Bagikan Artikel Ini:

Sebuah dilema bagi Ayah dan Ibu yang harus bekerja sehingga dibutuhkan pola asuh yang tepat bagi orang tua yang sibuk. Hal ini perlu ayah ibu lakukan agar tetap bisa memantau tumbuh kembang anak di masa perkembangannya.

Jangan sampai Ayah Ibu salah langkah sehingga bisa berdampak negatif dalam perkembangan anak di kemudian hari. Pola asuh orang tua yang salah dapat memicu masalah bagi efek psikologis si buah hati ke depannya.

Oleh karena itu, pahami tips bagaimana pola asuh terhadap anak yang tepat bagi Ayah Ibu yang sibuk bekerja melalui artikel ini. Tidak mau kan sang buah hati menjadi pemurung atau gejala mood swings lainnya saat Anda pulang bekerja?

Pentingnya Pengaruh Pola Asuh Orang Tua

 

Ayah Ibu Bekerja, Ini Pola Asuh yang Sebaiknya Diterapkan Orang Tua - Sekolah Prestasi Global

Photo by Juliane Liebermann on Unsplash

Pola asuh atau cara mendidik dan membimbing anak setiap orang tua berbeda-beda. Meski begitu, setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang buah hatinya.

Sebagai guru pertama dalam kehidupan sang anak, orang tua perlu memastikan   perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan finansial anak berjalan dengan baik.

Pola asuh yang tepat akan membantu orang tua dalam membentuk kepribadian dan karakter anak di masa depan.

Cara yang bisa Ayah dan Ibu lakukan adalah dengan membangun interaksi yang intens antara orang tua dan anak. Orang tua harus bisa menjadi teladan bagi sang anak karena apa yang mereka lakukan mengikuti kebiasaan yang orang tua mereka tunjukkan.

Namun bagaimana jika ayah ibu bekerja? Jangan sampai momen bersama anak hilang begitu saja karena orang tua sibuk bekerja di luar rumah.

Dampak Orang Tua yang Sibuk Bekerja

Seperti pada penjelasan sebelumnya, pola asuh orang tua atau parenting sangat penting untuk menjamin tumbuh kembang sang anak.

Namun sayangnya, banyak orang tua yang tidak bisa bersama sang anak selama 24 jam karena kesibukan bekerja.

Tetapi sibuk bekerja bukan lantas menjadi alasan bagi orang tua untuk menggadaikan waktunya bersama sang buah hati. Karena orang tua yang salah dalam menerapkan pola asuh dapat berakibat fatal bagi masa depan  anak.

Survei Institute for Social and Economic Research menjelaskan orang tua yang sibuk bekerja dapat memberi efek negatif bagi psikologis sang anak. Kepribadian anak bisa berubah negatif secara tiba-tiba jika kebiasaan ini terus Anda abaikan. Bahaya bukan?

Namun ternyata tidak hanya itu, terdapat pengaruh lainnya dari pola asuh orang tua sibuk yang harus Anda antisipasi. Berikut ini penjelasannya:

1. Lebih Suka Menghabiskan Waktu di Luar Rumah

Karena tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya, anak akan mencari perhatian lain di luar rumah. Mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah bersama temannya yang lebih memberikan perhatian baginya.

Anak-anak akan lebih banyak hangout bersama temannya ketimbang sendirian di rumah. Khawatirnya jika anak salah dalam bergaul, mereka akan terjebak dalam lingkungan yang negatif.

Jika sudah seperti ini, orang tua harus segera turun tangan dan lebih memerhatikan kondisi putra-putrinya.

2. Tidak Terlalu Nyaman saat Dekat dengan Orang Tua

Jika terlalu sibuk bekerja dan sampai tidak ada waktu bersama buah hati, kondisi ini harus segera Anda perbaiki. Jangan sampai anak menjadi tidak nyaman atau canggung saat bersama Anda. Lebih parahnya jika mereka sudah tidak mau lagi menemui Anda.

Orang tua harus kembali membangun komunikasi dan interaksi dengan buah hati untuk memperbaiki kondisi ini.

Luangkan waktu dan buat kesepakatan bersama tentang kesibukan masing-masing agar kondisi ini tidak berdampak negatif terhadap masa depan anak.

3. Tidak Peduli dengan Sekitar

Jika Anda sering meninggalkan putra-putri terlalu lama karena sibuk bekerja, mungkin saja jika anak menjadi lebih mandiri. Karena orang tua memintanya untuk tidak rewel saat ayah dan ibunya bekerja.

Namun yang dikhawatirkan adalah ketika mereka terlalu memikirkan dirinya sendiri dan akhirnya lupa dengan kondisi sekitar. Mungkin saja sang anak akan mengabaikan orang tuanya nanti ketika ia sudah tumbuh dewasa. Tidak mau kan sampai anak lupa dan mengabaikan Anda?

Bangun kedekatan dan kepekaan dengan putra-putri Anda agar kemandirian anak bukan membuatnya menjadi egois dan tidak peduli dengan kondisi sekitar.

4. Cinta dan Kasih Sayangnya Mudah Dimanipulasi Pasangan

Saat tumbuh dewasa, anak berisiko mengalami manipulated relationship dari pasangannya. Cinta dan kasih sayang yang ia dapatkan bisa saja dimanipulasi oleh pasangannya karena selama ini sang anak tidak mendapatkan itu dari orang tuanya di rumah.

Sang anak akan lebih mudah jatuh cinta kepada orang lain yang memberikan perhatian lebih kepadanya. Tanpa berpikir panjang, anak Anda bisa saja memberikan semuanya untuk sang pasangan.

Dampak negatif di atas harus Anda antisipasi sejak dini dengan membangun pola asuh yang tepat kepada anak.

Tipe-Tipe Pola Asuh Orang Tua

Terdapat empat tipe atau jenis pola asuh orang tua terhadap anak yang masih banyak diterapkan hingga saat ini. Setiap orang tua tentu memiliki pola asuh yang berbeda, penjelasan ini merangkumnya untuk Anda. Anda termasuk yang mana?

Pola Asuh Permisif

Ketika menjadi orang tua baru, terkadang kita lupa untuk memberikan batasan yang tegas tentang hak dan kewajiban kepada anak. Dalam pola asuh permisif, orang tua akan mengikuti semua keinginan anak dan tidak banyak tuntutan kepada anak.

Anak mungkin akan dekat dan nyaman saat bersama Anda, namun terdapat efek psikologis yang muncul pada anak hasil pengasuhan dengan pola permisif ini.

Anak akan lebih suka memberontak, merasa paling benar atau mendominasi, dan  kurang bisa mengandalkan dirinya sendiri. Alhasil, ketika anak tumbuh dewasa, ia kurang percaya diri dan prestasinya di sekolah pun tidak terlalu baik.

Pola Asuh Otoriter

Sebaliknya, pola asuh otoriter akan membuat anak memiliki kontrol yang berlebihan dari orang tuanya. Anak tidak memiliki ruang diskusi dan tidak bisa menyampaikan keluh kesahnya.

Orang tua yang otoriter biasanya meminta putra-putrinya untuk patuh dan tidak melanggar peraturan. Jika anak melanggar, akan ada hukuman fisik atau hukuman lainnya.

Cara ini akan berdampak buruk kepada fisik dan mental anak. Anak akan menjadi lebih agresif kepada orang lain bahkan bisa saja mencelakai orang lain. Anak menjadi tidak percaya diri dan kesehatan mentalnya pun akan terganggu.

Pola Asuh Cuek

Orang tua hanya menjalankan tugas dasarnya saja untuk memenuhi kebutuhan sang anak. Namun tidak memberikan bimbingan, aturan, dan dukungan atau diistilahkan cuek dengan kehidupan anak. Karena orang tua berharap anaknya bisa tumbuh dewasa secara mandiri.

Pola asuh yang disebut juga dengan uninvolved parenting ini akan membuat anak menjadi tidak disiplin dan tidak peduli dengan orang lain. Karena cara tersebutlah yang orang tuanya ajarkan kepadanya.

Pola Asuh Demokratis

Pola asuh orang tua yang demokratis dapat menjadi solusi bagi Ayah dan Ibu yang sibuk bekerja. Orang tua dapat membangun kesadaran mengenai keseimbangan hak dan kewajiban bersama anak melalui sebuah peraturan yang disepakati bersama.

Orang tua perlu secara konsisten mengajarkan kepada anak tentang pentingnya tanggung jawab agar mereka tumbuh lebih percaya diri, kreatif, dan mandiri. Bukan hanya mengajarkan namun orang tua juga perlu memberikan contoh.

Jika anak telah menjalankan kewajibannya, orang tua dapat memberikan reward atau pujian kepada anak agar mereka semakin percaya diri.

Sementara jika anak melakukan kesalahan, orang tua dapat memberikan koreksi agar mereka tidak lagi mengulangi kesalahan.

5 Tips Pola Asuh Anak bagi Orang Tua yang Sibuk Bekerja

Ayah Ibu Bekerja, Ini Pola Asuh yang Sebaiknya Diterapkan Orang Tua - Sekolah Prestasi Global

Photo by Pexels from Pixabay 

Setelah memahami tipe pola asuh orang tua di atas, kini saatnya Anda memahami tentang cara mengasuh anak yang tepat bagi Anda yang memiliki kesibukan bekerja.

Tips berikut ini membutuhkan kerja sama dan komunikasi yang baik antara orang tua dan sang anak, penasaran? Yuk langsung saja simak penjelasan berikut ini yang bisa menjadi solusi bagi Anda yang sibuk bekerja.

1. Beri Pengertian tentang Kesibukan Anda

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menjelaskan kepada anak tentang kesibukan orang tuanya. Mulai dari apa pekerjaan Anda, kapan saja waktu bekerjanya, dan apakah memiliki waktu libur.

Penjelasan ini penting untuk membangun pengertian kepada buah hati agar mereka tidak merasa ditinggal sendiri. Selain itu, cobalah buat aturan bersama agar orang tua dan anak sama-sama memiliki tanggung jawab.

2. Jangan Paksakan Anak Sibuk di Luar Rumah

Ketika Anda sibuk bekerja, bukan berarti solusinya adalah memaksakan anak untuk mengikuti banyak kegiatan di luar rumah seperti les kesenian atau olahraga. Ikutkanlah sang anak pada aktivitas yang benar-benar dia inginkan.

Pastikan juga sang anak memiliki waktu luang yang sama dengan waktu libur Anda. Hal ini agar anak tidak kehilangan kesempatan emas untuk bermain bersama orang tuanya.

3. Sempatkan Bertanya di Sela Kesibukan

Sempatkan waktu pagi sebelum berangkat kerja dan malam hari setelah pulang kerja untuk bermain bersama anak. Siang hari di sela istirahat bekerja, Anda juga bisa menelepon atau sekadar menanyakan aktivitas anak hari ini.

Anda bisa menanyakan aktivitas dan permasalahan yang anak temui di hari itu. Orang tua juga bisa menanyakan siapa saja teman dekat atau orang-orang yang ditemui sang anak.

Hal ini untuk menunjukkan perhatian orang tua terhadap anak agar mereka tidak merasa kehilangan rasa sayang dari Ayah dan Ibunya.

4. Sepakati Jadwal Family Time

Jangan terlalu sibuk bekerja hingga melupakan keluarga. Sepakati jadwal family time misalkan setiap akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Anda bisa jalan-jalan atau sekadar bermain di taman dekat rumah.

5. Bangun Rutinitas Kecil Bersama

Hal terakhir yang bisa Anda coba adalah membangun rutinitas kecil bersama sebagai salah satu cara membangun kedekatan antara anak dan orang tua.

Anda bisa membiasakan untuk sarapan bersama di meja makan, saling mengirimkan kabar di grup komunikasi keluarga, olahraga pagi hingga duduk bersama setiap malam untuk menceritakan kesibukan bersama.

Cara ini masih berkaitan dengan tips sebelumnya agar Anda rutin membangun kesepakatan jadwal bersama anak termasuk jadwal family time.

Semoga tips di atas bisa membantu Anda untuk lebih dekat bersama anak tanpa harus kehilangan pekerjaan.

Penutup

Orang tua perlu memantau perkembangan anak meski sehari-hari sibuk bekerja, Oleh karena itu, 5 tips pola asuh bagi orang tua yang sibuk bekerja di atas bisa menjadi cara yang Anda lakukan agar anak tidak merasa kehilangan sosok orang tuanya.

Jangan jadikan kesibukan Anda sebagai alasan untuk menggadaikan waktu bersama anak. Anak membutuhkan perhatian, dukungan, dan keteladanan dari orang tuanya untuk membentuk kepribadian mereka ke depan.

Semoga Ayah Ibu bisa menjadi orang tua yang bijak, utamanya demi masa depan buah hati!

BACA JUGA: Parenting Islami, Keutamaan Mendidik Anaka dalam Islam

Ada Berapa Tipe Pola Asuh Orang Tua?

Ada tiga empat pola asuh orang tua yang masih banyak diterapkan hingga saat ini, yaitu: 1. Pola Asuh Permisif 2. Pola Asuh Otoriter 3. Pola Asuh Cuek 4. Pola Asuh Demokratis

Apa Saja Dampak Orang Tua yang Sibuk Bekerja pada Anak?

Terdapat pengaruh kurang baik dari pola asuh orang tua yang sibuk. Berikut uraiannya: 1. Lebih Suka Menghabiskan Waktu di Luar Rumah 2. Tidak Terlalu Nyaman saat Dekat dengan Orang Tua 3. Tidak Peduli dengan Sekitar 4. Cinta dan Kasih Sayangnya Mudah Dimanipulasi Pasangan

Bagaimana Pola Asuh Terbaik untuk Orang Tua yang Sibuk Bekerja?

Pola Asuh terbaik untuk Orang Tua terapkan jika sibuk bekerja adalah sebagai berikut: 1. Beri Pengertian tentang Kesibukan Anda 2. Jangan Paksakan Anak Sibuk di Luar Rumah 3. Sempatkan Bertanya di Sela Kesibukan 4. Sepakati Jadwal Family Time 5. Bangun Rutinitas Kecil Bersama

(Visited 26 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us