Bagikan Artikel Ini:

Pendidikan adalah modal utama untuk mencerdaskan masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Para guru adalah ujung tombak yang mendidik para siswa dengan strategi-strategi pengajaran terbaik demi mencetak generasi muda terbaik. Salah satunya dengan metode collaborative learning.

Mengenal Metode Collaborative Learning

Sesuai namanya collaborative learning adalah metode belajar dengan bekerja bersama atau berkolaborasi dengan peserta didik lain. Di Sekolah Prestasi Global kami biasanya membagi para siswa dalam kelompok-kelompok kecil atau berpasangan.

Tujuannya adalah agar seluruh anggota dalam kelompok mencapai tujuan pembelajaran secara bersama-sama.

Metode tersebut bermanfaat untuk menstimulasi logika dan kemampuan berpikir. Belajar dengan bekerja sama juga mengandung unsur pendidikan karakter menanamkan kepedulian, kesediaan berbagi, dan membantu orang lain.

Secara umum collaborative learning adalah adalah peserta didik dengan intelegensi yang bervariasi bekerja sama dalam suatu grup belajar. Pembentukan kelompok ini dimaksudkan untuk menemukan solusi dari permasalahan pada materi belajar.

Di sini pada siswa diajarkan bahwa lebih banyak kepala yang mencari jalan keluar, hasilnya akan lebih baik dibandingkan satu kepala saja. Lebih dari sekedar demi menguasai materi pelajaran saja, metode belajar dengan berkolaborasi ini juga mengajarkan nilai-nilai interaksi sosial yang baik.

Ini antara lain kemampuan menyesuaikan diri dengan orang lain, berinteraksi, bekerja sama, sampai keterampilan berkomunikasi.

Dengan menerapkan metode ini di dalam kelas, pendidik berupaya mengkombinasikan dua manfaat pendidikan formal serta informal. Collaborative learning merupakan ajang berlatih bekerja sama karena pada kenyataannya seluruh aspek kehidupan seseorang membutuhkan kegiatan kolaboratif.

Metode tersebut juga menumbuhkan kesadaran serta keterampilan anak dalam interaksi sosial yang merupakan bekal penting bagi masa depannya kelak. Keterampilan dalam bergaul dan berhubungan dengan orang lain bisa menjadi sarana penunjang kesuksesan anak di masa depan.

Alasan Mengapa Metode CollaborativeLearning Perlu Diterapkan

Para ahli merumuskan metode collaborative learning karena didasarkan pada beberapa asumsi, yaitu:

  • Kegiatan belajar adalah sesuatu yang aktif dan bersifat konstruktif. Untuk itu para siswa perlu terlibat secara intens dengan suatu materi pelajaran. Pengetahuan yang baru ini perlu diintegrasikan dengan dasar wawasan yang telah dimiliki sebelumnya.

Dengan cara demikian ini siswa dapat berinovasi atau mendapatkan pemahaman baru terkait materi pelajaran dimaksud.

  • Dalam aktivitas belajar, siswa akan menemui permasalahan atau tugas yang menantang sesuai konteks materi pembelajaran dengan modal pengetahuan yang sudah dimiliki. Pada prosesnya siswa selayaknya terlibat secara langsung untuk menemukan solusi demi menyelesaikan tugas yang diberikan.
  • Peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam. Ini misalnya status sosial keluarga, gaya belajar yang berbeda-beda pada tiap orang, aspirasi, serta pengalaman yang juga tidak sama. Dalam collaborative learning perbedaan itu diterima dan diakui.

Jika diakomodasi dengan baik perbedaan-perbedaan tersebut bisa menjadi potensi yang baik dalam diri siswa.

  • Selanjutnya potensi tiap peserta dalam grup digunakan sebagai sumber daya untuk memecahkan masalah bersama-sama. Akhirnya seluruh peserta didik berhasil mencapai tujuan pelajaran dan meningkatkan kualitas pencapaian masing-masing.
  • Belajar adalah aktivitas sosial karena ini merupakan sarana berlatih keterampilan berinteraksi. Dalam proses tersebut siswa sedikit demi sedikit dapat membangun pemahaman, saling pengertian, dan menerima perbedaan.

Ciri-Ciri Collaborative Learning

Elizabert E. Barkley, pakar terkemuka dalam metode belajar kolaborasi merumuskan karakteristik dari collaborative learning, yaitu:

  • Kesuksesan dari tiap-tiap peserta dalam grup belajar berhubungan dengan keberhasilan kelompok. Dengan kalimat lain dapat dijelaskan bahwa tingkat pencapaian peserta sejalan dengan keberhasilan kelompoknya.

Dengan begitu setiap siswa terdorong untuk menjalin kerja sama kompak agar kelompoknya menjadi yang terbaik, meraih juara, atau nilai yang tinggi.

  • Dalam proses pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran seluruh peserta grup saling berinteraksi mendukung. Artinya tiap orang berkontribusi sumber daya serta saling membantu satu sama lain untuk meraih tujuan pembelajaran.
  • Dalam metode belajar kolaboratif setiap peserta didik harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk meraih tujuan. Walaupun bekerja secara berkelompok namun setiap peserta wajib berperan aktif menyelesaikan tugas.

Guru dalam hal ini tetap menilai tiap-tiap peserta didik secara individual.

  • Menerapkan metode belajar kolaboratif adalah bentuk pelatihan yang efektif untuk mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim bagi tiap peserta didik. Ini tentu saja selain tuntutan untuk menguasai tugas yang berkaitan dengan materi pengajaran.

Setiap peserta wajib mengupayakan kelompoknya berfungsi dengan baik untuk meraih tujuan bersama.

  • Dengan model belajar demikian ini para siswa juga mempelajari kecakapan yang disebut pemrosesan kelompok. Ini dilakukan dengan belajar cara mengevaluasi kelompok, misalnya terkait produktivitas dan performanya.

Tiap-tiap orang bisa saling mengoreksi tingkah laku teman dalam grupnya apakah tindakannya selama proses pembelajaran memberi kontribusi optimal atau tidak bagi kelompok. Penilaian ini juga dapat dituangkan dalam bentuk tulisan.

Selanjutnya setiap anggota kelompok harus membuat keputusan bersama apakah dalam grupnya dianggap ada masalah atau tidak. Jika memang ada harus ditemukan solusi untuk permasalahan tersebut, sekali lagi secara bersama-sama atau dengan membuat kesepakatan.

Tujuan Metode Collaborative Learning

Sejauh ini dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa poin penting dalam metode belajar kolaboratif adalah: adanya interaksi, kerja tim, kontribusi, serta pertukaran informasi. Secara lebih detail inilah tujuan dari metode belajar kolaboratif:

  1. Mengoptimalkan terjadinya kerja sama antar peserta didik dalam kelompok secara natural dalam menemukan solusi.
  2. Metode belajar kolaboratif ini tidak lagi menjadikan guru sebagai pusat dalam aktivitas belajar mengajar, melainkan siswa. Tidak kalah pentingnya dalam proses tersebut harus terkandung unsur integrasi, kontekstual, dan kerja tim.
  3. Guru harus menyadari dan menghargai proses belajar siswa. Ini mencakup unsur-unsur orisinalitas, kontribusi, serta pengalaman otentik peserta didik terkait materi pelajaran.
  4. Pendidik sebisa mungkin memberi peluang kepada siswa dalam proses belajar sebagai partisipan aktif.
  5. Metode belajar collaborative learning jika diterapkan secara optimal merupakan sarana yang ideal untuk belajar memecahkan masalah serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
  6. Sebagaimana dasar dirancangnya strategi belajar yang satu ini, yaitu konstruktif, peserta didik harus dimotivasi untuk mengeksplorasi. Seluruh siswa harus terlibat penuh dalam memandang suatu materi pelajaran dengan kacamata masing-masing sebagai individu.
  7. Interaksi sosial dalam proses belajar mengajar harus ditekankan dan dihargai. Dalam penerapan belajar dengan metode kolaboratif diharapkan tumbuh interaksi yang baik, saling mendukung, dan menghargai sesama siswa dan siswa dengan guru.
  8. Belajar dalam kelompok-kelompok kecil demikian ini biasanya menjadi lebih menyenangkan dan seru. Jika anak-anak sejak dini mendapat kesan yang baik tentang pendidikan ini akan menanamkan semangat suka belajar atau belajar sepanjang hayat.

Menerapkan Collaborative Learning di Kelas

Pembelajaran kolaboratif bermanfaat untuk membangun keterampilan komunikasi, kolaborasi, pemikiran kritis, dan keterampilan pemecahan masalah. Singkatnya dengan collaborative learning peserta didik mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional (Social Emotional Learning).

Inilah beberapa strategi merealisasikannya di dalam kelas-kelas belajar.

Learning Station

Pada mata pelajaran sains misalnya, guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok dan masing-masing membuat learning station. Tiap-tiap station memiliki tema, misalnya benda cair, benda padat, dan benda gas. S

Seluruh peserta grup harus bekerja dalam tim untuk mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan tema station kelompoknya. Secara bergiliran setiap station akan dikunjungi grup lainnya dan peserta kelompok harus mempresentasikan tema station terkait.

“Pengunjung” station juga diperbolehkan untuk bertanya untuk menambah wawasannya. Guru berperan sebagai fasilitator dan memberikan arahan kepada siswa.

Dalam kegiatan belajar mengajar ini, selain bertujuan penguasaan materi pelajaran, juga melatih keterampilan public speaking, meningkatkan percaya diri, dan kerja sama.

Learning Together

Konsep collaborative learning yang satu ini terbilang cukup sederhana namun membutuhkan kerja sama tim yang baik. Ini karena dalam satu grup anggotanya memiliki kompetensi akademik yang bervariasi.

Dalam proses belajar bersama ini setiap kelompok mendapatkan satu set tugas yang harus dikerjakan bersama. Nantinya penilaian tugas didasarkan pada hasil kerja kelompok. Di sini guru berperan dengan memastikan seluruh anggota kelompok turut terlibat aktif berpartisipasi.

Biasanya setelah menerapkan learning together berlanjut dengan Teams-Games-Tournament. Guru dapat menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pengajaran sebagai games untuk dipertandingkan antar kelompok.

Kegiatan kompetisi ini berguna untuk mengembangkan sportifitas, dan semangat bersaing sehat.

Cooperative Learning Structures (CLS)

Satu contoh collaborative learning lain yang dapat diterapkan di kelas adalah CLS atau Cooperative Learning Structures. Di sini guru memasangkan dua siswa yang masing-masing yang berperan sebagai tutor dan tutee.

Setiap siswa yang merasa kompeten dalam satu tema dapat menjadi tutor dan mengajar partnernya. Peran sebagai tutor dapat dilakukan bergantian karena kompetensi akademik peserta didik tentunya bervariasi.

Complex Instruction (CI)

Strategi pembelajaran kolaboratif ini cocok diterapkan untuk materi pelajaran sains, pengetahuan sosial, dan matematika. Di sini para siswa membentuk kelompok-kelompok dan mendapat tugas yang berfokus pada aktivitas penemuan.

Manfaat strategi ini adalah untuk mengembangkan minat kepada materi pelajaran.

Complex Instruction ideal diterapkan pada kelas dengan siswa yang heterogen. Berikutnya hasil proses belajar mengajar dinilai berdasarkan aktivitas kelompok. Pengajaran dengan strategi demikian ini sangat pas diterapkan di luar ruangan untuk membangkitkan ketertarikan peserta didik.

Kesimpulan:

Dalam metode pembelajaran kolaboratif siswa menjadi subjek utama, sementara guru berperan sebagai fasilitator. Selain meraih tujuan penguasaan materi pengajaran yang berkaitan dengan akademik, metode tersebut juga sebagai bentuk pengembangan keterampilan sosial.

Dalam aktivitas belajar mengajar difokuskan untuk mencari solusi dari permasalahan dengan kerja tim.

Metode pengajaran kolaboratif sejalan dengan misi Sekolah Prestasi Global, yaitu mempraktekkan dan mengembangkan life-skill. Tentu saja penguasaan life-skill dapat menunjang para siswa untuk mengejar cita-cita dan meraih kesuksesan di masa depan

Dalam proses belajar mengajar sehari-hari Prestasi Global menerapkan karakter modern islami. Ini artinya peserta didik tidak hanya belajar ilmu umum atau akademik, tetapi juga mengutamakan nilai-nilai islami.

Dengan begitu buah hati Anda akan dibentuk menjadi pribadi dewasa yang mumpuni dalam keilmuan sekaligus memegang teguh nilai-nilai agama.

Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Prestasi Global berlangsung menyenangkan, termasuk dengan menerapkan metode collaborative learning untuk mengembangkan life-skill para siswa. Kami memastikan para siswa dibimbing oleh guru-guru profesional dan berpengalaman di bidangnya.

Kunjungi website resmi Sekolah Prestasi Global untuk mendapatkan informasi lengkap terkait layanan sekolah. Semoga menginspirasi.

Apa yang dimaksud collaborative learning?

collaborative learning adalah metode belajar dengan bekerja bersama atau berkolaborasi dengan peserta didik lain

Apa saja karakteristik dari collaborative learning?

-Kesuksesan dari tiap-tiap peserta dalam grup belajar berhubungan dengan keberhasilan kelompok. -Dalam proses pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran seluruh peserta grup saling berinteraksi mendukung. -Dalam metode belajar kolaboratif setiap peserta didik harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk meraih tujuan. -Menerapkan metode belajar kolaboratif adalah bentuk pelatihan yang efektif untuk mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim bagi tiap peserta didik. -Dengan model belajar demikian ini para siswa juga mempelajari kecakapan yang disebut pemrosesan kelompok.

Apa manfaat Pembelajaran kolaboratif?

Pembelajaran kolaboratif bermanfaat untuk membangun keterampilan komunikasi, kolaborasi, pemikiran kritis, dan keterampilan pemecahan masalah. Singkatnya dengan collaborative learning peserta didik mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional (Social Emotional Learning).

(Visited 20 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us