Bagikan Artikel Ini:

Kebijakan pemerintah terkait perpanjangan masa belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19 memang penting untuk menjaga agar penderita penyakit ini tidak semakin banyak. Namun bagi siswa, proses belajar dari rumah ini rentan memicu rasa tertekan. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi anak yang stress belajar di rumah.

Pembelajaran jarak jauh yang menggunakan berbagai aplikasi secara online adalah hal baru bagi sebagian besar pelajar. Apalagi ketika pembelajaran offline belum boleh dilaksanakan sama sekali, dan mereka harus beradaptasi dengan pembelajaran online. Mereka dituntut untuk mempelajari beberapa aplikasi sekaligus memahami penjelasan guru via online.

Maka tak heran, jika sebagian siswa merasa bingung dan tertekan. Tak jarang, orang tua pun ikut bingung dengan situasi yang dihadapi oleh sang anak. Padahal, justru orang tua lah yang dapat membantu mereka mengelola stress yang dihadapi.

Menemukan Penyebab Stress

Menemukan Penyebab Stress - Sekolah Prestasi Global

Bagaimana anak Anda menghadapi proses pembelajaran jarak jauh? Apabila ia terlihat senang-senang saja dan banyak perkembangan karakter, akademik, maupun non akademik yang terlihat, maka itu baik.

Sebaliknya, jika terlihat semangat belajarnya menurun, atau ada perubahan sikap yang menunjukkan tanda-tanda ia sedang tertekan, maka Anda perlu waspada. Amati perubahan yang terjadi, sambil terus memantau proses pembelajarannya. Cobalah menemukan penyebab stress yang dirasakan anak saat belajar di rumah.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan stress pada anak yang belajar dari rumah:

  • Sarana dan Metode Pembelajaran

Anak bisa saja merasa tidak cocok dengan metode dan sarana yang digunakan saat pembelajaran jarak jauh. Beberapa anak tidak tahu cara menggunakan suatu aplikasi, sehingga tidak dapat mengikuti pelajaran secara optimal. Ada juga yang terganggu dengan beberapa fitur yang ada pada aplikasi tertentu.

Selain itu, harus diakui tidak semua guru sudah memahami dan menguasai metode yang baik untuk mengajar dengan efektif secara online. Ini akan menyebabkan sulitnya anak memahami materi yang disampaikan, dan menjadi semakin stress.

  • Gaya Belajar

Anak-anak dengan gaya belajar kinestetik lebih sering membutuhkan gerak dan praktek secara langsung. Mereka mungkin akan lebih kesulitan memahami pelajaran jarak jauh dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki gaya belajar audio dan visual.

  • Tugas Terlalu Banyak

Dengan adanya keterbatasan guru untuk memberikan penjelasan secara langsung, ada kecenderungan pemahaman diberikan lewat penugasan atau praktek mandiri di rumah, sebenarnya hal ini sah dan sifatnya baik untuk kemandirian belajar anak. Namun jika banyak mata pelajaran memberikan penugasan pada waktu yang sama, maka anak akan keberatan.

  • Merasa Jenuh

Pada masa pandemi ini, anak mungkin akan lebih mudah merasa bosan dengan sarana dan media belajar yang itu-itu saja. Apalagi mereka juga tidak tahu sampai kapan mereka harus belajar dari jarak jauh. Ini akan membuat mereka mudah hilang harapan.

  • Kurang Interaksi

Karena belajar dilakukan dari rumah, anak-anak tidak dapat berinteraksi secara langsung dengan guru dan teman-teman mereka secara bebas. Padahal interaksi sosial ini sangat penting bagi keseimbangan emosi mereka. Meskipun ada berbagai aplikasi online messenger, tapi rasanya tentu tetap berbeda.

Selain kelima penyebab di atas, masih banyak kemungkinan aspek lain yang menyebabkan anak-anak menjadi stress saat belajar di rumah. Menemukan penyebab stress akan memudahkan Anda dalam melakukan langkah untuk mengatasinya.

5 Tips Mengatasi Anak Yang Stress Saat Belajar di Rumah

Mengembalikan semangat anak untuk belajar kembali adalah usaha yang sangat penting untuk dilakukan. Tanpa semangat belajar, anak-anak akan banyak tertinggal dan menjadi semakin panik saat fase belajar jarak jauh usai dan kembali masuk ke sekolah.

Untuk itu, beberapa cara mengatasi anak stress belajar di rumah berikut ini dapat Anda coba.

1.  Tingkatkan Komunikasi Dengan Anak

Saat melihat perubahan emosi atau kebosanan pada anak, mulailah membuka ruang komunikasi dengannya. Tanyakan tentang apa yang dia rasakan, gurunya, teman-temannya, dan juga bagaimana pendapatnya tentang pelajaran pada hari tersebut.

Salah satu tahap awal dalam strategi menghadapi anak yang bosan belajar adalah dengan membuatnya bisa mencurahkan apa yang dirasakannya. Jangan sampai anak-anak menumpuk perasaan tidak suka dan kebosanan dalam dirinya saja. Diamnya anak-anak bukan berarti mereka tidak memiliki masalah.

Saat anak mulai bicara, jadilah pendengar yang baik, Tidak perlu buru-buru menawarkan solusi atau justru menasehatinya. Ajak anak untuk bersama-sama memikirkan jalan keluar dari masalahnya, dan tanyakan apa yang bisa Anda bantu.

Tidak hanya tentang pelajaran, tingkatkan komunikasi terkait hal-hal lain juga. Dengan komunikasi yang baik, anak-anak akan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada orang tuanya. Dengan demikian, anak tidak akan mudah mengalami stress.

2. Perbaiki Mindset Terkait Pembelajaran Jarak Jauh

Banyak anak berpikir pembelajaran jarak jauh hanya tentang live meeting dan tugas-tugas saja. Padahal bukan itu kuncinya. Mulailah mengajaknya bicara tentang mindset yang benar dalam pembelajaran jarak jauh termasuk menyesuaikan target.

Ajak dia memahami berbagai hal terkait pembelajaran jarak jauh, seperti:

  • Adanya kesempatan untuk belajar mandiri, dengan cara-cara yang disukai
  • Belajar bisa dilakukan di mana saja, tidak hanya di sekolah
  • Target dari tugas yang diberikan adalah sebuah pemahaman utuh dan kemampuan untuk mempraktekkan ilmu, bukan semata-mata nilai.
  • Pembelajaran jarak jauh bukanlah hal baru, dan selama ini sudah banyak orang yang mempraktekkannya. Mereka bahkan bisa meraih gelar dan banyak ilmu dari sekolah atau universitas secara online.

Dengan memperbaiki mindset dan tujuan belajar, anak-anak akan lebih menikmati proses belajar.

3. Bersinergi Dengan Sekolah

Jika sebelumnya Anda belum tahu bagaimana proses belajar mengajar dilakukan, maka inilah saatnya mencari tahu. Bersinergilah dengan sekolah dengan masukan atau usul terkait proses belajar yang disukai anak pada pengajar. Tawarkan bantuan terkait pemantauan pembelajaran di rumah.

Kalau tugas-tugas dari guru dirasa terlalu berat bagi anak, maka komunikasikan hal ini dengan pengajarnya. Tidak perlu sungkan, karena barangkali justru feedback seperti inilah yang mereka butuhkan. Siapa tahu, dengan masukan dari Anda, guru-guru akan lebih aktif berkoordinasi sebelum memberikan tugas.

Saat Anda sudah mendapatkan informasi tugas apa saja yang diberikan sekolah, ajak anak untuk belajar menentukan prioritas terkait mana yang perlu diselesaikan dulu. Ajarkan cara mengatur waktu anak, agar semua tugas dapat terselesaikan tepat waktu. Anak akan merasa senang saat tugas-tugasnya bisa terselesaikan dengan baik.

Apabila ada permasalahan yang berkaitan dengan guru atau teman-temannya di sekolah, lakukan koordinasi dengan guru Bimbingan dan Konseling. Guru tersebut tentu lebih tahu karakter murid-muridnya dan para pengajar yang ada di sekolah. Dengan demikian, masalah dapat terselesaikan dengan lebih cepat.

4. Bersikap Dinamis dan Berani Mencoba Hal Baru

Bersikap dinamis adalah salah satu cara mencegah anak bosan belajar di rumah. Variasikan kegiatan belajar yang lebih diminati anak-anak. Misalnya, saat belajar sejarah candi, ajak anak untuk mengikuti virtual tour ke candi-candi yang ada di internet. Cari informasinya, lalu berpartisipasilah untuk belajar bersamanya.

Anda juga perlu ikut belajar aplikasi online yang digunakan anak-anak, dan melakukan eksplorasi lebih. Dengan demikian, Anda akan menemukan fitur atau hal-hal baru yang dapat meningkatkan kenyamanan anak saat memanfaatkan aplikasi tersebut.

5. Buat Pembelajaran Jadi Sederhana, Menyenangkan, dan Bermanfaat

Pembelajaran jarak jauh adalah kesempatan bagi Anda untuk mendampingi anak saat belajar. Maka salah satu tips seru untuk anak yang stress belajar adalah dengan melakukan pembelajaran yang bermakna. Belajar sambil bermain atau sambil melakukan kegiatan seru lainnya tentu akan mengurangi kebosanannya.

Misalnya mengajarkan bahasa Inggris sambil bermain scrabble, belajar matematika sambil menakar bahan kue atau masakan, dan sebaiknya. Selipkan pembelajaran sambil melakukan hobinya, sehingga proses belajar jadi lebih sederhana dan menyenangkan. Anak juga akan merasa bahwa apa yang dipelajarinya ternyata bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Tetap Bijak Menghadapi Anak Yang Stress Saat Belajar

Tetap Bijak Menghadapi Anak Yang Stress Saat Belajar - Sekolah Prestasi Global

Pada saat anak merasa stress belajar di rumah, penting bagi Anda untuk tetap tenang dan tidak ikut panik. Fokus pada solusi dan berperan aktif untuk membantu proses belajarnya justru lebih penting. Beberapa hal bisa Anda lakukan untuk menjadi orang tua bijak selama proses pembelajaran jarak jauh.

  • Menjadi Fasilitator

Jadilah fasilitator bagi pembelajaran anak di rumah. Sediakan sarana prasarana yang memadai di rumah, seperti koneksi internet yang stabil serta ruangan yang tenang dan kondusif untuk belajar. Sediakan makanan bergizi agar otak dan fisiknya sehat dan kuat untuk melakukan proses belajar.

Tanyakan pada anak tentang hal-hal yang ia butuhkan selama belajar di rumah. Mungkin ia akan perlu membeli buku-buku tertentu karena tidak bisa meminjamnya di perpustakaan. Atau mungkin dia ingin mengikuti les tambahan secara online untuk memahami pelajaran.

  • Kurangi Menuntut

Bagi anak, pembelajaran jarak jauh mungkin belum menjadi kebiasaan baru yang mudah untuk dilakukan. Maka kurangi ekspektasi terkait jumlah jam belajar dan target-target nilai. Fokuslah pada kenyamanannya saat belajar dan kemampuannya menyerap pelajaran dengan baik.

Hindari menuntut anak untuk beradaptasi dengan cepat dan memaksanya menguasai berbagai hal dalam satu waktu. Berilah ia waktu yang cukup untuk mencerna hal-hal yang diajarkan, sehingga ia mendapat pemahaman utuh.

Saat waktu ujian tiba, evaluasilah proses belajar dan kendala apa yang dialaminya. Nilai-nilai adalah bonus semata, selama Anda sudah melihatnya cukup bekerja keras selama proses belajar sebelumnya. Berikan apresiasi yang sesuai, agar ia bersemangat untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan belajarnya.

  • Bersikap Positif

Saat ada hal-hal tertentu, baik metode pengajaran atau tugas yang diberikan oleh guru dirasa kurang tepat da, jangan langsung mencelanya di depan anak. Segera komunikasikan dengan guru, agar yang bersangkutan dapat memperbaikinya.

Mencela kekurangan pembelajaran jarak jauh di depan anak hanya akan menambah persepsi negatif. Sebaliknya, jika Anda bersikap positif dan menanggapi kekurangan tersebut dengan bijak, anak juga akan menirunya. Anak akan terbiasa menyiasati masalah yang muncul dan mencari solusi yang tepat.

Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh anak. Mengatasi anak yang stress belajar di rumah adalah tantangan tersendiri. Namun proses ini justru akan mendekatkan orang tua dengan anak, sehingga hubungan Anda dengannya akan jadi semakin baik.

 

Sebutkan 5 Tips Mengatasi Anak Yang Stress Saat Belajar di Rumah!

1. Tingkatkan Komunikasi Dengan Anak 2. Perbaiki Mindset Terkait Pembelajaran Jarak Jauh 3. Bersinergi Dengan Sekolah 4. Bersikap Dinamis dan Berani Mencoba Hal Baru 5. Buat Pembelajaran Jadi Sederhana, Menyenangkan, dan Bermanfaat

Bagaimana anak Anda menghadapi proses pembelajaran jarak jauh?

Apabila ia terlihat senang-senang saja dan banyak perkembangan karakter, akademik, maupun non akademik yang terlihat, maka itu baik. Sebaliknya, jika terlihat semangat belajarnya menurun, atau ada perubahan sikap yang menunjukkan tanda-tanda ia sedang tertekan, maka Anda perlu waspada. Amati perubahan yang terjadi, sambil terus memantau proses pembelajarannya. Cobalah menemukan penyebab stress yang dirasakan anak saat belajar di rumah.

Sebutkan cara memahami berbagai hal terkait pembelajaran jarak jauh kepada anak!

● Adanya kesempatan untuk belajar mandiri, dengan cara-cara yang disukai ● Belajar bisa dilakukan di mana saja, tidak hanya di sekolah ● Target dari tugas yang diberikan adalah sebuah pemahaman utuh dan kemampuan untuk mempraktekkan ilmu, bukan semata-mata nilai. ● Pembelajaran jarak jauh bukanlah hal baru, dan selama ini sudah banyak orang yang mempraktekkannya. Mereka bahkan bisa meraih gelar dan banyak ilmu dari sekolah atau universitas secara online.

 

 

(Visited 15 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us