Bagikan Artikel Ini:

Materi pembelajaran di sekolah tidak selamanya bisa dipahami anak meski ia sudah belajar. Disinilah peran orang tua sangat penting untuk membingbing anak agar ia bisa belajar efektif dan menyenangkan. Dengan belajar efektif tapi menyenangkan, anak tidak akan bosan serta merasa tertekan. Sebagai orang tua pastinya ini yang Anda harapkan bukan? Anak dapat belajar dengan baik, paham yang dipelajari, serta tidak tertekan. Hanya saja, apakah mungkin anak menikmati proses belajar disaat materi-materi tersebut membuatnya kesulitan? Jawabannya tentu saja mungkin, Anda sebagai orang tua yang paling paham bagaimana sifat dan batas kemampuan anak bukan?

Cara Belajar Efektif dan Menyenangkan yang Cocok untuk Anak

Anak dapat belajar dengan baik, paham yang dipelajari, serta tidak tertekan. Hanya saja, apakah mungkin anak menikmati proses belajar disaat materi-materi tersebut membuatnya kesulitan? Jawabannya tentu saja mungkin, Anda sebagai orang tua yang paling paham bagaimana sifat dan batas kemampuan anak bukan? Berikut caranya:

1. Mengatur Waktu Belajar

Kebiasaan belajar hanya di waktu mendekati ujian justru bisa membuat Anak stress. ia mau tak mau belajar materi misalnya untuk sebulan dalam satu hari.  Memang sulit untuk membujuk anak mengatur waktu belajar karena kebanyakan lebih suka belajar di akhir. Akan tetapi, Anda tetap bisa menerapkan pengaturan waktu ini pada anak. Untuk permulaan, Anda bisa mencoba mengatur waktu belajar anak dengan :

  • Membuat daftar apa saja yang harus dipelajari
  • Membuat rencana belajar dari beberapa waktu sebelum ujian
  • Menghilangkan faktor penghambat seperti mainan atau televisi untuk sementara waktu selama waktu belajar

2. Mendisiplinkan Anak

Merencanakan waktu belajar akan sia-sia jika anak tidak disiplin dalam mengikutinya. Untuk itu penting bagi orang agar anak bisa mengikuti waktu belajar dengan disiplin. Apabila anak belum bisa disiplin, menghukumnya bukan merupakan sebuah solusi. Dalam hal kedisiplinan, UNICEF membuat istilah mendisiplinkan dengan positif. Dengan cara yang positif hubungan anak dan orang tua tetap harmonis dan anak juga tidak tertekan. Bagaimana cara mendisiplinkan anak dengan positif menurut UNICEF? Beberapa caranya bisa Anda lihat di bawah ini :

  • Puji anak apabila ia melakukan hal positif
  • Beritahu anak apa yang Anda mau dan yakin bisa anak lakukan lebih baik daripada melarang dengan kata “jangan”
  • Alihkan perhatian anak kepada hal lain ketika ia mulai emosi
  • Dengan tenang beritahu anak apa konsekuensi dari perbuatannya

3. Beritahu Anak Mereka Bisa Bertanya Bila Kesulitan

belajar anak

Biarpun di rumah, terkadang anak tetap sungkan untuk bertanya pada orang tua. Hal ini bisa karena ia tidak berani bertanya, atau anak melihat orang tuanya sibuk sendiri. Biasanya anak enggan mempelajari topik yang menurutnya sudah sulit untuk dipelajari. Materi yang sulit belum belum apa-apa sudah tidak paham dan tidak tahu mengerjakan mana dahulu. Dengan anak diberitahu untuk bertanya, ia jadi tahu apa yang haru dilakukan ketika kesulitan. Selain itu, menawarkan bantuan pada anak juga sudah termasuk bentuk dukungan.

4. Memecah Materi yang Sulit Menjadi Beberapa Bagian

Belajar materi satu bab yang semuanya sulit seringkali jadi menurunkan semangat. Untuk itu, disarankan anak untuk memecah materi dan tidak mempelajarinya sekaligus. Apabila materi dipecah belajar jadi lebih mudah karena fokus untuk mempelajari satu hal terlebih dahulu.

5. Membuat Catatan saat Belajar

Membuat catatan adalah hal yang penting ketika belajar. Hal ini membuat materi dipelajari otomatis dua kali karena pertama di baca dan kedua ditulis. Catatan yang dibuat nantinya juga bisa dipergunakan kembali ketika mau mengingat-mengingatnya. Untuk membuat kegiatan membuat catatan menyenangkan, Anda bisa memanfaatkan warna. Menggunakan berbagai warna dalam catatan bukan hanya membuatnya lebih menarik tetapi sekaligus membantu mengingatnya.  Warna terbukti membantu kita mengingat beberapa informasi dengan cara meningkatkan perhatian. Kelebihan warna yang satu ini tak terbantahkan dan memang sudah terbukti. Dalam pemilihan warna yang digunakan dalam catatan, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui yaitu :

  • Semakin kontras warna dengan kertas semakin baik
  • Warna yang cerah lebih menarik perhatian
  • Bedakan warna berdasarkan mudah atau sulit diingat dan penting atau tidaknya

6. Buat Tempat Khusus Belajar yang Nyaman

Membuat tempat khusus belajar menjadikan anak tahu bahwa bila ia disana maka saatnya belajar. Supaya ia dapat belajar efektif dan menyenangkan sebisa mungkin buat tempat belajar yang nyaman bagi anak. Tempat belajar ini tidak harus di kamar, bisa di ruangan lain yang nyaman baginya. Apabila di sekitar ada benda yang bisa menjadi pemecah perhatian seperti TV, sebaiknya matikan dahulu. Satu lagi hal yang harus dipastikan untuk tempat belajar yaitu faktor cahaya. Sebisa mungkin usahakan pencahayaannya baik agar materi terlihat dengan jelas. Pencahayaan yang baik juga menghindarkan anak dari kelelahan mata dan kurangnya fokus saat belajar.

7. Beri Semangat Anak Tidak Menyerah ketika Belajar

Materi-materi yang sulit dipelajari apalagi bila sebelumnya nilai mereka jelek, membuat anak kurang bersemangat. Dalam bayangan mereka biasanya, percuma untuk belajar karena pada akhirnya nilai juga akan jelek kembali. Dalam hal ini penting untuk orang tua memberi semangat anak agar ia tidak terbebani saat belajar. Selain itu bantu juga ia agar menemukan cara mempelajari materi tersebut dengan lebih mudah.

8. Sediakan Cemilan dan Air

Belajar bisa membuat bosan apalagi subjek yang kurang disukai. Untuk membuat lebih bersemangat cemilan manis dan musik favorit bisa membantu. Sediakan makanan ringan yang mereka sukai ketika ia mulai bosan. Air putih disini bukan sekedar untuk diminum sehabis makan cemilan. Minum air putih juga bisa membuat badan lebih segar dan bersemangat saat anak belajar.

9. Musik Favorit di saat Bosan

mendengarkan-musik-

Menyalakan musik favorit juga bisa membuat lebih rileks. Akan tetapi, sebelum menyalakan musik, perhatikan apakah belajar sambil mendengarkan musik efektif untuknya. Cara anak belajar dan memahami materi berbeda-beda. Ada anak yang bisa belajar sambil mendengarkan musik dan ada yang malah terganggu dengan musik.

10. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup bisa membantu otak untuk menyerap materi yang telah dipelajari dengan baik. Jadi, ketika belajar dan seperti tidak ada yang mengerti, jangan panik. Coba tidur dengan cukup, dan di pagi hari materi akan dipahami lebih baik. Tidur yang cukup juga bisa membuat perasaan bahagia. Sehingga ketika akan belajar kembali, hati juga senang dan belajar jadi menyenangkan.

Belajar memang tugas semua siswa akan tetapi belajar bukan hanya tentang bagaimana memahami materi. Belajar yang menyenangkan juga penting untuk anak agar ia tidak merasa tertekan dan bosan. Sama seperti yang Sekolah Prestasi Global terapkan dalam pembelajaran. Kami melayani pembelajaran dengan senang hati dan menyenangkan untuk semua siswa. Sekarang, setelah tahu bagaimana cara belajar yang efektif dan menyenangkan, kapan waktu belajar yang tepat? Menentukan waktu belajar yang tepat juga penting agar hasilnya maksimal.

Kapan Saja Waktu Belajar yang Tepat untuk Anak?

Kebanyakan beranggapan pagi hari adalah waktu belajar yang baik. Akan tetapi, tidak semua anak merasakan hal itu. Sebagian, memang ada yang lebih menikmati belajar di pagi hari, tapi tidak semua bisa dianggap sama. Lantas, kapan waktu belajar yang terbaik dan paling tepat untuk anak? Masing-masing waktu belajar, entah pagi atau malam memiliki kelebihan masing-masing. Untuk menentukan mana waktu terbaik, silahkan simak dahulu apa perbedaan belajar dari  waktu belajar tersebut berikut ini :

  • Belajar di Pagi Hari

Belajar di pagi memiliki kelebihan tersendiri, yang pertama adalah tubuh masih penuh energi. Badan yang masih segar dan belum kelelahan bisa fokus terhadap pelajaran lebih baik. Fokus yang baik tentu membuat belajar lebih efisien karena materi terserap nyaris sempurna. Belajar di pagi hari suasanya juga lebih baik, anak dapat belajar dengan sinar matahari tanpa lampu. Cahaya natural ini lebih baik untuk mata dan mempertahankan fokus saat belajar. Kegiatan belajar yang dilakukan di waktu ini juga tidak akan mengganggu waktu tidur. Selain itu, di siang atau pagi hari bila ingin belajar dengan teman juga lebih mudah.

  • Belajar Sore Hari

Belajar di sore hari bisa jadi lebih baik karena di pagi harinya pelajaran sudah dibahas terlebih dahulu di sekolah. Di waktu ini anak bisa menghubungkan apa yang tadi di dapat dengan pemahaman mereka saat belajar. Di waktu ini belajar bersama teman juga masih mungkin karena waktunya masih memungkinkan. Hanya saja,, terkadang di sore hari badan sudah lelah akibat berbagai kegiatan. Hal ini bisa menghambat pemahaman materi yang akan dipelajari.

  • Belajar di Malam Hari

Malam hari energi sudah lebih terisi, hal ini membuat belajar jadi lebih baik. Di saat malam, suasana juga lebih hening yang membuat lebih mudah untuk berkonsentrasi. Sehabis belajar anak juga bisa langsung tidur, sehingga pelajaran nantinya bisa diserap dengan baik. Akan tetapi, satu hal yang perlu diperhatikan yaitu waktu tidur anak. Apabila waktu belajar selesai dan waktunya tidur berdekatan, bisa jadi anak sulit tidur.

Untuk itu, sebisa mungkin atur jadwal belajar anak supaya ketika selesai masih ada cukup waktu ke waktu tidur. Diantara kelebihan dan kekurangan dari waktu tidur di atas, kira-kira mana yang paling sesuai dengan anak Anda? Apabila merasa kesulitan menentukannya, Anda bisa melihat tips untuk menentukan waktu yang tepat berikut.

Tips Menentukan Mana Waktu Belajar yang Terbaik untuk Anak

Untuk menentukan mana waktu yang tepat untuk belajar ada beberapa hal yang patutnya diperhatikan, mulai dari :

Bagaimana Waktu Tidur Anak?

Apabila anak termasuk yang suka bangun pagi, belajar di pagi hari bisa lebih baik. Sebaliknya apabila waktu tidur anak memang lebih larut, opsi waktu belajar di malam hari bisa jadi pilihan. Ini karena anak yang bangun pagi cenderung tidur lebih awal. Sedangkan, anak yang tidur larut biasanya akan lebih sulit untuk bagun pagi.

Kapan Anak Merasa Lapar?

Di siang dan malam hari jam berapa jadwalnya makan? Hal ini patut diperhatikan karena belajar setelah makan dan saat tidak kelaparan lebih baik untuk fokus.

Perhatikan Kapan Energi Anak sedang Baik?

Bila di sore hari anak lebih berenergi, belajar di sore hari akan lebih baik untuknya. Kemudian, apabila di malam hari ia lebih aktif, maka malam hari bisa jadi saat yang paling pas untuk belajar. Sekarang, sampai disini apakah Anda sudah bisa menentukan kapan waktu belajar terbaik untuk anak? Sebisa mungkin dibanding mengikuti kapan Anda bisa mendampingi, ikuti kapan ia paling nyaman untuk belajar. Apabila sudah menentukan kapan waktu yang tepat, silahkan praktekkan cara belajar efektif dan menyenangkan di atas. Semoga saja dengan cara belajar di atas, waktu belajar yang tepat, dan bimbingan orang tua, anak bisa belajar tanpa kesulitan.

Baca juga: Belajar Menjadi Lebih Asyik dengan Metode Collaborative Learning

Bagaimana cara belajar efektif untuk anak?

1. Mengatur Waktu Belajar
2. Disiplin
3. Beritahu Anak Mereka Bisa Bertanya Bila Kesulitan
4. Memecah Materi yang Sulit Menjadi Beberapa Bagian
5. Membuat Catatan saat Belajar
6. Buat Tempat Khusus Belajar yang Nyaman
7. Beri Semangat Anak Tidak Menyerah ketika Belajar
8. Sediakan Cemilan dan Air
9. Musik Favorit di saat Bosan
10. Tidur yang Cukup

Kapan Saja Waktu Belajar yang Tepat untuk Anak?

Belajar di Pagi Hari Belajar Sore Hari Belajar di Malam Hari

Kapan Anak Merasa Lapar?

Di siang dan malam hari jam berapa jadwalnya makan? Hal ini patut diperhatikan karena belajar setelah makan dan saat tidak kelaparan lebih baik untuk fokus.

 

 

 

 

 

(Visited 466 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us