukan sembarang kreatif. Si kecil lebih terarah untuk berkreasi yang positif.

Mungkin Anda sering menjumpai anak yang hobinya mencoret tembok. Anak memang banyak akal dan kreatif. Akan tetapi, kreatif yang semacam ini kurang baik karena dapat mengganggu keindahan tempat dan benda di sekelilingnya.

Beda lagi dengan anak membuat kreasi sesuai dengan keinginannya masing-masing, seperti membuat mobil dengan mengkombinasikan bentuk dan warna sesuai dengan pilihan mereka.

Mobil-mobilan yang anak buat tersebut tidak akan merusak benda lainnya. Anak bebas bongkar pasang lego saat sudah bosan dengan benda pertama yang telah dibuatnya dan berkeinginan untuk membuat benda kedua.

Ide kreatif anak yang senantiasa diasah lama kelamaan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan si anak. Ia tidak akan sembarangan dalam berkreasi karena sudah terlatih melakukan perencanaan dan persiapan terlebih dahulu sebelum menyalurkan kreatifitasnya.

11. Mampu Memecahkan Masalah

Setiap manusia pasti akan menjumpai kesulitan dan permasalahan. Tidak menutup kemungkinan si kecil juga akan mengalami hal yang sama.

Saat usia masih belia orang tua perlu melatihnya supaya bisa memecahkan masalahnya sendiri. Caranya adalah melakukan permainan lego ini.

Dalam bermain lego tidak selamanya berjalan dengan mulus. Ada Kalanya anak akan kehabisan ide dan mengalami kesulitan dalam membentuk badan sesuai dengan imajinasi mereka.

Dari kesulitan yang ada secara tidak langsung anak akan dipacu untuk terus berpikir supaya apa yang sudah direncanakan sejak awal bisa jadi sebuah bentuk atau bangunan.

Misalnya saat ingin membangun sebuah istana, anak menemui kesulitan menyamakan tinggi sisi dari istana yang dibangun. Ketika mengalami hal demikian, anak jadi termotivasi untuk memikirkan bagaimana caranya tinggi sisi bisa seimbang.

12. Mengasah Keberanian dalam Pengambilan Keputusan

Bermain lego dapat mengasah keterampilan juga dapat mengasah keberanian dalam pengambilan keputusan.

Saat anak mengalami kesulitan dalam memilih warna pada bagian roda saat membuat sebuah mobil, tentu mau tidak mau harus memilihnya demi terciptanya benda untuk roda mobil.

Hal ini akan memacu anak mengambil keputusan sendiri dengan mempertimbangkan hasil yang akan dicapainya dalam membentuk sebuah mobil.

Bentuk dan warna lego ada berbagai macam. Anak harus menyesuaikan kebutuhannya sesuai dengan benda yang akan dibentuknya.

13. Merangsang Kepekaan Terhadap Orang Lain

Saat orang tua menemani anak bermain lego akan memberikan dampak positif. Diantara manfaatnya yaitu si kecil menjadi lebih peka dalam situasi sekitar.

Menemani anak bermain lego dapat membawa dampak positif untuknya. Salah satunya membuat si Kecil jadi peka terhadap situasi sekitar.

Cara memancingnya bisa dengan mengajukan pertanyaan ke anak, “Kamu mau bunda buatkan apa, Nak?”

Jika kamu melakukan hal tersebut si kecil juga akan melakukan hal yang sama. Namun, apabila anak tetap cuek bunda bisa bertanya, “Coba dong bunda tanya ingin dibuatkan apa?”.

Kebiasaan kecil semacam itu penting dibiasakan untuk mengasah pola pikir anak akan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Mengasah pola pikir anak melalui permainan lego memiliki banyak keunggulan dan kemudahan. Pola pikir anak akan jadi lebih kreatif dan inovatif. Kepercayaan diri anak juga akan meningkat yang sangat bermanfaat untuk kehidupan kedepannya.

Baca Juga : 15 Manfaat Pentingnya Asupan Omega 3 untuk Tumbuh Kembang Anak

Apakah bermain lego dapat mengasah pola pikir anak?

Pola pikir anak bisa dibentuk melalui permainan lego. Permainan ini bisa mengembangkan berbagai kecerdasan pada si kecil, seperti motorik, kreativitas hingga sensorik.

Apa itu lego?

Lego merupakan mainan yang berasal dari Denmark. Bentuk dari Lego yaitu sekumpulan balok atau bata yang terbuat dari plastik kecil yang bisa digunakan untuk bermain anak dengan cara menyusunnya dan membentuk menjadi benda tertentu sesuai keinginan dan kreativitas anak.

Bentuk apa saja yang bisa di gunakan untuk permaianan lego?

Lego dapat dibentuk menjadi bentuk bangunan rumah, kendaraan, kota kecil, jembatan, senjata api atau pistol dan lainnya. Semakin kreatif anak dalam menciptakan bentuk suatu benda melalui lego ini, maka akan semakin banyak benda yang dibentuknya.

(Visited 28 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us