Bagikan Artikel Ini:

Pemainan anak – Perlu diketahui, karakter seorang anak mulai terbentuk pada usia dini. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua mengajarkan dan melatih anak mengenai kecerdasan emosional yang kuat dan baik sejak dini. Hal ini akan membantu mereka dalam menyongsong kehidupan dewasa di masa depan nanti. Berdasarkan definisinya, regulasi emosi merupakan suatu kemampuan untuk menurunkan, menjaga dan meningkatkan dorongan emosi seseorang yang berperan pada proses perkembangan afeksi, emosi dan sosial.

Dalam sebuah penelitian longitudinal menunjukkan jika ketidakmampuan meregulasi emosi ialah faktor risiko penting yang akan membentuk perilaku agresif pada seseorang. Tentu saja hal ini sangat tidak baik dan sebisa mungkin harus diatasi secepatnya. Anda bisa memulai dari melatih regulasi emosi anak saat usia dini. Regulasi emosi secara tidak langsung akan mempengaruhi interaksi sosial serta keberlangsungan hidup seorang manusia dan sebagai orang tua yang baik sudah sepatutnya Anda membimbing buah hati untuk menempa kekuatan serta kecerdasan emosional mereka. Pada usia prasekolah, kemampuan regulasi emosi seorang anak biasanya akan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya yaitu lingkungan rumah dan sekolah.

Maka dari itu, melatih regulasi emosi pada seorang anak usia prasekolah merupakan intervensi yang dilakukan di rumah maupun sekolah dengan melibatkan peranan orang tua serta gurunya, dan Anda jelas harus bisa mengoptimalkannya. Ada banyak permainan dan kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan dalam rangka melatih regulasi emosi pada anak. Sebagai informasi tambahan, berikut ini kami rangkum beberapa permainan edukatif sederhana dan mudah dilakukan para orang tua untuk melatih anak mengenali dan mengembangkan kecerdasan emosinya.

Papan Permainan

Papan Permainan

Photo by JESHOOTS.COM on Unsplash

Anak-anak yang lahir antara tahun 2010 hingga 2015 dianggap anak generasi alfa. Karakter utama mereka ialah tumbuh di era rimba teknologi, di mana mereka akan menginginkan segala sesuatu yang serba cepat, kurang menghargai proses dan menjadikan gadget sebagai kebutuhan utama. Anak pada generasi ini bisa dikatakan cukup kesulitan mengenali dan meregulasi emosinya sendiri, apalagi jika dihadapkan untuk memahami orang lain. Hanya saja, generasi alfa juga memiliki keunggulan seperti lebih kritis, paling terdidik, memiliki inovasi tinggi, cerdas dan sangat kreatif. Melihat fakta ini, tentu saja dalam pelatihan regulasi emosi anak generasi alfa juga harus dilakukan dengan cara-cara yang inovatif.

Salah satunya dengan melakukan papan permainan anak-anak. Saat ini ada berbagai jenis papan permainan seru yang bisa dimainkan anak usia dini. Karnaval Seru merupakan salah satu papan permainan yang cukup populer hari ini. Permainan ini akan dimainkan oleh 2 hingga 4 orang, namun tetap Anda para orang tua harus menemani buah hati tercinta. Papan permainan ditargetkan untuk anak usia 5 hingga 9 tahun dengan ciri permainan yang hampir sama dengan Monopoli. Hanya saja, kartu-kartu yang ada di papan permainan ini berisikan hal-hal menantang yang berkaitan dengan kemampuan sosial emosional pada anak.

Melalui permainan ini Anda akan membimbing anak untuk mengasah kemampuan sosial emosinya bahkan mengenali karakter anak lebih baik lagi. Dengan demikian, Anda bisa secepatnya merespon kebutuhan emosi anak. Papan permainan Karnaval Seru dimulai dari titik ‘Mulai’ menggunakan dadu, di mana pada setiap langkah pemain akan diminta membaca tantangan dan wajib menjawab atau melakukannya. Permainan ini sendiri ialah hasil dari kolaborasi antara Klinik Psikologi dan Pusat Terapi Menteri Anakku dan The Menthilis Project.

Kereta-Keretaan

Kereta-Keretaan

Photo by Denis Chick on Unsplash

Mungkin cukup sepele, namun siapa sangka jika bermain kereta-keretaan dengan si buah hati juga membantu mengajarkan mereka tentang regulasi emosi. Dengan permainan ini, Anda sebagai orang tua bisa mengajarkan anak mengenai sikap optimis dan proses kerja keras. Kereta-keretaan sendiri ialah permainan yang bisa dimainkan di kelas maupun di rumah oleh 5 hingga 10 anak. Caranya cukup mudah, dimulai dengan mengumpulkan kardus bekas dan bagikan pada anak-anak. Persiapkan pula peralatan tulis dan minta anak untuk menggambarkan gerbong kereta di dinding bagian luar kardus yang mereka miliki.

Pastikan Anda memberikan spidol berwarna dan stiker agar kegiatan ini lebih menyenangkan dan membuat mereka bersemangat. Setelah gerbong berhasil digambar, ajarkan anak-anak untuk mengurutkan masing-masing kardus sehingga menyerupai sebuah deretan gerbong kereta sungguhan. Minta anak memasuki gerbongnya masing-masing dan siap meluncur seperti kereta api sesungguhnya. Selain mengajarkan usaha proses dalam menghasilkan sesuatu, permainan kereta-keretaan juga mengajarkan anak mengembangkan sikap optimis untuk menghasilkan segala sesuatu yang lebih baik, mengajarkan kebersamaan dan sabar.

Menggambar Ragam Ekspresi di Kertas Berwarna

Permainan menyenangkan berikutnya yang bisa Anda mainkan bersama si kecil dalam rangka melatih regulasi emosi mereka ialah menggambar berbagai jenis ekspresi di kerta berwarna. Selain menyenangkan dilakukan di rumah, permainan juga biasanya diadopsi oleh berbagai sekolah. Coba Anda bagikan kertas berwarna pada anak dan minta mereka untuk menggambarkan beragam jenis ekspresi berbeda seperti senang, sedih, takut, sakit dan marah. Jika sudah selesai, Anda bisa memasukkan gambar-gambar tersebut dalam sebuah kotak.

Kemudian minta anak tersebut untuk mengambil salah satu kertas (lakukan secara bergantian jika terdiri dari beberapa anak). Jelaskan jika setiap anak yang mengambil kertas harus memperagakan emosi yang mereka tarik sebelumnya dari kotak. Tugas penting Anda ialah mengenali emosi tersebut. Setelah berhasil mengenalinya, cobalah untuk mencari tahu penyebab emosi dan coba tawarkan reaksi yang pantas sehingga anak-anak merasa disayangi oleh orang dewasa terdekatnya.

Parasut

Permainan parasut juga termasuk permainan menyenangkan untuk melatih regulasi anak usia dini. Permainan ini sangat cocok dimainkan oleh dua orang atau lebih. Semakin banyak anak yang mengikutinya, maka permainan parasut akan semakin seru. Anda bisa memulainya dengan bermain parasut sederhana di rumah. Coba bentangkan sebuah kain berukuran besar seperti sprei atau parasut jika ada. Kemudian ajak masing-masing anak untuk berdiri di ujung sekeliling kain besar tersebut sambil memegang pinggiran kain. Kemudian berilah aba-aba, saat Anda mengatakan ‘naik, naik, naik!’, parasut harus segera dinaikkan ke atas kepala.

Dan saat Anda mengatakan, ‘turun, turun, turun!’, maka parasut harus segera diturunkan ke bawah, di mana semua anak yang memegang ujung kain harus melepaskan kain dan masuk ke dalam sprei. Mungkin cukup sederhana namun bermain parasut akan mengajari sebuah konsep baru pada anak. Di mana mereka mulai terbiasa menjadi bagian dari suatu kelompok permainan, mengajarkan kerjasama dan mengajarkan akan mengenali emosi orang lain.

Cari dan Temukan Bendanya!

Ada banyak hal sederhana yang mungkin saja Anda abaikan, padahal faktanya hal-hal sederhana tersebut sangat membantu melatih regulasi anak pada usia dini. Salah satunya ialah bermain petak umpet untuk menemukan benda tertentu. Permain ini juga akan mendorong anak untuk memperbaiki suatu benda dengan menyenangkan. Bagi Anda yang tertarik, permainan seru ini cocok dimainkan oleh 4 orang atau lebih. Sebelumnya, Anda bisa membagi si kecil dalam 2 kelompok permainan. Dan Mulailah meminta mereka untuk mencari benda-benda yang ada di sekitar rumah. misalnya, ‘cari benda bulat berwarna hitam’, ‘cari benda bulat milik ayah’ dan sebagainya. Anak yang mengenal rumah dengan baik harus dibagi rata dalam setiap kelompok.

Permainan mudah ini akan membantu anak berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, anak juga akan membiasakan diri untuk mengenali dan melakukan suatu instruksi yang Anda berikan. Lebih dari itu, permainan temukan benda juga melatih anak bekerja sama dan memahami emosi orang lain. Dengan permainan kelompok, sebagai orang tua yang bijak Anda juga bisa mengenali setiap karakter emosi yang anak Anda keluarkan ketika bermain dan temukan setiap kebutuhan yang tepat.

Mengarang Cerita atau Membuat Dongeng

Pernahkah Anda mendengar tentang Shared Book Reading (SBR)? Ini merupakan salah satu permainan anak tradisional yang sudah dilakukan sedari dulu. Dengan permainan ini, Anda bisa mengajarkan cara membaca buku, mengarang cerita dan bahkan membuat dongeng pada anak usia dini. Kondisi ini akan membentuk suatu ikatan sosial, kedekatan dan kelekatan yang penting sebagai metode interaktif. Dorongan orang dewasa akan membantu anak terlibat dalam percakapan-percakapan mengenai cerita dan dongeng yang mereka suka. Selain itu, permainan ini juga membantu mengembangkan imajinasi anak. Anda pasti akan terkesima bagaimana emosi mereka akan tersampaikan melalui sebuah karangan cerita.

Selain mengarang cerita, membuat dongeng juga sangat cocok dilakukan sekelompok anak-anak. Coba ajak beberapa anak dan duduk pada posisi lingkaran. Anda bisa mengambil peran sebagai seorang pemimpin dan mulailah mengarang sebuah dongeng dengan kalimat ‘Pada suatu hari…’. Ajak anak pertama yang duduk disamping untuk meneruskan dongeng tersebut dengan tambahan satu kalimat dan diikuti oleh anak berikutnya. Saat tiba giliran Anda kembali, coba arahkan plot cerita tersebut agar lebih logis. Dengan langkah sederhana ini Anda bisa melihat karakter emosi masing-masing anak dan mulailah mendekatinya untuk mencari penyebab dan solusi yang tepat.

Meniup Lilin

Lilin menjadi salah satu mainan yang cukup digemari anak. Begitu pula dengan permainan meniup lilin yang berfungsi mengajari anak tentang pernapasan dalam. Coba berikan instruksi pada si kecil untuk menarik napas dari hidung dan perlahan menghembuskannya melalui mulut seperti meniup lilin. Saat mereka sudah memahami instruksi, ajak duduk di sebuah kursi berjarak dua meter dari arah lilin yang sudah dinyalakan. Kemudian ajak anak tersebut untuk meniup lilin agar mati dalam jarak dua meter. Permainan akan terus berlanjut sampai anak bisa mematikan lilin dalam jarak yang telah ditentukan. Mungkin sederhana, namun nyatanya permainan meniup lilin akan mengajarkan anak untuk bersabar, fokus dan optimis.

Anda juga harus tetap membimbing mereka untuk bersabar, tidak marah apalagi sampai berperilaku agresif karena tidak bisa mengontrol diri. Demikianlah beberapa mainan dan permainan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama si kecil untuk membantu mereka melatih regulasi emosi sejak dini. Pastikan Anda memberikan pelatihan paling tepat untuk membantu anak memahami emosi dan mengembangkannya menjadi suatu hal yang bermanfaat ketika mereka dewasa kelak. Semoga ulasan seputar permainan anak perempuan dan ragam mainan untuk melatih regulasi emosi anak di atas bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan ya! Mainan Anak Jual Mainan Anak Mainan Anak Mainan Edukasi Anak Jual Mainan Bayi Mainan Anak Murah Mobil Mobilan Anak Baby Push Walker Lilin Mainan Anak Mainan Pasir Alat Belajar Jalan Bayi Kacamata Safety

 

Apa saja Mainan untuk Melatih Regulasi Emosi Anak?

Mainan untuk Melatih Regulasi Emosi Anak, yaitu : Papan Permainan Kereta-keretaan Menggambar Ragam Ekspresi di Kertas Berwarna Parasut Cari dan Temukan Bendanya! Mengarang Cerita atau Membuat Dongeng Meniup Lilin

Bagaimana cara bermain Papan Permainan?

Saat ini ada berbagai jenis papan permainan seru yang bisa dimainkan anak usia dini. Karnaval Seru merupakan salah satu papan permainan yang cukup populer hari ini. Permainan ini akan dimainkan oleh 2 hingga 4 orang, namun tetap Anda para orang tua harus menemani buah hati tercinta. Papan permainan ditargetkan untuk anak usia 5 hingga 9 tahun dengan ciri permainan yang hampir sama dengan Monopoli. Hanya saja, kartu-kartu yang ada di papan permainan ini berisikan hal-hal menantang yang berkaitan dengan kemampuan sosial emosional pada anak. Melalui permainan ini Anda akan membimbing anak untuk mengasah kemampuan sosial emosinya bahkan mengenali karakter anak lebih baik lagi. Dengan demikian, Anda bisa secepatnya merespon kebutuhan emosi anak. Papan permainan Karnaval Seru dimulai dari titik ‘Mulai’ menggunakan dadu, di mana pada setiap langkah pemain akan diminta membaca tantangan dan wajib menjawab atau melakukannya. Permainan ini sendiri ialah hasil dari kolaborasi antara Klinik Psikologi dan Pusat Terapi Menteri Anakku dan The Menthilis Project.

Bagaiamana Mengarang Cerita atau Membuat Dongeng untuk melatih regulasi emosi pada anak?

Pernahkah Anda mendengar tentang Shared Book Reading (SBR)? Ini merupakan salah satu permainan anak tradisional yang sudah dilakukan sedari dulu. Dengan permainan ini, Anda bisa mengajarkan cara membaca buku, mengarang cerita dan bahkan membuat dongeng pada anak usia dini. Kondisi ini akan membentuk suatu ikatan sosial, kedekatan dan kelekatan yang penting sebagai metode interaktif. Dorongan orang dewasa akan membantu anak terlibat dalam percakapan-percakapan mengenai cerita dan dongeng yang mereka suka. Selain itu, permainan ini juga membantu mengembangkan imajinasi anak. Anda pasti akan terkesima bagaimana emosi mereka akan tersampaikan melalui sebuah karangan cerita. Selain mengarang cerita, membuat dongeng juga sangat cocok dilakukan sekelompok anak-anak. Coba ajak beberapa anak dan duduk pada posisi lingkaran. Anda bisa mengambil peran sebagai seorang pemimpin dan mulailah mengarang sebuah dongeng dengan kalimat ‘Pada suatu hari...’. Ajak anak pertama yang duduk disamping untuk meneruskan dongeng tersebut dengan tambahan satu kalimat dan diikuti oleh anak berikutnya. Saat tiba giliran Anda kembali, coba arahkan plot cerita tersebut agar lebih logis. Dengan langkah sederhana ini Anda bisa melihat karakter emosi masing-masing anak dan mulailah mendekatinya untuk mencari penyebab dan solusi yang tepat.

 

(Visited 112 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us