Bagikan Artikel Ini:

Bukan sekadar pengantar tidur, nyatanya mendongeng untuk anak juga mempengaruhi pertumbuhan anak dan perkembangannya. Mengapa demikian? Hal ini lantaran banyaknya manfaat yang bisa Anda lihat pada perkembangan dan pertumbuhan anak ketika rutin membacakan dongeng sebelum tidur.

Manfaat Mendongeng Sebelum Tidur untuk Tumbuh Kembang Anak

Manfaat Mendongeng Sebelum Tidur untuk Pertumbuhan Anak - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Katherine Hanlon on Unsplash

Sejumlah penelitian mengemukakan bahwa membacakan dongeng bisa dilakukan kapan saja bersama anak. Bahkan jika itu si anak masih dalam kandungan.

Membiasakan mendongeng pada anak sejak masih kecil ternyata memiliki banyak manfaat. Apa saja manfaat mendongeng sebelum tidur?

1. Mempererat Hubungan

Manfaat Mendongeng Sebelum Tidur untuk Pertumbuhan Anak - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Kelly Sikkema on Unsplash

Menyediakan waktu khusus untuk mendongeng sebelum tidur dapat menjadi satu cara efektif untuk mempererat ikat orang tua dan anak. Bukan hanya tampak dari luar, nyatanya, cara ini juga bisa mempertajam hubungan batin antara orang tua dan anak.

Hal ini lantaran pada saat menuturkan dongeng terjalin komunikasi interaktif antara keduanya.

Hal ini juga diperkuat oleh hasil riset yang terbit di Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics yang menyebutkan bahwa melisankan kisah pada bayi yang baru lahir mampu menaikkan intensitas kedekatan dan kesehatan bayi pada awal kehidupannya.

2. Memperkaya Kosakata Anak

Merujuk situs Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, melakukan tradisi ini sebelum anak tidur mampu memperkaya perbendaharaan kata anak.

Dengan membacakan cerita secara berulang, kosakata pada cerita akan tertanam dalam memori anak. Kemudian, pelan-pelan anak akan mengerti apa yang dikatakan atau diceritakan orang tua padanya.

Makin banyak kosakata baru yang anak dengar maka akan makin bagus kemampuan bahasanya.

Bahkan, metode ini mampu menghindarkan anak dari risiko telat bicara. Hal ini karena otak distimulus terus-menerus untuk menambah kosakata dan gaya bahasa baru. Akhirnya, anak pun tergerak untuk membalas perkataan.

3. Mengenalkan Banyak Bentuk

Setiap buku memiliki jenjangnya sendiri sesuai dengan umur anak. Untuk bayi, umumnya buku berbentuk benda dengan aneka warna dan terbuat dari kain flanel yang ramah anak.

Pada saat membaca bersama anak, itu artinya, Anda mulai mengenalkan beragam bentuk, kata, dan warna.

4. Membantu Anak Mengenali Emosi

Ketika Anda mendongeng, anak akan memperhatikan dengan saksama bagaimana Anda menyampaikan setiap emosi para tokoh cerita.

Dengan begitu, anak belajar mengenal emosi. Bagaimana mimik wajah, intonasi dan nada suara, juga laku tubuh. Dari sini, anak belajar bagaimana cara mengeluarkan emosi dalam dirinya, bahkan bukan tidak mungkin, anak juga belajar mengontrol emosinya.

5. Membantu Proses Bicara Anak

Membaca bisa menstimulus perkembangan korteks anak. Ketika mendongeng, bacalah dengan pelan, jelas, juga beri jeda antarbagian. Bahkan, Anda juga bisa menunjuk dan mendeskripsikan bentuk atau pola dalam cerita.

Hal ini agar anak memperoleh informasi dan membentuk imajinasi sempurna pada otaknya.

Alhasil, anak lebih gampang menjelaskan apa keinginannya. Mungkin tidak serta merta menggunakan lisan, tetapi anak sudah bisa memberikan gambaran akan kemauannya.

Lama-kelamaan, hal ini memberikan efek positif untuk anak agar terbiasa berkomunikasi menjelaskan keinginannya.

6. Melatih Respons Anak

Manfaat selanjutnya, yaitu membimbing anak memberikan respons. Memang pada anak usia dini belum terlalu banyak memberikan respons, tetapi pasti dia akan merespons dengan gerakan kaki atau tangan.

Nah, respons dan stimulus ini menghidupkan banyak syaraf otak yang dapat menghasilkan rangsangan pada anak agar lebih produktif merespons.

Di sisi lain, hal ini membantu anak untuk merekam apa yang Anda ucapkan dengan baik kemudian menirunya sebagai respons.

7. Mengedukasi Moralitas dengan Cara Asyik

Merujuk pada psikolog anak, Seto Mulyadi, menggunakan kisah dongeng yang Anda lafalkan, Anda pun secara perlahan dan lembut mengajarkan nilai moral baik yang relevan untuk kehidupan. Anda bisa memilih dongeng yang relevan untuk tujuan ini.

8. Menenangkan Anak

Pada saat bercerita, orang tua akan mendongeng pada situasi yang santai dan kondisi nyaman. Tidak sedikit, orang tua mendramatisir cerita demi memberikan efek berbeda pada anak.

Alhasil, anak pun merasa terpikat dan mau mendengarkan Anda, yang berpotensi membuat anak merasa nyaman berdiskusi terkait isi cerita.

Ada beberapa anak yang cenderung malu menceritakan masalahnya pada orang tua. Namun, dengan membiasakan “me time” menggunakan cerita, bukan tidak mungkin di masa depan anak akan membuat ‘dongeng’ juga untuk menceritakan masalahnya pada Anda.

9. Membangun Pola Tidur Sehat

Rutinnya kegiatan mendongeng juga mengajarkan anak bahwa sudah tiba waktunya untuk beristirahat. Anak lama-lama akan menyadari bahwa wakru tidur sudah tiba saat Anda siap menuturkan dongeng pada jam yang sama setiap harinya.

Nyatanya, bukan hanya mengajarkan anak untuk disiplin waktu, kualitas tidur anak pun lebih terjaga. Karena waktu anak tidur dan bangun konsisten pada jam yang sama.

10.Menumbuhkan Animo Baca

Manfaat lain mendongeng pada anak adalah a animo baca anak turut terbentuk karena sudah akrab dengan buku sejak kecil. Ini bisa membuat anak menganggap bahwa buku adalah salah satu hal yang mengasyikkan.

11. Merangsang Imajinasi dan Kreativitas

Ketika anak mendengar cerita, otak anak bisa terstimulasi untuk membayangkan setiap adegan yang Anda bacakan.

Apabila hal ini menjadi tradisi, anak akan berpikir lebih cepat dan kreatif. Sementara itu, membacakan dongeng juga mempertajam ingatan akan cerita yang telah anak dengar.

Jadi, bukan tidak mungkin anak akan meminta Anda untuk menceritakan ulang dongeng yang pernah anak dengar.

12. Mengasah Kemampuan Mendengar

Ketika sering mendengarkan dongeng, anak akan mengasah ketajaman indra pendengarannya. Sebab demi bisa memahami cerita, anak perlu mendengarkan dengan saksama.

Selain mengasah kemampuan mendengar, anak juga perlu memusatkan konsentrasi pada cerita sehingga dengan tradisi ini, anak bisa mempunyai fokus yang baik pada pekerjaan.

13.Meningkatkan Daya Pikir

Terakhir, menuturkan dongeng juga memiliki manfaat untuk melatih kemampuan berpikir anak dan mengoptimalkan perkembangan otaknya.

Ketika anak menyimak cerita, anak akan belajar mengerti, kemudian menghafal setiap katanya. Informasi yang anak terima mampu mengembangkan sisi kreatif otaknya, karena anak terpancing untuk menuntaskan rasa ingin tahunya yang tinggi.

Alhasil, wawasan anak pun bertambah dan makin luas.

Tips Mendongeng Asyik dan Seru untuk Anak

Buat anak yang belum terbiasa mendengar dongeng, apalagi kalau dengan bacaan biasa, pasti akan merasa bosan. Oleh karena itu, ikuti cara mendongeng yang asyik dan menyenangkan berikut agar anak kecanduan mendengar dongeng Anda.

1. PD

Merasa tidak punya bakat mendongeng?

Abaikan itu dan percaya dirilah untuk mendongeng. Mendongeng itu bukan karena bakat, tetapi kemauan.

Mulailah dengan yakin, kemudian santai saja. Selain itu, Anda juga bisa menonton YouTube atau mencari referensi lain untuk mendapatkan ide mendongeng atau tata cara mendongeng yang baik.

2. Siapkan Cerita

Awali dengan kisah pendek dan mudah untuk anak pahami dan cerna.

Anda bisa memilih membeli buku antologi dongeng dengan gambar berwarna menjadi pilihan hemat. Selain ada ilustrasi yang memikat anak, dongengnya pun tersedia dalam jumlah banyak sehingga Anda terbebas dari cemas karena kehabisan ide untuk bercerita.

Sebaiknya pilihlah buku cerita dengan kandungan moral baik agar akhlak anak terbentuk baik juga. Kriteria kisah yang bisa Anda pilih, yaitu yang berunsur mendidik, mengajarkan kedamaian, cinta kasih sayang, dan kebaikan.

Jangan memilih kisah dengan unsur sihir, peperangan atau kekerasan, dan sejenisnya. Ingat, informasi yang anak terima bisa merasuk ke alam bawah sadar dan malah membahayakan untuk karakter anak.

3. Lebih Interaktif

Lalu, pada saat mendongeng, usahakan untuk lebih interaktif. Contoh ajak anak tebak-tebakan atau bertanya kelanjutan kata dari ceritanya.

Dengan keterlibatan anak, komunikasi menjadi lebih intens dan bonding dengan anak lebih erat terjalin.

4. Tidak Perlu Menghafal

Cerita dongeng bukan untuk dihafalkan, melainkan eksplorasi saja. Dengan begitu, Anda mengajarkan kreativitas dan inovasi pada anak. Selain itu, teks akan kaku apabila dihafalkan.

Meski Anda eksplorasi, tetap sesuaikan dengan kebutuhan anak juga perhatikan kata dan kalimat yang Anda gunakan.

5. Mainkan Mimik Wajah

Agar aktivitas mendongeng terasa menyenangkan, perhatikan mimik wajah yang Anda buat. Sesuaikan mimik wajah dengan emosi dalam cerita. Namun, jangan berlebihan karena bisa membuat anak ketakutan.

Dari ekspresi wajah, anak juga akan lebih antusias mendengarkan dongeng.

6. Sesuaikan Nada

Bukan hanya mimik wajah saja, tetapi juga intonasi nada suara juga. Selain itu, Anda bisa membedakan suara untuk dialog berbeda tokoh. Dengan begitu, anak lebih mudah mengenali tokohnya.

7. Manfaatkan Alat Bantu

Di sisi lain, Anda juga bisa menggunakan media lain selain hanya buku. Contoh boneka atau gambar, supaya tokoh-yokoh terasa lebih hidup.

Pemanfaatan alat bantu ini membuat anak lebih terhibur dan membuat dongeng terkesan lebih hidup.

8. Gestur Tubuh

Nyatanya, bukan hanya ekspresi wajah dan suara saja yang anak perhatikan ketika Anda mendongeng. Melainkan gestur tubuh juga. Karena gestur tubuh mampu mempengaruhi alur dan membuat anak lebih fokus menyimak dongeng.

9. Kontak Mata

Jangan lupa untuk berikan kontak mata dengan anak. Hal ini lantaran memudahkan penyampaian pesan dan nilai moral pada anak.

Di sisi lain, Anda bisa menambahkan pertanyaan terkait tokoh atau alur cerita.

10.Perhatikan Bahasa Tubuh Anak

Ada beberapa hal mengapa Anda perlu memperhatikan bahasa tubuh anak ketika mendongeng. Salah satunya adalah agar Anda tahu dongeng seperti apa yang anak sukai.

11.Waktu yang Pas

Ada banyak waktu dan suasana yang bisa Anda manfaatkan untuk mendongeng. Namun, paling pas adalah saat hendak tidur. Hal ini karena pikiran dan tubuh anak lebih rileks dan siap menerima informasi dari dongeng. Sementara itu, suasana saat ingin tidur lebih santai dan tidak tegang.

Namun, perlu perhatikan juga apakah anak ingin mendengar dongeng. Apabila tidak, jangan paksa. Karena hal itu malah membuat anak tidak nyaman dan tidak menikmati ceritanya.

12.Ajak Diskusi

Jika sudah selesai mendongeng, jangan ajak anak untuk menarik kesimpulan dari ceritanya melainkan ajak anak diskusi terkait isi dari dongeng tersebut.

Dengan begitu, Anda mengajarkan anak untuk musyawarah atau diskusi untuk setiap hal.

Kesimpulan

Memang susah menerapkan kebiasaan baru, apalagi jika Anda belum pernah melakukannya. Namun, Anda bisa memulainya dengan cerita-cerita pendek demi memberikan waktu berkualitas dan membangun kedekatan dengan anak.

Selain itu, Anda juga bisa menempatkan anak pada sekolah yang tepat agar mampu mengembangkan kemampuan anak secara tepat. Salah satunya di Sekolah Prestasi Global.

Tentunya, pengasuhan yang baik dan pendidikan pendukung yang tepat mampu membuat pertumbuhan anak dan perkembangannya maksimal.

Baca Juga : Dongeng Anak Islami untuk Puasa

Apa saja manfaat dongeng?

Apa hikmah dari mendengarkan dongeng?

Mendengarkan dongeng ternyata bisa meningkatkan kemampuan literasi pada anak-anak seperti kita. Kita akan lebih banyak mengenal kosakata dan lebih bisa memahami bacaan dengan baik

Apa tujuan dari dibuatnya dongeng?

Dongeng adalah sebuah sarana pendidikan karakter yang dampaknya sudah dirasakan sejak zaman dahulu kala. Nenek moyang dan orangtua terdahulu membuat dongeng untuk anak-anak dengan tujuan menyisipkan unsur pendidikan moral didaktis dan sebagai sarana hiburan

(Visited 100 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us