Bagikan Artikel Ini:

Ketika anak tidak fokus saat belajar, ia akan sulit untuk bisa memahami sepenuhnya apa yang ia pelajari. Meskipun memang kadang pada usia anak-anak, wajar jika dia aktif dan susah diam. Anda bisa mencoba teknik mindfulness pada anak untuk menambah fokus belajar anak.

Belum lagi dengan adanya gawai, membuat pikiran anak gampang teralihkan. Dari laman mindful.org bahwa salah satu dampak negatif gawai adalah memburuknya fokus anak dalam jangka panjang. Jika berkelanjutan akan memperburuk kemampuan anak untuk fokus dalam menyelesaikan sesuatu.

Untuk memperbaiki fokus anak, Anda dapat menerapkan teknik mindfulness untuk anak. Anda bisa mengajarkan anak sejak dini bahkan hanya dari rumah.

Apa Itu Mindfulness?

conscious design - Manfaat Mindfulness untuk Menambah Fokus Belajar AnakPhoto by Conscious Design on Unsplash

Secara bahasa, mindfulness berarti kesadaran. Laman mindful.org mengatakan bahwa meditasi mindfulness yang paling sederhana adalah memperhatikan apa yang terjadi pada saat ini. Mungkin apa yang Anda rasakan, dengar, atau apa pun yang Anda perhatikan.

Ini bukan tentang menjernihkan pikiran Anda, ini hanya pandangan yang jujur dan baik tentang apa yang Anda alami saat ini.

Manfaat Mindfulness untuk Anak

sandeep kr yadav -Manfaat Mindfulness untuk Menambah Fokus Belajar AnakPhoto by Sandeep Kr Yadav on Unsplash

Semakin ke sini, semakin banyak penelitian ilmiah menunjukkan efek positif mindfulness pada kesehatan mental dan kesejahteraan. Berlatih mindfulness telah terbukti meningkatkan perhatian dan mengurangi stres.

Serta meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatur emosi dan merasakan kasih sayang dan empati. Para pakar psikologi juga mempertimbangkan mindfulness sebagai pengobatan psikoterapi yang efektif untuk mengatasi masalah kesehatan mental seperti kecemasan.

Ini juga bermanfaat untuk orang dewasa, anak-anak, dan remaja dengan agresi, atau ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian.

Lebih lanjut Maria Hersey Phd, direktur pendidikan dan pelatihan AS di The Hawn Foundation mengatakan bahwa keterampilan mindfulness akan membantu siswa terkait dengan pengaturan diri, optimisme, dan keterampilan perencanaan dan organisasi.

Bahkan Sebuah studi yang diterbitkan dalam psikologi perkembangan melaporkan penerapan mindfulness meningkatkan skor matematika 15% lebih baik dan 24% perilaku agresif berkurang pada siswa sekolah dasar.

Bagaimana Mindfulness Mempengaruhi Otak Anak?

Penelitian baru tentang mindfulness menunjukkan bahwa mereka yang berlatih pernapasan secara konsisten dapat memiliki perhatian keseluruhan yang lebih baik. Sebagian besar penelitian terkait dengan tiga bagian otak:

Amygdala: Tempat emosi hidup

Hippocampus: Tempat pusat pembelajaran dan memori terjadi

Korteks prefrontal: Tempat pengambilan keputusan terjadi

Ketika anak-anak berlatih mindfulness secara teratur, materi abu-abu di amygdala akan menyusut. Meskipun kita biasanya menganggap otak yang lebih kecil sebagai masalah, ini kebalikannya! Kurangnya aktivitas di pusat emosional otak berkorelasi dengan penurunan stres dan ketakutan.

Pada hippocampus, tempat pembelajaran kritis dan pembentukan memori terjadi, berlatih mindfulness membuat otak lebih aktif. Yang berarti lebih banyak pembelajaran yang terjadi.

Akhirnya, korteks prefrontal, tempat otak membuat keputusan dan mengontrol perilaku, menjadi lebih aktif. Ini akan mengarah pada keterampilan fungsi eksekutif yang lebih kuat seperti perencanaan dan pemecahan masalah.

Bagaimana Memulai Latihan Mindfulness

Siapapun dapat memulai latihan mindfulness Ini sangat mudah untuk Anda lakukan dan hanya perlu beberapa menit sehari.

Berikut adalah langkah-langkah dasarnya:

  1. Duduklah dalam posisi santai dan nyaman. Pilih sesuatu untuk memusatkan perhatian Anda, seperti kata yang Anda ulang-ulang atau pernapasan Anda.
  2. Misalnya Anda memutuskan untuk fokus pada pernapasan Anda. Bernafaslah secara normal saat Anda hanya memperhatikan nafas Anda. Jika Anda mau, pejamkanlah mata.
  3. Saat Anda bernapas masuk dan keluar, perhatikan setiap nafas. Perhatikan dengan cara yang mudah mengalir saja, bukan dipaksakan.
  4. Perhatikan ketika pikiran Anda memikirkan hal lain saat memperhatikan nafas Anda. Mungkin Anda mulai berpikir tentang masak apa untuk makan siang, atau apakah Anda ingat untuk membawa perlengkapan sepak bola, atau lelucon lucu yang diceritakan seseorang saat istirahat.

Itu berarti pikiran Anda mengembara dan terganggu. Itu wajar, kita melakukannya setiap waktu!

  1. Setiap kali Anda menyadari perhatian Anda telah mengembara, ingatkan diri Anda perlahan untuk memperhatikan pernapasan lagi. Begitulah cara Anda melatih perhatian Anda.
  2. Tetap bernapas, tetap rileks, tetap perhatikan pernapasan Anda. Dapatkah Anda merasakan tempat di mana udara menggelitik lubang hidung Anda? Apakah Anda memperhatikan bagaimana napas dengan lembut menggerakkan tubuh Anda?

Bisakah Anda memperhatikan perut atau dada Anda bergerak saat Anda bernapas? Terus kembalikan perhatian Anda ke pernapasan setiap kali pikiran Anda mengembara. Coba lakukan ini selama 5 menit.

Ada banyak cara lain untuk melatih perhatian, seperti makan dengan penuh perhatian atau bahkan berjalan dengan penuh perhatian. Cobalah memilih hal-hal yang berbeda untuk difokuskan untuk membantu Anda melatih perhatian Anda.

Melatih mindfulness kepada anak untuk Anak-Anak

Untuk memperkenalkan gagasan mindfulness secara lebih langsung kepada anak-anak, Anda dapat menggunakan latihan yang mendorong mereka untuk menyelaraskan indra mereka.

Buat permainan dengan memakan camilan dengan sangat lambat, nikmati aroma, tekstur, dan rasanya. Atau coba membuat kreasi playdough bersama anak. Kerajinan DIY (Do It Yourself) berfungsi ganda sebagai latihan kreatif dan alat perhatian untuk mewakili penyelesaian pikiran.

1. Menanyakan Emosi Anak

Anda dapat memulainya dengan bertanya mengenai emosi yang anak rasakan.

  • Tanyakan kepada anak: apakah dia pernah merasa kecewa dengan sesuatu atau seseorang?
  • Kemudian tanyakan: “Bagaimana perasaannya?”
  • Akui perasaan mereka dan, jika perlu, bicarakan tentang mereka.
  • Katakan sesuatu seperti: “Mama yakin bahkan ketika anak merasa kecewa, ada hal-hal baik yang juga terjadi dalam hidup mereka. Mari kita sebutkan tiga hal yang baik bersama-sama.”

Kiat untuk menyebutkan tiga hal yang baik:

  • Ingatkan anak bahwa inti dari permainan ini bukan untuk berpura-pura tidak marah ketika mereka merasa kesal. Perlu diingat bahwa mereka dapat merasakan dua hal sekaligus: mereka dapat merasa bersyukur atas hal-hal baik sambil merasa sedih, terluka, atau kecewa dengan tantangan.
  • Jika anak kesulitan memikirkan tiga hal baik sendiri, lakukan brainstorming dan bantu mereka menemukan beberapa hal.
  • Ketika anak-anak memahami bahwa permainan ini bukan tentang menyembunyikan perasaan mereka di bawah karpet, ungkapan “tiga hal baik” dapat menjadi respons yang menyenangkan dan lucu terhadap keluhan kecil yang muncul dalam kehidupan keluarga.
  • Orang tua dapat mendorong anak-anak untuk mengingatkan mereka untuk menyebutkan tiga hal baik ketika mereka terjebak pada kekecewaan sepele atau gangguan kecil juga.
  • Untuk mengembangkan kebiasaan bersyukur, mainkan permainan “Tiga Hal Baik” di sekitar meja makan, sebelum tidur, dan di waktu lain saat keluarga sedang berkumpul.

2. Menerapkan mindfulness Saat Berjalan Santai dengan Anak

Anda bahkan dapat melatih teknik mindfulness ketika berjalan. Sederhana saja, saat berjalan, mintalah anak untuk fokus hanya pada aktivitas berjalan saat itu. Tanpa perlu memikirkan pekerjaan rumah yang belum dikerjakan atau ujian minggu depan.

Anda bisa menanyakan pada anak suara apa yang mereka dengar saat berjalan. Atau pengalaman menyenangkan yang pernah mereka alami. Karenanya pastikan saat melakukan hal ini Anda dan anak tidak sedang sibuk dengan gawai, ya.

3. Teknik Mindfulness Saat Makan

Ini adalah aktivitas mindfulness yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Saat makan, Anda bisa meminta anak untuk hanya fokus kepada makanan. Anda dapat bertanya tentang rasa makanan, setiap potongan bahan makanan, atau lainnya.

Untuk melatih teknik ini, usahakan untuk tidak makan sambil menonton televisi atau melakukan hal lainnya misalnya mengerjakan tugas, membaca buku atau bahkan bermain gadget.

Penelitian menyebutkan menonton TV ketika sedang makan, cenderung akan membuat kita makan lebih banyak dari jumlah biasa tanpa menonton televisi.

4. Membiasakan Teknik Mindfulness Dalam Keluarga

Meski Anda ingin anak Anda terbiasa untuk melakukan teknik mindfulness agar mereka fokus belajar, tapi ketika Anda juga melakukannya itu akan lebih berpengaruh pada mereka.

Doronglah anak untuk meluangkan beberapa menit sehari untuk berlatih dan kemudian Anda juga ikut bersama mereka. Rutinkan kegiatan sederhana seperti menutup mata, memperhatikan nafas, pikiran, emosi dan sensasi tubuh Anda.

Laikan dengan kebaikan dan rasa ingin tahu, akan membuat dampak yang besar pada seluruh keluarga.

5. Teknik Mindfulness untuk Ibu yang Sibuk

Jika Anda adalah ibu super sibuk yang mengatur semuanya mulai dari pekerjaan rumah tangga, anak-anak, hingga me time, cobalah teknik ini. Berhentilah sejenak dari aktivitas Anda, dan luangkan waktu setiap hari untuk sekadar fokus pada aktivitas mengatur pernapasan.

Yakinlah aktivitas kecil ini akan berpengaruh besar bukan hanya Anda tapi juga untuk anak-anak. Sama seperti makan bergizi, olahraga, membaca, dan kebiasaan baik lainnya. Ini juga dapat membantu Anda mengurangi emosi yang meledak-ledak sehingga sering marah terhadap anak.

6. Menerapkan Teknik Mindfulness Saat Sekolah

Selain dari rumah, anak juga dapat menerapkan teknik ini di sekolah. Sebelum memulai pelajaran, sekolah bisa meminta anak-anak melakukan sedikit teknik pernapasan sehingga mereka bisa lebih fokus.

Orang tua bisa bekerja sama dengan sekolah agar dapat menerapkan teknik mindfulness dalam keseharian proses belajar mengajar. Ketika anak memusatkan perhatiannya, tentu saja ini akan memudahkan guru dalam mengajar dan mendidik anak-anak.

7. Fokuskan Perhatian pada Sekitar dan Masa Sekarang

Dengan berbagai kecanggihan teknologi yang ada memungkinkan Anda untuk bisa pergi bebas kemanapun meski Anda sedang duduk dari rumah. Anda juga bisa kembali menyapa teman-teman atau kerabat jauh dari manapun mereka berasal.

Tapi sayangnya terkadang itu malah membuat lupa, bahwa kita juga punya mereka yang terkasih di sekitar kita. Itulah mengapa banyak orang mengatakan bahwa internet mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Selain itu hadir pada saat ini adalah kunci untuk mengalami hidup sepenuhnya. Seperti yang dikatakan kartunis The Family Circle Bil Keane, “Kemarin adalah masa lalu, besok adalah masa depan, tetapi hari ini adalah hadiah. Itulah mengapa disebut masa kini.

Baca Juga: Belajar di Rumah, Ini Dia 6 Tips Agar Belajar di Rumah Menyenangkan

Kesimpulan

Ada banyak manfaat yang anak dapatkan dengan menerapkan teknik mindfulness dalam kesehariannya. Terutama membantu anak untuk fokus saat belajar. Karena teknik ini sangat mudah untuk Anda lakukan, maka kami menyarankan orang tua juga ikut membiasakannya bersama anak.

Selain dari rumah, sekolah juga dapat menerapkan mindfulness kepada anak, mengingat sekolah adalah tempat belajar kedua bagi anak-anak.

Bergabunglah bersama kami bersama sekolah prestasi global. Dalam aktivitas belajar, kami menerapkan Konsep balance life. Yang membuat peserta didik tidak hanya mendapatkan materi dari segi akademik tetapi juga ditambah dengan keahlian dan wawasan yang lain melalui berbagai kegiatan penunjang lainnya.

Selain itu saat proses belajar mengajar juga dapat menerapkan mindfulness pada anak sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.

Apa artinya Mindfulness?

mindfulness adalah praktik yang membuat kamu lebih fokus terhadap situasi saat ini dan menerimanya tanpa menghakimi.

Apa saja cara Melatih mindfulness pada anak?

1. Menanyakan Emosi Anak, 2. Menerapkan mindfulness Saat Berjalan Santai dengan Anak, 3. Teknik Mindfulness Saat Makan, 4. Membiasakan Teknik Mindfulness Dalam Keluarga, 6. Menerapkan Teknik Mindfulness Saat Sekolah, 7. Fokuskan Perhatian pada Sekitar dan Masa Sekarang.

Bagaimana menerapkan mindfulness dalam kegiatan sehari-hari?

Contoh penerapan mindfulness dalam melakukan kegiatan sehari-hari, adalah ketika, kita makan, merasakan tiap suapan, bukan sambil melamun atau nonton televisi. Saat mencuci piring, ya fokus pada pekerjaan itu, Merasakan air yang mengalir, menyadari gerakan menggosok dan lainnya.

(Visited 76 times, 3 visits today)
WhatsApp WhatsApp us