Bagikan Artikel Ini:

Keropos tulang atau yang biasa disebut juga dengan istilah osteoporosis ternyata tidak hanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Menurut para ahli kesehatan, keropos tulang juga kemungkinan besar terjadi pada anak-anak.

Perlu Anda ketahui, keropos tulang pada si kecil ternyata dapat mengganggu perkembangan anak. Itu artinya, tumbuh kembang si kecil tidak akan optimal secara fisik.

Mengenal Osteoporosis Pada Anak

Keropos tulang yang terjadi pada anak-anak dikenal juga dengan istilah osteoporosis juvenil. Kondisi ini umumnya terjadi di usia 8 hingga 14 tahun. Kondisi tersebut dapat menyebabkan menurunnya kepadatan tulang pada anak-anak.

Osteoporosis juvenil juga dapat menyebabkan tulang mudah rapuh atau rentan patah. Itu artinya kondisi ini tidak boleh Anda biarkan.

Penyebab Osteoporosis Juvenil Pada Anak

Ada beberapa penyebab pengeroposan tulang yang terjadi pada anak-anak. Setiap orangtua wajib untuk mengetahuinya agar bisa melakukan pencegahan dini. Berikut sudah kami rangkum apa saja penyebab-penyebabnya:

1. Kekurangan Asupan Kalsium Dan Vitamin D

Kalsium merupakan nutrisi penting untuk anak. Nutrisi tersebut dapat membantu si kecil untuk mengoptimalkan kekuatan dan kesehatan tulang.

Sedangkan vitamin D adalah nutrisi yang mengoptimalkan penyerapan kalsium di dalam tubuh.

Dua nutrisi ini penting untuk tulang, khususnya pada masa tumbuh kembang anak. Kekurangan dua nutrisi ini dapat meningkatkan potensi pengeroposan tulang.

2. Mengalami Kondisi Medis Tertentu

Ada beberapa kondisi medis yang juga dapat berpengaruh pada kepadatan tulang anak. Beberapa kondisi medis tersebut di antaranya seperti diabetes, ginjal, adanya kelainan genetik pada tulang, hipertiroid dan lainnya.

3. Efek Samping Obat-Obatan

Beberapa jenis obat juga ternyata dapat menimbulkan pengeroposan pada tulang. Obat-obatan tersebut di antaranya seperti obat antikonvulsan, obat kanker, dan beberapa jenis obat-obatan lainnya.

4. Aktivitas Olahraga yang Berlebihan

Pada dasarnya, olahraga sangat baik untuk kesehatan anak maupun orang dewasa. Namun jangan sampai aktivitas olahraganya terlalu berlebihan hingga menyebabkan penurunan berat badan secara drastis.

Aktivitas olahraga berlebihan tersebut perlu Anda waspadai. Karena aktivitas tersebut bisa mengakibatkan pengeroposan tulang.

5. Gangguan Makan

Anak-anak yang mengalami gangguan makan juga berpotensi mengalami pengeroposan tulang. Pasalnya, gangguan tersebut akan memengaruhi asupan nutrisi.

Anak-anak kemungkinan besar akan mendapatkan asupan kalsium yang kecil jika mengalami gangguan makan.

Gejala Osteoporosis Pada Anak-Anak

osteoporosis pada anak - Sekolah Prestasi Global

Photo by Pavel Danilyuk on Pexels

Anak-anak yang mengalami pengeroposan tulang juga menunjukkan adanya gejala-gejala tertentu. Namun umumnya kondisi tersebut baru terdeteksi ketika si kecil mengalami patah tulang.

Berikut ini kami sudah merangkum apa saja gejala-gejalanya agar Anda bisa mendeteksinya sejak dini.

  • Sulit berjalan atau pincang.
  • Bagian dada menjadi cekung.
  • Sakit punggung pada anak, terutama di bagian bawah.
  • Nyeri di bagian pinggul dan juga kaki.
  • Tulang belakang melengkung.
  • Nyeri tulang di bagian pergelangan kaki, tungkai, lutut, pada saat berjalan.

Jenis-Jenis Osteoporosis Pada Anak

Para ahli kesehatan mengklasifikasikan pengeroposan tulang ke dalam beberapa jenis. Berikut kami jelaskan klasifikasi atau jenisnya tersebut.

1. Osteoporosis Sekunder

Pengeroposan tulang yang pertama ini umumnya disebabkan oleh penyakit mendasar dan akibat obat-obatan. Salah satu contohnya seperti penyakit peradangan sendi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak.

Sedangkan obat-obatan yang menyebabkan osteoporosis sekunder ini yaitu seperti obat anti kejang, kemoterapi, dan lainnya.

2. Osteoporosis Idiopatik Juvenile

Istilah osteoporosis idiopatik juvenile digunakan untuk jenis pengeroposan tulang yang tidak diketahui penyebabnya. Meski begitu, ada gejala yang timbul ketika seseorang mengalami pengeroposan tulang yang satu ini.

Adapun gejala-gejala osteoporosis idiopatik juvenile di antaranya seperti nyeri pada tulang belakang dan bentuk tulang belakang tidak normal. Bahkan kondisi tersebut bisa berlanjut hingga dewasa. Sedangkan penyebabnya sendiri belum diketahui.

3. Osteoporosis Primer

Biasanya seseorang yang mengalami osteoporosis primer adalah orang yang mengalami patah tulang akibat hilangnya massa tulang. Penyebab pengeroposan tulang tersebut yaitu karena penyakit bernama osteogenesis imperfecta atau OI.

Penyebab OI sendiri yaitu karena adanya kelainan pada struktur kolagen tipe 1. Namun,umumnya gejala OI berbeda-beda pada setiap individu.

Sedangkan gejala OI yang sering terjadi yaitu otot yang melemah, sendi yang lentur, dan tulang yang mudah patah.

Cara Mencegah Osteoporosis Pada Anak

gejala osteoporosis - Sekolah Prestasi Global

Photo by Pavel Danilyuk on Pexels

Selalu perhatikan kesehatan anak agar tercegah dari berbagai penyakit, khususnya pengeroposan tulang. Untuk mencegah osteoporosis juvenil, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini:

1. Memenuhi Kebutuhan Kalsium Anak

Ada banyak makanan yang kaya akan kalsium. Selain itu, kalsium juga mudah didapatkan dari segelas susu sapi murni. Susu bahkan merupakan sumber kalsium yang kandungannya lebih besar dibandingkan makanan yang mengandung kalsium lainnya.

Selain susu, anak-anak juga bisa mendapatkan asupan kalsium dari sayuran. Salah satu sayuran yang kaya akan kalsium yaitu brokoli. Selain itu, kalsium juga bisa diperoleh dari tofu.

Selain dari makanan dan susu, kalsium juga bisa diperoleh dari suplemen. Namun sebelum Anda memberi suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

2. Memenuhi Asupan Vitamin D

Kalsium dan vitamin D adalah dua nutrisi yang akan berkolaborasi di dalam tubuh. Vitamin D berfungsi untuk membantu mengoptimalkan penyerapan kalsium di dalam tubuh.

Vitamin D sendiri bisa Anda temukan pada jamur, telur, hingga minyak ikan. Bahkan saat ini, produk susu juga umumnya sudah diperkaya dengan kandungan vitamin yang satu ini.

Namun perlu Anda ketahui, bahwa ternyata sumber vitamin D paling tinggi yaitu dari sinar matahari. Maka dari itu, ajak si kecil untuk berjemur setiap pagi.

3. Selalu Aktif Bergerak

Salah satu cara terbaik dan paling murah untuk menjaga kesehatan tulang adalah dengan “bergerak”. Contohnya seperti bersepeda, berenang, berjalan kaki, dan berbagai aktivitas fisik lainnya.

Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan juga menjaga kekuatan tulang. Si kecil yang aktif bergerak, dengan sendirinya akan tercegah dari pengeroposan tulang.

4. Aktivitas Olahraga yang Berlebihan

Pada dasarnya, olahraga sangat baik untuk kesehatan anak maupun orang dewasa. Namun jangan sampai aktivitas olahraganya terlalu berlebihan hingga menyebabkan penurunan berat badan secara drastis.

Aktivitas olahraga berlebihan tersebut perlu Anda waspadai. Karena aktivitas tersebut bisa mengakibatkan pengeroposan tulang.

5. Memenuhi Kebutuhan Protein

Selain kalsium, protein juga diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang, khususnya untuk anak-anak. Protein bisa Anda peroleh dari ikan, telur, daging, tempe, kacang-kacangan, dan makanan lainnya.

6. Melakukan Skrining Secara Berkala

Skrining merupakan sebuah tes untuk mengetahui kepadatan tulang. Tes ini bisa Anda lakukan secara rutin untuk mengevaluasi kemungkinan adanya osteoporosis.

Tes skrining juga dilakukan untuk mengukur jumlah kalsium dan juga mineral di dalam tulang.

Dengan tes ini, maka kita bisa mengetahui adanya kemungkinan terjadinya pengeroposan tulang. Dengan begitu, Anda bisa mencegah kemungkinan osteoporosis anak sejak dini.

Makanan yang Kaya Kalsium dan Vitamin D

Perlu Anda ketahui, anak-anak masih tetap bisa makan enak tanpa mengabaikan kesehatan tulangnya. Pasalnya ada cukup banyak makanan lezat yang kaya akan kandungan kalsium dan vitamin D.

Berikut ini kami sudah merangkum banyak sekali makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan vitamin D.

1. Brokoli

Mengenalkan sayuran sejak dini pada anak-anak adalah cara tepat untuk mencegah pengeroposan tulang. Salah satunya dengan mengenalkan brokoli yang kaya akan kandungan kalsium.

Selain kaya akan kalsium, brokoli juga kaya akan vitamin C. Artinya sayuran hijau ini kaya akan manfaat.

2. Bayam

Selain brokoli, bayam juga merupakan salah satu sayuran yang merupakan sumber kalsium. Selain itu, sayur yang satu ini juga kaya akan zat besi, vitamin C, dan vitamin A.

3. Ikan Sarden

Jika anak-anak bosan dengan sayuran, maka bisa beralih pada ikan sarden. Pasalnya ikan sarden adalah makanan dengan kandungan kalsium yang tinggi. Kandungan kalsium paling tinggi pada ikan sarden yaitu di bagian tulangnya.

4. Ikan Teri

Jenis ikan lain yang juga kaya akan kalsium yaitu ikan teri. Kandungan paling besar kalsium pada ikan teri sama seperti ikan sarden, yaitu di bagian tulangnya.

5. Tahu

Jangan pernah memandang sebelah mata pada makanan yang satu ini. Karena tahu ternyata merupakan makanan yang kaya akan kalsium juga. Selain itu, tahu juga bisa menjadi sumber protein untuk anak-anak.

6. Ikan Berlemak

Hampir semua jenis ikan berlemak kaya akan vitamin D. Beberapa di antaranya seperti jenis ikan salmon, ikan tuna, dan juga ikan sarden. Di lain sisi, ikan juga merupakan makanan yang lezat dan bisa diolah ke dalam berbagai menu masakan.

7. Hati Sapi

Tidak semua anak-anak menyukai ikan. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan hati sapi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D si kecil.

Hati sapi adalah makanan yang bisa menjadi sumber vitamin D. kandungan vitamin D hati sapi adalah jenis vitamin D3.

8. Telur Ayam

Jika diolah dengan benar, telur adalah makanan yang kaya akan nutrisi. Salah Satunya yaitu bagian kuning telurnya yang menjadi sumber vitamin D. Selain itu, makanan ini juga kaya akan protein berkualitas tinggi.

9. Jamur

Jika anak-anak sudah mulai bosan dengan sayuran dan daging, Anda juga bisa memilih jamur. Pasalnya, jamur merupakan sumber vitamin D.

10. Minyak Ikan

Solusi lain untuk mendapatkan manfaat vitamin D dari ikan yaitu dengan memberi minyak ikan. Cocok sekali untuk si kecil yang tidak suka dengan ikan.

Selain itu, minyak ikan juga kaya akan vitamin A, omega 3, dan kandungan bermanfaat lainnya.

11. Susu Kedelai

Selain susu sapi, susu kedelai juga kaya akan kalsium. Susu kedelai bisa menjadi alternatif bagi yang alergi dengan susu sapi.

Saat ini bahkan sudah banyak jenis susu kedelai yang sudah dilakukan penambahan nutrien atau difortifikasi. Dengan begitu, kandungan nutrisinya akan jauh lebih banyak.

Mulai Gaya Hidup Sehat Untuk Mencegah Osteoporosis

Pengeroposan tulang pada anak-anak bisa Anda cegah dengan menerapkan pola atau gaya hidup sehat. Karena gaya hidup sehat menjadi pondasi utama agar anak-anak bisa menjaga kesehatan tulangnya.

Mulailah mengenalkan makanan-makanan sehat, khususnya makanan yang kaya kalsium dan vitamin D. Beberapa jenis makanannya sudah kami jelaskan di bagian atas.

Selain itu, ajaklah anak-anak untuk beraktivitas di luar ruangan, khususnya di pagi hari. Karena sinar matahari adalah sumber vitamin D yang paling tinggi dan juga gratis yang bisa diperoleh anak-anak.

Kesimpulan

Informasi yang kami bagikan di sini menjadi awareness bagi setiap orangtua, bahwa sejatinya pengeroposan tulang juga bisa terjadi pada anak-anak.

Dengan mengenal penyebab, gejala, hingga cara mencegahnya, maka Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Meningkatkan kesadaran sejak dini terhadap osteoporosis anak merupakan hal yang sangat penting. Kini setelah Anda membaca artikel ini, sedikit banyaknya tahu apa saja penyebab dan juga cara mencegah pengeroposan tulang anak sejak dini.

Baca Juga : 11 Manfaat Psikologis yang Bisa di Dapatkan Anak dengan Nonton Drama Musikal

Apa yang dapat terjadi jika osteoporosis terjadi pada anak?

Menurut para ahli kesehatan, keropos tulang juga kemungkinan besar terjadi pada anak-anak. Keropos tulang pada si kecil ternyata dapat mengganggu perkembangan anak. Itu artinya, tumbuh kembang si kecil tidak akan optimal secara fisik.

Keropos tulang yang terjadi pada nak-anak dikenal juga dengan istilah?

Keropos tulang yang terjadi pada anak-anak dikenal juga dengan istilah osteoporosis juvenil. Kondisi ini umumnya terjadi di usia 8 hingga 14 tahun. Kondisi tersebut dapat menyebabkan menurunnya kepadatan tulang pada anak-anak. Osteoporosis juvenil juga dapat menyebabkan tulang mudah rapuh atau rentan patah. Itu artinya kondisi ini tidak boleh Anda biarkan.

Bagaimana cara mencegah Osteoporosis Junevil pada anak?

Dengan memenuhi kebutuhan kalsium anak, memenuhi asupan vitamin D, selalu aktif bergerak, aktivitas olahraga yang berlebihan, memenuhi kebutuhan protein, melakukan Skrining secara berkala

 

(Visited 49 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us