Bagikan Artikel Ini:

Cara menghadapi siswa manja memang agak tricky. Karakternya yang rapuh terhadap aturan dan ketegasan, terkadang membuat kebijakan yang telah ada tidak efektif bagi perkembangan prestasinya. Salah-salah, malah anak menjadi malas dan tidak kooperatif selama kegiatan belajar mengajar.

Pada bahasan kali ini, akan fokus pada kasus peserta didik dengan kategori sebagai anak manja. Apa saja yang perlu guru siapkan dalam menghadapi anak yang manja ini agar tidak malas ketika ada di kelas? Mari simak dalam pembahasan di bawah ini.

11 Cara Menghadapi Siswa Manja Agar Tidak Malas

Guru harus cermat dan bijaksana dalam menetapkan satu metode pendekatan secara personal agar anak manja bisa termotivasi dan memberikan hasil belajar optimal. Misalnya saja, dengan strategi berikut ini.

1. Beri Motivasi

Strategi Guru Dalam Mendidik Anak Agar Tidak Malas di Kelas - Sekolah Prestasi Global

Menjadi seorang guru memang tidak mudah, karena harus memahami banyak karakter anak dengan latar belakang yang berbeda-beda dan juga pengaruh lingkungan di luar sekolah. Oleh karena itu, guru pun butuh mengerti bagaimana cara memperlakukan anak agar tidak malas di kelas.

Salah satu cara mengatasi anak manja adalah dengan memberinya motivasi mengenai hal-hal yang selama ini diabaikannya. Misalnya saja anak tidak berminat untuk menyelesaikan tugas menggambar yang guru berikan.

Guru dapat memberinya motivasi bahwa tugas tersebut memiliki makna lain. Beri informasi bahwa banyak profesi yang membutuhkan keahlian menggambar dan keuntungan-keuntungan lain dari profesi tersebut.

Contohnya, jika si anak suka main game online, maka dengan keahlian menggambar dapat menciptakan hero miliknya sendiri dan armor terhebat sesuai keinginan. Dengan motivasi yang mendekati minat anak secara personal, keengganan atau kemalasan selama di sekolah dapat semakin berkurang.

2. Ajak untuk Mencoba

Setelah memberinya motivasi, maka ajak untuk mencoba. Cara mendidik anak yang terlanjur manja, butuh kesabaran ekstra. Mengajak anak untuk keluar dari kotak nyamannya butuh pemilihan diksi dan nada suara yang tidak biasa.

Misalnya saja, untuk mulai mencoba menggambar. Anak sudah terlanjur memiliki dinding pembatas jika dirinya tidak mampu, sehingga kurang percaya diri untuk dapat menyelesaikannya.

Dalam tahapan ini, guru dapat mengafirmasi bahwa hanya butuh satu coretan crayon saja untuk memulainya. Jika sudah, maka satu coretan lagi dan seterusnya. Jika sudah lelah atau bosan, anak ajak untuk mengingat motivasinya kembali. Setelah itu, coba lagi dan lagi.

3. Dampingi di Sesi Awal

Strategi Guru Dalam Mendidik Anak Agar Tidak Malas di Kelas - Sekolah Prestasi Global

Pola pendidikan yang orang tua berikan kepada anak selama di rumah, akan memengaruhi pola interaksi anak terhadap guru dan teman-temannya selama di lingkungan sekolah.

Bagi anak yang manja, rasa tidak percaya diri dan senantiasa membutuhkan pendamping yang dekat, membuatnya sulit berkembang jika melakukannya sendiri. Guru haruslah mendampingi di langkah pertama saat anak keluar dari zona nyamannya.

Misalnya saja, anak malas dan takut untuk pelajaran olah raga. Guru harap mendampingi anak saat anak melakukan gerakan olah raga, berbicara secara personal dan mengingatkan akan motivasinya. Langkah ini dapat menumbukan rasa aman dan jua memompa semangatnya untuk lebih percaya diri.

4. Beri Sedikit Tantangan

Salah satu penyebab anak manja adalah perilaku orang tua yang senantiasa memberikan zona aman dan nyaman bagi anak. Hal ini menyebabkan anak manja cenderung penakut untuk mencoba hal baru dan kadang malah menjadi malas.

Oleh karena itu, beri anak tantangan-tantangan kecil agar berani selangkah demi selangkah meninggalkan zona nyamannya. Misalnya saja saat pelajaran matematika, beri tantangan dengan tugas sederhana yang memiliki bobot di bawah tugas seharusnya.

Saat anak sudah mampu menyelesaikan, maka tambahkan lagi sedikit demi sedikit bobot tugas. Lambat laun akan tumbuh rasa percaya diri dan tertantang untuk mengerjakan tugas-tugas lainnya, sehingga tidak lagi malas atau takut dalam mencoba sesuatu yang di luar kemampuannya.

5. Beri Penghargaan

Satu langkah kecil yang berhasil anak manja lakukan, guru dapat memberikannya penghargaan. Dalam hal ini, penghargaan tidak hanya soal benda fisik, tetapi pujian, tepuk tangan dan ekspresi bangga yang tulus, dapat menjadi hadiah luar biasa bagi anak.

Pemberian hadiah atau penghargaan ini dapat melecutkan semangat juang anak untuk lebih kompetitif lagi. Dengan demikian, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang siap hidup dalam masyarakat dan siap dengan segala tantangan kehidupan.

Penghargaan ini dapat juga guru manfaatkan sebagai alat ukur perkembangan anak, misalnya saja dengan buku catatan poin. Akan ada poin tambahan jika anak berhasil menyelesaikan tantangan, dan ada poin pengurangan ketika anak sedang bosan atau malas lagi.

6. Follow Up dan Reminder

Guru dapat mendampingi anak yang manja untuk senantiasa melangkah keluar dari zona nyamannya. Akan tetapi, ada kalanya ada satu langkah lain yang membuat anak merasa tidak percaya diri kembali. Untuk itu, penting sekali guru melakukan follow up dan reminder akan motivasi dan pencapaian-pencapaian yang telah anak buat.

Misalnya saja saat mengerjakan tugas matematika, agar anak manja tidak kembali jadi anak yang malas, maka ingatkan bahwa dirinya pernah melakukan tugas yang juga sulit dengan hasil luar biasa. Dampingi kembali, berikan tantangan kembali dan penghargaan lagi atas pencapaiannya.

Kenapa harus terus melakukan strategi ini? Anak adalah individu yang mudah bosan jika melakukan satu hal secara terus menerus. Demikian juga dengan sekolah dan tugas-tugasnya, anak dapat bosan.

Untuk itu, cara mengatasi anak manja dengan penyegaran motivasi dan dampingan guru dapat membuat anak kembali kompetitif.

7. Beri Penegasan

Tidak selamanya enam langkah di atas harus berulang dalam satu waktu tertentu, karena cara menghadapi siswa manja agar lebih mandiri dan tidak malas adalah memberikan penegasan. Maksudnya, guru harus tegas pada hal tertentu yang telah dikomunikasikan pada anak.

Misalnya saja, guru harus tegas jika anak kembali malas melakukan suatu kegiatan yang diminta atau tidak mengerjakan tugas. Jika anak lain diberi teguran dan ‘hukuman’ maka anak manja pun haruslah sama.

Biarkan anak belajar mengendalikan emosinya. Akan tetapi, cara mengkomunikasikannya pun harus menyesuaikan dan tetap tanpa rasa marah, kecewa atau lainnya.

Stabilkan intonasi bicara, pilih diksi yang sederhana dan berikan opsi pertimbangan. Jika anak melakukan A maka harus siap dengan konsekuensinya, demikian juga bila memilih B.

8. Ajak Melihat Sekeliling

Setelah memberikan penegasan, cara menghadapi siswa manja agar tidak kembali ke zona nyaman yang telah ditinggalkannya, guru dapat mengajak anak melihat point of view yang lain.

Contohnya ketika anak merajuk dan tidak mau melakukan belajar kelompok, entah karena enggan dengan temannya atau pelajarannya. Gunakan analogi-analogi sederhana dari sekeliling yang mudah dipahami dan sering dilihat oleh anak.

Guru dapat mengajak anak melihat sekelompok semut yang membawa remahan roti ke sarang. Jika semut mengerjakan sendirian, tidak akan kuat. Oleh karena itu belajar secara berkelompok dapat menjadikan tugas lebih ringan dan menyenangkan.

9. Ajari Pengelolaan Rasa

Jika sudah memberikan analoginya, maka guru dapat mengenalkan rasa atau perasaan anak pada hal-hal yang positif. Dengan memberikan perbandingan secara eksplisit, anak dapat mengafirmasi dirinya agar lebih berjuang lagi dan kompetitif.

Ketika anak kecewa, sedih atau tidak nyaman akibat dorongan-dorongan positif yang guru berikan, anak akan belajar mengelolanya. Menekannya agar lebih berani dan menurut apa kata guru. Dengan cara mengatasi anak manja ini, guru dapat melakukan pendekatan lebih personal dan nyaman.

10. Beri Kesempatan Lagi

Memberikan kesempatan memang boleh, apalagi jika penyebab anak manja adalah pola asuh yang salah. Anak yang terbiasa serba ada dan dituruti, cenderung akan tantrum dan mengamuk jika tidak sesuai harapannya.

Oleh karena itu, saat memberikan tantangan-tantangan, akan ada fase anak jadi stuck. Jadinya guru harus lebih kooperatif untuk memberikan kesempatan dan kesempatan lain agar anak kembali menemukan motivasinya. Bisa jadi, motivasi seorang anak manja yang menjadi malas bukan hanya karena tidak mampu, tetapi juga bosan.

Saat satu motivasi sudah tidak mempan, maka mulai memberikan motivasi lain, membimbingnya lagi, dan memberinya kesempatan untuk mencoba lagi. Dengan demikian anak akan terbiasa menghadapi beragam tantangan.

11. Libatkan Orang Tua

Cara mendidik anak yang terlanjur manja paling efektif adalah melibatkan orang tua di luar jam sekolah. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat tokoh pendidikan Pestalozzi dari Zurich Swiss.

Pestalozzi memberikan pernyataan jika pendidikan yang paling dasar sebaiknya menggunakan metode perpaduan antara keluarga dan sekolah. Mengajarkan secara berkesinambungan dan memberi kesempatan anak untuk mandiri dengan sense impression serta pengaruh lingkungannya.

Tidak mudah memang mendidik anak untuk sejalan antara guru sebagai perwakilan sekolah dan juga orang tua yang mendidik anak di luar jam sekolah. Akan tetapi, dengan komunikasi dan kerjasama yang baik, anak dapat berkembang lebih baik lagi.

Kesimpulan

Dari 11 cara atau strategi di atas, memang butuh proses yang tidak sebentar untuk menunjukkan perubahan perilaku anak. Akan tetapi, komunikasi, kesabaran dan juga pembinaan secara berkala dapat memberikan kemajuan yang signifikan. Terlebih lagi jika guru pun melibatkan orang tua untuk prosesnya, tentu hasil pun akan lebih cepat.

Selain menerapkan cara menghadapi siswa manja di atas, Prestasi Global juga sudah melakukan komunikasi antara guru dan orang tua dalam evaluasi hasil belajar secara berkala. Dengan demikian, generasi bermutu dengan karakter terpuji, religius, berdaya saing atau kompetitif, dan memiliki kepekaan terhadap sekitar dapat diwujudkan.

Penyebab anak manja memang ada banyak, tetapi bukan berarti tidak dapat diperbaiki. Jadi, tidak ada anak istilah anak malas, anak manja, yang ada adalah anak yang belum paham bagaimana menempatkan diri, mengelola perilaku dan emosi terhadap lingkungan sekitarnya.

Prestasi Global memahami bahwa setiap anak terlahir dengan karakter yang berbeda dan tumbuh dalam pola asuh yang berbeda pula. Akan tetapi, semua itu bukan penghalang untuk mewujudkan generasi penerus yang siap hidup di masyarakat.

Baca juga : 5 Fase Pembentukan Karakter Anak Islami

Bagaimana cara memberikan motivasi kepada anak manja?

Cara mengatasi anak manja adalah dengan memberinya motivasi mengenai hal-hal yang selama ini diabaikannya. Misalnya saja anak tidak berminat untuk menyelesaikan tugas menggambar yang guru berikan. Guru dapat memberinya motivasi bahwa tugas tersebut memiliki makna lain. Beri informasi bahwa banyak profesi yang membutuhkan keahlian menggambar dan keuntungan-keuntungan lain dari profesi tersebut.

Bagaimana cara mengajarkan anak untuk mengelola rasa yang benar?

Dengan memberikan perbandingan secara eksplisit, anak dapat mengafirmasi dirinya agar lebih berjuang lagi dan kompetitif. Ketika anak kecewa, sedih atau tidak nyaman akibat dorongan-dorongan positif yang guru berikan, anak akan belajar mengelolanya. Menekannya agar lebih berani dan menurut apa kata guru.

Bagaimana cara mendidik anak jika sudah terlanjur manja?

Cara paling efektif adalah melibatkan orang tua di luar jam sekolah. Jika pendidikan yang paling dasar sebaiknya menggunakan metode perpaduan antara keluarga dan sekolah. Mengajarkan secara berkesinambungan dan memberi kesempatan anak untuk mandiri dengan sense impression serta pengaruh lingkungannya. Dengan komunikasi dan kerjasama yang baik, anak dapat berkembang lebih baik lagi.

 

(Visited 84 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us