Bagi kita kata bully ini sangatlah tidak asing. Entah kita dengar dari media televisi maupun dari media internet. Sebagai suatu misi kemanusiaan gaungan say no to bully dalam beberapa tahun terakhir ini sangatlah kencang. Tentu hal tersebut membuat masyarakat termasuk kita lebih aware dan peka terhadap lingkungan sekitar apabila terjadi sesuatu yang dinamakan dengan bully. Jadi sebenarnya apa itu bully dan apa sajakah jenis dan bentuk bully. Lalu kali ini kita juga akan membahas mengapa 5 alasan say no to bully juga bully tidak keren digaungkan. Serta apa saja sih yang harus kita lakukan apabila kita berada di posisi menjadi korban atau bahkan menjadi teman si korban.

 

Photo by Kat J on Unsplash

 

 

Pengertian Bully Menurut Para Ahli

 

Apa itu bully?. Jadi bully adalah sebuah tindakan maupun perilaku yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang dengan cara menyakiti dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis kepada seseorang atau kelompok yang dirasa lebih lemah baik lemah fisik maupun mental dibandingkan dengan dia ataupun mereka. Secara etimologis sebenarnya kata bully ini memiliki arti gertakan. Di mana ada seseorang atau sekelompok orang yang mengganggu atau menindas seseorang atau kelompok orang yang lainnya yang dirasa lebih lemah.

Untuk pengertian bullying banyak ahli yang mengemukakan pendapat mereka mengenai hal ini. Di antaranya Olweus, Black and Jackson, dan Sejiwa. Menurut pendapat Olweus. Bully adalah sebuah tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja kepada seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya sendiri dengan mudah. Tindakan agereif ini dilakukan oleh sekelompok orang maupun seseorang yang dilakukan  terus menerus dan sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan.

Pengertian bully menurut black and Jackson adalah sebuah perilaku yang agresif proaktif. Di mana terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti, atau bahkan menyingkirkan. Ada ketidakseimbangan antara kekuatan. Baik secara fisik, usia, kemampuan kognitif, status sosial, keterampilan, yang dilakukan terus menerus oleh satu atau bahkan sekelompok anak terhadap anak-anak yang lainnya. Pengertian bullying menurut sejiwa adalah situasi di mana terdapat penyalahgunaan kekuatan baik kekuatan fisik maupun kekuatan mental yang dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok orang. Yang mana di dalam situasi ini korban tidak dapat membela diri.

 

Jenis Dan Bentuk Bully

 

Jenis dan bentuk bully ini dibagi menjadi bully verbal, bully fisik, bully relasional serta bully elektronik. Bully verbal ialah penindasan dalam bentuk verbal. Dari beberapa kasus biasanya di bully verbal ini berlanjut ke perilaku jenis dan bentuk bully lainnya. Contoh dari bully verbal ini seperti memanggil nama panggilan yang tak baik, mencela, mengkritik secara kejam, penghinaan, teror, tuduhan palsu, gosip, penghinaan, pernyataan pelecehan seksual, serta yang lain-lainnya.

Jenis dan bentuk bully yang kedua adalah bully fisik. Bully yang satu ini sangatlah mudah terlihat dan mudah diidentifikasi. Dalam beberapa kasus bila telah terjadi indikasi bully fisik maka pelaku ini bisa melakukan tindakan kriminal yang lainnya. Contoh dari bullying fisik ini antara lain menendang, meludah, memukul, melempar, mencekik, menggaruk, hingga merusak barang-barang milik korban dan bahkan kekerasan yang lainnya.

Jenis bully yang ketiga yakni bully relasional. Jenis bully ini dilakukan dengan memutuskan hubungan seseorang dengan tujuan mematahkan harga diri di korban secara sistematis melalui pengabaian, penghindaran, atau bahkan pengucilan. Oleh sebab nya jenis dan bentuk bully yang satu ini sangatlah sulit terdeteksi dari luar. Contoh bully jenis ini antara lain seperti pandangan agresif, mengejek bahasa tubuh, pandangan mata, dan lain-lain sebagainya yang merupakan perilaku yang tersembunyi yang bertujuan untuk merendahkan harga diri korban.

Jenis bully yang terakhir adalah bukti elektronik. Bully elektronik adalah suatu bentuk perilaku bully melalui sarana elektronik. Bisa berupa komputer, situs web, chating, email, SMS, dan lain sebagainya. Biasanya jenis bully ini bertujuan untuk meneror korban. Baik dalam berupa tulisan, gambar, rekaman video, atau film yang mengintimidasi si korban.

Apapun bentuk dan jenis bully. Apapun bentuk dan jenis bully, sebagai manusia yang bermoral haruslah berupaya untuk menghilangkan budaya bully. Karena tak ada satupun jenis bully yang menyenangkan bagi para korban.

 

5 Alasan Say No To Bully

 

 

Photo by Mattia Ascenzo on Unsplash

 

 

Setelah mengetahui jenis dan bentuk bully kali ini kita akan membahas mengenai lima alasan mengapa say no to bully harus digabungkan dengan keras. Sebenarnya pada intinya 5 alasan ini merupakan bentuk dari bahaya bully itu sendiri sosial bagi para korban. Yang di antaranya yakni menambah tingkat stres korban, memunculkan permusuhan, membuat si korban semakin tidak percaya dengan dirinya sendiri, menimbulkan ketakutan dan trauma berlebih pada korban, serta memungkinkan tindakan bunuh diri.

Alasan yang pertama yakni menambah tingkat stres pada korban. Ketika seseorang di bully secara terus-menerus dari waktu ke waktu, makan korban akan merasa stres. Di mana otak mereka akan mendapat suatu rangsangan dari sistem limbik yang lalu menerjemahkannya menjadi suatu bentuk ancaman yang dapat memicu hormon kortisol yang pada akhirnya seseorang dapat merasa stres. Ketika seseorang sudah stres maka yang terjadi adalah ketidakfokusan bahkan bisa berujung pada depresi.

Alasan yang kedua ya kami akan memunculkan permusuhan. Hal ini apabila pihak korban tidak terima dan akhirnya melancarkan balas dendam. Maka timbullah atau terjadilah sebuah permusuhan yang bisa berujung kepada pertikaian secara fisik yang berakibat paling fatal adalah hilangnya nyawa seseorang.

Alasan yang ketiga ialah bully membuat korban merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri. Ketika terjadi bully dalam beberapa kasus, korban akan merasa kehilangan kepercayaan kepada dirinya sendiri dan merasa malu akan jati dirinya. Yang pada ujungnya korban bisa saja tidak bisa menerima jati dirinya. Hal ini akan berakibat fatal apabila hal ini bisa membuat potensi korban tidak dapat berkembang.

alasan yang keempat yakni menimbulkan ketakutan dan trauma yang berlebih bagi para korban. Hal ini ini mau menyambung dengan alasan yang ketiga. Di mana dengan adanya ketidak penerimaan diri. Maka dia merasa bahwa dia memang pantas diperlakukan seperti ini. Yang pada akhirnya dia menarik diri dari lingkungan hidup, menyendiri, dan menyimpan ketakutannya sendirian.

alasan yang kelima kenapa kita harus say no to bully adalah kemungkinan tindakan bunuh diri. Hal ini menyambung dengan alasan yang pertama yakni stres yang bisa berujung depresi. Dimana apabila depresi ini tidak dapat dikelola dengan baik maka akan berujung kepada tindakan putus asa untuk hidup dan akhirnya melakukan bunuh diri.

 

Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Kita Merupakan Korban Bully

 

 

Photo by Timothy Eberly on Unsplash

 

 

Jika diantara kita ada yang merasa bahwa telah menjadi korban bully. Kita bisa melakukan beberapa cara berikut ini agar kita bisa keluar dan bangkit kembali. Diantaranya yakni yang pertama kita bisa melaporkan hal ini kepada orang dewasa yang kita percayai. Cobalah untuk mengkomunikasikan kejadian bully yang menimpa kita ke orang orang dewasa yang dapat dipercaya. Semisal jika sekolah kita bisa menciptakan kepada guru kita. Selain itu kita juga bisa menceritakan orang tua atau saudara saudara terdekat.

Cara yang kedua adalah abaikan para pelaku bully dengan sikap cuek. Hal ini bisa saja dilakukan apabila memungkinkan dan tindakan buli masih dapat kita atasi sendiri. Tak lupa kita tak perlu merasa lemah sesekali kita harus memberontak kepada para pelaku bully. Tunjukkan kepada mereka bahwa diri kita tak pantas dilakukan seperti itu. Karena kita dan mereka sama-sama manusia, sama-sama memiliki harga diri.

Oeh karenanya untuk bisa menunjukkan kepada mereka bahwa kita tak pantas kita harus mengumpulkan kepercayaan diri kita yang berkurang atau bahkan menghilang entah kemana. Melatih diri kita untuk mencari tahu siapa kita sebenarnya. Apa kelebihan kita, apa kekurangan kita, tunjukkanlah kelebihan tersebut kepada mereka. Perlu diingat kita adalah manusia sama seperti mereka. Jadi derajat kita dan mereka adalah sama.kita memang harus lah menghargai orang lain akan tetapi ketika orang lain tidak menghargai kita serahkan tunjukkan kepada mereka siapa kita dan buatlah mereka menghargai siapa kita. Jika tidak bisa sampai menghargai, yang terpenting perilaku bully mereka kepada kita berkurang atau bahkan menghilang.

Ada masanya ketika kita tidak bisa menyimpan semuanya. Kita bisa menceritakan apa yang menjadi beban kita ke orang-orang yang kita hargai dan kita percaya. Atau memang Jika kamu memiliki biaya kamu bisa menceritakan hal ini kepada para ahli di bidang kejiwaan seperti psikolog.

 

Apa yang Harus Dilakukan Apabila Teman Kita Yang Dibully

 

 

Jika kita melihat bahwa teman kita dibully apakah kita harus diam saja atau melakukan sesuatu?. Semuanya tergantung dengan diri kita sendiri yang terpenting adalah kita membantu korban dalam mengembalikan percaya dirinya. Kita bisa menjadi pendengar yang baik untuk korban. Atau jika kita memiliki keberanian kita bisa melakukan speak up dan melawan para pelaku bully. Apabila pelaku bully terlalu banyak, maka kita bisa membantu kawan dengan membentuk suatu pertemanan positif serta mengajak teman-teman yang lain untuk tidak membully sehingga pada ujungnya para pelaku bully akan merasa malu sendiri.

Jadi apabila teman kita diperlakukan secara tidak adil atau di bully oleh teman-teman yang lain. Kita harus berposisi untuk menghargai korban bully sebagai jati diri mereka. jika kita merasa bahwa pelaku di oleh para pelaku sudah terlalu berlebihan Kita juga bisa membantu korban dengan melaporkan hal tersebut kepada orang yang lebih dewasa. Apabila hal ini terjadi di dalam kantor atau pekerjaan kita juga bisa membantu korban untuk melaporkannya ke pihak HRD. Jika di sekolah kita bisa membantu korban dengan meminta pertolongan kepada guru dan orang tua.

Nah itulah beberapa mengenai bully dari pengertian hingga 5 alasan say no to bully. Sebagai pencegahan apabila kita menjadi orang tua nanti perlu untuk mengajari anak tentang dampak dari bully. Apa yang harus dilakukan apabila dia dibully atau melihat teman yang dibully,  hal seperti ini harus diedukasikan kepada anak kita. Tak lupa juga untuk mengajarkan anak mengenai pentingnya saling menghargai sesama manusia.

 

 

Apa pengertian bully menurut black and Jackson?

sebuah perilaku yang agresif proaktif. Di mana terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti, atau bahkan menyingkirkan.

Sebutkan apa saja jenis dan bentuk bully?

bully verbal, bully fisik, bully relasional dan bully elektronik

Bagaimana cara bangkit ketika kita menjadi korban bully?

1. Kita bisa melaporkan hal ini kepada orang dewasa yang kita percayai 2. Abaikan para pelaku bully dengan sikap cuek 3. Tunjukkan kepada mereka bahwa diri kita tak pantas dilakukan seperti itu 4. Kita bisa menceritakan apa yang menjadi beban kita ke orang-orang yang kita hargai dan kita percaya. Atau memang Jika kamu memiliki biaya kamu bisa menceritakan hal ini kepada para ahli di bidang kejiwaan seperti psikolog.