Bagikan Artikel Ini:

Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang disarankan untuk dilakukan. Umumnya, orang – orang melakukan sholat ini untuk melancarkan rezekinya. Ada beberapa tata cara sholat sunnah dhuha yang harus dilakukan oleh seseorang. Apa saja? Simak terus ya!

Berbagai pihak berpendapat berbeda tentang rakaat sholat, ada yang berpendapat cukup dilakukan 2 rakaat, lalu jika ingin menambah langsung saja 2 rakaat lagi. Namun, bagaimana cara sholat dhuha yang benar? Dan sebenarnya sholat dhuha berapa rakaat? 

Sholat dhuha merupakan jenis sholat yang dilakukan saat matahari sedang naik atau kira – kira 15 menit setelah terbit (syuruq). Dan waktu berakhir beberapa menit sebelum masuk waktu dhuhur. karena kita dilarang untuk shalat ketika matahari pas di tengah-tengah kita. Sebagian ulama menyebutkan bahwa waktu dhuha berakhir 10 menit menjelang dhuhur. Hal ini juga didukung oleh sabda rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwa pada suatu hari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu mengatakan: nabi pernah keluar menemui warga Quba ketika mereka sedang shalat. Lalu kata beliau: Shalatnya orang-orang yang taat ialah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.

Baik alqur’an maupun hadist sudah banyak menyebutkan keistimewaannya. Oleh sebab itu, hendaknya manusia menggunakan waktu dhuha untuk memohon kepada Allah SWT. Terdapat banyak anjuran sholat dhuha yang disarankan dalam syariat dan tentunya disebutkan dalam banyak hadist

Yang pertama, diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, bahwasanya sebelum Nabi Muhammad SAW meninggalkan dunia, beliau mewasiatkan beberapa hal yang tidak pernah beliau tinggalkan tatkala masih hidup. Tiga hal tersebut yakni, berpuasa selama tiga hari di tiap bulannya, melaksanakan shalat sunnah di waktu dhuha dan yang terakhir melaksanakan shalat sunnah witir sebelum beranjak tidur,

Hadist lain juga banyak menyebutkan keutamaan sholat dhuha. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwasanya setiap manusia dari waktu pagi tiba mempunyai kewajiban untuk bersedekah bagi tiap ruas tulang tubuh, sedekah tersebut bisa dalam bentuk ucapan tasbih, ucapan tahmid, ucapan takbir, memerintahkan untuk berbuat baik, melarang perbuatan munkar, dan semua perbuatan itu sudah bisa dicukupi dengan melakukan dua rakaat shalat di waktu dhuha

Ath-Thabarani juga mengutip dari kalimat abu hurairah bahwasanya setiap orang yang rajin melakukan shalat dhuha, apabila tiba hari akhir dapat masuk surga melalui pintu tersebut.

Ada beberapa pendapat yang mengungkapkan rakaat shalat dhuha, salah satunya yang diriwayatkan oleh Syaiikh Abdul Aziz bin Baz bahwa ketika melaksanakan shalat dhuha anda dapat membaca surat apapun sesuai kemampuan anda, tidak ada dalil khusus yang menyatakan surat – surat tertentu yang lebih diutamakan dibanding surat lainnya. Jadi, anda bisa bebas dalam memilih surat yang akan anda baca, Selain itu menurut Syaiikh Abdul Aziz bin Baz tidak ada batasan maksimal jumlah surat, namun yang ada hanyalah jumlah minimal yakni 2 rakaat dalam satu salam. Jika anda ingin melakukan shalat lebih dari dua rakaat, misalnya empat, enam bahkan delapan rakaat hingga lebih. Anda dapat melakukannya dengan melakukan salam setiap dua rakaat. Adapun aturan lengkapnya dapat dilihat dibawah ini

  1. Shalat Dhuha 12 Rakaat

Berdasarkan mazhab hanafi, mengungkapkan jika maksimal rakaat shalat dhuha adalah 12 rakaat. Namun, pendapat ini dianggap lemah oleh mazhab syafii. Mazhab syafii menyarankan maksimal 8 rakaat.

  1. Shalat Dhuha 8 rakaat

Seperti yang telah dijelaskan oleh ulama mazhab syafii, yang memperbolehkan seseorang melakukan shalat dhuha 8 rakaat dan dilaksanakan dalam sekali salam ataupun dalam 2 kali salam dan bertasyahud di setiap 2 atau 4 rakaat.

  1. Shalat Dhuha 4 rakaat

Menurut ulama, ini merupakan rakaat yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hadits yang mendukung shalat dhuha 4 rakaat di riwayatkan oleh Muslim. Pada suatu waktu Mu’adzah pernah bertanya kepada Aisyah tentang jumlah rakaat shalat yang dilakukan oleh Rasullullah SAW. Lalu, aisyah radhiyallahu anha pun menjawab bahwasanya Rasulullah shalat dhuha sebanyak empat rakaat, kemudian menambahkan sesuai keinginan beliau

Namun, sebenarnya tidak terdapat jumlah maksimal untuk shalat dhuha. Seperti yang diungkapkan dalam kitab Al-Hawi oleh As-Suyuthi. Dalam kitabnya tersebut, Suyuthi berkata, “Tidak ditemukan hadis yang membatasi jumlah rakaat shalat dhuha, meskipun sebagian ulama berpendapat bahwasanya jumlah maksimal rakaat shalat dhuha adalah 12 rakaat namun pernyataan ini tidak memiliki sandaran seperti yang diisyaratkan oleh Al-Hafidz Abul Fadl Ibn Hajar dan yang lain”. Suyuthi juga mengungkapkan bahwa dalam Syarh Sunan Tirmidzi oleh Al-Hafidz Al-‘Iraqi dikatakan bahwa beliau tidak mengetahui satu sahabat ataupun thabiin yang melakukan pembatasan terhadap jumlah rakaat shalat dhuha. Selain itu, dalam madzah syafii juga tidak memberi batasan terkait jumlah maksimal rakaat shalat dhuha
Pendapat salah satu ulama Syafi’iyah tersebut membuat As-Suyuthy menyebutkan pendapat dari malikiyah, yakni Imam Al-Baaji Al-Maliky dalam Syarh Al-Muwattha’ Imam Malik. Imam Al-Baaji Al-Maliky mengatakan, “Shalat dhuha tidak termasuk shalat yang rakaatnya dapat dibatasi dengan jumlah tertentu yang tidak dapat ditambahi maupun dikurangi, namun shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dapat dikerjakan sesuai kemampuan.” (Al-Hawi lil fataawa, 1:66).

Jadi, dapat diambil kesimpulan dari berbagai fatwa terkait hadist shalat dhuha 12 rakaat maupun hadist shalat dhuha 4 rakaat adalah:

Pendapat yang benar adalah tidak ada batasan maksimal untuk jumlah rakaat shalat dhuha karena:

  1. Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim saat mengetahui Mu’adzah yang bertanya kepada istri Rasulullah, Aisyah radhiallahu’anha, “Apakah Rasulullah melakukan shalat dhuha?” Jawab Aisyah, “Ya, 4rakaat dan beliau tambahi sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Muslim, no. 719). Jadi, jika seseorang ingin melakukan shalat dhuha lebih dari 12 rakaat pun tidak dipermasalahkan
  2. Walaupun dalam hadis oleh Umi Hani’ tentang fathuMekah membatasi shalat dhuha hanya 8 rakaat, tetapi hal ini dapat disangkal dengan beberapa alasan: yang pertama, beberapa ulama menganggap shalat yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam saat fathu Mekah bukan shalat dhuha akan tetapi shalat sunah yang dilakukan karena umat islam telah berhasil menaklukkan salah satu negeri kafir yakni mekkah. Dan disebutkan bahwa apabila pemimpin perang berhasil dalam perang untuk menaklukkan suatu negri kafir maka disunnahkan untuk melakukan shalat 8 rakaat sebagai salah satu bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT. Selanjutnya, Kedua, dalam berbagai hadis tidak ditunjukkan jumlah maksimal rakaat sehingga tidak ada syariat melakukan penambahan, karena saat kejadian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam shalat delapan rakaat merupakan peristiwa kasuistik –suatu kejadian yang bersifat berhubungan dengan kasus– (As-Syarhul Mumthi’ ‘alaa Zadil Mustaqni’ 2:54).

Setelah mengetahui rakaat yang disaranka ada baiknya mengetahui terkait tata cara sholat dhuha. Pada umumnya tata cara ini sesuai dengan shalat 2 rakaat lainnya

Rukun Rakaat Pertama

  1. Anda Membaca Niat Sholat Dhuha, jika anda belum hafal niat dalam bahasa arab, anda dapat mengungkapkan dalam bahasa indonesia. “Usholli sunnatan dhua rak’ataini, mustaqbilal qiblatin adaan lillahi ta’ala”
  2. Selanjutnya anda dapat membaca Takbiratul ihram, lalu diikuti dengan doa iftitah
  3. Setelah selesai membaca doa iftitah, anda dapat melanjutkan Membaca surat Al Fatihah
  4. Rakaat pertama ini anda dapat membaca surat wajib dari Al Qur’an, diutamakan Surah Asy-Syamsi atau al kafirun
  5. Kemudian anda dapat Melakukan Ruku dengan tumakminah. Tuma’ninah secara bahasa artinya tenang. Umumnya anda dapat membaca “Subhanallahu”
  6. Lalu, anda dapat melanjutkan untuk Melakukan Itidal dan membaca doa itidal
  7. Selanjutnya anda bisa Melakukan Sujud pertama
  8. Dan dilanjutkan dengan duduk di antara dua sujud
  9. Setelah itu anda dapat melakukan Sujud kedua
  10. Setelah selesai anda dapat berdiri kemudian menunaikan rakaat kedua

Rukun Rakaat kedua

  1. Seperti sholat fardhu, saat shalat dhuha anda dapat membaca surat Al Fatihah
  2. Dan dilanjutkan untuk membaca salah satu surat dari Al Qur’an, namun diutamakan Surah Ad Dhuha atau anda juga dapat membaca surat al ikhlas
  3. Kemudian anda dapat melakukan Ruku’ dengan tuma’ninah
  4. Selanjutnya anda dapat melakukan Itidal
  5. Dan melakukan Sujud pertama
  6. Dilanjutkan untuk Duduk di antara dua sujud
  7. Setelah itu, anda dapat melakukan Sujud kedua
  8. Setelah sujud kedua anda dapat duduk Tahiyat akhir
  9. Terakhir anda mengucapkan salam sembari menengok ke kanan dan kiri

Setelah selesai melakukan shalat, anda dapat membaca doa setelah shalat dhuha

Jika diubah dalam bahasa indonesia akan berbunyi, ““Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.”

“Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.”

Berbagai keutamaan dapat anda peroleh dengan rajin melakukan shalat dhuha. Shalat dhuha merupakan salah satu peninggalan atau wasiat yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan melakukan shalat dhuha anda sebagaimana hadist yang telah disebutkan di awal bahwa dengan dua rakaat shalat dhuha dapat mengganti kewajiban manusia mulai dari terbit fajar atau sebagai pengganti sedekah. Karena seperti yang kita tahu bahwa setiap ucapan kalimat tasbih, tahmid maupun takbir merupakan sedekah bagi tiap ruas tulang yang dimiliki manusia. Selain itu, sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah SWT bahwa dengan rajin melakukan shalat dhuha manusia dapat masuk surga melalui pintu adh dhuha serta Allah juga sudah memberikan jaminan untuk membangunkan istana dari emas di surga bagi siapapun hambanya yang rajin melakukan shalat dhuha. Apabila manusia rajin melakukan shalat dhuha di pagi hari, maka Allah pun akan menjamin rezekinya hingga petang tiba. Selperti hadist yang diriwatkan oleh At Tirmidzi bahwasanya apabila seseorang melakukan empat rakaat shalat dhuha di awal memulai hari, maka Allah menjamin kebutuhannya hingga tiba waktu petang. Selain itu Nabi Muhammad SAW juga bersabda apabila seseorang bersuci saat keluar dari rumah yang bertujuan melaksanakan shalat wajib maka Allah akan memberi pahala sebesar pahala orang naik haji, sedangkan jika seseorang keluar dan bersuci untuk shalat sunnah maka Allah pun akan memberikan pahala sebagaimana orang yang melakukan ibadah umrah.

Begitu banyaknya keutamaan shalat dhuha, sehingga prestasi global sudah merutinkan shalat dhuha untuk membentuk kedisiplinan buah hati anda. Semoga Bermanfaat!

 

Kesimpulan :

Apa yang dimaksud dengan Sholat dhuha ?

Salah satu sholat sunnah yang disarankan untuk dilakukan.

Shalat Dhuha 4 rakaat ini merupakan rakaat yang sering dilakukan oleh ?

Rasulullah SAW.

Berapakah jumlah maksimal rakaat shalat dhuha ?

12 rakaat

(Visited 1.064 times, 4 visits today)
WhatsApp WhatsApp us