Bagikan Artikel Ini:

Menonton TV merupakan aktivitas anak yang biasa dilakukan di hari libur. Di hari libur, ada banyak acara televisi bertema khusus untuk anak-anak. Sebenarnya menonton TV adalah aktivitas yang boleh-boleh saja. Namun, Anda tetap harus mengimbanginya dengan kegiatan bila tidak ada TV, atau kegiatan fisik.

Jangan biarkan si kecil larut dalam tontonannya. Anda harus bisa memperhatikan mana anak yang sudah kecanduan menonton, mana yang tidak. Nah, bagi yang belum bisa mengenalinya, berikut akan kami bahas di bawah ini:

1. Marah Jika Ditegur Berhenti Menonton

Marah saat ditegur menonton adalah tanda pertama mereka kecanduan menonton. Tingkat kemarahannya pun beragam.

Jika mereka sudah kecanduan akut, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan sangat marah ketika ditegur. Kalau sudah seperti ini, Anda harus mulai memperhatikan aktivitas mereka di depan televisi.

2. Menonton Setiap Hari Tidak Mengenal Waktu

Kenali tanda-tanda si kecil mulai kecanduan acara-acara televisi melalui kebiasaannya menonton. Umumnya, tingkat kecanduan si kecil menonton, berbanding lurus dengan intensitasnya.

Artinya, jika si kecil sudah mulai menonton hingga lupa waktu, berarti mereka sudah mulai kecanduan.

Si kecil akan hafal setiap acara yang mereka tonton. Bahkan, dia akan menonton acara-acara tersebut berjam-jam. Jika sudah seperti ini, Anda harus mulai berhati-hati.

3. Malas Berinteraksi dan Bergaul di Luar Rumah

Salah satu dampak dari kecanduan menonton pada anak adalah, mereka akan cenderung malas untuk keluar rumah. Mereka malas untuk bergaul dengan teman-temannya di luar rumah. Bahkan, mereka tidak segan untuk menolak teman-temannya yang mengajak main keluar.

Selain itu, mereka juga akan mengundurkan waktu untuk beraktivitas di luar hanya demi menonton. Contohnya, mereka akan keluar bersama temannya bermain, setelah menonton acara tertentu.

4. Malas Untuk Melakukan Aktivitas-Aktivitas yang Lain

Perlahan si kecil akan mengabaikan berbagai aktivitas di luar menonton. Baik itu aktivitas bermain di luar rumah, menggambar, dan aktivitas lainnya. Mereka hanya akan fokus pada acara televisi yang mereka gemari.

Jika sudah seperti ini, Anda harus mulai mengambil sikap agar mereka mau membatasi jam menonton. Pasalnya, si kecil yang masih di kisaran usia balita, umumnya lebih suka bergerak dibandingkan diam di satu tempat saja.

5. Aktivitas Belajar si Kecil Terganggu

Jika sudah sangat kecanduan, bisa saja si kecil menolak untuk sekolah karena tidak ingin ketinggalan acara TV kesukaannya. Ini adalah tanda-tanda yang sudah masuk ke tahap yang serius.

6. Kehidupannya Mulai Terpengaruhi Oleh Acara Televisi

Banyak anak yang mengaitkan aktivitas sehari-harinya dengan acara TV yang mereka tonton. Contohnya, anak yang menginginkan sebuah jam tangan yang dapat mengubahnya menjadi robot. Biasanya hal tersebut akan langsung keluar dari mulut si kecil.

Bagi sebagian orang tua, hal di atas mungkin dinilai hanya sebatas imajinasi saja. Padahal, hal tersebut bisa menjadi alarm kalau mereka sudah mulai kecanduan dengan acara televisi.

Fakta Seputar Anak yang Kecanduan Menonton

Penelitian mengungkap, kecanduan menonton si kecil bisa berdampak kurang baik. Sebut saja salah satunya menurut Barcelona Institute for Global Health. Dikutip dari Study Finds, menurut lembaga tersebut, kegiatan menonton si kecil ternyata berhubungan dengan obesitas di kalangan para remaja, lho.

Hasil penemuan juga membuktikan bahwa, anak-anak yang menghabiskan waktu dengan menonton TV, memiliki tingkat risiko obesitas yang tinggi.

Risiko tersebut mengincar anak-anak yang berada pada usia 4 tahun. Jika aktivitas tersebut terus menerus dilakukan, maka pada usianya yang ke-7, mereka akan mengalami obesitas dan sindrom metabolik.

Di lain sisi, si kecil yang suka menonton TV juga akan terpapar pengaruh dari iklan-iklan yang mereka tonton. Contohnya seperti iklan-iklan makanan tinggi garam, tinggi lemak jenuh, dan tinggi gula. Pengaruh iklan tersebut cukup kuat sehingga si kecil tertarik untuk mengkonsumsinya.

Dari fakta-fakta di atas, sudah seharusnya orang tua berperan aktif untuk membatasi kebiasaan tersebut. Ajak si kecil melakukan aktivitas fisik, menyajikan dan memberikan makanan bergizi, serta mencegah mereka untuk mengonsumsi makanan olahan. Jangan lupa juga untuk memastikan si kecil cukup tidur, ya.

Dampak Negatif Anak yang Kecanduan Menonton

Selain obesitas, ada beberapa dampak lain yang siap mengintai si kecil yang kecanduan menonton. Nah, berikut akan kami jelaskan apa saja dampak-dampaknya tersebut:

1. Suka Menirukan Hal-Hal yang Mereka Tonton

Dampak pertama ini menjadi salah satu alasan kenapa orangtua harus mengawasi si kecil ketika menonton. Karena, seperti yang dijelaskan di atas, terkadang beberapa acara atau film kartun pun tidak sesuai untuk mereka.

Si kecil akan cenderung mengikuti apa yang mereka tonton tanpa tahu apakah hal tersebut baik atau buruk. Maka dari itu, kenalilah beberapa golongan usia rating film Indonesia agar tahu mana yang cocok dan tidak cocok ditonton oleh anak. Untuk si kecil yang masih balita, kami sarankan memilih tontonan golongan SU (Semua Umur) saja.

2. Bisa Mempengaruhi Pembentukan Karakter si Kecil

Ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter si kecil. Salah satunya yaitu tontonan yang biasa mereka saksikan setiap hari. Meskipun si kecil menonton acara yang masuk pada penggolongan SU, orangtua masih tetap harus mendampinginya.

Biasanya, di dalam suatu serial atau film, akan ada peran yang baik dan yang jahat. Nah, bisa saja si kecil memiliki ketartarikan pada tokoh jahat pada acara yang mereka tonton. Ketertarikan ini bisa karena penampilannya yang menarik, atau aksi kejahatannya yang memukau. Jadi, terus dampingi mereka saat menonton, ya.

3. Berisiko Terkena Gangguan Tidur

Sebagai informasi, si kecil yang terpapar blue screen dari TV, akan mengganggu aktivitas tidurnya. Pasalnya, blue screen dapat mempengaruhi persiapan tubuh si kecil yang sudah saatnya untuk tidur.

Bahkan, kebiasaan tersebut juga dapat menimbulkan mimpi buruk pada beberapa anak. Hal tersebut dikarenakan, si kecil yang masih balita, belum bisa membedakan mana kenyataan dan fantasi dari acara yang mereka tonton.

4. Tidak Mau Bersosialisasi

Dampak buruk yang mengintai si kecil yang kecanduan menonton adalah, ketidak tertarikannya dengan dunia luar. Anak-anak cenderung menjadi lebih suka diam di rumah dan malas bersosialisasi.

Kesibukannya menonton acara-acara yang dia sukai, akan membuatnya sulit untuk beraktivitas di luar rumah. Bahkan, mereka juga cenderung sulit untuk bersosialisasi dengan keluarga.

Pentingnya Membatasi Screen Time Pada Anak


Sebagai informasi, screen time merupakan istilah yang berkaitan dengan paparan gadget pada si kecil. Gadget yang dimaksud seperti tablet, komputer, atau TV. Selain bagi orang dewasa, Anda juga harus mengenal batasan-batasan screen time bagi si kecil.

Berikut kami jelaskan, batasan-batasan screen time yang harus Anda ketahui pada si kecil:

1. Pastikan Screen Time Tidak Mengganggu Aktivitas Lain

Gadget atau TV yang digunakan si kecil, bisa saja mengganggu belajarnya, olahraganya, dan aktivitas lainnya. Selain membatasi jadwal menonton TV, batasi juga penggunaan gadget di aktivitas-aktivitas tertentu, seperti makan, belajar, dan lainnya.

2. Memberi Contoh Kepada si Kecil

Anak-anak biasanya akan meniru dan mencontoh kebiasaan orang tuanya. Jadi, berilah contoh penggunaan gawai dan TV yang baik kepada mereka. Contohnya seperti, tidak menggunakan ponsel saat makan, tidak kecanduan menonton TV, dan lainnya.

3. Memberikan Gawai di Waktu yang Tepat

Saat ini penggunaan gawai, atau gadget pada anak-anak sudah menjadi hal yang umum. Namun, Anda harus mengetahui kapan waktu yang tepat mereka menggunakannya. Waktu yang ideal untuk mengenalkannya adalah di atas usia 2 tahun.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Menonton?

Ada beberapa cara menghilangkan kecanduan nonton TV pada anak-anak. Nah, berikut akan kami jelaskan beberapa cara yang bisa Anda coba aplikasikan untuk mengatasinya:

1. Fokuskan si Kecil Pada Bakat dan Hobi Mereka

Setiap anak pasti punya bakat dan hobi. Namun, ada juga anak yang belum mengetahui bakatnya. Di sinilah peran orangtua mulai dibutuhkan untuk mengoptimalkan bakat si kecil. Fokuslah pada mengembangkan bakat dan hobi mereka.

Selain bagus untuk tumbuh kembangnya, cara ini juga bisa digunakan untuk membatasi mereka dengan televisi. Ajaklah mereka melakukan aktivitas seperti olahraga, menggambar, bermain di taman, dan lainnya.

2. Mengatur Jadwal Menonton

Menghentikan kebiasaan anak yang suka menonton secara langsung memang cukup sulit. Namun, Anda bisa mencoba memulainya dengan mengatur jadwal nonton si kecil. Anda hanya memperbolehkan si kecil menonton di waktu-waktu tertentu saja.

Selanjutnya, lakukan secara bertahap. Contohnya, Anda hanya memberi waktu menonton 3 jam saja dalam sehari. Jika si kecil sudah patuh dengan aturan tersebut, Anda bisa mencoba menguranginya menjadi 2 jam sehari. Dengan begitu, aktivitas menonton si kecil bisa Anda batasi.

3. Ketahui Apa yang Ditonton si Kecil

Jangan sampai si kecil lepas dari pengawasan Anda, khususnya saat mereka sedang menonton. Ketahui acara apa yang sering ditonton oleh mereka. Karena, ada beberapa acara, seperti kartun, tidak semua percakapan dan adegannya khusus untuk anak-anak.

Jika mereka menonton acara-acara yang dirasa kurang pas untuk usianya, sarankan mereka untuk menonton acara lain.

4. Jika Perlu Hentikan Layanan TV Kabel

TV kabel menawarkan banyak acara yang seru, khususnya untuk anak-anak. Bahkan, ada channel yang khusus menayangkan acara-acara anak. Hal ini bisa membuat si kecil kecanduan untuk menonton.

Jika si kecil sudah mulai kecanduan dengan acara-acara pada TV kabel, jangan ragu untuk memutuskan layanan. Karena hal ini bisa menjadi cara membatasi anak menonton TV yang efektif.

5. Tawarkan Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi kecanduan menonton pada anak. Kegiatan ini juga cocok sebagai cara menghilangkan kecanduan Youtube pada si kecil.

Silahkan Anda diskusikan dengan si kecil terkait kegiatan ekstrakurikuler yang akan dipilih. Tawarkan sejumlah kegiatan yang menarik dan disukai oleh si kecil. Dengan begitu, si kecil akan tertarik dengan tawaran kegiatan Anda.

Kesimpulan

Menonton TV adalah kegiatan yang diperbolehkan pada anak-anak. Terutama jika aktivitas tersebut dilakukan dalam batas waktu yang wajar, acara TV sesuai usia, dan dalam pantauan orang tua. Dengan begitu, si kecil tidak akan terdampak hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh kecanduan menonton TV.

Itulah beberapa tanda-tanda anak yang kecanduan TV dan apa saja dampaknya. Penting bagi setiap orang tua untuk mengajak si kecil melakukan kegiatan bila tidak ada TV untuk mengatasinya. Selain itu, juga bisa menonton podcast Sekolah Prestasi Global yang tersedia di Spotify.

Apa saja kegiatan seru untuk anak bila tidak ada TV?

1. Berkebun 2. Membersihkan mainan anak 3. Melukis 4. Bermain air 5. Memasak bersama

Apa saja tanda jika anak sudah kecanduan menonton TV?

1.Marah Jika Ditegur Berhenti Menonton 2.Menonton Setiap Hari Tidak Mengenal Waktu 3.Malas Berinteraksi dan Bergaul di Luar Rumah 4.Malas Untuk Melakukan Aktivitas-Aktivitas yang Lain 5.Aktivitas Belajar si Kecil Terganggu 6.Kehidupannya Mulai Terpengaruhi Oleh Acara Televisi

Bagaimana cara mengatasi anak yang kecanduan menonton?

1.Fokuskan si Kecil Pada Bakat dan Hobi Mereka 2.Mengatur Jadwal Menonton 3.Ketahui Apa yang Ditonton si Kecil 4.Jika Perlu Hentikan Layanan TV Kabel 5.Tawarkan Kegiatan Ekstrakurikuler

(Visited 66 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us