Bagikan Artikel Ini:

Rumah sejatinya adalah sebuah tempat yang digunakan untuk beristirahat, bermain bersama keluarga serta bersosialisasi dengan para tetangga. Untuk itu, tidak mengherankan jika menjadikan rumah sebagai ruang belajar selama masa pandemi Covid-19 tentu sangat menantang bagi sejumlah keluarga. Belajar di rumah sebenarnya tidak hanya dianjurkan untuk para mahasiswa, namun juga pelajar yang telah diminta untuk belajar di rumahnya masing-masing. Pada masa pandemi Covid-19, sekolah maupun perguruan tinggi sudah menerapkan pembelajaran dari jarak jauh ataupun secara online. Nah, berbagai tugas pun diberikan secara online dengan memanfaatkan beragam aplikasi yang telah tersedia.

Meskipun begitu, aktivitas belajar di rumah tidak sepenuhnya mudah dilakukan, apalagi untuk mengajak sang anak agar lebih fokus belajar. Belajar dirumah memang penuh tantangan, seperti anak-anak yang mudah tergoda untuk rebahan, bermain game, menonton televisi serta lainnya. Perlu diketahui, menciptakan fokus belajar pada anak sebenarnya tidak harus dengan menyediakan ruang belajar khusus bagi sang anak. Namun, para orang tua juga bisa memanfaatkan ruang manapun di dalam rumah untuk dijadikan sebagai tempat belajar.

Pada dasarnya ada sejumlah manfaat yang akan anak-anak peroleh saat memiliki ruang belajar kondusif, seperti anak menjadi lebih fokus belajar, dapat membangun kebiasaan sang anak untuk belajar secara mandiri, serta sang anak mempunyai ruangan sendiri untuk berkreasi. Berbicara mengenai ruang belajar di rumah, Devi Sani yang merupakan psikologi anak juga mengatakan bagi anak-anak yang akan menjalani ulangan hingga ujian sekolah, maka harus disediakan ruang belajar di rumah agar nantinya mereka lebih paham mengenai cara belajar dirumah yang efektif.

Kegiatan belajar dan ujian yang saat ini di lakukan di rumah memang perlu dipersiapkan dengan baik. sehingga anak-anak tidak akan belajar sambil rebahan di kasur ataupun menonton televisi yang nantinya membuat fokus belajarnya menjadi terganggu. Untuk menjaga agar anak-anak lebih fokus belajar maka Anda harus bisa menciptakan suasana belajar di rumah yang tetap menyenangkan. Oleh karena itu, berikut ini akan diulas beberapa tips belajar dirumah yang menyenangkan dan tentunya bisa orangtua terapkan.
 

1. Menyediakan Tempat yang Nyaman Untuk Belajar

 

Menyediakan Tempat yang Nyaman Untuk Belajar

Photo by Windows on Unsplash

 
Belajar sambil rebahan di kasur menjadi hal yang paling sering dilakukan oleh para pelajar maupun mahasiswa. Rebahan di kasur memang sangat nyaman, namun bukan nyaman untuk fokus belajar melainkan nyaman untuk beristirahat. Pada dasarnya belajar sambil rebahan di kasur tidak hanya membuat konsentrasi menjadi buyar, namun juga membuat badan menjadi pegal. Bahkan, terkadang ada juga orang-orang yang memang ingin lebih fokus belajar malah tertidur saat belajar sambil rebahan. Oleh karena itu memilih tempat belajar menjadi hal yang sangat penting Anda perhatikan.

Usahakan saat Anda memilih tempat belajar diputuskan bersama dengan anak, baik itu lokasi, tempat duduk hingga meja belajarnya. Selain itu, pastikan Anda memilih tempat duduk yang mempunyai sandaran dan busa sehingga sang anak nyaman saat mendudukinya. Untuk pemilihan meja belajarnya bisa Anda pilih yang posisinya tidak terlalu rendah maupun tinggi dibandingkan posisi duduk sang anak. Perlu diingat, jika sang Anda ingin belajar di ruang keluarga dengan televisi, pastikan Anda terlebih dahulu mematikan televisi selama proses belajar. Hal ini penting dipertimbangkan guna membantu sang anak agar lebih fokus saat belajar.

Tidak hanya itu saja, sebaiknya Anda tidak memilih ruang rumah yang berisik ataupun banyak dilalui oleh anggota keluarga. Sebab hal ini dapat memungkinkan fokus sang anak menjadi terganggu atau bahkan hilang. Hadirkan ruang rumah yang tidak terlalu panas dengan cara menyalakan penyejuk ruangan, membuka jendela serta memilih ruangan yang mempunyai udara paling sejuk di rumah.
 

2. Menyediakan Alat-Alat yang Digunakan Saat Proses Belajar

 

Menyediakan Alat-Alat yang Digunakan Saat Proses Belajar

Photo by Jessica Lewis on Unsplash

 
Bagi anak-anak yang terbiasa meminjam alat-alat untuk belajar pada temannya, maka saatnya Anda membantu anak tersebut untuk bisa menyiapkan sendiri alat-alat belajarnya, baik itu buku bacaan, alat tulis, alat menggambar hingga materi belajar. Dengan begitu, Anda mampu menciptakan suasana yang mendukung proses belajar maupun kreasi anak menjadi lebih baik. Perlu diketahui, alat-alat yang mendukung belajar memang dapat membuat proses belajar menjadi lebih lancar dan mudah. Oleh karena itu, jangan sampai Anda tidak memperhatikan alat-alat yang nantinya digunakan untuk belajar. Sehingga proses pembelajaran yang dilakukan oleh sang anak menjadi terganggu. Proses belajar yang terganggu tentunya tidak baik karena membuat sang anak lebih mudah bosan dan juga membuatnya mudah tertekan. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengajak sang anak menyediakan beragam alat-alat yang akan digunakan saat proses belajar.

Perlu diketahui, selain menyediakan alat untuk belajar, Anda juga harus menetapkan waktu belajar anak yang sesuai jumlah materi dan usia anak. Lakukan kebiasaan ini dengan rutin meskipun sang anak tidak memiliki pekerjaan rumah (PR). Pasalnya hal ini berguna untuk menjadikan kebiasaan bagi Anda agar tidak menganggap belajar adalah suatu paksaan, melainkan memang kesenangan untuk dilakukan. Selain itu, Anda juga harus menyediakan buku-buku bacaan edukasi di luar mata pelajaran dan juga kegiatan eksperimen agar proses belajar sang anak lebih menyenangkan dan tentunya tidak membosankan.
 

3. Memastikan Koneksi Internetnya Baik

 

Memastikan Koneksi Internetnya Baik

Photo by Stephen Phillips – Hostreviews.co.uk on Unsplash

 
Yang paling utama dalam belajar di rumah ialah menyiapkan segala materi pembelajaran. Nah, untuk menyiapkan materi pembelajaran tentunya Anda harus memastikan ketersediaan koneksi internet yang baik. Koneksi internet yang baik tentunya akan memudahkan Anda untuk senantiasa terhubung dengan guru maupun dosen saat melakukan pembelajaran dari jarak jauh atau secara online. Perlu diketahui, untuk memastikan koneksi internet yang baik memang tidak harus dengan memasang jaringan internet atau wifi di rumah. Sebab Anda juga bisa menggunakan jaringan internet dari handphone untuk memperoleh koneksi internet yang baik. Berbicara mengenai koneksi internet yang baik sebenarnya sangat berkaitan dengan provider yang Anda gunakan. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih provider telepon yang menjangkau daerah tempat Anda tinggal sehingga aktivitas belajar di rumah tetap berjalan dengan lancar dan optimal.

Selain memastikan koneksi internetnya baik, Anda juga harus berkonsultasi dengan guru agar anak setiap materi yang dipelajari anak bisa sesuai dengan materi yang dipelajarinya di sekolah. Tidak hanya itu, Anda juga harus menyampaikan setiap perkembangan anak selama belajar di rumah agar anak-anak bisa lebih sukses belajar di rumah.
 

4. Menyediakan Camilan

 

Memakan Cemilan

Photo by Georgia Vagim on Unsplash

 
Proses belajar yang dilakukan akan selalu membuat tenaga menjadi terkuras. Perlu diketahui, meskipun anak-anak secara fisik tidak banyak bergerak, namun kegiatan belajar sangat menguras tenaga karena kinerja otak yang mengharuskan berpikir lebih maksimal dan cepat. Untuk itulah, supaya anak-anak tidak mudah lelah dan tetap semangat saat proses belajar dilakukan, sebaiknya Anda juga menyediakan camilan secukupnya. Ada banyak camilan yang bisa Anda siapkan, seperti buah-buahan, kacang-kacangan serta berbagai jenis cemilan lainnya yang memiliki kalori tinggi. Hindari pemilihan camilan yang mengandung bahan penyedap, karena camilan yang mengandung bahan penyedap tidak hanya menanggung kinerja otak dalam berpikir, namun juga dapat membuat orang yang mengkonsumsinya tidak fokus dan mudah mengantuk.

Patut Anda ketahui, jika anak mulai terlihat gelisah karena jenuh atau materi yang dianggapnya sulit untuk dipecahkan. Maka mintalah ia untuk menarik napas panjang dari hidung dan keluarkan secara perlahan dari mulut. Setelahnya Anda bisa mengajaknya untuk melakukan kegiatan yang lebih menyenangkan. Apabila Anda memiliki anak dengan kasus seperti ini, maka ajarkanlah teknik relaksasi setiap kali anak tersebut marah, cemas maupun gelisah. Dengan begitu, sang anak akan mulai terbiasa untuk menenangkan dirinya apabila mengalami stres akibat tugas yang sulit diselesaikan ataupun lainnya.
 

5. Menjauhkan Benda yang Dapat Menghilangkan Fokus

 

Menjauhkan Benda yang Dapat Menghilangkan Fokus

Photo by Sara Kurfeß on Unsplash

 
Skenario belajar dirumah memang harus dibuat dengan sempurna, agar proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dilakukan. Rumah memang sejatinya adalah tempat untuk beristirahat sehingga akan sangat mengganggu apabila Anda ingin lebih fokus saat belajar. Apalagi belajar di rumah tidak akan luput dari berbagai gangguan yang nantinya membuat fokus menjadi hilang. Berbagai ganggung bisa datang dari penggunaan smartphone, mainan atau bahkan televisi.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi penggunaan smartphone, mainan maupun televisi saat anak mulai belajar. Hal ini patut Anda perhatikan, sebab disini para orang tua akan menjadi role model utama yang nantinya sangat diperhatikan oleh sang anak. Untuk itu, para orang tua yang menginginkan anaknya lebih fokus belajar maupun membaca, maka sebaiknya Anda juga melakukan hal yang serupa agar anak-anak bisa memahami jika smartphone ataupun televisi harus disimpan selama proses belajar. Dengan mengurangi akses ke berbagai kegiatan yang dapat mengganggu anak-anak dalam proses belajar, tentunya dapat membuat mereka menjadi lebih mudah untuk memahami setiap pelajaran yang sedang dipelajarinya.

Pada dasarnya, saat belajar memang ada kalanya sang anak merasa lelah dan jenuh. Untuk itu, Anda bisa mencoba mengajak anak beristirahat sejenak agar mereka tidak mudah bosan. Selanjutnya Anda bisa mengajak sang anak untuk melakukan aktivitas menyenangkan seperti bermain ataupun menonton film bersama. Dengan begitu, sang anak bisa beranggapan jika aktivitas tersebut merupakan hadiah karena anak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.
 

6. Memastikan Ruangan Memiliki Pencahayaan Yang Maksimal

 

Menyediakan Tempat yang Nyaman Untuk Belajar

Photo by Windows on Unsplash

 
Sebagai orang tua, tentunya Anda akan menjadi pengganti guru selama anak-anak belajar dari rumah. Oleh karena itu, pastikan anak Anda tetap menerima materi yang seharusnya mereka peroleh di sekolah. Selain itu, pastikan juga kenyamanan sang anak saat belajar. Kenyamanan saat proses belajar di rumah tentunya sangat berkaitan dengan berbagai hal, salah satunya pencahayaan. Pencahayaan ruangan yang akan digunakan saat kegiatan belajar sangat penting diperhatikan agar ata dan kepala sang anak tidak mudah pusing saat belajar.

Perlu diketahui, hindari penggunaan ruangan rumah yang minim pencahayaan, sebab ruang yang minim cahaya dapat membuat mata menjadi rusak dan kepala mudah pusing. Tidak hanya itu saja, belajar di ruang yang redup pencahayaan atau cenderung gelap juga akan membuat anak-anak menjadi malas dan mudah tertidur. Hal ini dikarenakan, mata anak akan bekerja jauh lebih keras untuk melihat sehingga lama kelamaan dapat membuat mata menjadi letih serta cepat mengantuk.
 
Baca Juga : 5 Kegiatan Orang Tua untuk Dapat Membimbing Anaknya Untuk Belajar dengan Baik
 
 

Sebutkan 6 tips agar belajar dirumah menyenangkan!

6 tips agar belajar dirumah menyenangkan,yaitu : 1. Menyediakan Tempat Yang Nyaman Untuk Belajar 2. Menyediakan Alat-Alat Yang Digunakan Saat Proses Belajar 3. Memastikan Koneksi Internetnya Baik 4. Menyediakan Camilan 5. Menjauhkan Benda Yang Dapat Menghilangkan Fokus

Apa manfaat yang diperoleh saat memiliki ruang belajar kondusif?

Anak menjadi lebih fokus belajar, dapat membangun kebiasaan sang anak untuk belajar secara mandiri, serta sang anak mempunyai ruangan sendiri untuk berkreasi.

Seperti apa Menjauhkan Benda Yang Dapat Menghilangkan Fokus?

Berbagai ganggung bisa datang dari penggunaan smartphone, mainan atau bahkan televisi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi penggunaan smartphone, mainan maupun televisi saat anak mulai belajar. Hal ini patut Anda perhatikan, sebab disini para orang tua akan menjadi role model utama yang nantinya sangat diperhatikan oleh sang anak. Untuk itu, para orang tua yang menginginkan anaknya lebih fokus belajar maupun membaca, maka sebaiknya Anda juga melakukan hal yang serupa agar anak-anak bisa memahami jika smartphone ataupun televisi harus disimpan selama proses belajar. Dengan mengurangi akses ke berbagai kegiatan yang dapat mengganggu anak-anak dalam proses belajar, tentunya dapat membuat mereka menjadi lebih mudah untuk memahami setiap pelajaran yang sedang dipelajarinya. Pada dasarnya, saat belajar memang ada kalanya sang anak merasa lelah dan jenuh. Untuk itu, Anda bisa mencoba mengajak anak beristirahat sejenak agar mereka tidak mudah bosan. Selanjutnya Anda bisa mengajak sang anak untuk melakukan aktivitas menyenangkan seperti bermain ataupun menonton film bersama. Dengan begitu, sang anak bisa beranggapan jika aktivitas tersebut merupakan hadiah karena anak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

(Visited 41 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us