Air karbonasi yang biasanya Anda temukan dalam minuman bersoda banyak digemari oleh anak-anak, termasuk pada anak balita. Anak menyukai rasa manis yang terdapat pada minuman bersoda. Sebagai orang tua, Anda mungkin khawatir dengan anak Anda, sehingga bertanya-tanya bolehkah balita minum air soda?

Artikel ini akan mengajak Anda sebagai orang tua untuk mengetahui lebih lanjut tentang air berkarbonasi, terutama dampaknya bagi anak balita.

Apa Itu Air Berkarbonasi?

Bolehkah Memberikan Air Berkarbonasi pada Anak Balita - Sekolah Prestasi Global

Photo by twenty20photos on Envanto

Melansir dari laman hellosehat.com, air berkarbonasi adalah air yang ditambahkan dengan gas karbon dioksida. Tambahan karbon dioksida inilah yang menyebabkan terbentuknya gelembung-gelembung kecil dalam air berkarbonasi.

Sensasi Minum Air Berkarbonasi

Lebih lanjutnya, salah satu tahapan proses air berkarbonasi menciptakan sebuah senyawa kimia bernama asam karbonat. Senyawa asam karbonat yang tercipta selama proses karbonasi ini menimbulkan sensasi menggelitik yang menyenangkan terhadap orang yang meminumnya.

Tak heran, banyak orang menyukai air berkarbonasi karena sensasi menggelitik dan menyengat yang dirasakan pada lidah. Tidak hanya orang dewasa, tetapi anak balita pun juga menyukai air berkarbonasi.

Kandungan Air Karbonasi

 

Air karbonasi pada minuman bersoda umumnya terdiri dari air dan karbon dioksida tanpa tambahan bahan adiktif. Namun, pada minuman bersoda biasanya terdapat senyawa asam yang timbul karena proses karbonasi tadi.

Selain asam karbonat, soda juga mengandung asam fosfat dan asam sitrat. Kumpulan senyawa asam yang terdapat pada soda menyebabkan pH air ini sangat rendah (asam). Menurut studi pada Journal of Oral Rehabilitation, cola dan minuman bersoda pada umumnya memiliki pH 2,5.

Selain rasa asam, air berkarbonasi terutama yang terdapat pada soda juga mengandung gula. Melansir dari laman hellosehat.com, kandungan gula yang terdapat dalam air berkarbonasi termasuk tinggi. Kandungan gula yang tinggi ini juga menjadi daya tarik air berkarbonasi atau minuman bersoda bagi anak.

Efek Memberikan Air Berkarbonasi Pada Balita

Bolehkah Memberikan Air Berkarbonasi pada Anak Balita - Sekolah Prestasi Global

Photo by twenty20photos on Envanto

Orang dewasa pasti akan memahami risiko dari air berkarbonasi atau minuman soda, tetapi lain halnya dengan anak balita. Anak balita belum bisa menyaring mana makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan tubuhnya.

Jika anak sering minum soda, sangat memungkinkan anak akan kecanduan dan bisa berakibat buruk. Anda wajib menyimak beberapa dampak negatif yang timbul akibat pemberian air berkarbonasi pada anak balita berikut ini.

1. Menyebabkan Obesitas

Air berkarbonasi memiliki kalori yang tinggi tetapi gizinya rendah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tingginya kalori yang dikonsumsi oleh seseorang sangat berpengaruh pada kenaikan berat badan. Apabila terjadi kenaikan berat badan berlebih melebihi batas normal, maka akan dikategorikan sebagai obesitas.

Melansir dari klikdokter.com, konsumsi satu kaleng soda setiap hari bisa menaikkan berat badan hingga 6,8 kilogram dalam setahun. Kenaikan yang cukup besar hanya dari konsumsi minuman soda.

Anda tidak mau jika anak balita Anda terkena obesitas di usia dini, bukan? Supaya hal ini tidak terjadi, Anda harus membatasi konsumsi air berkarbonasi pada anak. Apabila Anda sebagai orang tua lengah dalam memberikan minuman kepada anak balita, hal ini akan menjadi bumerang untuk Anda sendiri.

2. Merusak Gigi

Tingginya kandungan asam yang terdapat pada air berkarbonasi dapat menyebabkan kerusakan gigi pada anak balita. Hal ini dikarenakan senyawa asam dapat mengikis lapisan enamel pada gigi.

Melansir dari hellosehat.com, enamel adalah lapisan gigi paling luar yang melindungi bagian-bagian lain dari gigi. Sehingga jika lapisan enamel semakin terkikis, gigi akan mudah rusak.

Di sisi lain, kandungan gula yang tinggi juga menjadi ancaman bagi gigi anak. Zat glukosa dan fruktosa pada air berkarbonasi dapat memicu terjadinya gigi berlubang. Oleh sebab itu, penting untuk mengurangi atau menghindari pemberian air berkarbonasi pada anak Anda.

3. Mengganggu Fungsi Otak

Hampir semua air berkarbonasi termasuk soda mengandung kafein. Minuman yang mengandung kafein memiliki beberapa dampak negatif sehingga American Academy of Pediatrics telah melarang kafein untuk anak-anak.

Keberadaan kafein ini dapat mengganggu keseimbangan zat neurokimia otak anak balita. Zat neurokimia sendiri merupakan zat yang berperan penting dalam fungsi emosional dan kognitif manusia.

Apabila anak Anda banyak mengkonsumsi air berkarbonasi, bukan tidak mungkin kecerdasan emosional dan kognitif buah hati terganggu. Supaya otak anak balita Anda tidak mengalami masalah yang serius, jauhkanlah air berkarbonasi dari anak.

4. Gangguan Pencernaan dan Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal

Air berkarbonasi memiliki dampak beragam pada pencernaan. Pada beberapa kasus, minuman ini dapat meredakan sakit perut. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan minuman bersoda mampu meringankan sembelit.

Namun, konsumsi air berkarbonasi yang berlebihan akan menyebabkan anak Anda sakit perut. Menurut ahli gizi anak, Amy Reed, minuman berkarbonasi menyebabkan udara tertelan yang menimbulkan gas. Jika anak merasa kembung dan mual, maka asupan air berkarbonasi perlu Anda kurangi.

Efek air berkarbonasi untuk pencernaan anak, salah satunya bisa terjadi pada ginjal. Kandungan sodium yang terlalu banyak pada soda merupakan salah satu penyebab penyakit ginjal. Melansir dari klikdokter.com, mengonsumsi minuman soda lebih dari dua porsi per hari dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

Selain itu, soda dapat menyebabkan batu ginjal pada anak. Tidak hanya itu, soda juga dapat menyebabkan nafsu badan balita menurun. Ini tidak baik untuk anak yang butuh nutrisi untuk tumbuh.

5. Memicu Diabetes

Soda memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Kandungan gula yang tinggi ini akan memicu peningkatan gula darah yang dapat menyebabkan diabetes. Mengutip laman klikdokter.com yang mencantumkan pernyataan All American Health, konsumsi soda setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 85%.

Jika anak terkena diabetes, penyakit lainnya juga akan mudah menyerang anak Anda. Bahkan pada beberapa kasus yang parah, diabetes dapat menyebabkan kematian. Sebagai orang tua, tentunya Anda tidak ingin ini terjadi, bukan?

6. Menurunkan Jumlah Kalsium

Zat asam yang terdapat pada minuman berkarbonasi dapat melarutkan kalsium. Jika kalsium larut terkena zat asam maka jumlah kalsium dalam tubuh pun akan berkurang.

Padahal kalsium sangat berpengaruh untuk tumbuh kembang dan tinggi badan anak. Jika jumlah kalsium semakin menurun karena terpapar minuman bersoda, maka anak tidak dapat tumbuh maksimal.

Selain itu, kalsium sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi anak usia balita termasuk salah satunya kepadatan tulang. Jika kesehatan tulang terganggu sejak usia balita, bukan tidak mungkin di masa dewasa nanti lebih rentan terkena osteoporosis.

7. Masalah Perilaku pada Anak

Tidak hanya masalah kesehatan, minuman bersoda juga berdampak pada pola perilaku anak. Pernyataan ini didukung oleh studi pada tahun 2013 yang terdapat dalam The Journal of Pediatrics. Studi menunjukkan bahwa anak dapat bersifat agresif apabila berlebihan mengkonsumsi soda.

Perilaku agresif ini timbul akibat kandungan kafein pada minuman bersoda. Kafein membuat tubuh lebih bersemangat sehingga rentan timbul sifat agresif. Masalahnya, anak balita belum dapat mengendalikan perilakunya sehingga sifat agresif ini dapat menimbulkan dampak berkepanjangan.

Studi dari jurnal tersebut juga mengatakan bahwa anak yang sering mengonsumsi soda memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terlibat perkelahian. Hal ini masih berkaitan dengan sifat agresif yang timbul pada diri anak tersebut.

Cara Mencegah Anak Kecanduan Air Berkarbonasi

Banyak sekali dampak negatif yang dapat terjadi pada anak jika sering minum minuman bersoda. Kami menyarankan kepada Anda untuk mencegah anak kecanduan minuman bersoda sejak dini. Adapun langkah yang bisa Anda tempuh di antaranya sebagai berikut.

1. Jangan Menyediakan Minuman Bersoda di Rumah

Kelihatannya sepele tetapi poin ini sangat penting. Anak biasanya tumbuh mengikuti kebiasaan dari orang tuanya, termasuk dalam mengikuti makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Dalam beberapa kasus, anak mulai mencoba minuman bersoda karena melihat orang tua meminumnya atau menyimpannya. Anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi pun mencoba untuk meminum minuman tersebut. Hal ini bisa jadi merupakan awal dari kecanduan minuman bersoda yang terjadi pada anak.

Jika Anda ingin mengonsumsi minuman bersoda, simpanlah di tempat yang tidak terlihat oleh anak. Begitu pula ketika meminumnya, sebaiknya hindari minum soda di dekat anak Anda.

2. Buat Peraturan Khusus Terkait Minuman Bersoda di Rumah

Anak sudah terlanjur mencicipi minuman bersoda? Jangan khawatir, Anda masih bisa mengatasinya. Buatlah peraturan untuk membatasi minuman bersoda.

Misalnya, anak hanya boleh minum soda pada hari tertentu saja misal saat libur Natal, tahun baru, atau saat ulang tahun. Bersikaplah tegas kepada anak Anda supaya dapat mematuhi aturan khusus yang Anda buat tersebut.

3. Edukasi Anak Sejak Dini

Meski belum begitu mengerti tentang baik buruknya minuman bersoda, Anda tetap dapat memberikan edukasi kepada anak balita. Lakukanlah obrolan kecil dengan anak terkait dampak yang timbul dari mengkonsumsi minuman bersoda. Gunakan bahasa yang mudah dicerna oleh anak supaya dia dapat memahami maksud Anda.

Selain obrolan, Anda juga dapat menggunakan contoh gambar yang mudah dipahami anak balita. Misalnya, memberitahu bahaya minuman bersoda dengan menunjukkan gambar gigi ompong. Anak tentu tidak mau giginya rusak seperti itu sehingga kemungkinan besar  ia akan menuruti Anda.

4. Pengawasan Secara Berkala

Anda harus melakukan pengawasan terhadap anak Anda. Pengawasan yang kami maksud adalah pengawasan seputar gizi dan tumbuh kembang anak. Beritahu orang-orang di sekitar anak Anda untuk tidak memberikannya minuman bersoda.

Jika anak menerima minuman bersoda di luar pengawasan Anda, akan sangat repot untuk mengatasinya di kemudian hari. Oleh sebab itu, tanyakan kepada anak Anda, minuman apa saja yang ia dapat dari orang lain. Hal ini untuk memudahkan Anda dalam mengingatkan anak untuk tidak menerima pemberian minuman bersoda.

Umur Berapa Anak Boleh Minum Air Berkarbonasi?

American Heart Association berpendapat bahwa anak balita tidak boleh mengonsumsi minuman yang mengandung tambahan gula, kafein, dan pemanis buatan.  Sebaiknya, Anda memperbolehkan anak minum air berkarbonasi saat usianya sudah di atas 5 tahun.

Bahkan meski sudah berusia di atas 5 tahun pun, Anda tetap harus mengawasi pemberian air berkarbonasi pada anak. Sebisa mungkin biasakan anak untuk mengkonsumsi makanan dan minuman sehat daripada memberinya air berkarbonasi.

Baca Juga: Ketahui 10 Manfaat Sinar Marahari Pagi Untuk Kesehatan dan Pertumbuhan Anak

Apa Kandungan Air Karbonasi?

Air karbonasi pada minuman bersoda umumnya terdiri dari air dan karbon dioksida tanpa tambahan bahan adiktif. Namun, pada minuman bersoda biasanya terdapat senyawa asam yang timbul karena proses karbonasi tadi. Selain asam karbonat, soda juga mengandung asam fosfat dan asam sitrat. Kumpulan senyawa asam yang terdapat pada soda menyebabkan pH air ini sangat rendah (asam). Menurut studi pada Journal of Oral Rehabilitation, cola dan minuman bersoda pada umumnya memiliki pH 2,5.

Bagaimana efek memberikan air berkarbonasi pada balita?

Jika anak sering minum soda, sangat memungkinkan anak akan kecanduan dan bisa berakibat buruk. Anda wajib menyimak beberapa dampak negatif yang timbul akibat pemberian air berkarbonasi pada anak balita berikut ini. Bisa menyebabkan Obesitas dan Merusak gigi.

Cara Mencegah anak kecanduan air berkarbonasi?

Adapun langkah yang bisa Anda tempuh di antaranya sebagai berikut. Jangan menyediakan minuman bersoda di rumah dan Edukasi anak sejak dini