Bagikan Artikel Ini:

Kupu-kupu merupakan hewan yang mengalami proses metamorfosis. Metamorfosis kupu-kupu cukup sederhana namun melewati proses yang panjang dan lama. Hewan ini mengalami perubahan struktur fisik sejak menetas hingga menjadi kupu-kupu dewasa.

Perubahan tersebut juga terlihat sangat berbeda dari waktu ke waktu. Bahkan bisa dibilang tahap pertumbuhan hewan ini terlihat seperti dua organisme yang sama sekali tidak memiliki hubungan. Simak tahap metamorfosis kupu-kupu berikut ini.

Proses Metamorfosis pada Kupu-Kupu

Proses Metamorfosis Pada Kupu-Kupu - Sekolah Prestasi Global

1. Fase telur

Metamorfosis dari hewan kupu-kupu mengalami proses yang panjang dan disebut juga dengan metamorfosis sempurna. Dimulai dari fase telur, kemudian menjadi ulat, kepompong dan terakhir menjadi kupu-kupu. Telur kupu-kupu memiliki bentuk bulat dan kecil serta berwarna putih.

Kupu-kupu tidak memilih tempat bertelur yang sembarangan, hewan ini hanya menggunakan daun yang disukai untuk tempat telurnya. Biasanya setiap kupu-kupu punya daun kesukaan masing-masing. Setelah bertelur pada daun tersebut, ketika nanti menetas menjadi ulat hewan ini akan langsung mendapatkan asupan makanan.

Lebih uniknya lagi kupu-kupu memilih daun pada bagian bawah untuk meletakkan telurnya. Hal ini agar telur-telur itu tidak terganggu oleh hal membahayakan di luar sana. Biasanya proses telur ini bertahan dari 3 sampai 5 hari sebelum akhirnya menetas. Ketika menetas telur-telur tersebut akan membuat lubang kecil di kulit telur.

2. Fase Ulat

Siklus metamorfosis kupu-kupu setelah menjadi telur dan menetas kini menjadi ulat atau disebut larva. Saat fase menjadi ulat hewan ini suka memakan dedaunan sehingga cukup merugikan karena merusak tanaman. Itu sebabnya sebagian orang tidak terlalu menyukai ulat yang memiliki sifat pemakan daun.

Karena proses pertumbuhan ulat membutuhkan banyak makanan, inilah penyebab mengapa ulat selalu makan dedaunan dan merugikan. Pada proses ini ulat mengalami perubahan yang cukup cepat. Ulat bisa mengalami pergantian kulit sebanyak 6 kali, proses ini disebut juga molting.

Larva memiliki ciri khas masing-masing pada bentuknya. Ada yang berbentuk silindris, ada juga yang memiliki duri, rambut dan tuberkel. Setelah mencapai pertumbuhan maksimal ulat akan berhenti makan dan mencari tempat perlindungan.

Biasanya larva ini mencari tempat terdekat yang memiliki ranting atau daun untuk proses pembuatan anyaman benang. Proses ini disebut pre-pupa hingga akhirnya nanti ulat melepas kulit dan menjadi pupa atau kepompong.

3. Fase Kepompong

Pada fase menjadi kepompong, ulat memilih tempat untuk membungkus dirinya. Anda tentu pernah menjumpai kepompong berwarna hijau atau coklat. Ini terjadi bukan tanpa alasan, sebab kepompong melakukan hal tersebut untuk melindungi diri dari bahaya lingkungan sekitar.

Proses pupa jika diamati, kepompong seperti sedang bertapa, namun inilah proses pembentukan diri menjadi kupu-kupu. Pupa ini memiliki tekstur kulit yang keras namun halus. Proses dari pembentukan kepompong menjadi kupu-kupu tergantung dari jenis spesies kupu-kupu.

Namun rata-rata pupa membutuhkan waktu 7 hingga 20 hari untuk selanjutnya masuk ke fase kupu-kupu. Fase kupu-kupu ini disebut juga dengan imago. Pada proses pupa ini, ulat mengeluarkan enzim yang membuat tubuhnya menjadi meleleh. Hampir semua jaringan tubuhnya tersebut tercerna menjadi cairan. Lalu ada juga bagian bernama cakram imajinal. Cakram ini adalah kumpulan dari sel yang tidak ikut tercerna ketika ulat masih berkembang menjadi telur.

Cakram imajinal meliputi mata, sayap, bagian kaki dan bagian tubuh lainnya. Ada beberapa spesies kupu-kupu yang bagian cakram imajinasinya tidak mengalami perkembangan saat menjadi ulat. Jadi bagian cakram tersebut mulai terbentuk ketika hewan ini mulai tumbuh menjadi kupu-kupu.

Cairan meleleh tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga membantu sel dan cakram imajinal membentuk bagian tubuh kupu-kupu dewasa. Proses ini biasanya diawali dari 50 sel lalu berkembang menjadi 50.000 sel.

4. Fase Kupu-Kupu

Setelah melewati proses menjadi kepompong kini saatnya hewan ini menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu memiliki sayap yang indah namun ketika keluar dari kepompong sayap tersebut terlihat kecil, kusut dan basah. Bahkan tidak jarang kupu-kupu baru masih ditempeli oleh cangkang kepompong.

Sayap yang lemah tersebut biasanya menggantung ke bawah dan pelan-pelan mengembang secara normal. Setelah sayapnya mengering lalu akan mengembang dan mulai kuat. Kemudian saya tersebut akan melakukan percobaan terbang dengan membuka dan menutup beberapa kali.

Kupu-kupu juga harus memompa cairan tubuh ke vena agar sayapnya bisa berkembang. Ketika saya tersebut mencapai ukuran penuh maka kupu-kupu harus beristirahat selama beberapa jam. Setelah sayap benar-benar kering dan mengeras saat itulah waktu bagi kupu-kupu untuk siap terbang.

Sayap kupu-kupu mengandung hemolymph yang memiliki fungsi untuk membuat tubuh dan sayap kupu-kupu menjadi lebih besar. Pada proses pertumbuhannya kupu-kupu baru mulai merangkak untuk mencari nektar pada bunga. Pada prosesnya di setiap fase kupu-kupu memiliki jenis makanan yang berbeda-beda pula.

Seperti ketika menjadi ulat hewan ini memakan daun, namun saat menjadi kupu-kupu hewan ini memakan madu yang didapat dari bunga. Proses menjadi kupu-kupu disebut juga imago atau fase dewasa.

5. Perilaku Kupu-Kupu

Setelah melalui proses imago, kupu-kupu dewasa memiliki perilaku yang cukup unik. Hewan ini umumnya aktif pada siang hari maka dari itu Anda sulit menemukan kupu-kupu di malam hari. Kupu-kupu adalah hewan yang terbang namun ketinggiannya tidak seperti burung.

Kupu-kupu dewasa bernapas dengan trakea, memiliki 3 pasang kaki dengan telapak kaki yang halus. Pada kupu-kupu juga terdapat perut atau disebut abdomen. Memiliki ukuran sayap yang lebih besar dari tubuhnya dan saat beristirahat hewan ini akan menegakkan sayap.

Kemampuan terbang pada kupu-kupu kecil hanya sampai 2 meter saja. Namun pada kupu-kupu yang memiliki sayap lebih besar hewan ini mampu terbang hingga 10 meter lebih. Hewan ini juga mencari makan secara terpisah dari kupu-kupu satu dan kupu-kupu lainnya.

Proses pencarian makan kupu-kupu, hewan ini hinggap pada bunga lalu akan menjulurkan mulut penghisapnya ketika menemukan nektar.

Jika hewan ini terlihat bergerombol, berarti sedang melewati fase reproduksi. Fase reproduksi mengharuskan kupu-kupu jantan membuahi betinanya. Selanjutnya pada kupu-kupu betina akan bertelur dan membentuk organisme baru.

Biasanya indukan kupu-kupu meletakkan telur pada tumbuhan inang, cara menemukan inang tentu dengan penglihatannya yang tajam. Fase perkawinan ini mengalami proses selama 6 hari untuk membuatnya keluar menjadi kepompong.

6. Kehidupan Kupu-Kupu Dewasa

Kupu-kupu dewasa punya warna sayap yang umumnya lebih mencolok. Namun faktanya sayap kupu-kupu, sayap tersebut terdiri dari lapisan chitin untuk membentuk eksoskeleton serangga. Pada lapisan tersebut terdapat sisik yang jumlahnya ribuan. Lalu sisik tersebut menyelimuti chitin sehingga memantulkan cahaya dalam beberapa warna yang berbeda-beda pula. Biasanya semakin tua umur dari kupu-kupu maka transparansi warna tersebut semakin terlihat.

Kupu-kupu dewasa mencicipi makanan dengan bantuan kakinya. Pada kaki tersebut terdapat reseptor untuk menemukan tanaman inang. Pada kupu-kupu betina yang sedang menjadi tempat bertelur akan menggoyangkan dedaunan tumbuh dengan menggunakan kakinya. Pada jaringan kaki kupu-kupu terdapat chemoreceptors untuk mendeteksi pasangan kimia yang cocok agar bisa menjadi tempat bertelur.

Kupu-kupu dewasa tidak mampu untuk mencerna makanan yang padat. Maka dari itu hewan ini hanya mengkonsumsi makanan cair seperti nektar. Bagian mulut pada hewan ini dimodifikasi agar bisa meminum madu dari bunga. Kupu-kupu memiliki belalai yang digunakan sebagai sedotan minum. Selain dari nektar pada bunga, hewan pemilik sayap indah ini juga membutuhkan mineral untuk bertahan hidup. Mineral tersebut didapatkan dari butiran lumpur.

Kupu-kupu akan menyedot butiran lumpur yang mengandung mineral tinggi dan juga garam. Istilah ini disebut juga puddling. Namun kebiasaan menyedot mineral ini, umumnya dilakukan oleh kupu-kupu jantan. Sebab pada kupu-kupu jantan lebih membutuhkan mineral untuk membentuk sperma berkualitas. Kupu-kupu merupakan hewan berdarah dingin. Maka dari itu, hewan ini tidak mampu untuk mengontrol suhu tubuhnya. Kupu-kupu hanya mampu terbang pada suhu tubuh ideal yaitu 30 derajat celcius.

Kupu-kupu hanya memiliki jarak pandang sejauh 4 meter. Meski begitu, hewan ini menggunakan pandangannya tersebut untuk menemukan makanan atau pasangan agar bisa kawin dan bereproduksi. Pada kupu-kupu dewasa hanya mampu bertahan hidup selama beberapa minggu saja. Selama itu, hewan ini hanya akan memfokuskan diri untuk makan dan juga kawin.

Pada beberapa jenis kupu-kupu yang memiliki tubuh kecil bahkan hanya bisa hidup beberapa hari saja. Namun jenis kupu-kupu seperti monarch, hewan ini bisa tumbuh dan bertahan hidup selama 9 bulan. Setiap hewan tentu tidak luput dari yang namanya predator begitu juga kupu-kupu. Belum lagi, hewan ini ada pada posisi terendah pada rantai makanan jadi banyak sekali predator yang mengincar kupu-kupu.

Kupu-kupu memiliki trik dengan cara menyamarkan dirinya dengan menggunakan sayap. Sayap tersebut akan berubah bersama dengan alam. Jadi predator tentu akan sulit untuk menemukan kupu-kupu.

Mengapa Metamorfosis Kupu-kupu Disebut Paling Sempurna?

Seperti telah disebutkan di atas, bahwa metamorfosis kupu-kupu dianggap paling sempurna diantara beberapa hewan yang mengalami fase ini. Hal tersebut karena bentuk fisik kupu-kupu saat keluar dari telur berbeda dengan fisiknya saat dewasa. Mulai dari ulat lalu menjadi kepompong hingga akhirnya terbentuk kupu-kupu dewasa yang indah.

Metamorfosis adalah proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik. Proses tersebut terjadi setelah kelahiran atau penetasan telur. Perubahan ini terjadi karena pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang secara radikal memang berbeda.

Metamorfosis sempurna tidak hanya terjadi pada kupu-kupu saja, tapi juga terjadi pada katak. Metamorfosis katak dan kupu-Kupu dianggap sempurna meski katak tidak mengalami proses pupa. Katak dianggap memiliki metamorfosis yang sempurna karena tingkat perubahan bentuknya sangat berbeda dari setiap fase yang dilalui.

Selain kedua hewan tersebut, nyamuk juga memiliki fase metamorfosis sempurna. nyamuk setelah menetas akan menjadi larva atau jentik nyamuk yang tumbuh di permukaan air. Setelah fase larva nyamuk akan berubah bentuk dengan penambahan bulu-bulu halus di tubuhnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi pupa itu selama seminggu lebih bahkan hingga 10 hari tergantung suhu air. lupa akan menjadi nyamuk dewasa setelah 12 hari dengan membentuk sayap sayap halus untuk terbang.

Demikian metamorfosis kupu-kupu dari awal prosesnya menjadi telur hingga akhirnya melewati fase sebagai kupu-kupu dewasa. Proses metamorfosis kupu-kupu dikatakan sempurna karena melewati perubahan bentuk tubuh yang berbeda-beda.

Baca Juga : 10 Tur Museum Virtual Bikin Belajar dari Rumah Semakin Seru

Sebutkan Proses Metamorfosis Pada Kupu-Kupu!

Proses Metamorfosis Pada Kupu-Kupu 1. Fase telur 2. Fase Ulat 3. Fase Kepompong 4. Fase Kupu-Kupu Perilaku Kupu-Kupu 5. Kehidupan Kupu-Kupu Dewasa

Mengapa Metamorfosis Kupu-kupu Disebut Paling Sempurna?

Seperti telah disebutkan di atas, bahwa metamorfosis kupu-kupu dianggap paling sempurna diantara beberapa hewan yang mengalami fase ini. Hal tersebut karena bentuk fisik kupu-kupu saat keluar dari telur berbeda dengan fisiknya saat dewasa. Mulai dari ulat lalu menjadi kepompong hingga akhirnya terbentuk kupu-kupu dewasa yang indah. Metamorfosis adalah proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik. Proses tersebut terjadi setelah kelahiran atau penetasan telur. Perubahan ini terjadi karena pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang secara radikal memang berbeda. Metamorfosis sempurna tidak hanya terjadi pada kupu-kupu saja, tapi juga terjadi pada katak. Metamorfosis katak dan kupu-Kupu dianggap sempurna meski katak tidak mengalami proses pupa. Katak dianggap memiliki metamorfosis yang sempurna karena tingkat perubahan bentuknya sangat berbeda dari setiap fase yang dilalui.

Seperti apa Kehidupan Kupu-Kupu Dewasa?

Kupu-kupu dewasa punya warna sayap yang umumnya lebih mencolok. Namun faktanya sayap kupu-kupu, sayap tersebut terdiri dari lapisan chitin untuk membentuk eksoskeleton serangga. Pada lapisan tersebut terdapat sisik yang jumlahnya ribuan. Lalu sisik tersebut menyelimuti chitin sehingga memantulkan cahaya dalam beberapa warna yang berbeda-beda pula. Biasanya semakin tua umur dari kupu-kupu maka transparansi warna tersebut semakin terlihat. Kupu-kupu dewasa mencicipi makanan dengan bantuan kakinya. Pada kaki tersebut terdapat reseptor untuk menemukan tanaman inang. Pada kupu-kupu betina yang sedang menjadi tempat bertelur akan menggoyangkan dedaunan tumbuh dengan menggunakan kakinya. Pada jaringan kaki kupu-kupu terdapat chemoreceptors untuk mendeteksi pasangan kimia yang cocok agar bisa menjadi tempat bertelur. Kupu-kupu dewasa tidak mampu untuk mencerna makanan yang padat. Maka dari itu hewan ini hanya mengkonsumsi makanan cair seperti nektar. Bagian mulut pada hewan ini dimodifikasi agar bisa meminum madu dari bunga. Kupu-kupu memiliki belalai yang digunakan sebagai sedotan minum. Selain dari nektar pada bunga, hewan pemilik sayap indah ini juga membutuhkan mineral untuk bertahan hidup. Mineral tersebut didapatkan dari butiran lumpur. Kupu-kupu akan menyedot butiran lumpur yang mengandung mineral tinggi dan juga garam. Istilah ini disebut juga puddling. Namun kebiasaan menyedot mineral ini, umumnya dilakukan oleh kupu-kupu jantan. Sebab pada kupu-kupu jantan lebih membutuhkan mineral untuk membentuk sperma berkualitas. Kupu-kupu merupakan hewan berdarah dingin. Maka dari itu, hewan ini tidak mampu untuk mengontrol suhu tubuhnya. Kupu-kupu hanya mampu terbang pada suhu tubuh ideal yaitu 30 derajat celcius. Kupu-kupu hanya memiliki jarak pandang sejauh 4 meter. Meski begitu, hewan ini menggunakan pandangannya tersebut untuk menemukan makanan atau pasangan agar bisa kawin dan bereproduksi. . Pada kupu-kupu dewasa hanya mampu bertahan hidup selama beberapa minggu saja. Selama itu, hewan ini hanya akan memfokuskan diri untuk makan dan juga kawin. Pada beberapa jenis kupu-kupu yang memiliki tubuh kecil bahkan hanya bisa hidup beberapa hari saja. Namun jenis kupu-kupu seperti monarch, hewan ini bisa tumbuh dan bertahan hidup selama 9 bulan. Setiap hewan tentu tidak luput dari yang namanya predator begitu juga kupu-kupu. Belum lagi, hewan ini ada pada posisi terendah pada rantai makanan jadi banyak sekali predator yang mengincar kupu-kupu. Kupu-kupu memiliki trik dengan cara menyamarkan dirinya dengan menggunakan sayap. Sayap tersebut akan berubah bersama dengan alam. Jadi predator tentu akan sulit untuk menemukan kupu-kupu.

(Visited 30 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us