Bagikan Artikel Ini:

Sebagaimana yang dipublikasikan oleh Kominfo 10% pengguna internet adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun. Apalagi beberapa waktu belakangan ini di mana mereka lebih banyak beraktivitas di dunia maya termasuk untuk bersekolah. Kondisi tersebut sebaiknya disertai pemahaman mengenai privasi online.

Pasalnya ini berkaitan dengan peluang terjadinya cyber crime seperti pencurian identitas untuk kejahatan, confidence fraud, hingga pornografi dan cyber bullying. Sangat mengerikan, bukan?

Sayangnya sebagian besar orang tua belum menyadari bahwa buah hati mereka dapat dimanipulasi dengan mudah oleh para penjahat siber. Ini misalnya dengan memberikan informasi pribadi seperti nomor ponsel, domisili, hingga lokasi sekolah.

Pada beberapa studi yang pernah digelar, konon setiap detiknya terjadi 10 sampai 15 kasus kejahatan dunia maya. Untuk para para orang tua, beberapa panduan ini mungkin bisa menjadi referensi mengajarkan mengenai keamanan data pribadi kepada buah hati.

Panduan Mengajarkan Anak Tentang Keamanan Privasi Online

Jangan sampai teknologi internet yang bertujuan memudahkan hidup manusia, justru menjadikan Anda dan keluarga korban cyber crime. Namun menghindari internet sama sekali di era teknologi sebagaimana saat ini jelas mustahil, termasuk bagi anak-anak.

Karena itu orang tua perlu membekali mereka dengan langkah antisipasi untuk menghindari hal ini. Kami sangat merekomendasikan tips-tips berikut sebagai referensi Anda.

1. Edukasi

Sebelum semuanya terlambat Anda perlu mengedukasi keluarga, terutama anak di bawah umur mengenai penggunaan internet yang bijak. Poin yang perlu Anda beritahukan dan ingatkan secara berkala adalah dilarang keras memberitahukan data pribadi dan waspada kepada orang asing.

Tidak membagikan informasi pribadi, termasuk identitas diri kepada orang asing yang mereka temui di dunia maya. Ini termasuk saat menggunakan media sosial, berinteraksi dengan orang lain, atau bermain game online dengan gamer di berbagai Negara.

Jika memang interaksi ini diperlukan, tekankan kepada buah hati untuk tak memberikan nama asli, alamat rumah atau data diri lainnya.

Jangan merasa anak lebih aman saat tak berinteraksi secara nyata dengan orang lain. Faktanya orang yang belum pernah Anda temui sekalipun berpotensi untuk melakukan kejahatan kepada Anda dan keluarga. Karena itu ajarkan si Kecil untuk waspada kepada orang yang tak dia kenal, termasuk di dunia maya.

Jelaskan juga mengapa tindakan ini perlu, yaitu karena kita tidak tahu apakah yang bersangkutan mempunyai niat buruk atau tidak. Ceroboh dalam beraktivitas di internet bisa memancing penjahat seperti penipu, pencuri identitas, predator seksual, dan masih banyak lagi.

2. Memberi Pemahaman Tentang Ancaman Cyber Crime

Berikan pemahaman bahwa kejahatan di dunia maya itu ada beserta contoh beberapa kasus yang pernah terjadi. Ini misalnya kasus penculikan kepada seorang anak oleh orang yang ditemuinya di internet karena si korban memberi tahu lokasi dirinya.

Pencurian identitas hingga korban kehilangan aset-aset digitalnya, misalnya e-money, penipuan kartu kredit, dan penggunaan identitas orang lain untuk menipu. Selain itu ada pula kasus perundungan, pelecehan seksual, dan sebagainya yang bisa memicu trauma dan berdampak negatif bagi psikisnya.

Tentu saja orang tua perlu menggunakan bahasa-bahasa sederhana saat membahas hal ini dengan buah hatinya.

3. Memberi Penjelasan Mengenai Jejak Digital

Untuk meningkatkan kesadaran terkait keamanan privasi Anda perlu menjelaskan tentang kebaikan dan keburukan dunia maya, salah satunya sosial media dalam hal ini. Tak dapat dipungkiri bahwa aplikasi sosial media membantu mereka tetap terhubung dengan teman-temannya apalagi pada kondisi pandemi.

Selain itu sosial media juga banyak membagikan konten informasi yang bermanfaat serta berbagai hiburan.

Meski demikian putra-putri Anda perlu mengetahui apa makna jejak digital dan bahwa hal ini dapat bertahan selamanya, termasuk saat sudah dihapus. Jadi tekankan kepada buah hati untuk mempertimbangkan masak-masak sebelum mengunggah suatu konten.

Tidak hanya unggahan, unduhan, share, dan materi-materi yang mereka konsumsi juga akan meninggalkan jejak digital. Dengan begitu anak akan semakin berhati-hati dalam berselancar dan tak sembarangan menyebarkan sesuatu yang tidak pantas atau bukan konsumsi publik.

4. Pengawasan Orang Tua dan Pembatasan Screen Time

Selain mengedukasi, pendampingan saat menggunakan internet adalah langkah terbaik terutama untuk mereka yang masih di bawah umur. Dengan demikian mama atau papa dapat segera mengintervensi jika si kecil dirasa melakukan sesuatu yang berbahaya di internet.

Salah satunya saat mereka sengaja atau tidak mengakses situs-situs yang tak ramah anak misalnya yang dapat mengacaukan prinsip-prinsip moral dan norma.

Selanjutnya anak juga perlu batasan waktu saat beraktivitas di dunia maya. Menurut rekomendasi WHO anak berusia kurang dari 5 tahun hanya boleh menggunakan gadget maksimal 60 menit per hari untuk.

Sementara untuk remaja di bawah 15 tahun, screen time-nya tidak mengganggu jam tidur, olahraga, dan aktivitas lain di dunia nyata.

5. Mengajak Anak Mempelajari Kebijakan Privasi

Keamanan Privasi - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by insta_photos On Envato

Sebelum mengunduh suatu aplikasi, termasuk game, biasanya kita perlu menyetujui aturan kebijakan terlebih dahulu. Anda bisa mengajak si Kecil untuk bersama-sama mempelajari hal ini dan mengajarkan untuk dapat mengakses aplikasi yang mereka inginkan secara aman.

Orang tua juga perlu melakukan penyesuaian terkait pengaturan privasi perangkat di dalam rumah. Ini untuk menghindari penyebaran informasi personal misalnya melalui cookie, mikrofon, webcam, situs, aplikasi, dan termasuk software.

Untuk akun media sosial anak misalnya, Anda bisa melakukan pengaturan sehingga yang dapat melihat foto, informasi, dan pembaruan hanya friend lists mereka.

6. Memberi Contoh

Privasi Online - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Tirachard On Envato

Anak adalah peniru yang baik, jadi orang tua wajib menjadi teladan dahulu jika ingin si kecil mempunyai perilaku yang Anda kehendaki. Ini termasuk aktivitas online yang bertanggung jawab.

Di sini orang tua dapat memperlihatkan bagaimana Anda menggunakan media sosial dengan bijak, misalnya dalam memposting foto atau gambar.

Ajak si Kecil untuk menilai apakah sebuah foto aman dan pantas untuk dipublikasikan atau tidak sebelum mengunggahnya. Selain itu beritahukan kepada anak untuk tidak memasang foto diri-sendiri dan keluarga pada akunnya kecuali telah di privasi khusus untuk orang terdekat.

Orang tua juga perlu mengontrol aktivitas bermain gadget di hadapan anak. Bagaimana mungkin Anda memberlakukan aturan screen time kepada buah hati jika mereka melihat Anda selalu menggunakan ponsel seharian.

Cara mengajarkan privasi dalam dunia maya tidak bisa hanya Anda lakukan dengan nasehat dan edukasi saja melainkan perlu tindakan nyata. Dengan demikian nilai-nilai tersebut akan terus teringat oleh putra-putri Anda bahkan hingga dewasa kelak.

Rekomendasi Aplikasi Parenting Untuk Memonitor Aktivitas Online Anak

Segencar apapun Anda mengedukasi buah hati, termasuk mengawasinya saat berselancar di internet, namun anak-anak tetaplah anak-anak. Ada kalanya rasa penasaran mereka mungkin membuatnya lalai dan melanggar larangan Anda.

Walaupun si Kecil sebenarnya tak sengaja misalnya menyebarkan informasi pribadinya namun kesempatan ini bisa segera disambar penjahat dunia maya.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan terkait aktivitas online anak, orang tua dapat menggunakan aplikasi parental control. Software ini bermanfaat untuk mengontrol, melindungi, hingga memberlakukan screen time secara konsisten untuk anak. Berikut daftar rekomendasinya untuk Anda.

  • Google Family Link

Google Family Link menyediakan fitur-fitur yang cukup komplit terkait monitoring aktivitas online putra-putri Anda. Di sini Anda juga bisa membatasi penggunaan gadget, termasuk mengunci gawai sesuai keinginan orang tua.

Selanjutnya tersedia pula fitur untuk memblokir serta menyetujui aplikasi yang ingin si kecil unduh dari Google Play Store.

Untuk melindungi anak dari aplikasi tertentu, Anda juga dapat menyembunyikan aplikasi tersebut dari gawai si Kecil dan juga mengelola pembelian. Google Family Link bahkan mempunyai fitur untuk melacak keberadaan anak saat mereka bermain di luar rumah.

  • Mobicip

Menggunakan aplikasi Mobicip dapat menjadi salah satu upaya menjaga keamanan privasi anak di dunia maya. Pasalnya aplikasi berbayar ini efektif untuk mengunci, memonitor, sampai memblokir situs streaming video serta aplikasi.

Fasilitas lain yang tersedia pada Mobicip adalah merekam riwayat pencarian sampai serta memberlakukan screen time untuk anak. Tidak hanya satu, Mobicip dapat memonitor hingga 15 gawai sekaligus dan juga berfungsi sebagai pelacak untuk mengetahui posisi anak.

  • Kids Place – Parental Control

Bisa menjadi asisten pribadi, aplikasi yang satu ini menyediakan berbagai fitur pengawasan untuk si Kecil. Ini antara lain mencegah anak menelpon atau kirim SMS sembarangan, mengunduh aplikasi, dan memblokir fasilitas pembayaran pada Google play.

Kids PlaceParental Control juga dapat memblokir situs-situs tak ramah anak dan terdapat fitur untuk membatasi waktu online anak. Jika si kecil pernah melakukan transaksi online yang mengharuskan Anda membayar sejumlah uang, mungkin aplikasi ini bisa jadi langkah pencegahan.

  • Screen Time

Fitur utama aplikasi ini adalah membatasi waktu menggunakan gadget untuk anak agar mereka tidak melupakan aktivitasnya di dunia nyata. Meski begitu aplikasi Screen Time juga menyediakan fitur-fitur lain yang tidak jauh berbeda dengan rekomendasi aplikasi di atas.

Ini misalnya melacak lokasi gawai, memblokir aplikasi tertentu, serta menyediakan filter yang dapat diakses via browser.

Aplikasi ini sanggup bekerja secara bersamaan hingga pada 5 perangkat sesuai paket layanan berbayar yang Anda pilih.

  • MMGuardian Parental Control

Selain menyediakan fitur untuk mengontrol kegiatan berselancar di dunia maya putra-putri Anda, aplikasi ini juga bisa mengantisipasi ancaman predator anak. Anda akan mendapatkan notifikasi saat anak mendapatkan, memiliki, membagikan dan mengirim, atau menelusuri materi terkait sexting, bullying, sampai pikiran untuk bunuh diri.

Kesimpulan

Ancaman cyber crime adalah sisi lain dari teknologi internet yang perlu kita antisipasi terutama pada buah hati. Sedini mungkin orang tua perlu memberikan pemahaman cara berinternet dengan bijak dan cerdas, salah satunya menjaga kerahasiaan informasi pribadi.

Selain melakukan edukasi terkait privasi online, dan memberikan teladan dalam berinteraksi di dunia maya, Anda perlu mengunduh aplikasi parental control. Dengan begitu Anda bisa lebih optimal dalam menjaga keamanan anak di dunia maya.

Untuk orang tua yang saat ini tengah mencari lembaga pendidikan terbaik untuk buah hati, Prestasi Global dapat menjadi mitra terbaik Anda. Sebagai Modern Islamic School kami mengutamakan penanaman prinsip Islami di samping pendidikan akademik berbasis teknologi modern.

Dengan demikian putra-putri Anda dapat menjadi pribadi dewasa dengan penguasaan ilmu dan teknologi namun teguh memegang nilai-nilai keislaman.

Baca Juga: 11 Kebiasaan yang Perlu Ditanamkan Agar Anak Lebih Terorganisir

Bagaimana cara mengajarkan anak tentang keamanan privasi online?

Ada 6 cara mengajarkan anak tentang keamanan privasi online yaitu:

  1. Edukasi
  2. Memberi pemahaman tentang ancaman cyber crime
  3. Memberi penjelasan mengenai jejak digital
  4. Pengawasan orang tua dan pembatasan screen time
  5. Mengajak anak mempelajari kebijakan privasi
  6. Memberi contoh

Bagaimana cara mengajak anak untuk mempelajari kebijakan privasi?

Sebelum mengunduh suatu aplikasi, termasuk game, biasanya kita perlu menyetujui aturan kebijakan terlebih dahulu. Anda bisa mengajak si Kecil untuk bersama-sama mempelajari hal ini dan mengajarkan untuk dapat mengakses aplikasi yang mereka inginkan secara aman. Orang tua juga perlu melakukan penyesuaian terkait pengaturan privasi perangkat di dalam rumah. Ini untuk menghindari penyebaran informasi personal misalnya melalui cookie, mikrofon, webcam, situs, aplikasi, dan termasuk software.

Apa saja aplikasi parenting yang dapat memonitori aktivitas online anak?

Ada beberapa rekomendasi aplikasi parenting untuk memonitor aktivitas online anak, yaitu google family link, mobicip, kids place - parental control, screen time, dan MMGuardian parental control

(Visited 35 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us