Bagikan Artikel Ini:

 

Setiap orangtua ingin sekal anaknya menjadi sosok yang penurut dan sesuai keinginan, namun bedakan ya antara ambisi dan toleransi. Sejumlah orang tua akan selalu menuntut anaknya untuk bisa menjadi apa yang mereka idamkan, seperti juara kelas, prestasi semua bidang dan sebagainya. Namun, apakah Anda peka dengan jeritan hati anak melawan orangtua yang sebenarnya punya impiannya. Di sini ada dua sisi yang nampak saat bicara tentang pola asuh anak.

Kajian Pola Asuh Anak 

 

Orangtua yang punya anak kecil akan merasa dalam taraf bahagia karena sikap anak masih lucu dan penurut namun seiring dengan bertambahnya usia, anak mulai mengenal hal baru. Mulailah perdebatan kecil yang seringkali membuat anak enggan betah di rumah. Orangtua menilai opini si anak ini berlebihan tetapi anak kekeh kalau hal itu bisa terwujud.

Sebagai orang tua hendaknya Anda Sedikit mengalah dari anak dan mencoba memberikan penalaran riil terhadap anak. Sebagai contoh, anak menonton tayangan kartun yang menampilkan putri terbang dari negeri khayangan, imajinasi anak akan melayang bahwa manusia bisa terbang. Ini perkara hal mengejutkan untuk orangtua bahwa anak mereka mulai menyukai sesuatu. Orang Tua dituntut untuk membuat anak terbang, Anda Bisa berikan pengertian dengan mainan yang mirip kartun itu.

Saat anak beranjak dewasa dan mulai adaptasi dengan hal baru yang kurang sesuai dengan aturan orang tua maka Anda pasti akan selisih pendapat dan menyebut anak “anak melawan orang tua”. Orangtua zaman dahulu memang terbilang kolot dan tidak terbuka dengan hal baru sehingga menilai kelakuan anak sedikit berbeda adalah menyimpang dan melawan.

Tetapi, jika Anda sebagai orangtua berwawasan luas akan mudah untuk menerima perbedaan perubahan anak selama tidak melewati batas moralitas dan norma tertentu. Anak juga harus peka dengan aturan dari orang tua yang sudah bisa menerima modernisasi anak dan mulai untuk menyesuaikan keinginan orang tua.

Asal Usul Anak Membantah

 

 

Ada banyak penyebab anak melawan orang tua antara lain:

1. Pilih Kasih

Perbedaan perlakuan antara anak yang satu dengan saudaranya akan selalu menimbulkan rasa iri, hal ini sangat umum terjadi dan jika orangtua tidak peka akan menjadi hal meruncing seumur hidup. Buat semua tindakan anak sama tetapi juga perhatikan kadar sesuai.

2. Orangtua Kritikus

Jangan selalu komentar miring dengan anak di setiap tindakannya, menyepelekan akan membuat anak berpikir: hal ini saja orang tuaku tidak peduli, buat apa aku terus menurut dan berpendapat karena tidak akan sesuai dengan pemikiran orang tuaku. Sebaiknya Anda diam dan amati sambil membiasakan memuji anak yang positif jika memang tidak ada efek buruk kedepannya. Selalu gunakan kalimat dukungan yang baik agar anak merasa diperhatikan.

3. Orangtua Egois

Ingat ya bunda dan ayah, menjadi orang tua itu selalu prioritas anak jika ingin mencetak generasi berakhlak baik dan berprestasi. Namun juga sebagai orangtua tidak boleh berlaku egois di setiap pendapat anak. Ketika anak sedangs sedih karena orangtuanya bekerja maka luangkan perhatian dengan menelepon atau menjemputnya di sekolah, mengajak liburan dan bercerita.

4. Salah Paham

Cara paling baik untuk membuka komunikasi adalah dengan tatap muka dan sikap berani, artinya semua pendapat anak dan orangtua akan terlihat saat menjadi satu. Jangan pakai bahasa kasar dan keras jika anak masih bisa diberitahu dengan lembut. Bahasa yang keras akan membuat anak mencontoh orang tua untuk berkomunikasi dengan orang lain.

5. Sikap Otoriter

Otoriter adalah sebuah perilaku dimana keinginan dipaksakan kepada orang lain agar sesuai dengan aturan yang dibuat sendiri. Banyak sekali orang tua zaman dahulu bersikap otoriter namun anaknya menurut saja, hal ini tidak masalah. Berbeda dengan anak sekarang yang notabene akan melawan jika keinginannya tidak dituruti bahkan melakukan hal buruk, karena efek media yang negatif. Beda zaman beda asuhan, Anda Gunakan asuhan tegas lembut untuk membentuk anak yang diinginkan tetapi anak tidak merasa terbebani.

6. Efek Lingkungan

Tidak sedikit pergaulan luar yang membuat pengaruh buruk dengan anak kita, sebaiknya batasi dan buat mereka nyaman di rumah. Jika terlihat teman kurang baik Anda bisa jauhkan dengan menyibukkan anak Anda di lingkungan keagamaan atau mengajak anak liburan bersama. Akses untuk teman yang kurang baik setidaknya berkurang. Selalu ancam mereka dengan bahasa lembut bahwa efek perilaku menyimpang akan memberikan dampak kurang baik.

7. Hasrat Anak Dilalaikan

Setiap anak pasti punya keinginan, keinginan itu jika terlalu sering dipupuk akan membuat manja dan tidak mengerti kondisi orang tua. Namun, jika keinginan anak tidak dituruti sesekali anak memberontak, tarik ulur dengan hasrat anak selagi orangtua mampu untuk memberikan maka berikan namun jika orangtua belum mampu sebaiknya beri pengertian pada anak melawan orangtua.

8. Over Manja

Sikap manja, adalah berlebihan dalam semua hal, anak akan menjadi acuh dan tidak peka serta melawan saat keinginannya tidak dipenuhi. Pakailah syarat untuk mengatasi sikap manja. Misalnya saja, orangtua akan memberikan hadiah jika anaknya bisa menghafal surat kitab suci dengan baik sebanyak 3. Manja yang demikian akan menghasilkan buah positif berupa ilmu tambahan, namun jika manja yang negatif yang setelahnya tidak menghasilkan nilai positif.

9. Tumbuh Tanpa Bimbingan

Anak yang tumbuh tanpa bimbingan atau arahan orangtua karena orangtua tidak menghendaki atau terlalu sibuk bekerja juga membuat anak kehilangan rasa kasih sayang.

10. Pendapatnya Tidak Didengar

Anak yang punya pendapat tetapi tidak didengar oleh orangtua akan marah dan mengecam bahwa dia punya keputusan sendiri. Inilah salah dari orang tua yang lalai dan tidak peka dengan opini dari anak. Anak sudah berusaha tapi kekecewaan yang diperoleh.

Efek Anak Melawan Orangtua

 

 

Anak adalah titipan tuhan yang harus dijaga dengan baik dan diberikan kesesuaian hak dan kewajiban, namun apabila orangtua telah berusaha mendidik dengan baik anak memberikan sikap buruk maka ada efek jera anak yang nantinya dirasakan oleh si anak itu sendiri. Azab anak melawan orang tua antara lain:

1. Hidup Tidak Tenang

Siapapun yang melawan orang tua padahal orangtua sudah memberikan hal baik pada anak akan membuat hidup anaknya tidak tenang. Dalam sekolah atau pekerjaan akan banyak hal apes menyertai karena ridho anak tergantung dari ridho orang tua.

2. Dibenci Tuhan Dan Sesama

Tuhan sangat membenci anak yang tidak patuh dengan orangtua padahal baik untuk masa depan, banyak juga orang yang akan mengecam anak durhaka atau pembangkang. Apakah si anak nyaman hidup dengan cap semacam ini?

3. Ada Hukuman 

Hukuman secara tertulis memang tidak pernah ada namun ada hukuman moralitas jika anak berani melawan orang tua, hidupnya susah dan miskin, selalu menghadapi masalah dan tidak bisa merasa bersyukur dengan kondisi yang ada.

4. Orang Tua Tidak Ridho

Orang tua yang telah mendidik dengan baik akan merasa sakit hati dan hal ini pula yang dirasakan tuhan. Maka, ada kalimat ridhonya tuhan berasal dari ridhonya orang tua. Anak harus tahu akan hal ini.

5. Terlunta-lunta

Anak yang melawan akan merasa sendiri padahal sebenarnya mereka telah berjuang dengan semua hidup si anak. Pandangan hidup sendiri ini dibuat oleh si anak karena dia merasa dunianya lebih mengasyikan dan menuduh orang tua tidak modern. Padahal dunia anak kala itu tidak memberikan dampak baik untuk masa depan.

Orangtua Lalai

 

 

Sebenarnya masalah orangtua dan anak ini memang cukup menyita perhatian karena banyak kasus anak lahir tanpa keinginan orangtua dan membesarkan tanpa adanya arahan yang baik, ada pula pasangan menikah tetapi belum punya momongan dan mengharap hadirnya anak, ada pula anak angkat yang tidak tahu balas budi namun juga ada yang tahu balas budi dan sebagainya.

Ada beberapa ciri ciri orang tua tidak sayang anak:

1. Mengutamakan Pekerjaan Daripada Keluarga

Orangtua yang seharian penuh terus bekerja dengan dalih untuk membahagiakan anak tetapi sebenarnya sedang membuat diri mereka sendiri hiburan.

2. Cuek

Anak yang sedang tumbuh kembang biasanya akan banyak bertanya namun orang tua cuek menanggapi celoteh anak. Hal itu setiap hari bahkan dalam jangka waktu cukup lama.

3. Sering Membentak

Orangtua yang tidak sayang kepada anak akan selalu membentak jika tidak sesuai keinginan, padahal hanya kesalahan kecil saja. Namun, sebenarnya bentakan yang kadang juga diperlukan agar anak patuh dan menghormati.

4. Anak Ditangani

Orangtua sering berlaku ringan tangan dalam setiap “bicara” membuat anak dendam dengan bekas hati yang terluka. Orangtua yang sayang tidak akan tega untuk ringan tangan kepada anak karena nantinya anak menjadi minder dan muncul penyakit psikis.

5. Benci Dengan Anak

Entah ada alasan atau tidak, anak yang lahir telah dibenci oleh orangtuanya karena beberapa hal seperti cacat bawaan, tidak dikehendaki karena lahir tanpa ikatan resmi atau tidak sesuai dengan jenis kelamin. Orangtua semacam ini aka menyerahkan anaknya kepada panti asuhan atau dijual karena tidak punya rasa  sayang.

6. Mengumpat 

Perkataan seorang ibu adalah doa untuk anak maka hati-hatilah saat ibu yang berjuang dengan semua upaya kepayahan mengasuh dibalas dengan durhaka. Berbeda dengan ibu kejam yang selalu mengumpat anaknya dengan kata bodoh, tolol karena dasar tidak suka maka tidak akan ada pengaruhnya.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa kondisi anak melawan orangtua itu tidak selalu salah, mereka adalah bentukan dari kepribadian kedua orangtuanya. Jika orangtuanya mendidik dengan baik tapi anak melawan orangtua mungkin efek lingkungan, atau sebaliknya.

Tidak semua lingkungan selalu berakhir dengan buruk, nyatanya saja lingkungan luar bisa membuat anak semakin tertata moralnya (pondok pesantren). Pintar-pintar orang tua membentuk akhlak yang baik bagi anak. Orangtua juga harus selalu mendampingi kehidupan anak bukan ikut campur secara pribadi, artinya arahkan mereka kepada hal yang positif dan jauhkan dari hal negatif.

Kekhawatiran orang tua pasti selalu menjadi alasan buat anak untuk dikekang tapi berikan kepercayaan pada mereka untuk belajar mengatur hidup mereka sesuai dengan kemampuan. Ajaklah bercanda dengan edukasi yang dominan, jangan gunakan bahasa candaan yang kasar.

Pendidikan agama yang kuat membuat keluarga Anda Lebih berkualitas!

 

 

(Visited 31 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us