Bagikan Artikel Ini:

Anemia tidak hanya menyerang remaja maupun orang dewasa. Pada beberapa kasus, anak-anak juga bisa menderita penyakit Anemia atau yang sering kita kenal dengan penyakit kurang darah. Nah, Anda bisa mendapatkan informasi apa pengertian anemia, gejala, dan cara mengatasinya di sini.

Gejala Anemia pada anak, biasanya tidak jauh berbeda dari orang dewasa. Sebelum kami membahas lebih jauh mengenai anemia, pertama-tama mari kita cari tahu pengertian anemia itu.

Tahukah Anda apa itu Anemia? secara garis besar pengertian anemia adalah kekurangan sel darah merah dalam tubuh yang menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari.

Secara umum biasanya seseorang yang yang memiliki anemia akan memiliki gejala seperti lemas dan lesu saat beraktivitas.

Gejala Anemia

anemiaPhoto by CDC on Unsplash

Gejala Anemia pada seseorang biasanya hampir sama antara satu dengan yang lainnya. Seperti yang Anda tahu anemia bisa menyerang siapa pun. Secara umum, gejala anemia bisa ditandai dengan:

  1. Mudah mengantuk dan lemas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini terjadi akibat kurangnya sel darah merah dalam tubuh sehingga menghambat penyebaran oksigen di dalam tubuh atau dikenal dengan Hipoksia.
  2. Pada anak-anak, biasa ditandai dengan wajah yang pucat dan rewel.
  3. Anak mudah merasa lemas dan lesu, menjadi mudah lelah dan mengantuk, kulit yang terlihat lebih pucat dari biasanya, begitu juga dengan bibir dan pipinya. Lapisan kelopak mata juga bisa terlihat pucat.
  4. Selain ketiga gejala tadi anak yang terkena anemia juga bisa mengalami gejala berat seperti sesak napas, sakit kepala, detak jantung menjadi lebih cepat dari biasanya, mudah merasa pusing terutama saat berdiri, pingsan, dan juga mudah rewel

Jika anak memiliki gejala-gejala umum di atas, Anda wajib mencurigainya sebagai anemia. Anemia pada anak bisa terjadi akibat kekurangan zat besi di dalam tubuh yang memiliki peran penting untuk pertumbuhan hemoglobin.

Penyebab Anemia

pencegahan anemiaPhoto by Vitolda Klein on Unsplash

Penyabab Anemia yang utama adalah kekurangan zat besi dalam tubuh.

Sebagai contoh seorang ibu yang terkena anemia, bisa menurunkan kekurangan zat besi dalam tubuhnya pada bayi yang ia kandung. Maka itu pada bayi yang baru berusia empat sampai enam bulan bisa saja terkena Anemia.

Kekurangan zat besi sehingga jumlah hemoglobin kurang dalam tubuh hingga menyebabkan anemia, bisa terjadi karena tiga faktor utama, yaitu:

1. Kehilangan Darah pada Tubuh

Kehilangan darah menjadi penyebab pertama anak terkena anemia. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan anak kehilangan darah salah satunya adanya parasit dalam tubuh anak seperti cacing kait.

Cacing ini biasanya berada di dalam usus dan menghisap darah. Cacing yang memiliki capit memudahkan cacing menghisap darah dan menyebabkan perdarahan kronik. Meski demikian penyebab anemia yang paling sering terjadi pada anak karena nutrisi makanan.

2. Menu Makanan yang Buruk untuk Anak

Menu makanan buruk yang Anda berikan pada anak dapat menyebabkan anak terkena Anemia. Hal ini terjadi jika makanan yang dimakan anak tidak memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuhnya, yang merupakan penyebab utama dari anemia.

Anda sebagai orang tua memiliki peran yang penting untuk memastikan jika anak Anda mendapatkan asupan nutrisi yang baik dan cukup untuk tubuh kecilnya.

3. Kondisi Penyakit Tertentu yang Anak Miliki

Ada beberapa penyakit tertentu yang bisa menyebabkan anak terkena Anemia. Penyakit ini membuat tubuh anak tidak bisa menyerap zat besi dari makanan yang mereka makan. Contohnya penyakit celiac.

Faktor Risiko Anemia pada Anak

Selain itu, beberapa golongan anak juga memiliki faktor risiko anemia yang lebih tinggi dibandingkan anak lain, yaitu:

  1. Anak terlahir dengan berat badan rendah, tidak pada umumnya, atau lahir secara prematur.
  2. Salah satu anggota keluarga juga menderita penyakit anemia.
  3. Orang tua yang terlalu cepat memberikan susu sapi pada anak.
  4. Anak kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin, dan juga mineral yang baik untuk tubuh.
  5. Anak memiliki riwayat kecelakaan atau keadaan di mana anak kehilangan banyak darah sehingga ia mengalami anemia
  6. Anak memiliki penyakit tertentu seperti penyakit infeksi, ginjal, ataupun liver

Sebelum anak terkena anemia, ada baiknya jika Anda melakukan pencegahan terlebih dahulu, mengingat penyakit ini memiliki dampak buruk pada anak. Seperti menurunnya konsentrasi anak, hingga berkurangnya kemampuan otak anak.

Anda bisa melakukan beberapa hal ini sebagai pencegahan yang tepat untuk melindungi anak Anda agar terhindar dari penyakit anemia.

Pencegahan Anemia

Ada pepatah yang mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Istilah ini patut Anda terapkan untuk mencegah anak-anak agar tidak terkena Anemia. Meski bukan hal yang berbahaya tapi nyatanya Anemia memiliki dampak buruk yang sangat mengganggu aktifitas sehari-hari, bukan?

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua sebagai upaya pencegahan anemia pada anak.

1. Suplemen Penambah Darah untuk Ibu Hamil

Pencegahan anemia pada anak dapat Anda lakukan sedini mungkin. Misalnya dari dalam kandungan pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan tablet penambah darah pada ibu hamil.

2. Memberikan Makanan yang Mengandung Zat Besi

Upaya pencegahan anemia selanjutnya adalah memberi makanan yang mengandung zat besi yang cukup pada anak.

Untuk penyerapan zat besi pada anak, Anda bisa meningkatkannya dengan pemberian vitamin C. Namun yang wajib diingat, hindari memberi anak makanan ataupun minuman yang bisa mengurangi penyerapan zat besi pada tubuh anak.

Penyerapan zat besi bisa berkurang akibat zat tanin yang ada pada teh, susu, tepung terigu ataupun telur. Apabila kadar besi telah kembali normal di dalam tubuh, Anda sebagai orang tua kini harus memperhatikan agar anak tidak lagi terkena Anemia akibat kekurangan zat besi di dalam tubuhnya.

Anda bisa memberikan anak makanan yang mempermudah penyerapan zat besi seperti daging, ayam, hati ataupun ikan.

3. Hindari Memberikan Susu Sapi hingga Anak Berusia Satu Tahun Lebih

Cara mencegah anemia pada anak salah satunya dengan menghindari memberi anak susu sapi hingga usianya satu tahun lebih. Kenapa demikian? Sebab, jika Anda memberikan anak susu sebelum ia siap, maka akan memengaruhi berkurangnya zat besi yang dapat diserap oleh usus.

Apabila Anda ingin memberikan susu formula pada anak, pastikan jika susu formula tersebut mengandung zat besi tambahan untuk tubuh anak.

4. Memberi Anak Susu Dua Gelas Sehari Setelah Usia Satu Tahun

Langkah pencegahan anemia pada anak yang selanjutnya adalah tidak memberikan anak susu lebih dari dua gelas dalam satu hari.

Memberikan susu dengan kandungan zat besi yang rendah pada anak memang bisa membuat anak merasa kenyang tapi hal itu akan berpengaruh pada berkurangnya zat besi dari makanan yang dapat diserap oleh tubuh anak.

5. Memberikan Anak Vitamin C

Pastikan dalam keluarga Anda, terutama anak-anak, mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan vitamin C tinggi. Konsumsi vitamin C ini bisa membantu pencegahan anemia pada tubuh Anak.

6. Memberikan Makanan Bergizi Seimbang untuk Tubuh

Seperti yang Anda tahu penyebab Anemia pada anak salah satunya adalah gangguan nutrisi pada anak. Sebagai pencegahannya, Anda bisa memberikan anak makanan yang bergizi sebagai pencegahan anemia.

Pastikan juga Anda memberikan makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, kentang, kacang-kacangan, dan makanan lainnya.

Pengobatan Anemia

Pengobatan Anemia dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan, usia dan juga gejala yang dimiliki oleh anak.

Sebagai pengobatan atau perawatan anemia pada anak, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini

1. Memberi Anak Suplemen Zat Besi

Pemberian suplemen zat besi pada anak, bisa Anda lakukan dalam beberapa bulan untuk menaikan kadar zat besi yang ada pada darah. Kendalanya yaitu suplemen zat besi dapat mengiritasi lambung.

Ini kenapa suplemen zat besi hanya dapat anak minum saat perut dalam keadaan kosong atau dengan bantuan jus jeruk untuk meningkatkan penyerapan di dalam tubuh.

Pemberian suplemen zat besi jauh lebih efektif daripada mengatur pola makan dan nutrisi yang baik untuk tubuh anak.

2. Memberikan Anak Diet Makanan yang Kaya Zat Besi

Memberikan anak makanan yang kaya akan zat besi sangat berpengaruh dalam mencegah maupun mengobati anemia yang mereka derita.

Beberapa makanan yang mengandung zat besi antara lain:

  • Sereal, roti, dan juga nasi
  • Daging-dagingan (daging sapi atau kambing)
  • Sayuran hijau seperti brokoli, kangkung, lobak dan juga sawi
  • Kacang-kacangan.

3. Makan Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung mengandung banyak klorofil yang merupakan sumber zat besi untuk tubuh. Memasukkan sayuran hijau dalam menu harian keluarga Anda akan sangat membantu menyumbangkan nutrisi zat besi yang dibutuhkan anak-anak.

Memberi anak makan sayur sesering mungkin akan sangat berpengaruh dalam penyembuhan sekaliagus pencegehan anemia yang ia miliki.

4. Penuhi Asupan Cairan Anak

Anda sebagai orang tua, memiliki peran untuk memastikan jika anak Anda mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk tubuhnya. Air putih merupakan cairan utama yang wajib dikonsumsi anak secara rutin. Pastikan anak mengasup cairan yang cukup dalam sehari.

Sebagai tambahan, Anda juga bisa memberikan anak jus bit ataupun delima yang baik untuk pembangun dan pembersihan darah dalam tubuh anak.

Buah bit kaya akan asam folat, sedangan buah delima kaya akan kandungan zat besi dan juga mineral seperti kalium dan tembaga.

Jika anak minum secara teratur, keduanya dapat meningkatkan energi dalam tubuh dan baik untuk aliran darah.

Penutup

Anemia bisa menyerang siapa pun, baik remaja, orang dewasa, maupun anak-anak. Sebagai orang tua, Anda memiliki peran penting untuk memastikan apakah anak dalam kondisi sehat atau tidak.

Jika beberapa gejala anemia seperti kulit yang terlihat lebih pucat, lemah, ataupun si Kecil menjadi rewel dari biasanya, segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan apakah anak Anda terkena anemia atau tidak.

Jika ya, Anda bisa melakukan beberapa cara yang telah kami jelaskan tadi atau ikutilah saran yang dokter katakan pada Anda.

Pastikan anak mendapatkan zat besi yaang cukup untuk tubuhnya baik dari makanan yang bergizi ataupun memberikan tambahan suplemen penambah darah.

Jika gejala anemia pada anak anda muncul lakukanlah pencegahan sedini mungkin untuk mencegah faktor risiko yang tidak Anda inginkan.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Hepatoblastoma, Kanker Hati yang Bisa Menyerang Anak

Bagaimana Penuhi Asupan Cairan Anak?

Air putih merupakan cairan utama yang wajib dikonsumsi anak secara rutin. Pastikan anak mengasup cairan yang cukup dalam sehari. Sebagai tambahan, Anda juga bisa memberikan anak jus bit ataupun delima yang baik untuk pembangun dan pembersihan darah dalam tubuh anak. Buah bit kaya akan asam folat, sedangan buah delima kaya akan kandungan zat besi dan juga mineral seperti kalium dan tembaga.

Apa Itu Anemia?

Anemia adalah kekurangan sel darah merah dalam tubuh yang menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Secara umum biasanya seseorang yang yang memiliki anemia akan memiliki gejala seperti lemas dan lesu saat beraktivitas.

Apa Penyebab Utama Menderita Anemia?

Penyabab Anemia yang utama adalah kekurangan zat besi dalam tubuh. Sebagai contoh seorang ibu yang terkena anemia, bisa menurunkan kekurangan zat besi dalam tubuhnya pada bayi yang ia kandung. Maka itu pada bayi yang baru berusia empat sampai enam bulan bisa saja terkena Anemia.

(Visited 48 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us