Bagikan Artikel Ini:

Pramuka kerap dikenal sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Manfaat ikut pramuka tidak hanya akan terasa saat anak masih berusia muda, namun juga hingga dewasa. Apa saja manfaat ikut pramuka bagi karakter anak? Berikut ulasannya.

Sekilas Tentang Pramuka dan Sejarahnya

Apakah Anda familiar dengan kegiatan pramuka? Kegiatan ini sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran di Indonesia sejak lama.

Pramuka, yang juga memiliki julukan ‘Scout’ di luar negeri muncul di Indonesia sejak tahun 1961. Sejak saat itu, pramuka ditetapkan menjadi organisasi kepanduan luar sekolah yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus tiap tahunnya.

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya sekumpulan orang berusia muda yang melakukan berbagai karya. Pada dasarnya, kegiatan pramuka memberikan pemahaman kehidupan melalui serangkaian kegiatan anak yang menyenangkan dan menyehatkan.

Tingkatan dalam Pramuka dan Ilmu yang Diajarkan

Membentuk Karakter Anak Kenali Manfaat Pramuka - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by twenty20photos on Envato

Dalam pramuka, terdapat tingkatan keanggotaan yang dikelompokkan berdasarkan usia. Usia keanggotaan termuda adalah 7 tahun, dan keanggotaan ini bisa berlanjut hingga dewasa. Yang membedakan adalah fungsi, kegiatan serta tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing anggota.

Berikut adalah tingkatan dalam pramuka.

1. Tingkat Siaga

Tingkat ini berisi individu berusia 7 hingga 10 tahun. Umumnya, yang menjadi anggota tingkat siaga adalah siswa sekolah dasar.

Di tingkat siaga, anak harus mematuhi prinsip dasar pramuka siaga, Dwi Satya dan Dwi Darma. Di tingkat ini, anak akan berkenalan dengan konsep nasionalisme, beramal saleh serta berbakti kepada orang tua.

Salah satu kegiatan pramuka tingkat siaga adalah menghafal Pancasila dan lagu nasional, disiplin membayar iuran, dan membuang sampah di tempatnya.

2. Tingkat Penggalang

Tingkat ini merupakan tingkatan untuk anak berusia 10 hingga 15 tahun. Maka dari itu, tidak heran bila tingkat penggalang terisi dengan anak usia sekolah menengah pertama.

Di tingkat ini, anak akan berkenalan dengan prinsip moral pramuka bernama Dasadharma yang meliputi nilai Ketuhanan dan bermasyarakat yang baik. Selain itu, anak akan mulai berkenalan dengan lomba kepramukaan tingkat daerah, perkemahan dan bentuk aktivitas luar ruangan lainnya.

3. Tingkat Penegak

Keanggotaan penegak akan disematkan pada anak berusia 16 hingga 20 tahun. Seiring bertambahnya usia, anak akan mulai mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar.

Di tingkat ini, anak akan terlibat dalam berbagai kegiatan bakti sosial, pertemuan kepramukaan tingkat nasional

4. Tingkat Pandega

Tingkat Pandega diperuntukkan untuk individu berusia 21 hingga 25 tahun. Sama seperti tingkat penegak, anggota pramuka tingkat pandega memiliki tanggung jawab untuk memahami prosesi adat dan kebudayaan setempat serta memahami identitasnya sendiri.

5. Tingkat Pendidik dan Fungsionaris

Keanggotaan pramuka berlaku selamanya, bahkan saat individu sudah berusia dewasa. Di atas usia 25 tahun, anggota pramuka sudah pantas untuk menduduki posisi sebagai pendidik anggota pramuka muda lainnya.

Selain itu, ada juga posisi fungsionaris seperti anggota maupun ketua pramuka tingkat Nasional.

Manfaat Mengikuti Kegiatan Pramuka Bagi Anak

Membentuk Karakter Anak Kenali Manfaat Pramuka - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by twenty20photos on Envato

Mengikuti kegiatan pramuka memiliki manfaat yang besar bagi anak, tidak hanya saat anak mempraktekkannya di bangku sekolah, namun juga ketika sudah dewasa. Karakter apa saja yang akan dimiliki anak jika konsisten mengikuti pramuka? Berikut ulasannya.

1. Menumbuhkan Rasa Berani

Di usia dini, anak harus selalu menerima dukungan untuk melakukan hal-hal baru dan mendapatkan pengalaman yang berharga. Hal tersebut dapat membantu anak meraih kepercayaan diri dan berani melakukan kegiatan yang belum pernah Ia coba sebelumnya.

Di kegiatan pramuka, anak akan menemukan banyak kegiatan, ilmu dan teman baru yang bisa membantu anak mengasah keberanian dalam dirinya.

2. Meningkatkan Rasa Empati

Pramuka merupakan kegiatan positif yang mengajarkan anak tentang pentingnya memiliki kepedulian terhadap sesama. Keyakinan tersebut tertuang dalam banyaknya kegiatan berbagi dengan orang yang membutuhkan, misalnya melalui kegiatan bakti sosial.

Anak yang sudah terbiasa beramal saleh sejak dini akan membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa. Hal ini bisa menumbuhkan rasa empati anak terhadap sesama dan membuat anak memiliki karakter senang berderma.

3. Memiliki Sifat Mandiri

Di pramuka, anak akan diarahkan untuk mengenali dan menjalankan perannya masing-masing saat jauh dari orang tua. Maka dari itu, tidak heran bila anak yang mengikuti kegiatan pramuka memiliki karakter yang lebih mandiri, terutama saat menerima tugas tertentu.

4. Memiliki Role Model yang Baik

Kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang akan mempertemukan anak tidak hanya dengan teman-teman sebayanya, melainkan dengan orang lain yang berusia lebih tua, misalnya kakak pembina.

Oleh karena itu, anak memiliki interaksi yang lebih banyak dengan orang dewasa yang merupakan panutan dan patut menjadi contoh. Ini membuat anak tumbuh dewasa dengan role model yang baik.

5. Memahami Pentingnya Menjaga Kesehatan

Pada umumnya, banyak kegiatan pramuka yang menitikberatkan pada kegiatan fisik. Misalnya saja, melakukan lari pagi, atau olahraga dengan teman, hingga melakukan hiking.

Kegiatan-kegiatan tersebut bisa menjaga kondisi kesehatan anak, terutama di era digital seperti saat ini, di mana banyak anak lebih memilih bermain game menggunakan gadget. Pramuka bisa menjadi gerbang bagi anak untuk memulai kebiasaan olahraga dan memiliki tubuh yang sehat.

6. Meningkatkan Kemampuan Bekerjasama

Dalam sebuah kelompok seperti pramuka, tim olahraga atau organisasi lainnya, tentu saja terdapat tujuan bersama yang harus tercapai oleh seluruh anggota. Dengan meningkatkan keterlibatan anak terhadap kelompok ini, anak akan mulai terbiasa untuk bekerjasama.

Pada gilirannya, hal ini dapat membantu anak menumbuhkan karakter mau mendengarkan, rendah hati dan belajar berkomunikasi.

7. Menjadi Lebih Disiplin

Dalam pramuka, anak belajar untuk menjadi self-starter. Artinya, anak harus memiliki motivasi dalam diri untuk melakukan hal-hal yang berdampak positif pada diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Apabila anak terus melakukan kegiatan pramuka secara konsisten, Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tidak memiliki kesulitan dalam memotivasi diri sendiri. Karakter ini merupakan karakter yang sangat berguna saat Ia sudah dewasa nanti.

8. Menumbuhkan Rasa Cinta pada Lingkungan

Pramuka mengajarkan anak untuk senantiasa merawat lingkungan sekitar melalui kegiatan-kegiatan sosial. Misalnya saja melalui kegiatan kerja bakti di lingkungan sekitar, reboisasi, hingga menanam hewan peliharaan.

Upaya tersebut bisa menumbuhkan rasa cinta anak terhadap lingkungan dan juga hewan. Manfaatnya, anak bisa memiliki apresiasi terhadap lingkungan dan akan selalu mengupayakan kelestarian alam.

9. Mempelajari Kemampuan Dasar dalam Hidup

Membekali anak dengan serangkaian soft skill melalui pramuka demi upaya pembentukan karakter merupakan upaya yang baik. Namun, tidak hanya itu, pramuka juga membekali anak dengan banyak hard skill yang sangat penting dalam kehidupan.

Dalam pramuka, anak akan mempelajari cara memasak, membangun tenda, mengikat tali temali, hingga cara bersikap saat berada di kondisi darurat, misalnya membuat tandu, berenang, dan membuat sandi.

Hal-hal tersebut bisa membantu anak menemukan potensi dalam diri sekaligus menambah skill yang Ia miliki.

10. Menanamkan Nilai-nilai Keagamaan

Pramuka tidak melupakan unsur keagamaan dalam praktiknya. Tidak heran, karena hal tersebut tertera dalam poin pertama Dasa Dharma yang berbunyi ‘Taat kepada Tuhan Yang Maha Esa’.

Melalui seluruh kegiatannya, pramuka mengajarkan mengenai konsep Sang Pencipta dan ciptaan-Nya, cara bersyukur, serta cara beramal soleh dengan cara yang sejalan dengan agama. Secara tidak langsung, hal ini mengajarkan anak untuk membiasakan diri mempraktikkan ajaran-ajaran agama.

Pramuka Sebagai Bekal Anak di Era Persaingan Global

Membentuk Karakter Anak Kenali Manfaat Pramuka - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by michelangloop on Envato

Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah semakin berkembang. Seiring waktu, muncul teknologi-teknologi baru yang bertujuan untuk memudahkan penggunanya. Misalnya saja, penggunaan metode pembelajaran online kala pandemi COVID-19 demi membatasi adanya kontak fisik.

Seiring dengan kemajuan IPTEK, pergeseran budaya pun terhindarkan. Masuknya kebudayaan luar, terutama kebudayaan negara maju tidak hanya bisa menjadi inspirasi dan sumber pembelajaran, melainkan juga sebuah batasan yang kerap kali bersinggungan dengan budaya Indonesia.

Perubahan-perubahan tersebut harus disikapi dengan bijaksana, dan salah satu caranya adalah membekali generasi penerus dengan karakter yang kuat serta taat.

Kegiatan pramuka merupakan salah satu kegiatan bermanfaat yang bisa membekali anak dengan skill-skill yang berguna untuk bersaing di pasar global saat sudah dewasa.

Tidak hanya itu, nilai keagamaan dalam pramuka pun mendidik anak untuk tetap menjadi pribadi yang ‘’membumi’ dan memiliki kasih sayang pada sesama dan alam semesta. Dengan mengikuti pramuka, anak bisa menjadi sumber daya manusia yang berdaya, sekaligus manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Sekolah Prestasi Global, Pendidikan Terbaik untuk Anak Anda

Lembaga manapun bisa menerapkan prinsip pramuka dalam metode pendidikannya. Termasuk dalam metode pendidikan di sekolah.

Sekolah yang merupakan ‘rumah kedua’ anak berfungsi untuk melindungi serta membekali anak dengan berbagai skill dan karakteristik yang anak Anda perlukan hingga kelak dewasa nanti.

Maka dari itu, sudah menjadi hal yang wajar apabila orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anaknya.

Kami di Sekolah Prestasi Global akan membantu mewujudkan harapan Anda dalam membentuk karakter anak yang kuat dari segi IPTEK dan IMTAK. Dengan hal ini, tidak hanya memiliki kemampuan intelegensi, anak juga kreatif serta memiliki pondasi keagamaan yang kuat.

Kurikulum yang kami susun senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan psikososial anak agar anak tidak merasa terbebani dengan tugas-tugas yang memberatkan.

Kami menerapkan prinsip life-balance dengan cara tidak memberikan anak pekerjaan rumah yang terlampau banyak agar anak memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan teman sebaya di rumah atau orang tua.

Selain itu, anak juga memiliki waktu untuk mengembangkan potensi melalui serangkaian kegiatan ekstrakulikuler yang kami sediakan.

Dari sisi keagamaan, kami juga menerapkan sesi membaca Al-Qur’an setiap harinya agar anak semakin terbiasa dengan ayat-ayat suci, kajian keIslaman dan kebiasaan mengaji.

Kesimpulan

Pramuka merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi proses tumbuh kembang serta proses pembentukan karakter anak. Karakter positif yang terbangun melalui kegiatan pramuka bisa menjadi bekal saat anak sudah dewasa dan menapaki dunia kerja dan persaingan global.

Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk memilih sekolah yang menanamkan nilai-nilai serupa pada karakter anak. Nilai-nilai tersebut terdapat pada sistem pendidikan, kurikulum dan kegiatan luar sekolah yang ada di Sekolah Prestasi Global.

Mari, ciptakan karakter anak yang mampu bersaing dan memiliki pondasi keagamaan yang kuat bersama Sekolah prestasi Global.

Baca Juga : 7 Nutrisi Penting untuk Anak 10 Tahun ke Atas

Apa Manfaat Mengikuti Kegiatan Pramuka Bagi Anak

Menumbuhkan Rasa Berani Di usia dini, anak harus selalu menerima dukungan untuk melakukan hal-hal baru dan mendapatkan pengalaman yang berharga. Meningkatkan Rasa Empati Pramuka merupakan kegiatan positif yang mengajarkan anak tentang pentingnya memiliki kepedulian terhadap sesama. Memiliki Role Model yang Baik Kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang akan mempertemukan anak tidak hanya dengan teman-teman sebayanya, melainkan dengan orang lain yang berusia lebih tua, misalnya kakak pembina.

Bagaimana Sejarah Kemunculan Pramuka di Indonesia

Pramuka, yang juga memiliki julukan ‘Scout’ di luar negeri muncul di Indonesia sejak tahun 1961. Sejak saat itu, pramuka ditetapkan menjadi organisasi kepanduan luar sekolah yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus tiap tahunnya. Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya sekumpulan orang berusia muda yang melakukan berbagai karya.

Mengapa Pramuka bisa menjadi bekal untuk era persaingan globalisasi

Kegiatan pramuka merupakan salah satu kegiatan bermanfaat yang bisa membekali anak dengan skill-skill yang berguna untuk bersaing di pasar global saat sudah dewasa. Tidak hanya itu, nilai keagamaan dalam pramuka pun mendidik anak untuk tetap menjadi pribadi yang ‘’membumi’ dan memiliki kasih sayang pada sesama dan alam semesta. Dengan mengikuti pramuka, anak bisa menjadi sumber daya manusia yang berdaya, sekaligus manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

(Visited 44 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us