Bagikan Artikel Ini:

Apakah Anda pernah rela bangun tengah malam untuk menonton sepak bola tim kesayangan secara langsung? Ketika di tempat Anda waktu sudah menunjukkan dini hari, namun ternyata Anda melihat pertandingan bola di siang hari yang cerah. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Di setiap negara dan wilayah terdapat perbedaan waktu serta musim yang terus terjadi setiap saat. Hal ini disebabkan karena adanya rotasi dan revolusi bumi, sehingga ketika Anda seharusnya sudah tidur namun para pesepakbola masih semangat bermain bola.
 

Pengertian Revolusi dan Rotasi Bumi

Bumi tempat manusia hidup ini tidak selalu diam di tempat, namun melakukan pergerakan sendiri. Terdapat dua pergerakan yang dilakukan oleh bumi, yakni rotasi dan revolusi. Lalu, apa perbedaan rotasi dan revolusi bumi ? Simak ulasannya berikut ini
 

Rotasi Bumi

Pergerakan pertama yang dilakukan oleh bumi ialah berputar pada poros atau sumbunya sendiri, hal ini disebut Rotasi Bumi. Akibat perputaran ini maka munculah perbedaan waktu siang dan malam di berbagai wilayah. Setiap wilayah mendapatkan sinar matahari secara bergilir, sesuai dengan posisi bumi saat itu.

Bagi wilayah yang berhadapan langsung dengan matahari, maka wilayah itu mengalami siang hari. Sebaliknya, daerah lainnya yang tak berhadapan langsung dengan matahari berada dalam keadaan malam.

Arah berputar bumi ialah ke arah timur, jika dilihat dari utara maka bumi akan berputar berlawanan arah jarum jam. Waktu untuk melakukan rotasi ini ialah 23 jam 56 menit dan 4 detik, atau yang dikenal dengan istilah satu hari.
 

Revolusi Bumi

Tidak hanya berputar pada porosnya, bumi juga berputar untuk mengelilingi matahari. Matahari berperan sebagai pusat tata surya, pergerakan untuk mengelilingi matahari ini disebut sebagai revolusi bumi.

Jika rotasi bumi menyebabkan perbedaan waktu, maka revolusi bumi mengakibatkan terjadinya perbedaan musim. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan revolusi bumi ialah 365 ¼ bulan atau yang dikenal sebagai satu tahun.
 

Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi

Sekilas, Anda sudah mengetahui apa dampak dari rotasi dan revolusi bumi. Namun, perbedaan waktu dan musim bukan satu satunya hal yang terjadi akibat terjadinya rotasi dan revolusi.

Baik pergerakan bumi secara rotasi dan revolusi sama sama memiliki akibat yang terjadi pada berbagai aktivitas dan kejadian di bumi. Berikut ini ialah beberapa fenomena yang terjadi akibat rotasi dan revolusi bumi.
 

Rotasi Bumi

Fenomena dan kejadian kejadian alam pertama yang akan dibahas ialah yang diakibatkan oleh rotasi bumi
 

1. Terjadinya Siang dan Malam

Seperti telah disinggung sebelumnya, perbedaan waktu antar negara disebabkan oleh bergeraknya bumi mengitari sumbunya. Jadi di belahan dunia manapun, setiap saat selalu terjadi siang dan malam.
 

2. Perbedaan Waktu

Ketika terjadi perbedaan antara siang dan malam di berbagai belahan dunia, hal ini juga menyebabkan perbedaan waktu. Perbedaan waktu antar negara beragam ada yang berbeda 1 jam hingga belasan jam.

Bahkan dalam satu negara pun tidak menutup kemungkinan memiliki waktu yang berbeda. Seperti Indonesia yang memiliki 3 wilayah waktu yakni Waktu Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Timur.

Kota yang menjadi pusat waktu ialah Greenwich yang berada di negara Inggris yang terletak di bujur 0 derajat. Setiap wilayah dengan selisih 15 bujur, akan mengalami perbedaan waktu 1 jam. Pada bagian timur Greenwich mengalami waktu lebih cepat, sementara bagian barat mengalami waktu lebih lama.
 

3. Gerak Semu Harian Matahari

Mungkin sebagian dari Anda meyakini bahwa matahari yang berputar mengelilingi bumi. Ternyata, justru bumilah yang berputar mengelilingi pusat tata surya tersebut. Tidak hanya bumi, namun berbagai planet lainnya juga berputar mengelilingi matahari.

Fenomena ini disebut sebagai gerak semu harian matahari dan disebabkan oleh adanya rotasi bumi. Hal ini membuat seakan akan matahari yang mengelilingi bumi. Matahari ternyata juga melakukan pergerakan, matahari berputar mengelilingi lubang hitam yang ada di pusat galaksi bima sakti.
 

4. Perbedaan Percepatan Gravitasi Bumi

Pergerakan rotasi bumi membuat adanya perbedaan percepatan gravitasi bumi di berbagai belahan dunia. Rotasi bumi menyebabkan terjadinya gerakan yang tidak beraturan pada logam cair di inti bumi.

Hal ini menyebabkan massa bumi tidak menyebar secara merata sehingga membuat nilai dari percepatan gravitasi berbeda beda. Pada bagian kutub, percepatan gravitasi lebih besar dibandingkan dengan wilayah equator.

Hal ini juga menyebabkan bentuk bumi yang tidak bulat sempurna, melainkan mengembang pada bagian tengah dan padat pada bagian kutub.
 

5. Membuat Terjadinya Pembelokan Arah Angin

Dampak selanjutnya dari rotasi bumi adalah terjadinya pembelokan arah angin yang tidak bisa dihindar. Udara dan angin adalah zat yang selalu bergerak, namun jika angin selalu bergerak lurus maka hal ini akan kurang baik.

Dengan adanya rotasi bumi, arah angin bisa dibelokkan sehingga tidak hanya satu wilayah yang terkena angin. Namun, berbagai wilayah lainnya juga mampu mendapatkan angin.

Selain itu, pembelokkan angin juga sangat berguna jika terjadi bencana yang disebabkan oleh angin. Jika angin berbelok, maka kecepatan angin tersebut akan perlahan berkurang dan meminimalisir kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut.
 

6. Perubahan Arah Aliran Laut

Rotasi bumi juga memberikan dampak pada pergerakan aliran arus laut yang mengalami perubahan. Pada bumi bagian selatan, arah arus laut bergerak dan berputar searah jarum jam. Sedangkan, pada bagian bumi utara bergerak dan berputar berlawanan dengan arah jarum jam.
 

7. Ketebalan Atmosfer yang Berbeda

Dampak dari rotasi bumi selanjutnya ialah membuat ketebalan pada setiap atmosfer berbeda beda pada setiap daerahnya. Perbedaan ketinggian dari lapisan atmosfer ini dipicu karena terdapat perbedaan cuaca di bagian kutub dan daerah khatulistiwa.
 

8. Mendukung Kerja Satelit Buatan

Satelit buatan dapat mendukung berbagai kemajuan dibidang komunikasi dan informasi, Indonesia memiliki satelit buatan yakni Satelit Palapa. Untuk dapat berfungsi dengan baik, rotasi bumi sangat diperlukan.

Ketika bumi berputar pada porosnya, maka daerah yang dijangkau oleh satelit juga dapat berganti ganti. Hal ini membuat informasi bisa dibagikan ke berbagai wilayah dan daerah.
 

9. Jetlag

Ternyata tidak hanya berpengaruh pada kondisi dan fenomena alam saja, rotasi bumi juga bisa berpengaruh terhadap kondisi seseorang. Diantaranya ialah menyebabkan jetlag ketika sedang naik pesawat dan bepergian jauh. Kondisi ini disebabkan karena adanya perubahan ritme sirkadian.

Perubahan ritme ini disebabkan karena perjalanan dan durasi hari yang berubah ubah. Misalkan Anda bepergian ke Canada, perbedaan waktu yang cukup signifikan membuat tubuh menjadi tidak siap dan mengalami jetlag.
 

10. Rotasi dan Revolusi Bulan

Dampak selanjutnya yang cukup penting dari rotasi bumi ialah rotasi dan revolusi bulan. Jika rotasi dan revolusi bumi memiliki waktu yang berbeda, namun rotasi serta revolusi bulan memiliki waktu yang sama. Waktu yang dibutuhkan bulan untuk mengelilingi bumi ialah 29,5 hari.

Dampak dari pergerakan bulan ini juga berpengaruh terhadap fenomena dan kejadian di bumi. Diantaranya ialah pasang dan naik air laut, perubahan jumlah hari pada kalender hijriah serta terjadinya gerhana bulan.


 

Dampak Dari Revolusi Bumi

Selain rotasi bumi, tentunya pergerakan bumi mengelilingi matahari juga memiliki dampak dan akibat yang cukup penting. Berikut ini ialah beberapa akibat dari revolusi bumi
 

1. Gerak Semu Tahunan Matahari

Jika rotasi bumi menyebabkan gerak semu harian matahari, maka revolusi bumi menyebabkan terjadinya gerak semu tahunan matahari. Karena adanya fenomena ini, menunjukkan bahwa matahari seakan akan bergerak sehingga posisinya terhadap bumi tidak pernah sama.

Peristiwa gerak semu tahunan ini terjadi pada tanggal 22 Desember – 1 Juni dimana matahari akan mengalami pergeseran ke bumi bagian utara. Sedangkan pada tanggal 21 Juni – 22 Desember, matahari akan mengalami pergeseran bumi ke bagian Selatan.
 

2. Perbedaan Waktu Siang dan Malam

Selain perbedaan waktu, ternyata durasi siang dan malam di setiap wilayah berbeda beda. Salah satu cara paling mudah menyadarinya ialah pada saat bulan puasa. Di Indonesia puasa sekitar 13 jam sehari, sedangkan di Jerman dapat mencapai 19 jam.

Hal ini dikarenakan perbedaan durasi siang dan malam antara Indonesia dan Jerman yang disebabkan karena revolusi bumi. Selain karena revolusi bumi, tingkat kemiringan sumbu bumi juga menyebabkan perbedaan waktu terutama pada kutub utara dan kutub selatan.
 

3. Terjadinya Perbedaan Musim

Sebagai negara tropis, Indonesia memang hanya memiliki dua musim yakni musim hujan dan kemarau. Sementara negara lainnya bisa memiliki hingga 4 musim, namun setiap wilayah memiliki waktu terjadinya setiap musim yang berbeda. Revolusi bumi yang menyebabkan hal ini terjadi.

Keberadaan posisi matahari berubah ubah, pada tanggal 21 Juni berada di garis balik utara dan 23 September berada di garis khatulistiwa. Rincian periode musim yang disebabkan oleh revolusi bumi ialah sebagai berikut

  • 21 Maret – 21 Juni, belahan bumi utara mengalami musim semi, belahan bumi selatan mengalami musim gugur
  • 21 Juni – 23 September, belahan bumi utara mengalami musim panas, belahan bumi selatan mengalami musim dingin
  • 23 September – 22 Desember, belahan bumi utara mengalami musim gugur, belahan bumi selatan mengalami musim semi
  • 22 desember – 21 Maret, belahan bumi utara mengalami musim dingin, belahan bumi selatan mengalami musim panas

 

4. Terbentuknya Rasi Bintang yang Berbeda

Apakah Anda mengetahui dan percaya dengan zodiak ? Zodiak memiliki kaitan yang erat dengan rasi bintang, rasi bintang sendiri memiliki bentuk yang berbeda setiap bulannya. Sehingga, zodiak pun mengalami pergantian setiap bulannya dan memiliki jumlah yang sama yakni 12 dalam setahun.

Ternyata perubahan rasi bintang ini juga dipengaruhi oleh revolusi bumi. Perubahan ini lebih dipengaruhi dari posisi manusia yang menjadi pengamat di bumi. Sehingga, saat bumi mengalami pergerakan maka rasi bintang seolah olah berubah pula.
 

5. Gerhana Matahari

Fenomena alam yang cukup terkenal yakni gerhana matahari juga dipengaruhi oleh revolusi bumi. Gerhana matahari merupakan keadaan dimana bulan berada diantara matahari dan bumi. Kemudian bulan menutup sebagian bahkan seluruh cahaya matahari.

Padahal, ukuran bulan jauh lebih kecil dari matahari, namun kenapa bulan bisa menutupi cahaya matahari ? Hal ini dikarenakan bulan memiliki posisi yang lebih dekat ke bumi daripada ke matahari.

Itulah penjelasan dari Rotasi dan Revolusi Bumi serta dampaknya pada berbagai fenomena yang ada di Bumi. Semoga, informasi ini bisa menambah wawasan Anda.

Apa pengertian dari Rotasi Bumi?

Pergerakan pertama yang dilakukan oleh bumi ialah berputar pada poros atau sumbunya sendiri, hal ini disebut Rotasi Bumi. Akibat perputaran ini maka munculah perbedaan waktu siang dan malam di berbagai wilayah. Setiap wilayah mendapatkan sinar matahari secara bergilir, sesuai dengan posisi bumi saat itu.

Apa pengertian dari Revolusi Bumi?

Tidak hanya berputar pada porosnya, bumi juga berputar untuk mengelilingi matahari. Matahari berperan sebagai pusat tata surya, pergerakan untuk mengelilingi matahari ini disebut sebagai revolusi bumi. Jika rotasi bumi menyebabkan perbedaan waktu, maka revolusi bumi mengakibatkan terjadinya perbedaan musim. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan revolusi bumi ialah 365 ¼ bulan atau yang dikenal sebagai satu tahun.

Bagaimana bisa terjadinya Gerhana Matahari?

Fenomena alam yang cukup terkenal yakni gerhana matahari juga dipengaruhi oleh revolusi bumi. Gerhana matahari merupakan keadaan dimana bulan berada diantara matahari dan bumi. Kemudian bulan menutup sebagian bahkan seluruh cahaya matahari.

(Visited 27 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us