Bagikan Artikel Ini:

Adanya unsur tersebut, tentunya berpengaruh pada perbedaan cuaca dan iklim antara tempat yang satu dengan yang lainnya. Agar lebih mengerti apa saja unsur yang berpengaruh pada cuaca dan iklim, jangan lewatkan informasi penting ini ya.

1. Suhu

 
10 Unsur yang Mempengaruhi Cuaca dan Iklim - PrestasiGlobal
 
Suhu atau temperatur adalah tingkat kepanasan udara yang ada di suatu wilayah. Pada dasarnya, suhu dipengaruhi oleh pemanasan langsung maupun tidak langsung yang ditimbulkan oleh faktor berikut ini:

  • Transparansi atmosfer.
  • Lama penyinaran.
  • Sudut datang sinar matahari.
  • Jarak bumi dan matahari.
  • Besar energy yang dikeluarkan oleh matahari.
  • Ketinggian tempat.
  • Jarak dari laut.
  • Pengaruh angin.
  • Relief permukaan bumi atau topografi.

Semakin banyak sinar matahari yang mampu menembus atmosfer dan sampai ke permukaan bumi, akan menyebabkan suhu meninggi. Oleh karena itu, suhu di tempat tersebut lebih tinggi. Jika suhu semakin tinggi, maka laju evaporasi akan meningkat yang mengakibatkan uap semakin banyak dan berubah menjadi awan.

Untuk mengukur berapa suhu di suatu wilayah diperlukan termometer dengan satuan derajat celcius atau Fahrenheit (khusus AS). Terdapat 4 jenis termometer untuk mengukur suhu udara, yaitu:

  • Termometer bola basah: mengukur suhu titik embun.
  • Termometer bola kering: mengukur suhu udara biasa.
  • Thermometer maksimum: mengukur suhu yang paling tinggi dalam 1 hari.
  • Thermometer minimum: mengukur suhu yang terendah dalam 1 hari.

Agar pengukurannya akurat, termometer tersebut diletakkan di shelter pelindung yaitu sangkar meteorologi. Sangkar ini yang memiliki tinggi 120 cm. Dengan begitu, thermometer tidak terkena radiasi sinar matahari.

Uniknya, sangkar meteorologi di Indonesia memiliki 2 pintu yang menghadap utara dan selatan. Pembacaan termometer dari pintu selatan dilakukan jika matahari di utara bumi (Maret-September). Jika matahari di selatan bumi (September-Maret), pembacaan termometer dilakukan di pintu utara.
 

2. Kelembaban Udara

Kelembaban udara adalah ukuran jumlah uap air di udara atau atmosfer yang berasal dari evaporasi serta transpirasi. Uap air yang ada di atmosfer bisa menyerap sinar atau radiasi matahari sehingga mempengaruhi suhu udara. Jadi, semakin banyak jumlah uap air di suatu tempat, maka semakin lembab udara yang ada di tempat tersebut.

Untuk mengukur kelembaban udara diperlukan AWS (automatic weather station) atau alat yang bernama psychrometer. Alat ini terdiri dari bola basah dan kering. Untuk menghitung jumlah kelembaban udara, maka digunakan rumus:

Kelembaban relative (RH) = e/e2 x 100%

Dengan catatan:

  • RH = kelembaban relative.
  • e = perbandingan tekanan uap air.
  • es = tekanan uap air jenuh di suhu yang sama dengan satuan persen.

Kelembaban udara dari pengukuran suhu tersebut tidak bisa langsung diperoleh karena harus dihitung terlebih dahulu. Setelah itu, hasil pembacaan dari termometer akan dikonversi ke tabel khusus. Dengan begitu, nilai kelembaban bisa diperoleh.
 

3. Tekanan Udara

Tekanan udara berpengaruh pada pergerakan angin. Faktor yang mempengaruhi iklim ini timbul karena adanya berat yang berasal dari lapisan udara yang memiliki massa. Jadi, tekanan udara dipengaruhi oleh suhu sehingga semakin tinggi suhunya maka tekanan udara akan semakin rendah.

Tekanan udara memiliki kaitan erat dengan tinggi rendahnya suatu tempat. Jika posisi tempat semakin tinggi, maka tekanan udara akan semakin rendah. Hal tersebut menyebabkan angin bergerak ke tempat tersebut dengan membawa uap air dan mengakibatkan hujan.

Hubungan tekanan udara dan ketinggian dihitung dengan persamaan Laplace seperti berikut:

Persamaan tersebut diperoleh dengan ketentuan:

Po = tekanan mula-mula (mmHG).

P =  tekanan pada ketinggian Z (mmHG).

Z = ketinggian (meter).

k = koefisien pemuaian udara (0.00367).

t = suhu udara rata-rata hingga ketinggian Z (oC).

Untuk mengukur tekanan udara diperlukan alat yang disebut barometer dengan satuan milibar. Ada barometer digital dan barometer manual. Untuk jenis barometer manual, alat ini diisi dengan cairan hudragyrum HG (cairan merkuri) atau air raksa.
 

4. Angin

Unsur iklim selanjutnya adalah angin. Angin adalah pergerakan udara yang terjadi di permukaan bumi dari tempat dengan tekanan udara tinggi ke rendah. Pergerakan angin dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:

  • Gradien barometrik.
  • Relief permukaan bumi.
  • Faktor tumbuh-tumbuhan.
  • Jarak dari permukaan tanah.

Karena faktor di atas, semakin tinggi tempatnya akan membuat angin semakin kencang. Untuk mengukur angin, Anda butuh alat yang disebut dengan anemometer. Anemometer terdiri dari 2 bagian yaitu:

  • Wind vane untuk menentukan arah angin berhembus dalam derajat. Jadi, jika angin timur artinya angin berhembus dari timur ke barat.
  • Cup counter untuk mengukur kecepatan angin. Jika putaran cup counter semakin cepat maka kecepatan angin semakin tinggi.

Perlu Anda tahu bahwa angin bisa membawa uap air yang jika jumlahnya terlalu banyak, akan menyebabkan fenomena cuaca. Misalnya hujan lebat ataupun salju lebat. Karena hal tersebut udara berpengaruh pada penentuan cuaca di suatu wilayah.
 

5. Presipitasi

 
10 Unsur yang Mempengaruhi Cuaca dan Iklim - PrestasiGlobal
 
Presipitasi merupakan fenomena uap air di atmosfer bumi berkondensasi dan kemudian turun ke bumi. Dalam hal ini, presipitasi berbentuk hujan, es dan salju yang bisa berbeda antara wilayah yang satu dengan yang lainnya.

Seperti di Indonesia yang memiliki iklim tropis memiliki presipitasi berupa hujan. Bahkan, presipitasi berupa es juga pernah terjadi di Indonesia. Sedangkan presipitasi berupa salju, biasanya turun di tempat  atau wilayah dengan 4 musim.

Kadar uap dan suhu udara adalah pengontrol presipitasi. Suhu diperlukan untuk proses kondensasi, sedangkan kadar uap air tinggi untuk membentuk awan hujan. Jadi, yang mempengaruhi curah hujan dalam cuaca adalah suhu udara dan kadar uap air.

Untuk mengukur curah hujan karena, Anda bisa menggunakan rumus h = V/A. Dimana h adalah tinggi air hujan (mm), V adalah volume air hujan (mm3) dan A adalah luas alas panampung (mm2). Sedangkan alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar hujan yang terdiri dari:

  • Penakar hujan tipe observatorium (PH Obs) yang bekerja manual menggunakan gelas penakar.
  • Penakar hujan otomatis (PH Hellman) yang bisa menghasilkan grafik curah hujan di kertas pias. Grafik terdiri dari data waktu terjadinya hujan, periode hujan (jam), intensitas hujan (mm/menit atau mm/jam), jumlah curah hujan (mm).

 

 

6. Perawanan

 
10 Unsur yang Mempengaruhi Cuaca dan Iklim - PrestasiGlobal
 
Awan terdiri dari titik air atau kumpulan partikel yang tampak di atmosfer. Salah satu faktor yang mempengaruhi cuaca ini terbentuk saat uap air di atmosfer mengalami pendinginan yang menyebabkan kondensasi. Karena itu, semakin banyak awan menyebabkan semakin rendah paparan sinar matahari.

Awan berpengaruh pada konsentrasi uap air dan suhu sehingga menandakan akan terjadi presipitasi, misalnya hujan. Semakin gelap awannya menandakan semakin banyak uap air di awan tersebut. Ketika awan sudah mencapai titik jenuh, maka presipitasi akan turun dalam bentuk hujan, es atau salju.

Awan juga menyebabkan badai Guntur dan petir. Kedua fenomena alam ini sangat mempengaruhi kenyamanan dan kelancaran aktivitas yang dilakukan manusia. Misalnya penerbangan harus tertunda karena adanya badai petir.
 

7. Kedekatan dengan Badan Air

Jika dibandingkan, air memiliki kemampuan panas yang lebih banyak dibandingkan dengan daratan. Hal ini menyebabkan cuaca dan iklim di tempat yang lebih dekat dengan badan air cenderung lebih stabil.

Wilayah di dekat badan air memiliki suhu hangat saat musim panas dan suhu yang tidak terlalu dingin di musim dingin. Misalnya di kawasan pesisir pantai, kawasan Mediterania di Eropa dan kawasan great Lakes di Amerika Utara.
 

8. Sifat Arus laut

Arus laut juga berpengaruh pada massa udara yang terdapat di wilayah tertentu. Arus laut dingin bisa menyebabkan berkurangnya evaporasi air. Alhasil uap yang ada di udara memiliki jumlah yang lebih sedikit.

Sebaliknya, arus laut panas bisa meningkatkan evaporasi di wilayah tertentu. Akibatnya, uap yang ada di udara mempunyai jumlah yang lebih banyak. Sedikit banyak jumlah uap air ini akan mempengaruhi awan yang mendorong terjadinya presipitasi.

Misalnya di semenanjung selatan Afrika yang memiliki banyak gurun kering. Tempat tersebut memiliki arus laut dingin sehingga uap airnya sedikit. Alhasil, presipitasi seperti hujan juga lebih sedikit.
 

9. Topografi

Faktor topografi berpengaruh pada cuaca dan iklim yang sedang atau akan berlangsung. Objek dari topografi ini berkaitan dengan koordinat horizontal. Dengan kata lain, topografi ini berkaitan erat dengan landscape dan kondisi di suatu wilayah.

Daerah di dataran tinggi cenderung memiliki suhu yang lebih rendah dari daerah di dataran rendah. Penurunan suhu tersebut seiring dengan tingginya suatu tempat disebut dengan lapse rate atmosfer. Perbedaan lapse rate antara udara basah dan kering menyebabkan angin fohn.

Angin fohn adalah angin yang sifatnya hangat dan kering yang bertiup menuruni lereng. Jenis angin ini kerap ditemui di pegunungan tepatnya di area rain shadow atau leeward slopes.

Topografi juga mempengaruhi hujan orografis. Hujan orografis terjadi saat massa udara dipaksa naik lewat pegunungan yang mengandung banyak uap air. Maka dari itu, daerah yang menghadap angin, umumnya memiliki angin lebih basah.
 

10. Aktivitas Manusia

10 Unsur yang Mempengaruhi Cuaca dan Iklim - PrestasiGlobal

Beberapa tahun terakhir, aktivitas manusia menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan cuaca dan iklim. Sayangnya, perubahan iklim yang terjadi cukup drastis yaitu pemanasan global. Global warming inilah yang menyebabkan pergeseran nilai rata-rata cuaca harian di seluruh bumi.

Diduga, meningkatnya produksi gas rumah kaca adalah penyebab perubahan iklim tersebut. Karena hal tersebut, terjadi penurunan dan kenaikan suhu rata-rata di beberapa wilayah di dunia. Perubahan ini jelas mengganggu kehidupan di bumi dan mengancam perubahan iklim di masa depan menjadi lebih ekstrim.

Beberapa cuaca ekstrim yang sudah sering terjadi adalah badai, siklon, tornado dan tornado api. Selain itu, ancaman hujan asam terus mengintai seiring semakin meningkatkan aktivitas di sektor industri dan banyaknya penggunaan alat transportasi.

Hujan asam memiliki kandungan CO2 yang bisa menciptakan larutan H2CO3 yang sifatnya asam dan korosif. Jika ini terjadi, bukan hanya bisa merusak bangunan dan tumbuhan namun juga mengancam seluruh makhluk hidup yang ada di bumi.
 
Itulah unsur cuaca dan iklim yang perlu Anda tahu. Semoga dengan informasi ini, dapat memberikan manfaat dan menyadarkan diri untuk menjaga alam dengan baik. Dengan begitu, cuaca dan iklim tidak berubah menjadi semakin ekstrim.
 
 
Baca juga : 4 Tahap Proses Terjadi Nya Hujan

 

Sebutkan 10 unsur yang mempengaruhi Cuaca Dan Iklim?

Suhu, Kelembaban Udara, Tekanan Udara, Angin, Presipitasi, Perawanan, Kedekatan Dengan Badan Air, Sifat Arus Laut, Topografi, Aktivitas Manusia

Jelaskan Pengertian Angin?

Angin adalah pergerakan udara yang terjadi di permukaan bumi dari tempat dengan tekanan udara tinggi ke rendah.

Jelaskan Pengertian Kelembaban Udara?

Kelembaban udara adalah ukuran jumlah uap air di udara atau atmosfer yang berasal dari evaporasi serta transpirasi. Uap air yang ada di atmosfer bisa menyerap sinar atau radiasi matahari sehingga mempengaruhi suhu udara. Jadi, semakin banyak jumlah uap air di suatu tempat, maka semakin lembab udara yang ada di tempat tersebut.

Terlihat sama namun cuaca dan iklim adalah 2 hal yang berbeda. Cuaca menggambarkan kondisi yang lebih dinamis dan berubah dalam waktu cepat, sedangkan iklim sifatnya lebih statis dan kaku.  Walaupun begitu, keduanya dipengaruhi 10 unsur cuaca dan iklim.

(Visited 71 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us