Bagikan Artikel Ini:

Kecerdasan sosial erat kaitannya dengan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, membuat hubungan atau relasi dengan orang baru serta kemampuan untuk selalu tampil percaya diri. Faktanya, kecerdasan sosial pada anak mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak, bersosialisasi di masyarakat hingga saat mereka bekerja nantinya.

Seberapa penting aspek kecerdasan ini buat anak? Ulasan lengkap mengenai pentingnya dan cara membangun kecerdasan sosial pada anak bisa Anda simak di halaman ini.

Pentingkah Membangun Kecerdasan Sosial Bagi Anak?

kecerdasan sosial pada anak - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Robert Collins on Unsplash

Kecerdasan sosial sebenarnya berkaitan dengan cara kita sebagai individu untuk belajar memahami orang lain. Pentingkah aspek ini diajarkan pada anak? Jawabannya, sangat penting.

Kenapa? karena anak tidak bisa hidup sendiri, anak Anda akan butuh orang lain selain orang tuanya dalam menjalani kehidupannya. Untuk bisa bersosialisasi dengan baik di lingkungan manapun, anak butuh kecerdasan sosial yang bagus.

Dengan memiliki kecerdasan sosial, anak bisa membangun karakter pribadi yang baik, lebih percaya diri, mampu menerima perbedaan, serta mudah beradaptasi.

Anak-anak yang tidak memiliki kecerdasan sosial yang baik akan mengalami banyak hambatan ketika harus bersosialisasi. Alhasil, anak bisa berisiko terkucilkan dari lingkungannya.

Bagaimana Cara Menanamkan Kecerdasan Sosial Pada Anak?

menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Yannis H on Unsplash

Terdapat beberapa metode atau cara yang bisa Anda coba sebagai orang tua dalam menanamkan kecerdasan bagi anak. Berikut daftarnya.

1. Meluangkan Banyak Waktu Buat Anak

Membangun kecerdasan sosial anak tidak bisa instan, Anda perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk si buah hati dalam melatih kecerdasan ini. Jika Anda seorang ibu rumah tangga mungkin tidak sulit untuk menyediakan waktu buat anak.

Ibu yang berperan ganda sebagai wanita karir mungkin sedikit kesulitan menemukan waktu bersama anak. Tapi di sinilah tantangannya buat Anda, jika Anda cukup sibuk sebaiknya luangkan akhir pekan Anda hanya bersama si buah hati.

Saat bersama anak Anda bisa mulai menanamkan kecerdasan emosional dengan berdialog sambil bermain, makan bersama, menjelang tidur atau saat berjalan-jalan. Saling mengungkapkan perasaan masing-masing penting untuk Anda lakukan saat bersama anak.

Saat anak menemukan kenyamanan berbincang-bincang dengan Anda maka anak akan lebih mudah nantinya saat harus berdialog dengan orang lain. Selain itu, Anda dan anak akan lebih dekat secara emosional sehingga anak akan lebih leluasa bercerita beragam hal pada Anda.

2. Selalu Ajak Anak Anda Berkomunikasi

Kunci kecerdasan sosial salah satunya yaitu keterampilan komunikasi. Melalui keterampilan ini akan membantu anak dalam mengembangkan rasa kepercayaan dirinya dan membangun konsep diri yang positif. Alhasil, anak akan gampang dan tidak takut saat harus berkomunikasi dengan orang lain.

Cara melatih keterampilan komunikasi, Anda cukup selalu mengajak si kecil untuk ngobrol. Jangan pernah lewatkan hari Anda tanpa berbicara pada anak. Berbeda dengan usia remaja yang terkadang sulit diajak berkomunikasi, anak-anak cenderung lebih gampang.

Anda bisa memulai obrolan dengan mengajukan pertanyaan sepele. Seperti, “kamu sedang apa?” “Apa kamu sudah makan?” “Bagaimana tadi sekolahnya?” dan pertanyaan mudah lainnya.

Saat anak Anda sudah terbiasa dengan pertanyaan dari Anda. Anda bisa lanjut menanyakan hal-hal kompleks terkait bagaimana menghadapi suatu situasi/kondisi. Misal, ketika teman si kecil merebut mainannya, Anda bisa bertanya “temanmu mengambil mainanmu, apa kamu mau meminjamkannya?”.

Kalau si kecil berkata “boleh” maka ia bisa lanjut bermain dengan temannya. Tapi ketika si kecil berkata “tidak boleh”, maka Anda bisa mengajarinya untuk mengatakan pada temannya “itu mainanku, kita bisa memainkannya bergantian, ya!”

3. Latih Anak Mengekspresikan Emosi dan Perasaannya

Kecerdasan emosional yang merupakan pola asuh sejak dini ini bisa Anda tanamkan dengan mengajarnya mengekspresikan emosi dan perasaan lewat ungkapan atau kata-kata. Anda bisa menanyakan pertanyaan sederhana seperti “Apa kamu sedih?” “Apa kamu marah?” “Apa kamu senang?”

Jika si kecil mengiyakan maka Anda bisa lanjut mempertanyakan alasan anak merasa seperti itu. Anak yang tidak bisa mengekspresikan emosi akan melampiaskannya pada banyak hal seperti mengamuk, menangis, berteriak, dan perilaku kurang baik lainnya.

Makanya penting untuk melatih anak menunjukkan secara verbal terkait perasaannya. Dengan begitu, anak bisa mengekspresikan emosinya secara tepat dan baik.

4. Biarkan Anak Tau Perasaan Anda Sebagai Orang Tua

Terkadang anak-anak sulit berbaur dengan orang baru karena orang tuanya saja sulit mereka dekati. Selain penting untuk mengetahui perasaan anak, anak juga perlu mengetahui perasaan orang tuanya.

Biasanya anak paling sering melihat perasaan sedih, marah, serta kecewa pada orang tuanya. Alhasil, anak jadi sering merasa bersalah dan menjaga jarak dengan orang tua mereka.

Untuk itu, orang tua juga perlu menunjukkan atau mengekspresikan emosi positif pada anak. Emosi positif dari orang tua akan memberi pengaruh positif juga pada anak. Terutama pada aspek kecerdasan sosial si buah hati.

Hal penting yang perlu Anda ingat, untuk tidak menyalahkan anak atas perasaan marah atau sedih yang Anda rasakan.

5. Sebaiknya Tidak Memaksa Anak Berbagi

Segala sesuatu yang Anda paksakan pada anak akan memberikan efek yang kurang baik. Sama halnya jika Anda memaksakan anak untuk berbagi. Hal ini akan berakibat anak berpikir tidak ada yang bisa mereka miliki sendiri dan perjuangkan.

Anak akan merasa tidak aman setiap memiliki sesuatu karena sewaktu-waktu harus anak bagi dengan anak lainnya. Saat temannya menangis meminta anak Anda berbagi mainan dan Anda langsung memaksa anak Anda memberikan mainannya.

Maka, anak akan merasa segala sesuatunya bisa anak dapatkan dengan menangis dan berebut. Hal ini akan menjadi contoh yang kurang baik bagi anak. Olehnya itu, Anda tidak bisa memaksakan anak untuk berbagi segala sesuatunya.

Berbagi dengan sesama memang baik namun bagi anak kecil hal tersebut sangat sulit mereka terima. Seiring anak menjadi dewasa, mereka akan mengetahui dan paham sendiri kapan waktunya berbagi dan kapan untuk tidak berbagi.

6. Bantu Anak Anda Untuk Belajar Berempati Pada Orang Lain

Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak bisa dengan cara belajar berempati pada orang lain. Mengajarkan empati bisa dengan memberi contoh dari perilaku empati yang pernah diterima anak.

Misalnya, empati yang pernah gurunya berikan ketika si kecil baru pertama masuk sekolah. Ceritakan pada anak Anda bagaimana guru dengan tulus membuat si kecil merasa nyaman di dalam kelas dan bertemu teman-teman baru.

Tunjukkan pada anak betapa pentingnya rasa peduli, menghargai, dan menghormati orang lain. Anda bisa juga melatih empati anak dengan melibatkannya pada kegiatan amal atau kemanusiaan. Contoh sederhana, buat si kecil membantu Anda untuk mengemas pakaian bekas untuk disumbangkan.

7. Tunjukkan Rasa Kepedulian Anda pada Anak

Penanaman rasa kepedulian menjadi salah satu cara pola asuh anak yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan sosial. Rasa peduli tentu saja harus orangtua yang menunjukkannya pada anak.

Seperti Anda ketahui, anak jadi peniru terbaik perilaku orang tuanya. Jadi, jika Anda sering menunjukkan kepedulian Anda pada anak. Maka, anak Anda juga akan mencontoh dan tumbuh menjadi pribadi yang welas asih.

Welas asih dicirikan dengan rasa kepedulian yang besar terhadap orang sekitar, ringan tangan membantu orang lain, dan tulus menolong orang lain. Jika anak memiliki kepedulian yang besar, anak bisa lebih mudah berbaur dan bersosialisasi dengan orang lain.

8. Hindari Memberi Anak Pujian yang Berlebihan

Memberi pujian pada anak tidak selamanya membawa dampak yang baik buat anak. Berikan si anak pujian yang memang sepantasnya dia terima. Jangan hanya karena si kecil meminjamkan bonekanya pada teman yang lain, lantas Anda memujinya dengan ungkapan, “wah hebat, kamu mau berbagi dengan teman”.

Agar anak lebih peka terhadap lingkungan sosialnya. Pujian untuk anak sebaiknya Anda ganti dan lebih fokus pada temannya. Anda bisa mengatakan pada si kecil, “coba lihat temanmu, dia senang sekali bermain boneka yang kamu pinjamkan”.

Dengan begitu, anak Anda akan melihat ekspresi temannya yang kegirangan. Saat dia tau perbuatannya ternyata membuat orang lain tersenyum, anak akan lebih peka pada perasaan orang lain dan termotivasi untuk berbagi dengan orang lain.

9. Beri Pemahaman Pada Anak Bahwa Manusia Adalah Makhluk Sosial

Cara yang juga jitu dalam mengembangkan kecerdasan sosial anak yaitu dengan menyadarkan mereka bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Beri anak Anda pemahaman bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang butuh kehadiran orang lain dalam menjalani kehidupan.

Berikan penjelasan sederhana bahwa anak butuh teman bermain, teman belajar, butuh orang dewasa seperti guru yang memberikan banyak ilmu pengetahuan, dan orang lainnya. Ajarkan anak untuk menerima kehadiran orang lain di kehidupannya.

Ajarkan untuk menghargai, menghormati, dan membangun komunikasi dengan orang-orang baru. Hal ini akan membantu dalam pengembangan kecerdasan sosial anak.

10. Bantu Anak Anda Untuk Memperbaiki Hubungan yang Retak

Bersosialisasi dengan banyak orang tidak selamanya akan mulus. Terkadang Anda menemui kondisi yang menyebabkan hubungan pertemanan atau persaudaraan retak.

Agar anak mampu menyikapi dengan baik masalah hubungan sosial seperti ini, Anda perlu membimbing dan membantu anak untuk belajar memperbaiki hubungan yang retak.

Hal paling mendasar Anda bisa mengajarkan si kecil untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan pada Anda atau orang lain. Saat anak Anda belajar menangani konflik dengan permintaan maaf, Anda hanya perlu menerima permintaan maaf dari anak.

Beri pengertian padanya bahwa melalui permintaan maaf, hubungan yang tadinya retak bisa baik kembali. Namun, perlu Anda tekankan juga bahwa tidak semua masalah bisa terselesaikan dengan kata maaf. Konsekuensi atau hukuman tetap harus anak terima jika kesalahan yang anak lakukan tergolong berat.

Kesepuluh cara mengembangkan kecerdasan sosial pada anak bisa Anda jadikan panduan. Kecerdasan sosial tidak hanya bisa diajarkan oleh orang tua, di sekolah pun bisa. Kami, di Prestasi Global selain menambah ilmu pengetahuan anak, Kami juga membantu para orang tua untuk mengembangkan kecerdasan sosial sejak dini.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Mainan Untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Motorik Anak

Pentingkah membangun kecerdasan sosial bagi anak?

Penting, dengan memiliki kecerdasan sosial, anak bisa membangun karakter pribadi yang baik, lebih percaya diri, mampu menerima perbedaan, serta mudah beradaptasi. Anak-anak yang tidak memiliki kecerdasan sosial yang baik akan mengalami banyak hambatan ketika harus bersosialisasi. Alhasil, anak bisa beresiko terkucilkan dari lingkungannya.

Seperti apa contoh langkah meluangkan waktu banyak untuk anak?

Saat bersama anak Anda bisa mulai menanamkan kecerdasan emosional dengan berdialog sambil bermain, makan bersama, menjelang tidur atau saat berjalan-jalan. Saling mengungkapkan perasaan masing-masing penting untuk Anda lakukan saat bersama anak. Saat anak menemukan kenyamanan berbincang-bincang dengan Anda maka anak akan lebih mudah nantinya saat harus berdialog dengan orang lain. Selain itu, Anda dan anak akan lebih dekat secara emosional sehingga anak akan lebih leluasa bercerita beragam hal pada Anda.

Bagaimana cara menghindari memberi anak pujian terlalu banyak?

(Visited 124 times, 3 visits today)
WhatsApp WhatsApp us