Bagikan Artikel Ini:

Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Kepada Anak Remaja

Mengawasi perkembangan anak remaja mungkin terasa gampang-gampang susah. Mereka sedang beranjak dewasa, sehingga memiliki ego, tetapi sebenarnya masih memerlukan bimbingan para ayah dan bundanya. Maka dari itu, perlu pola komunikasi yang tepat dan efektif agar muncul rasa tanggung jawab atas perilaku mereka.

Menginjak usia remaja, artinya sang anak mulai memiliki aktivitas sendiri yang membuatnya jauh dari pantauan orang tua. Mereka mulai memiliki banyak aktivitas di luar rumah, sehingga membuat ayah dan bunda tidak dapat mengawasinya 24 jam sehari. Itulah sebabnya, perlu menanamkan responsibility terhadap diri sendiri.

Makna Tanggung Jawab

Cara Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Kepada Anak Remaja - Sekolah Prestasi Global

Sebelum melatih anak mempertanggungjawabkan setiap hal yang mereka lakukan, ada baiknya ayah dan bundanya memahami maknanya terlebih dahulu. Frasa yang berasal dari gabungan kata tanggung dan jawab ini sebenarnya merupakan kemampuan menanggung dan menjawab. Artinya, suatu gambaran keselarasan antara tindakan dan ucapan yang berdasarkan pada norma.

Berikut ini adalah beberapa wujud dari perilaku bertanggung jawab:

  • Mampu menunjukkan kesesuaian antara ucapan dan tindakan
  • Menepati janji yang terucap sebelumnya
  • Menunjukkan empati terhadap lingkungan
  • Mampu mengakui kesalahan, meminta maaf, dan tidak menimpakannya kepada orang lain
  • Terbiasa mematuhi aturan, bersikap disiplin dan tepat waktu

Sikap ini merupakan suatu tuntutan kodrati dari lingkungan sekitar terhadap semua tindakan manusia, pada kelompok usia berapapun. Sikap acuh tak acuh terhadap lingkungan maupun hak orang lain dapat menjadi bukti tidak adanya rasa bertanggung jawab dalam diri seseorang. Sayangnya, hal ini sering muncul pada anak usia remaja.

Mereka sering menunjukkan perilaku kurang bertanggung jawab terhadap tingkah lakunya. Hal ini tak jarang menimbulkan konflik dengan lingkungan, terutama ayah dan bundanya. Seringnya, timbul konflik karena anak remaja tersebut menunjukkan sikap membangkang terhadap ucapan, arahan, maupun perintah orang tuanya.

Banyak orang tua yang mengeluhkan sang anak, ketika mereka mulai beranjak remaja dan menunjukan sikap membangkang. Apabila Anda merasakan hal ini, ada baiknya memahami terlebih dahulu, apa yang menjadi penyebabnya.

Penyebab Remaja Sering Bersikap Membangkang

Perilaku membangkang merupakan perilaku yang menolak melaksanakan aturan, perintah, maupun tata tertib. Hal ini menunjukkan kebalikan dari sikap bertanggung jawab. Sayangnya, tindakan ini sering tampak pada anak usia remaja. Apa penyebabnya?

1. Perkembangan Pada Otak

Secara biologis, otak anak usia remaja sedang mengalami perkembangan, utamanya pada bagian prefrontal cortex. Hal ini membuat mereka mulai memiliki kemampuan untuk menilai sesuatu dan membuat keputusan. Anak jadi memiliki pemikirannya tersendiri dan bereaksi terhadap suatu hal berdasarkan pendapatnya.

Pada usia ini, remaja mulai membentuk idealismenya sendiri. Saat inilah perlu adanya dukungan dari lingkungannya agar terbentuk reaksi yang tepat. Pengaruh buruk dari lingkungan pergaulan, kurangnya komunikasi dengan orang tua, juga minimnya pengetahuan dan pengalaman, bisa membuat remaja jadi pembangkang.

Mereka bersikap menentang aturan, melawan anjuran, hingga melakukan tindakan negatif lain yang menunjukkan tidak adanya pertanggungjawaban atas perilakunya. Pada dasarnya, perkembangan pada bagian otak prefrontal cortex ini penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir pada remaja. Sayangnya, tanpa bimbingan yang tepat, sikapnya menjadi negatif.

Perkembangan kemampuan berpikir yang kurang terarah dapat membuat anak remaja berkembang menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab. Apabila terlambat menyadarinya. Ia akan tumbuh menjadi orang dewasa yang egois, bahkan bisa jadi bertindak merugikan sekelilingnya.

2. Mulai Mencari Eksistensi Diri

Anak usia remaja memasuki fase pencarian jati diri. Pada saat itu, muncul pemahaman bahwa diri mereka merupakan pribadi mandiri, sosok individu yang terpisah dari orang lain. Mereka yang tadinya bergantung pada orang tua, mulai merasa mampu melakukan semua hal sendiri.

Proses memisahkan pribadi dari ayah dan bundanya untuk mandiri ini sering membuat mereka memiliki pendapat atau sikap yang berbanding terbalik dengan orang tuanya. Saat sang ayah atau bundanya mengatakan suatu hal, bisa jadi mereka berpendapat sebaliknya untuk menunjukkan bahwa mampu berpikir sendiri. Inilah yang membuatnya tampak sebagai pembangkang.

3. Komunikasi Yang Kurang Efektif

Penyebab lain yang membuat anak menjadi pembangkang dan tidak bertanggungjawab adalah kurangnya komunikasi efektif dengan orang tuanya. Kesibukan ayah dan bunda, ataupun si anak tersebut, bisa membuat hubungan antara mereka menjadi terkendala. Tak jarang hal ini membuat anak merasa kurang mendapatkan perhatian.

Pada akhirnya, mereka mulai mencari perhatian di luar yang membuatnya justru terpapar pengaruh negatif dari lingkungan kurang baik. Hal ini bisa membuat mereka kurang mampu mempertanggungjawabkan perilakunya.

Cara Melatih Anak Usia Remaja Agar Memiliki Sikap Bertanggung Jawab

Tentu banyak orang yang menginginkan anaknya memiliki sikap positif, contohnya mampu bertanggung jawab. Namun, mengingat pada dasarnya anak usia remaja masih memerlukan bimbingan, maka ayah dan bundanya perlu memberikan motivasi yang tepat. tak ada salahnya menerapkan langkah-langkah berikut ini.

1. Memberi Motivasi Kepada Anak Usia Remaja Untuk Menentukan Pilihan Sendiri

Cara Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Kepada Anak Remaja - Sekolah Prestasi Global

Anak yang mendapatkan kesempatan untuk menentukan pilihan sendiri akan tumbuh menjadi pribadi percaya diri dan memiliki rasa tanggung jawab.

Mereka merasa bahwa orang lain menghargai pendapatnya dan memandang dirinya sebagai individu mandiri. Namun, saat memberikan pilihan, orang tuanya perlu mengingatkan konsekuensi dari keputusannya.

Hal ini melatih sang anak untuk memahami bahwa setiap pilihan memiliki akibat yang harus dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, anak usia remaja tersebut akan menyadari bahwa haknya dibatasi oleh hak orang lain, dan ia harus bertanggung jawab akan hal itu.

Setelah menjelaskan konsekuensi dari pilihannya, ayah dan bunda dapat memberikan teguran apabila si anak tidak bertanggungjawab atas keputusannya tersebut. Namun, pastikan teguran ini bukanlah untuk menyalahkannya, melainkan mengingatkan atas konsekuensi yang harus ia tanggung.

Apabila salah menyikapi dan bertindak dengan nada menyalahkan, bisa jadi sang anak akan bersikap defensif, bahkan membangkang. Ayah dan bunda perlu bersikap bijaksana agar anak tetap merasa mendapatkan dukungan, dan bimbingan, bahkan saat tidak sengaja berbuat kesalahan.

2. Bertindak, Bukan Berucap

Cara lain untuk melatih anak usia remaja dalam bertanggung jawab adalah dengan memberikan contoh tindakan. Langkah ini lebih efektif dibandingkan dengan hanya sekadar menyampaikan lewat ucapan saja. Anak usia remaja yang sedang mencari jati diri memang cenderung menentang ucapan orang tuanya.

Namun, si anak ini justru sedang mencari panutan. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua agar memastikan bahwa mereka berdua merupakan panutan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Tunjukkan sikap bertanggung jawab di hadapan mereka, sehingga secara tidak sadar memotivasinya untuk melakukan hal yang sama.

3. Bangun Komunikasi Yang Baik Dengan Anak

Mungkin saat anak masih kecil, orang tuanya selalu membantu menentukan pilihan dan mengatur hidupnya. Namun, saat ia beranjak dewasa, pola komunikasi semacam ini bisa jadi kurang efektif.

Ayah dan bunda sebaiknya mengatur ulang strategi komunikasi tersebut. Buat mereka merasa bahwa Anda berdua menghargai pendapatnya.

Berikan kesempatan kepada anak usia remaja tersebut untuk menyampaikan alasan perilakunya, apabila mereka berbuat suatu kesalahan.

Hindari menghakimi, sebaliknya arahkan mereka untuk menyadari sendiri kesalahannya. Cara ini justru lebih efektif untuk melatih kemampuan mereka dalam memilah mana yang baik dan tidak.

Apabila sang anak sudah mampu memilah sendiri tindakan terbaiknya, tentunya akan mudah untuk meminta pertanggungjawaban mereka. Komunikasi yang baik akan membuat anak merasa nyaman berdiskusi dengan orang tuanya.

Dengan demikian, mereka tidak akan mencari pendapat dari orang lain yang bisa jadi justru memberi pengaruh buruk.

4. Biarkan Mereka Berusaha Sendiri

Langkah selanjutnya dalam melatih anak remaja agar bertanggung jawab adalah dengan mendorong mereka berusaha sendiri untuk meraih keinginannya. Memang, tak ada salahnya menghadiahi anak dengan barang-barang yang mereka inginkan. Namun, ada kalanya perlu melatih mereka untuk mendapatkannya dengan usaha sendiri.

Contohnya, saat anak menginginkan sebuah ponsel baru, tak perlu langsung menuruti, apalagi jika si anak tidak terlalu memerlukan benda itu. Justru, motivasi mereka untuk berusaha membelinya sendiri.

Ajarkan cara mendapatkan uang sendiri dan melatih kesabaran saat menabung untuk membeli barang idaman mereka.

Ada baiknya mereka mulai belajar life skill untuk melatih tanggung jawabnya terhadap diri sendiri. Tidak ada salahnya melatih anak untuk berwirausaha sejak dini, sehingga mereka terbiasa mempertanggungjawabkan keputusan terkait pekerjaannya.

Namun, tentu saja, tetap berikan pemahaman bahwa tanggung jawabnya sebagai pelajar tidak boleh terabaikan.

Melatih siswa agar bertanggung jawab juga menjadi sasaran pendidikan pada sekolah Prestasi Global. Mereka mendapatkan stimulasi untuk melakukan kewajibannya dengan baik.

Contoh tanggung jawab yang harus para siswa tunjukkan adalah mematuhi peraturan sekolah, belajar secara bersungguh-sungguh, dan bersosialisasi dengan baik terhadap sesama murid, juga guru.

Para siswa juga mendapat latihan untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Selain itu, mereka juga menerima stimulasi untuk mempertanggungjawabkan hasil studinya, yaitu dengan meraih prestasi terbaik.

Komunikasi yang efektif antara guru, murid, dan orang tuanya, membuat lingkungan sekolah tersebut menjadi kondusif bagi mereka.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut.

  • Sangat penting untuk mulai melatih anak sejak dini agar mampu bertanggung jawab. Salah satu tujuannya adalah agar mereka tidak berkembang menjadi pribadi yang egois
  • Anak perlu memahami kewajibannya, dan mempertanggungjawabkan setiap melakukan suatu hal. Contohnya, memiliki prestasi di sekolah sebagai pertanggungjawaban dari kegiatan belajarnya
  • Perlu adanya komunikasi yang baik dan saling menghargai, termasuk pendapat anak agar mereka terbiasa bertanggung jawab atas ucapannya
  • Orang tua perlu memahami bahwa terkadang sikap negatif yang mereka tunjukkan bisa jadi akibat pengaruh dari perkembangan biologis maupun mentalnya

Tidak ada aturan baku dalam menghadapi setiap anak, sebab masing-masing dari mereka adalah merupakan pribadi yang unik. Perlakukan mereka sesuai dengan sifat, kondisi dan juga harapan terhadapnya. Hal ini akan membuat mereka merasa dihargai dan muncul sebagai pribadi mandiri dan bertanggung jawab.

Tak ketinggalan pula, peran lingkungan dan ayah bundanya dalam memberikan contoh terbaik sebagai panutan.

Tidak ada orang dewasa yang suka digurui, dan usia remaja merupakan suatu fase menuju dewasa, sehingga mereka juga tidak menyukainya. Jadi, cara efektif adalah bersikap sesuai harapan terhadapnya. Jika ingin mereka bertanggung jawab, maka kita pun harus begitu.

Mungkin tidak mudah melatih anak usia remaja untuk memiliki sikap tanggung jawab. Namun, dengan ketelatenan dan langkah yang tepat, sikap baik tersebut akan terbentuk.

Hanya saja, perlu memastikan bahwa anak berada di dalam lingkungan positif, baik itu di rumah, maupun sekolahnya. Itulah sebabnya, penting memilih sekolah beratmosfer selaras dengan di rumah.

Baca Juga : Parenting Islami : Keutamaan Mendidik Anak Dalam Islam

Apa maksud dari bertindak, bukan berucap?

Cara lain untuk melatih anak usia remaja dalam bertanggung jawab adalah dengan memberikan contoh tindakan. Langkah ini lebih efektif dibandingkan dengan hanya sekadar menyampaikan lewat ucapan saja. Anak usia remaja yang sedang mencari jati diri memang cenderung menentang ucapan orang tuanya. Kesibukan ayah dan bunda, ataupun si anak tersebut, bisa membuat hubungan antara mereka menjadi terkendala. Tak jarang hal ini membuat anak merasa kurang mendapatkan perhatian.

Apa faktor terbesar yang membuat anak menjadi pembangkang dan tidak bertanggungjawab?

Pada akhirnya, mereka mulai mencari perhatian di luar yang membuatnya justru terpapar pengaruh negatif dari lingkungan kurang baik. Hal ini bisa membuat mereka kurang mampu mempertanggungjawabkan perilakunya.

Apa hal terpenting dalam melatih anak usia remaja agar memiliki sikap bertanggung jawab?

Tentu banyak orang yang menginginkan anaknya memiliki sikap positif, contohnya mampu bertanggung jawab. Namun, mengingat pada dasarnya anak usia remaja masih memerlukan bimbingan, maka ayah dan bundanya perlu memberikan motivasi yang tepat.

(Visited 19 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us