Bagikan Artikel Ini:

Agar anak terbiasa dan tidak kaget dalam menjalankan ibadah puasa, terutama puasa di bulan suci Ramadhan, sebaiknya memang segera diajarkan sejak dini. Tapi, pandemi COVID-19 saat ini membuat kondisi berbeda dari biasanya. Lantas, bagaimana tips agar anak bisa menjalankan puasa di tengah pandemi? Ibadah puasa di tengah pandemi jadi tantangan sendiri. Selain karena harus menahan lapar dan haus seharian, kita juga harus bisa menjaga kesehatan supaya penularan virus bisa terminimalisir. Terdapat beberapa cara yang bisa Anda berikan untuk anak dalam berpuasa di tengah pandemi, di antaranya sebagai berikut.

Tips Agar Anak Dapat Menjalani Puasa di Tengah Pandemi

Tips Agar Anak Dapat Menjalani Puasa di Tengah Pandemi - Sekolah Prestasi Global

Seperti yang Anda ketahui, virus corona yang sudah menjadi pandemi saat ini memiliki ciri khas penyebaran yang cukup cepat. Meskipun puasa juga bermanfaat bagi kesehatan, Anda dan keluarga harus tetap waspada apalagi daya imun bisa berubah sewaktu-waktu. Nah, agar Anda dan anak bisa berpuasa secara maksimal, apalagi di tengah pandemi seperti yang sedang menimpa saat ini, berikut tips puasa saat pandemi yang bisa Anda terapkan di keseharian. Simak sampai selesai, ya!

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Cairan

Seperti yang Anda tahu, puasa adalah ibadah yang dilakukan dengan menahan makan dan minum dari pagi sampai petang. Padahal, tubuh harus tetap tercukupi nutrisi harian. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi agar tubuh juga menghasilkan tenaga, Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan bergizi saat sahur dan berbuka.

Saat sahur, Anda bisa mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan memiliki karbohidrat tinggi. Jangan lupa juga minum air mineral 2 gelas. Selain tips sahur, saat berbuka, sebaiknya ajarkan anak untuk makan makanan yang bergizi seimbang dan minum 2 gelas air saat berbuka dan 2 gelas sebelum tidur. Selain itu, sebaiknya hindarkan anak dari berbagai jenis makanan yang kurang sehat, seperti junk food, makanan cepat saji, dan memiliki kandungan gula tinggi, sampai gorengan. Jenis makanan tersebut bisa mempercepat timbulnya rasa haus berlebihan di siang hari, atau bisa sampai dehidrasi.

2. Ajarkan Anak untuk Istirahat dalam Waktu yang Diperlukan

Sebagian besar orang pasti akan setuju jika tidur merupakan salah satu cara agar tubuh tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga, sehingga kuat puasa seharian. Tapi, tidur yang terlalu berlebihan juga kurang baik karena akan membuat Anak kurang produktif dan tubuh jadi lebih lemas dari biasanya. Saat berpuasa, sebaiknya tidur dalam jangka waktu normal saja, jangan sampai kurang dan jangan sampai terlalu lebih. Salah satu tips puasa yang satu ini bisa membantu menjaga daya tahan imun tetap stabil, bahkan saat menahan lapar dan haus seharian.

3. Rutin Berolahraga

Rutin Berolahraga - Sekolah Prestasi Global

Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan atau rebahan sepanjang hari. Wajar jika puasa membuat tubuh rasanya lebih lemas dan sulit untuk bergerak, namanya juga menahan makan dan minum seharian. Namun, tubuh yang terlalu banyak diam juga kurang baik bagi kesehatan. Untuk itu, tips ramadhan selanjutnya, setidaknya minimal 3 sampai 4 kali dalam seminggu, ajak anak untuk melakukan olahraga. Tidak perlu terlalu lama, dalam sekali olahraga, cukup 15 sampai 20 menit saja agar juga tidak terlalu membuat tubuh lelah.

Jika tidak ada olahraga yang dirasa cocok untuk anak, Anda bisa mengajaknya jalan-jalan santai setiap sore hari, hitung-hitung sebagai ngabuburit menunggu waktu berbuka. Tapi tetap ingat, tetap jaga protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak dengan orang sekitar.

4. Beri Asupan Multivitamin

Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, memang sudah seharusnya tetap produktif. Multivitamin merupakan salah satu asupan yang bisa meningkatkan daya imun, yang pada akhirnya akan membantu tubuh anak untuk tetap semangat berpuasa. Anda bisa memberikan asupan multivitamin sesuai anjuran dokter. Konsumsi multivitamin pada saat sahur dan berbuka puasa. Umumnya multivitamin akan diberikan dua kapsul saat sahur dan dua kapsul saat berbuka atau sebelum tidur.

5. Ibadah di Rumah

Di bulan Ramadhan, umat muslim memang dianjurkan untuk memperbanyak aktivitas ibadah. Namun, Islam sendiri juga bukan agama yang mempersulit umatnya. Dalam kondisi lingkungan yang kurang memungkinkan di tengah pandemi saat ini, Anda tetap bisa melaksanakan ibadah meski dari rumah. Salah satu ibadah yang ternyata bisa Anda lakukan dari rumah adalah sholat Tarawih. Selain itu, Anda juga bisa mengajak Anak untuk mengaji atau mendengarkan ceramah dari televisi atau radio bersama sama. Dengan begitu, hubungan keluarga juga bisa semakin erat.

6. Silaturahmi dengan Alternatif Lain

Saat bulan ramadhan, apalagi mendekati hari lebaran, masyarakat Indonesia memang selalu melakukan silaturahmi, baik antar tetangga, maupun keluarga besar di daerah yang berbeda. Aktivitas ini jika dilakukan sebelum pandemi COVID-19 memang sesuatu yang bagus. Tapi, keadaan berbeda saat pandemi menyerang Dengan kondisi pandemi yang belum menentu seperti saat ini, sebaiknya tidak berkumpul dengan keluarga besar dulu. Demi meminimalisirkan adanya kontak fisik dengan orang lain. Ini bisa membuat anak yang memiliki daya imun kurang stabil jadi lebih terjaga dan anak tetap dapat menjalankan puasa secara optimal.

7. Mudik? Pikir-pikir Dulu, yuk!

Sama seperti sebelumnya, masyarakat Indonesia juga sudah terbiasa dengan kebudayaan ‘’mudik’’ atau yang bisa disebut pulang kampung.. Selain untuk memutus mata rantai penyebaran virus, tidak mudik juga tidak mengurangi kesucian bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Berbeda dari waktu sebelum pandemi, tindakan tidak mudik di saat pandemi seperti ini bisa menjadi perbuatan yang baik. Karena dengan demikian, Anda akan melindungi keluarga, terutama anak dan orang lain dari risiko infeksi virus.

Tips Agar Anak Mau Ikut Berpuasa

Mengajarkan puasa pada anak dengan usia sedini mungkin memang dianjurkan. Tapi kira-kira berapa usia ideal bagi anak untuk mulai berpuasa? Usia Ideal bagi anak untuk mulai belajar berpuasa adalah 4 tahun. Tentu saja Anda tidak boleh langsung memaksakan anak untuk ikut berpuasa, tetapi harus melalui berbagai tahapan agar anak juga tidak terlalu merasa tertekan. Berikut ini beberapa tips atau cara mengajak anak untuk mulai berpuasa.

1. Kenalkan Konsep Puasa

Saat anak memasuki usia 4 tahun, Anda bisa mulai ajarkan anak berpuasa dengan memperkenalkan konsep puasa kepada Anak. Tahap pengenalan terhadap puasa ini bisa mulai Anda berikan sebelum masuk bulan ramadhan. Dalam tahap ini, Anda secara perlahan bisa mengajarkan bahwa berpuasa merupakan salah satu kewajiban umat Muslim. Selanjutnya ajarkan bagaimana cara berpuasa, apa manfaatnya, apa yang harus dan tidak boleh anak lakukan, dan sebagainya. Dalam tahap pengenalan ini pula, sebaiknya Anda mengatakan kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

2. Beri Dorongan dan Motivasi

Agar Anak bisa percaya diri dan yakin dengan kemampuannya dalam berpuasa, Anda juga bisa memberikan dorongan dan dukungan. Selain pengetahuan, rasa percaya diri dalam melakukan apa yang sudah anak pelajari itu juga sangat penting. Untuk itu, selain dengan memperkenalkan konsep puasa, Anda bisa memberi motivasi dan dukungan kepada anak. Dengan begitu, anak bisa lebih yakin dalam latihan puasa selama bulan ramadhan.

3. Jangan Memaksa Anak untuk Berpuasa

Dalam memperkenalkan konsep puasa, Anda mungkin akan menjelaskan kenapa puasa itu adalah salah satu hal yang memang wajib bagi umat Islam. Namun, Anda juga tidak boleh memaksa Anak untuk berpuasa ketika anak baru akan belajar puasa. Selain itu, Anda juga tidak bisa memaksakan anak untuk puasa sehari penuh pada waktu-waktu ia pertama kali belajar puasa. Seperti yang dikutip dari The Asian Parent, faktanya memang banyak orang tua yang sudah mengajarkan anak dari umur 4 tahun untuk berpuasa.

Meski Anda bisa mengajarkan anak untuk berpuasa sejak usia 4 tahun, Anda tidak perlu memaksakan anak tersebut untuk berpuasa saat usianya baru 4 tahun. Jika Anda bersikeras memaksakan, anak bisa berpotensi memiliki keinginan untuk berbohong mengenai puasanya.

4. Buatlah Suasana Puasa Jadi Lebih Menyenangkan

Saat mulai mendidik anak untuk berpuasa, sebaiknya orang tua tetap membiarkan anak untuk melakukan aktivitas normal yang biasa mereka lakukan. Anda mungkin juga memahami hal ini, tidak banyak bergerak bukan berarti cadangan energi dalam tubuh tetap awet sampai waktu berbuka. Anda tidak perlu melarang anak untuk melakukan kegiatan yang biasa anak tersebut lakukan, selama aktivitas tersebut bersifat positif. Bila perlu, buat anak merasa senang dan tidak mudah jenuh.

Saat belajar puasa tapi Anda sudah banyak melarang, bisa jadi anak akan berpikiran kalau puasa adalah hal yang merepotkan dan pada akhirnya ia malas untuk melakukannya. Dengan melakukan aktivitas seperti biasanya, justru akan membuat anak lupa dengan rasa haus dan lapar karena waktu yang berlalu begitu cepat.

5. Bikin Suasana Sahur Menyenangkan

Sahur merupakan salah satu kegiatan dalam puasa yang paling menantang, karena kita harus melawan rasa kantuk. Begitupun juga pada anak yang sebelumnya tidak terbiasa bangun pagi untuk sahur. Sebelum tidur di malam hari, Anda bisa mengingatkan anak untuk bangun esok hari ketika waktu sahur tiba. Cara ini bertujuan agar anak dapat terstimulasi untuk terbangun ketika sudah waktunya untuk sahur.

Anda juga bisa menawarkan kepada anak ingin menu sahur yang seperti apa, agar anak jadi lebih semangat untuk mengikuti sahur. Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak untuk masak bersama setiap sahur agar anak menjadi lebih bersemangat dan percaya diri.

Penutup

Puasa di tengah situasi pandemi saat ini adalah tantangan tersendiri bagi umat muslim. Bukan hanya menahan rasa lapar dan haus, kita juga harus menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Beberapa cara pun harus Anda lakukan agar anak bisa menjalankan puasa di tengah pandemi seperti saat ini.

Nah, itu tadi beberapa tips puasa di tengah pandemi yang bisa Anda lakukan agar anak tetap semangat. Tips-tips di atas juga yang kami terapkan di Prestasi Global saat anak sedang berpuasa dan mulai mengajarkan anak berpuasa. Apakah Anda sudah menerapkan beberapa tips puasa di tengah pandemi di atas? Ataukah Anda memiliki tips tersendiri untuk membuat anak semangat berpuasa? Yuk, bagikan pengalaman Anda di kolom komentar!

Baca Juga : Mengajari Makna Puasa Kepada Anak

Kenapa ibadah puasa di tengah pandemi jadi tantangan sendiri?

Karena harus menahan lapar dan haus seharian, kita juga harus bisa menjaga kesehatan supaya penularan virus bisa terminimalisir.

Apa Saja Tips Agar Anak Dapat Menjalani Puasa di Tengah Pandemi

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
2. Ajarkan Anak untuk Istirahat dalam Waktu yang Diperlukan
3. Rutin Berolahraga
4. Beri Asupan Multivitamin
5. Ibadah di Rumah
6. Silaturahmi dengan Alternatif Lain
7. Mudik? Pikir-pikir Dulu, yuk!

Bagaimana Tips Agar Anak Mau Ikut Berpuasa

1. Kenalkan Konsep Puasa
2. Beri Dorongan dan Motivasi
3. Jangan Memaksa Anak untuk Berpuasa
4. Buatlah Suasana Puasa Jadi Lebih Menyenangkan
5. Bikin Suasana Sahur Menyenangkan

(Visited 33 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us