Bagikan Artikel Ini:

Sebagai orang tua, anda sebenarnya punya begitu banyak PR yang mana anda harus menyelesaikannya dengan baik guna memberikan proteksi pada si buah hati agar terhindar dari penculikan. Ada banyak sekali cara untuk mencegah si anak jadi korban penculikan seperti contoh di bawah ini. Memang, langkah pencegahan penculikan anak berikut belum tentu 100 persen berhasil melindungi anak dari pelaku penculikan, tapi paling tidak anda dapat mengajarkan buah hati agar lebih waspada dan berhati-hati setiap saat.

Memberikan Pemahaman yang Baik Kepada Sang Anak

Agar anak terhindar dari penculikan anak, orangtua butuh kerja yang super ekstra untuk melindungi dan mengawasi sang anak. Tapi, sebenarnya orang tua saja itu belum cukup. Anda harus melibatkan buah hati anda yang mana merupakan objek penculikan. Lalu, bagaimana langkah yang pertama?

Ada satu cara pada tahap ini, yakni anda memberikan pengarahan dan juga pemahaman kepada si kecil mengenai adanya kasus penculikan yang saat ini sedang marak. Namun, anda harus memastikan bahwa informasi yang anda berikan ke anak tidak menimbulkan rasa cemas atau ketakutan berlebihan pada si anak. Artinya, anda perlu cara untuk menyampaikannya. Gunakan cara santai dalam menyampaikan informasi tersebut namun tetap menekankan bahwa kasus tersebut memang serius.

Yang paling penting, anda juga harus memberi tahu si buah hati bagaimana langkah dasar untuk melarikan diri atau menghindari situasi tertentu yang bisa membahayakan diri mereka.

Memastikan Sang Anak Paham Akan Data Dirinya

Langkah selanjutnya untuk mencegah terjadinya penculikan anak, anda bisa mengajarkan sang anak untuk menghafal atau mengingat data pribadinya seperti nama lengkap, alamat rumah (mulai dari kecamatan, kelurahan, dan lainnya), dan juga nomor hp orangtua. Bila perlu, anda bisa memberi tahu beberapa nomor telepon yang cukup penting yang mana kapanpun dapat dihubungi saat dalam situasi yang genting atau darurat, contohnya 110 (nomor polisi).

Hindari untuk Menyebarkan Informasi Penting Tentang Buah Hati di Sosial Media

Anda tentu sudah paham betapa saat ini teknologi sangatlah canggih. Maka, anda harus bisa menggunakannya dengan bijak. Internet saat ini seolah telah menjadi pusat segala informasi. Tak heran, banyak yang menyalahgunakan media tersebut sebagai cara memata-matai orang lain yang akan dijadikan target dari misinya. Artinya, saat ini juga banyak terjadi penculikan anak melalui internet atau media sosial lainnya.

Tahap ini sering dilalaikan orangtua. Maka, anda harus memprioritas keamanan online demi anak anda. Sebisa mungkin anda harus menghindari untuk memposting segala informasi bahkan foto anak tercinta di media sosial. Khususnya apabila anak anda sudah menginjak usia remaja. Anda harus lebih ekstra mengawasi semua kegiatan mereka saat memanfaatkan internet

Anda perlu mengingatkan pada anak remaja anda agar tidak mencantumkan informasi pribadi di media sosial seperti nomor telepon, alamat sekolah, alamat rumah, dan sebagainya.

Hati-Hati Dalam Memilih Pengasuh Anak (Optional)

Jika anda termasuk orang tua yang begitu sibuk hingga tidak bisa 24 jam mengawasi anak, anda dapat menitipkan buah hati anda ke tempat penitipan atau bahkan anda dapat menyewa seorang pengasuh sebagai langkah aman lindungi anak. Tapi, anda harus memastikan bahwa anda sangat berhati-hati jika menggunakan cara ini. Anda pasti tahu bahwa tidak jarang ada kasus penculikan yang mana sumber pertamanya adalah pengasuh anak tersebut.

Meskipun sibuk, anda pasti ingin yang terbaik buat sang anak, kan? Anda pasti tidak ingin ada hal buruk menghampirinya, kan? Maka dari itu, anda harus mencari informasi yang banyak juga mengenai tempat penitipan dan juga pengasuh anak dari banyak sumber terpercaya seperti kerabat dan juga teman anda.

Anda perlu menyewa pengasuh yang mana dia sudah sangat lihai dalam mengurus anak. Hal ini membuktikan kalau dia memang sangat berpengalaman dan juga dapat dengan mudah beradaptasi dengan beragan karakter anak.

Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sang Anak Sendirian

Sesibuk apapun anda dan bagaimanapun situasinya, anda jangan pernah mencoba meninggalkan anak sendirian walaupun cuma beberapa detik. Pada dasarnya, penyebab utama terjadinya penculikan anak itu karena adanya kelalaian orangtua dalam menjaga dan mengawasi sang anak. Apalagi, saat anda dan juga anak anda sedang berada di keramaian atau tempat umum.

Bahkan, anak yang usianya sudah menginjak remaja atau dewasa juga tidak boleh lengah dari wawasan orang tua. Tentunya, cara anda dalam mengawasinya juga pasti berbeda. Jika anak anda sudah remaja, maka anda bisa mengawasi dan juga memantau seluruh kegiatan si anak. Jika memungkinkan, anda dapat memintanya untuk selalu menginformasikan setiap kali anak anda akan melakukan kegiatan atau bepergian ke tempat tertentu.

Sebaliknya, sebagai sosok orangtua, anda tidak boleh hanya diam saja menunggu anak mengabari terlebih dahulu. Anda dapat berkirim pesan atau meneleponnya walau hanya untuk menanyakan dimana keadaan dan keberadaanya saat ini. Jangan jadikan ini menjadi bentuk suatu kekangan, melainkan sebuah pengawasan. Berikan pemahaman ke anak anda bahwa semua ini dilakukan demi keselamatan mereka, demi mencegah terjadinya hal buruk yang tak terduga.

Pastinya, cara setiap orangtua untuk mengawasi buah hati itu sangat beragam dan berbeda. Maka, cobalah menyepakati cara yang paling baik dan sesuai untuk si buah hati dan juga anda, orangtuanya.

Satu hal penting lainnya, usahakan pintu rumah selalu dalam keadaan tertutup atau bahkan terkunci jika memang anda sedang dalam keadaan sangat sibuk. Tidak hanya pintu, tapi juga seluruh jendela rumah harus tertutup. Sampaikan dengan baik dan juga jelas kepada anak tercinta anda untuk tidak sembarangan membukakan pintu jika ada yang mengetuk pintu apalagi jika si pengetuk pintu itu sama sekali tidak memanggil nama penghuni rumah.

Untuk memperketat keamanan, anda dapat memanfaat CC TV. Cobalah pasang CC TV jika memang anda mampu. Pasanglah di bagian rumah yang tergolong rawan seperti belakang rumah atau juga pagar depan rumah.

Ajarkan Si Buah Hati ke Tempat Pusat Informasi

Anda semua pasti tidak pernah menginginkan terpisah dengan anak anda saat sedang bersuka ria di mall, swalayan, atau tempat rekreasi. Maka, tidak ada salahnya anda mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dengan melakukan berbagai cara pencegahan.

Untuk mencegah terjadinya hal buruk pada anak anda seperti kehilangan atau penculikan saat berada di tempat umum tertentu, anda dapat mengajarkan sang anak untuk mencari atau mendatangi sebuah tempat pusat informasi di tempat umum itu jika terpisah dari orangtua. Memang, saat ini sudah ada prosedur darurat di beberapa tempat umum untuk menangani kasus kehilangan anak atau terpisahnya anak dari orangtua tercinta.

Jelaskan kepada anak jika sedang terpisah dari orangtua, tetap bersikap tenang, tidak cemas, dan tidak panik. Kenapa demikian? Sekarang ini banyak sekali orang jahat berkeliaran. Bahkan, mereka bisa memanfaatkan kepanikan yang nampak jelas di wajah si anak. Sungguh, mengerikan sekali, kan?

Setelah itu, anda bisa menjelaskan ke anak untuk segera mencari dimana keberadaan pusat informasi dan menghampiri petugasnya guna memberitahukan bahwa dirinya sedang terpisah dari orangtua. Bahkan, anda bisa meminta si anak untuk menghubungi nomor hp orang tua melalui petugas tersebut. Itulah pentingnya mengetahui nomor hp orangtua bagi si anak.

Jelaskan Pada Anak Agar Tidak Berinteraksi Sembarangan dengan Orang Tak Dikenal

Untuk merayu anak khususnya anak kecil itu sangat mudah. Hanya dengan iming-iming permen saja anak pasti akan mendekat. Maka penting sekali bagi anda untuk mengajari si anak untuk tidak mendekat kepada orang tidak dikenal meski mereka telah diimingi beragam makanan atau bahkan uang. Ajarkan juga kepada permata hati anda agar tidak mudah menerima ajakan orang asing untuk bepergian meskipun menurut mereka orang asing itu kelihatannya menyenangkan dan juga sangat baik. Karena bisa saja itu tipuan belaka.

Tanamkan sikap berani pada anak meski untuk berkata “tidak” jika ada orang yang menyuruh anak anda melakukan suatu hal yang tidak sewajarnya, atau bahkan telah berani menyentuh anak anda dengan cara tidak baik yang sukse membuat anak anda panik dan tidak nyaman.

Anak-anak pasti tertarik ketika melihat ada motor atau mobil yang sedang berhenti. Ajarkan anak anda untuk tidak mendekati atau bahkan menaiki motor dan mobil tersebut apalagi jika kendaraan itu milik orang asing. Beri tahu anak anda bahwa hanya motor juga mobil milik orang tertentu yang bisa mereka tumpangi. Jika ada mobil asing yang tiba-tiba berhenti tepat di samping anak anda, pastikan anak anda tidak mendekat meskipun orang tersebut sedang tampak bingung.

Jika perlu, anda bisa membuat kode khusus untuk anak anda dan juga semua anggota keluarga. Minta anak untuk selalu mengingatnya. Contohnya, anak boleh menghampiri orang dan menaiki kendaraanya jika pengemudi menyebutkan nama lengkap mereka serta nama orangtua. Ajarkan sang anak bagaimana cara meminta tolong atau sekedar berteriak ketika orang tersebut memaksa anak anda untuk ikut mereka.

Additional Tips: Pentingnya Mengenalkan Tanda-Tanda Penculikan Kepada Anak

Agar lebih mudah melakukan semua langkah di atas, alang lebih baiknya jika anak anda sangat paham tentang situasi yang berpotensi sebagai tanda adanya penculikan. Contoh:

Orang Tak Dikenal Mengaku Sebagai Anggota Keluarganya

Mengaku sebagai teman atau anggota keluarga sang anak merupakan cara yang begitu umum. Contoh kecil, saat anak sedang pulang sekolah sendirian, penculik akan menghampiri si anak dan berpura-pura bahwa dia adalah teman si ayah yang ditugaskan untuk menjemputnya karena ada acara penting. Maka, anda harus menjelaskan hal ini kepada anak anda. Ini adalah hal yang juga sangat penting karena menyangkut status anggota keluarga atau kerabat.

Orang Asing (Dewasa) Membutuhkan Bantuan Anak

Mengajarkan anak untuk saling membantu itu baik bahkan sangat dianjurkan. Tapi ajarkan juga untuk tidak sembarangan membantu orang asing. Kenalkan pada anak bahwa modus penculikan bisa saja bermula dari munculnya orang asing yang sedang meminta bantuannya. Contoh, anak anda diminta untuk membantu mencari kucingnya. Tentu ini sangat mencurigakan. Jika memang mendesak dan penting, orang dewasa tidak akan memanfaatkan bantuan anak kecil.

Polisi (Samaran) Mendekati Anak

Anak pasti akan sulit untuk percaya atau tidak jika tiba-tiba ada seseorang yang mengaku sebagai polisi dan memintanya untuk ke kantor bersama karena ada pelanggaran yang dilakukan si anak.

Situasi seperti sangat sulit untuk ditebak. Apalagi si penyamar benar-benar berseragam formal dan pintar berakting layaknya polisi profesional. Orang dewasa sekalipun mungkin akan sulit membedakannya.

Tugas anda sebagai orang tua, jelaskan kepada anak anda, jika mengalami hal semacam ini, mintalah si anak untuk berteriak atau memanggil orang dewasa disekitarnya dan menceritakan apa yang terjadi. Mintalah orang tersebut untuk mencari tahu kartu identitas si polisi agar diketahui kebenarannya.

Sebenarnya, masih ada banyak sekali tanda umum adanya penculikan anak di sekitar anda. So, pastikan anda melakukan tips menghindari penculikan anak di atas demi keselamatan buah hati anda.

Baca Juga : Tips Mendampingi Anak Ketika Pekerjaan

 

Sebutkan 7 Langkah Pencegahan Penculikan anak!

7 Langkah Pencegahan Penculikan anak, yaitu : Memberikan pemahaman yang baik kepada sang anak, Memastikan sang anak paham akan data dirinya, Hindari untuk menyebarkan informasi penting tentang buah hati di sosial media, Hati-hati dalam memilih pengasuh anak (optional), Jangan sekali-kali meninggalkan sang anak sendirian, Ajarkan si buah hati ke tempat pusat informasi, Jelaskan pada anak agar tidak berinteraksi sembarangan dengan orang tak dikenal,

Bagaimana menjelaskan pada anak agar tidak berinteraksi sembarangan dengan orang tak dikenal?

Bagaimana mengajarkan anak untuk bisa ketempat bagian informasi?

Anda semua pasti tidak pernah menginginkan terpisah dengan anak anda saat sedang bersuka ria di mall, swalayan, atau tempat rekreasi. Maka, tidak ada salahnya anda mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dengan melakukan berbagai cara pencegahan. Untuk mencegah terjadinya hal buruk pada anak anda seperti kehilangan atau penculikan saat berada di tempat umum tertentu, anda dapat mengajarkan sang anak untuk mencari atau mendatangi sebuah tempat pusat informasi di tempat umum itu jika terpisah dari orangtua. Memang, saat ini sudah ada prosedur darurat di beberapa tempat umum untuk menangani kasus kehilangan anak atau terpisahnya anak dari orangtua tercinta. Jelaskan kepada anak jika sedang terpisah dari orangtua, tetap bersikap tenang, tidak cemas, dan tidak panik. Kenapa demikian? Sekarang ini banyak sekali orang jahat berkeliaran. Bahkan, mereka bisa memanfaatkan kepanikan yang nampak jelas di wajah si anak. Sungguh, mengerikan sekali, kan? Setelah itu, anda bisa menjelaskan ke anak untuk segera mencari dimana keberadaan pusat informasi dan menghampiri petugasnya guna memberitahukan bahwa dirinya sedang terpisah dari orangtua. Bahkan, anda bisa meminta si anak untuk menghubungi nomor hp orang tua melalui petugas tersebut. Itulah pentingnya mengetahui nomor hp orangtua bagi si anak.

(Visited 6 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us