Bagikan Artikel Ini:

Bulan puasa sudah tiba, anak anak pun sudah mulai diajarkan bagaimana memahami bulan penuh berkah ini. Namun, ada satu masalah yang umum terjadi yakni anak anak jadi kesulitan belajar. Lalu, bagaimana cara membuat anak efektif belajar di saat puasa? Puasa sebenarnya bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan berbagai hal secara produktif. Namun, anak anak tentu akan merasa kesulitan apalagi jika mereka baru belajar puasa.

Hal yang Dilakukan untuk Membantu Proses Belajar Anak Selama Bulan Puasa

Sebagai orang tua, Anda harus tetap menjaga kualitas belajar si kecil meskipun mereka sedang berpuasa. Berikut ini ialah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu proses belajar buah hati selama bulan puasa.

1. Berikan Makanan Bergizi Saat Sahur

Meningkatkan Kualitas Belajar Anak di Tengah Pandemi dan Puasa Ramadhan - Sekolah Prestasi Global

Hal pertama yang harus Anda perhatikan ialah asupan si kecil selama menjalankan puasa. Ketika anak anak berpuasa, tentu jadwal makan mereka jadi berkurang setiap harinya. Namun, jangan sampai asupan nutrisi dan makanan bergizi setiap harinya agar mereka bisa fokus selama belajar. Sediakan makanan bergizi ketika sahur dan berbuka untuk memenuhi kebutuhan si kecil.

Fokuskan pada karbohidrat agar energi si kecil mampu bertahan hingga buka puasa. Jangan lupa untuk memberikan nutrisi lain seperti protein, serat dan vitamin. Ketika anak anak merasa kenyang, maka mereka bisa tetap berfokus ketika menerima pelajaran. Jangan lupa untuk meminta anak anak mengkonsumsi air yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

Begitupun saat buka puasa, berikan mereka makanan yang mampu mengembalikan energi dengan cepat. Kurma menjadi makanan paling baik saat berbuka dan cocok dikonsumsi oleh anak anak. Namun, jangan sampai anak anak makan terlalu banyak dan berlebihan. Hal ini hanya akan membuat anak anak menjadi sakit perut dan menimbulkan rasa malas.

2. Berikan Suasana yang Nyaman

Tantangan murid saat ini cukup banyak selain sedang menjalani ibadah puasa, mereka juga harus belajar dari rumah. Kondisi pandemi membuat kegiatan belajar mengajar berubah dan memaksa setiap anak, pendidik hingga orang tua harus beradaptasi dengan cepat.

Cara efektif belajar di masa pandemi salah satunya ialah dengan menciptakan suasana yang nyaman bagi anak anak. Jangan sampai mereka merasa lelah belajar karena suasana rumah yang tidak kondusif. Sebagai orang tua, memang merupakan sebuah tantangan untuk membuat anak anak belajar dengan nyaman di rumah. Namun, jika hal ini Anda abaikan begitu saja maka akan membuat si kecil menjadi kesulitan belajar.

Bagaimana cara menciptakan suasana yang nyaman di rumah? Salah satunya ialah dengan tidak menimbulkan suara bising ketika mereka sedang belajar. Kemudian Anda juga bisa menyiapkan ruangan yang nyaman untuk anak anak belajar. Siapkan meja, kursi yang nyaman agar belajar di rumah menyerupai belajar di sekolah. Karena belajar di rumah membutuhkan koneksi internet, maka pastikan Anda menyediakan koneksi internet yang stabil.

3. Ciptakan Suasana Yang Positif

Hal yang mampu mendukung kegiatan belajar efektif di masa pandemi ialah dukungan dari orang tua. Anda harus memahami bahwa tidaklah mudah bagi si kecil terus belajar di rumah tanpa berinteraksi langsung dengan guru dan teman temannya. Kehadiran orang tua sangat mempengaruhi kondisi dan suasana hati si kecil dalam belajar dan sekolah jarak jauh. Anda bisa memberikan energi positif yang baik dan meningkatkan semangat si kecil dalam belajar.

Dampingi si kecil ketika mereka sedang belajar online, Anda bisa duduk di sampingnya sambil mengerjakan pekerjaan lain. Jika mereka lelah, biarkan mereka mengeluh dan mengeluarkan opini mereka. Setelah itu, beri semangat agar mereka tetap bisa berpikir positif dan semangat dalam belajar. Dengan suasana yang nyaman dan dukungan yang positif dari orang tua, maka anak anak bisa menjadi lebih nyaman untuk belajar.

4. Mengatur Jadwal Belajar

meningkatkan kualitas belajar anak di bulan ramadhan - Sekolah prestasi Global

Jangan paksa anak untuk terus belajar setiap waktu, karena hal ini tidak efektif. Meskipun mereka belajar seharian, namun hal ini tidak akan baik untuk si anak. Solusinya ialah Anda bisa membuat jadwal belajar yang harus diikuti oleh si kecil setiap harinya.

Pada bulan puasa, Anda bisa mengajak si kecil belajar setelah sahur. Hal ini untuk mencegah si kecil ketiduran dan ketinggalan sholat subuh. Selain itu, ternyata tidur setelah sahur bisa membuat tubuh menjadi lemas. Hal ini membuat anak anak menjadi kesulitan jika jam sekolah sudah datang. Oleh karena itu, Anda bisa mengajak si kecil untuk belajar setelah melaksanakan sahur.

Tidur setelah sahur juga akan meningkatkan risiko masalah pencernaan dan meningkatkan berat badan. Selain setelah sahur, jadwal terbaik lainnya untuk belajar ialah ketika sore hari atau menjelang buka puasa. Waktu di sore hari merupakan jam kritis bagi anak dan mereka merasa lebih lapar. Anda bisa mengalihkan rasa lapar yang dialami oleh si kecil dengan mengajaknya belajar. Untuk mengisi waktu tersebut Anda bisa membacakan buku, mengerjakan PR dan sebagainya. Setelah belajar selesai, maka Anda bisa mengajak anak untuk membantu menyiapkan berbagai menu untuk buka puasa. Hal yang menyenangkan ini dapat membantu anak menghilangkan rasa jenuh.

5. Menerapkan Disiplin

Tidak hanya mengatur jadwal belajar, namun jadwal lainnya juga perlu Anda perhatikan untuk menciptakan pembelajaran efektif di masa pandemi. Meskipun di rumah saja, namun tetap saja akan ada banyak kegiatan yang harus dilakukan oleh si kecil. Oleh karena itu, Anda harus menerapkan sikap disiplin kepada anak anak.

Jangan sampai, karena merasa sedang di rumah anak anak merasa bebas melakukan apapun. Sehingga mereka hanya fokus bermain dan melupakan pekerjaan sekolahnya. Hal ini tentu sangat tidak efektif untuk membuat anak memahami pelajaran di sekolah. Anda bisa mengajak anak untuk bekerja sama dalam membuat jadwal sehari hari.

Misalkan pada pagi hari kegiatan utama anak anak adalah sekolah online. Kemudian setelah sekolah online mereka bisa beristirahat dan tidur siang sejenak. Atur pula waktu untuk mereka dapat mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka. Dengan membuat jadwal yang rutin, maka kegiatan anak anak bisa menjadi lebih efisien.

6. Jangan Biarkan Anak Begadang

Salah satu masalah yang cukup sering muncul ketika anak anak terlalu sering di rumah ialah jadwal tidur yang berantakan. Tak sedikit anak anak yang menjadi sering begadang dan tidak tidur seperti waktu sebelumnya. Jika hal ini Anda biarkan terlalu lama maka jam tidur anak anak akan terganggu dan menjadi kebiasaan. Akan sulit bagi anak untuk mengembalikan jam tidur menjadi normal kembali.

Terdapat beberapa akibat yang muncul apabila si kecil terlalu sering begadang diantaranya ialah terganggunya hormon pertumbuhan. Selain itu, anak anak juga lebih mudah marah dan sulit konsentrasi. Terlebih apabila hal ini berlangsung pada bulan puasa, anak anak tentu akan mudah mengantuk dan sulit bangun untuk sahur.

Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa si kecil bisa tidur dalam waktu yang normal. Untuk menghindari anak tertidur saat sahur, maka ajak anak untuk tidur lebih cepat. Setelah selesai sholat tarawih, minta anak untuk bersih bersih badannya dan langsung menuju ke kamar.

7. Ajak Olahraga Ringan

Untuk membuat anak anak menjadi lebih fokus pada pelajaran, maka mereka juga perlu memiliki fisik yang sehat. Melakukan pembelajaran di rumah secara lama tentu membuat gerak si kecil menjadi terbatas. Sebagai orang tua, Anda bisa mengajak anak anak untuk bergerak dan berolahraga ringan. Dengan olahraga ringan, maka anak anak akan bergerak lebih sering.

Tubuh akan menjadi lebih sehat dan hal ini akan membuat daya imun anak menjadi meningkat. Anak menjadi tidak mudah sakit dan bisa melakukan berbagai kegiatan dengan lebih nyaman. Olahraga juga bisa menghilangkan rasa stress dan bosan akibat terlalu lama berdiam diri di rumah. Tak ada salahnya Anda mengajak anak anak untuk berolahraga di sekitar rumah beberapa kali. Anak anak tentu akan lebih menyukai ketika bisa beraktivitas di luar rumah walau hanya sebentar. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan ketika hendak bepergian ke luar rumah.

8. Melakukan Kegiatan Interaktif

Apabila anak anak bosan dengan kegiatan belajar yang monoton, kini saatnya Anda sebagai orangtua harus berpikir kreatif. Terutama apabila anak Anda masih berusia dini dan masih cepat bosan dengan satu hal yang monoton. Buatlah berbagai kegiatan interaktif yang bisa membuat kemampuan motorik anak anak menjadi lebih baik.

Contoh permainan yang mampu menghilangkan rasa bosan anak anak ialah puzzle, bermain bentuk, bermain peran hingga membaca buku cerita. Dengan melakukan kegiatan kegiatan ini, anak juga tidak akan terpaku pada layar komputer dan gadget saja. Terlalu lama menatap layar komputer tentu akan berdampak buruk bagi anak.

9. Mengajarkan Al Quran

Bulan puasa merupakan waktu terbaik untuk mengajarkan berbagai hal hal islami kepada anak anak. Buatlah kegiatan anak di bulan Ramadhan yang mengandung nilai nilai agama. Ajarkan anak anak mengaji setiap harinya ketika waktu mereka luang. Berikan juga tayangan mengenai cerita nabi dan perilaku perilaku baik lainnya. Semakin Anda sering menanamkan hal hal baik pada anak, tentu mereka akan mengingatnya.

Jika usia anak masih kecil, maka berikan tontonan kartun Islami yang menarik perhatian buah hati. Ajak juga si kecil untuk beribadah bersama sama dan ajarkan doa doa baik setiap harinya. Bantu anak untuk menghafal surat pendek agar hafalan mereka bertambah.

Kesimpulan

Kondisi saat ini memang cukup menantang baik bagi murid, pengajar hingga orang tua. Terlalu lama menghabiskan waktu di rumah dan tidak berinteraksi dengan teman teman membuat anak anak semakin bosan. Bulan puasa juga menjadi tantangan sendiri bagi anak anak dimana mereka harus belajar menahan lapar dan hawa nafsu. Ketika mereka sudah lelah, bisa saja kegiatan belajar menjadi tidak maksimal.

Sekolah Prestasi Global menyadari hal ini dan melakukan berbagai hal untuk membantu anak anak tetap semangat. Setiap pembelajaran dilakukan secara interaktif untuk membuat anak anak tetap tertarik untuk belajar. Dalam bulan puasa, kami juga memasukkan berbagai materi agama yang mudah dipahami oleh murid. Setiap pengajar juga melakukan komunikasi yang baik dengan para orang tua untuk membantu anak anak tetap belajar dengan baik. Pandemi dan bulan puasa bukan menjadi halangan anak anak untuk belajar efektif. Lakukan berbagai cara efektif belajar di saat puasa agar anak anak tetap semangat dalam belajar sekaligus beribadah.

Baca Juga : Cara Membuat Puasa Anak Menjadi Menyenangkan

Bagaimana mengontrol makanan anak selama puasa?

Sediakan makanan bergizi ketika sahur dan berbuka untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Fokus pada karbohidrat agar energi anak mampu bertahan hingga buka puasa. Jangan lupa untuk memberikan nutrisi lain seperti protein, serat dan vitamin. Jangan lupa untuk meminta anak anak mengkonsumsi air yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Rekomendasi makanan di bulan puasa yaitu kurma. Kurma menjadi makanan paling baik saat berbuka dan cocok dikonsumsi oleh anak anak.

Apa hal yang baik dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik anak?

Kesehatan fisik sangat penting untuk diperhatikan terutama di masa pandemi ini. Anak-anak yang sebelumnya cenderung berkegiatan aktif di luar rumah atau di sekolah akan mengalami stress akibat terbatasnya kegiatan. Sebagai orang tua, Anda bisa mengajak anak-anak untuk bergerak dan berolahraga ringan. Dengan olahraga ringan, maka anak anak akan bergerak lebih sering. Tubuh akan menjadi lebih sehat dan hal ini akan membuat daya imun anak menjadi meningkat. Anak menjadi tidak mudah sakit dan bisa melakukan berbagai kegiatan dengan lebih nyaman.

Bagaimana mengenalkan puasa kepada anak?

Bulan puasa adalah bulan yang suci bagi umat Islam. Bulan Ramadhan ini mengajak umat untuk membenahi akhlak dan perilaku. Maka akan lebih baik jika puasa sudah mulai diajarkan sejak dini kepada anak-anak. Selain diajarkan menahan makan (puasa), anak akan mudah memahami makna puasa jika kita mengajarkan anak untuk mendalami agama dengan cara membaca al-quran atau mengaji. Jika usia anak masih kecil, maka berikan tontonan kartun Islami yang menarik perhatian buah hati. Ajak juga si kecil untuk beribadah bersama sama dan ajarkan doa doa baik setiap harinya. Bantu anak untuk menghafal surat pendek agar hafalan mereka bertambah.

(Visited 13 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us