Bagikan Artikel Ini:

Dunia anak adalah dunia bermain. Mau tidak mau, sebagai orang tua, maka Anda harus bermain bersama anak.
Apakah harus selalu? Tidak.
Sebagaimana orang tua yang butuh me time, anak juga butuh me time seperti bermain dengan temannya. Namun, adanya peran orang tua dalam dunia bermain anak, akan memberikan efek positif untuk anak. Sesedikit apapun waktu yang diberikan.
Sayangnya, tidak semua orang tua mau dan mampu untuk menyisihkan sebagian waktunya agar bisa bermain dengan buah hati di rumah. Padahal, bermain dengan anak punya peran yang penting yang perlu Anda ketahui.
 

Pentingnya Bermain Bersama Anak

 
 
1. Sama Seperti Dunia ini, Tidak Semua Permainan Aman untuk Anak

Dunia semakin berkembang dan semakin maju. Seiring dengan perkembangannya, ada banyak hal yang baru yang tidak selalu aman untuk anak.
Bahkan, mainan di taman atau game online, yang Anda anggap tak berbahaya, justru bisa memberikan efek yang sebaliknya.
Sebagai orang tua, tentu Anda tidak ingin anak Anda memainkan permainan yang berbahaya, bukan?

Maka dari itu, pendampingan saat memainkan permainan anak-anak perlu dilakukan. Dari pendampingan inilah Anda bisa tahu, mana permainan yang sekiranya aman untuk anak, perlu dihindari dan perlu pendampingan.
Jika permainan tersebut tidak berbahaya, biarkan anak bermain sendiri. Berpetualang dengan caranya sendiri.
Sebaliknya, ketika permainan itu dianggap berbahaya, misalnya bermain motor-motoran padahal anak Anda baru 2 tahun, tentu diperlukan pendampingan.
Apalagi, ketika anak Anda sudah mengerti apa yang namanya internet dan aplikasi game, maka Anda harus jeli dengan game yang dimainkan.

Apa saja aplikasi games online yang harus dihindari anak-anak? Beberapa diantaranya adalah:

  • World of Warcraft.
  • Call of Duty.
  • Point Blank.
  • Cross Fire.

Selain game online, ada game offline yang sebaiknya tidak dimainkan oleh anak-anak, diantaranya:

  • Choking Game.
  • Truth or Dare.
  • Spin the bottle.

Lalu, bagaimana cara agar aman anak saat bermain dan orang tua tidak perlu cemas?

Caranya, selain memastikan permainan tersebut aman, Anda perlu memberi tahu cara bermainnya dan melindungi anak. Misalnya dengan memastikan anak menggunakan helm, pelindung siku dan lutut saat bersepeda.

Anda juga bisa mengarahkan anak untuk memainkan permainan yang lebih edukatif. Misalnya situs atau aplikasi edukatif berikut:

  • Daniel Tiger’s Grr-ific Feelings (apk).
  • DIY.org (website dan apk).
  • Out of Eden Learn (website).
  • PBSKids.org (website).
  • Play & Learn Science (apk).

 

2. Lebih Baik Mencegah Daripada Anak Terpengaruh Efek Negatif Permainan

Bermain bersama dengan anak bisa membantu mengurangi atau mencegah efek negatif dari permainan yang dimainkan.
Bisa Anda bayangkan, bagaimana seandainya anak Anda mengunduh dan memainkan games tanpa Anda tahu? Setelah itu anak Anda melakukan sesuatu yang sama seperti yang ada di games tersebut. Beruntung jika games yang diunduh atau dimainkan adalah games yang memberikan efek negative.

Namun, bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika game tersebut justru memicu anak melakukan tindak kekerasan atau berpakaian seksi seperti yang ada di games? Tentu hal tersebut akan membuat Anda khawatir, bukan?
Jika dibiarkan saja, bukan hanya anak Anda yang akan mendapatkan efek negatif tetapi lingkup pertemanannya juga.

Bisa saja anak Anda mengaplikasikan kekerasan saat bermain dengan temannya. Jika hal tersebut terjadi, tentu akan merugikan anak Anda sendiri dan orang yang ada di sekitarnya.
Dengan menemani anak bermain, Anda bisa memantau apa yang dimainkan anak. Ketika Anda menjumpai anak memainkan sesuatu yang tidak sesuai usianya, Anda bisa memberitahu.
Beritahukan kepada anak alasannya mengapa dan memberikan solusi. Misalnya mengusulkan untuk bermain permainan yang lainnya yang lebih sesuai.

Kenapa? Anak cenderung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Ketika Anda tidak memberikan jawaban yang tidak memuaskan, anak tidak akan percaya.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan, anak Anda akan tetap memainkan permainan tersebut di luar pengawasan orang tua.
Mirisnya, efek negatif tidak hanya diperoleh dari memilih permainan yang salah melainkan juga dipengaruhi oleh lamanya bermain. Misalnya terlalu lama bermain video games hingga anak Anda kecanduan.

Lebih Baik Mencegah daripada Anak Terpengaruh Efek Negatif Permainan - Sekolah Prestasi Global

Jika sudah kecanduan, beberapa masalah yang ditimbulkan, yaitu:

  • Kemampuan kognitif yang menurun.
  • Mengalami masalah kesehatan yang serius.
  • Kemampuan fisik menurun.
  • Resiko mengalami masalah psikologis yang meningkat.
  • Ikatan kekeluargaan bisa terpecah.
  • Terisolasi dari dunia nyata.

 

3. Lebih Dekat dengan Anak Lewat Permainan Favorit

Ada banyak cara untuk bisa dekat dengan anak. Salah satu caranya yaitu lewat permainan favorit anak.
Sayangnya, tidak semua orangtua tahu apa mainan atau permainan anak yang paling disukai. Alhasil, orangtua cenderung memilihkan permainan yang tidak sesuai.
Orangtua justru memilih permainan yang sesuai dengan diri orangtua sendiri. Akibatnya, anak menjadi terpaksa memainkan permainan tersebut dan tidak enjoy.
Jika hal ini berlangsung secara terus menerus dan dalam waktu lama, anak bisa mengalami hal berikut:

  • Keteteran dalam melakukan sesuatu.
  • Depresi dan kepanikan.
  • Perilaku kurang baik yang mengakibatkan anak tidak bisa dekat dengan orang lain.

Di sisi lain, ketika Anda memiliki lebih dari 1 anak, mengetahui permainan favorit masing-masing anak bisa membantu mendekatkan hubungan. Ketika Anda salah memberikan mainan, anak Anda akan merasa tersisih atau merasa dibandingkan. Seiring dengan pertumbuhan anak, terutama saat remaja, anak bisa lebih rebel atau rendah diri.

Akibat yang lain, anggota keluarga bisa saling bertengkar terutama untuk Anda dan pasangan Anda. Maka dari itu, lewat menemani anak bermain, Anda bisa tahu mainan favorit anak Anda.
Dari hal kecil inilah, Anda bisa mendekatkan diri ke anak. Berkomunikasi, menjadi teman anak Anda dan melihat anak-anak Anda sebagai pribadi yang berbeda. Dengan begitu, anak Anda tidak akan merasa dibandingkan dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
 
 

4. It Takes Two to Tango,  
 
Bermain Bersama Lebih Menyenangkan

It Takes Two to Tango, Bermain Bersama Lebih Menyenangkan - Sekolah Prestasi Global

Ada kalanya, bermain sendiri itu menenangkan. Namun di usia kanak-kanak, bermain secara bersama-sama, jauh lebih menyenangkan.
Kenapa?
Di satu sisi, bermain bersama-sama bisa menambah pengalaman dan sosialisasi. Di sisi lain, anak bisa mengembangkan hubungan dengan orang lain. Misalnya memunculkan empati, simpati, tanggung jawab dan lainnya.
Untuk itu, Anda bisa membawa anak Anda ke taman bermain atau menghabiskan waktu bermain bersama di rumah.
Tidak perlu bingung, setidaknya ada 4 jenis permainan yang bisa Anda lakukan di rumah bersama anak Anda:

 

A. Bereksperimen

Anda bisa mencoba berbagai macam eksperimen. Mulai dari eksperimen menggunakan ilmu fisika hingga do it yourself.
Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk meneliti apa yang ada di sekitarnya. Misalnya:

  • Mengapa perahu bisa mengapung?
  • Mengapa kupu-kupu suka dengan bunga?
  • Mengapa air hujan bisa turun?
  • Mengapa kucing tidur?

Pertanyaan sederhana tersebut bisa membantu anak mencari tahu dan menambah pengetahuan dengan cara yang lebih mudah dan unik.
Apa hanya itu? Tentu tidak.
Anda bisa mengajak anak untuk bermain warna, mencicipi rasa dari bahan makanan yang ada hingga bercocok tanam.
Buat aktivtas tersebut menyenangkan sehingga anak Anda menjadi lebih tertarik dan mau turut serta.
 
 

B. Beraktivitas di Luar Rumah

Bosan di rumah? Anda bisa mencoba mengajak anak untuk bermain di luar rumah, misalnya di pekarangan rumah.
Di sini, Anda bisa mengajak anak untuk membangun rumah-rumahan dari tanah, balapan, bermain pasar-pasaran.
Anda juga bisa mengajak anak bermain peran seperti bermain cuci mobil atau cuci motor. Anda bisa menjadi pelanggan dan dan anak Anda menjadi orang yang mencucinya.
Nantinya, Anda bisa membantu anak Anda untuk mencuci bersama. Anda bahkan bisa membantu menerangkan fungsi dan bagian dari kendaraan tersebut.
 
 

C. Belajar Seni

Tidak selamanya, kotor itu buruk. Jika kotor bisa membuat anak untuk berkreasi, maka Anda bisa ikut serta agar kreativitas anak meningkat.

Ada beberapa aktivitas seni yang bisa Anda lakukan bersama anak, yaitu:

  • Membuat mural.
  • Finger paint.
  • Membuat origami.
  • Bermain clay.

Namun, perlu diingat, ketika Anda memainkan permainan ini, sebisa mungkin untuk menahan diri Anda agar tidak mendoktrin. Biarkan anak untuk beraktivitas sesuai dengan yang diinginkan.
Sesekali, ajak anak untuk berkomunikasi. Dengan begitu, kemampuan sosialisasi, verbal, kognitif bisa berkembang dengan lebih baik.
 
 

D. Bermain Permainan Grup

Anda bisa melakukan permainan grup bersama anak Anda. Misalnya bermain kartu, memainkan alat musik, bermain boneka, puzzle, membaca buku, mendongeng.
Pilih permainan yang sesuai dengan usia anak Anda. Dengan begitu, keterampilan, kreativitas dan pengetahuan anak bisa terasah dengan baik.
 
 

Bagaimana Cara Bermain dengan Anak?

 

 
Setelah tahu manfaat bermain dengan anak kini, mungkin Anda bertanya, “Bagaimana caranya bermain?”
Jika Anda salah satunya yang mengalami itu, tidak perlu panik. Tidak semua mampu untuk bergaul dengan mudah bersama anak-anak.
Dilansir dari Consumer Affairs, Nancy O’Conner selaku direktur Kansas State University Family Center membagikan tipsnya untuk Anda:

  • Fokus pada Anak

Biasanya yang menjadi hambatan saat bermain dengan anak adalah pekerjaan, benar tidak? Maka dari itu, saat bermain dengan anak, sebaiknya matikan ponsel Anda.
Bagaimana jika pekerjaan sedang menumpuk?
Pekerjaan memang menjadi tanggung jawab Anda. Namun, bukan berarti waktu bersama anak Anda menjadi tersisihkan, bukan?
Jikapun pekerjaan sedang menumpuk, gunakan waktu setidaknya 30 menit untuk bermain atau mendongeng untuk anak.
Menurut O’Conner, anak yang tumbuh dengan perhatian akan belajar bahwa dia berharga. Jadi, seiring dengan pertumbuhannya, anak juga akan menghargai orang lain.

  • Menikmati

Buat waktu untuk bermain dengan anak menjadi sesuatu yang menyenangkan. Hindari menganggapnya adalah suatu keharusan dan keterpaksaan.
Menikmati kebersamaan Anda dan anak Anda akan memberikan suatu kesenangan tersendiri untuk Anda atau anak Anda.
Jika Anda terpaksa, anak Anda akan terlihat tidak nyaman. Bahkan, anak Anda seakan menahan dirinya sendiri untuk berekspresi. Jadi, nyamankan diri Anda dan nikmati terlebih dahulu ya.

  • Menggunakan Bahasa Anak

Pernah mendengar orangtua blabbering menggunakan bahasa yang bahkan Anda tidak tahu apa artinya?
Walaupun terlihat aneh, tapi cara ini bisa mendekatkan diri Anda dengan anak Anda bahkan seolah berkomunikasi.
Sebisa mungkin, posisikan diri Anda seumuran dengan anak Anda. Dengan begitu, anak akan merasa mendapatkan teman, aman dan disayangi.
 
 

Jadi, Mengapa Orangtua Harus Bermain dengan Anak?

Jika Anda bermain bersama anak, setidaknya, 4 manfaat berikut ini bisa Anda dapatkan:

  1. Menjaga dan melindungi anak dari permainan yang berbahaya dan tidak aman,
  2. Meminimalisir dan efek negatif permainan untuk anak.
  3. Mendekatkan diri dengan anak lewat permainan favorit.
  4. Menghargai waktu bersama dengan bermain.

Semoga bisa menginspirasi dan selamat menjadi orang tua hebat!

Sebutkan 4 Hal Pentingnya Bermain Bersama Anak

1. Sama Seperti Dunia ini, Tidak Semua Permainan Aman untuk Anak 2. Lebih Baik Mencegah daripada Anak Terpengaruh Efek Negatif Permainan 3. Lebih Dekat dengan Anak Lewat Permainan Favorit 4. It Takes Two to Tango, Bermain Bersama Lebih Menyenangkan

Bagaimana Cara Bermain dengan Anak?

● Fokus pada Anak ● Menikmati ● Menggunakan Bahasa Anak

Mengapa Orangtua Harus Bermain dengan Anak

1. Menjaga dan melindungi anak dari permainan yang berbahaya dan tidak aman, 2. Meminimalisir dan efek negatif permainan untuk anak. 3. Mendekatkan diri dengan anak lewat permainan favorit. 4. Menghargai waktu bersama dengan bermain

(Visited 19 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us