Bagikan Artikel Ini:

Mencegah lebih baik daripada mengobati! Anda tentu kerap mendengar slogan tersebut, bukan? Nah, ternyata beragam penyakit terlebih penyakit infeksi mampu berdampak ke masalah kesehatan dari yang sepele hingga yang serius. Makanya ketahui cara mencegah penyakit infeksi agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Perlu diperhatikan jika anak-anak rentan terkena penyakit dibandingkan orang dewasa. Hal tersebut karena sistem imun mereka yang belum terbentuk secara sempurna. Terlebih kini banyak kuman berkembang menjadi lebih resisten dan sulit ditangani. Sehingga sebagai orang tua patut untuk merasa was-was saat mengizinkan anak bereksplorasi di luar.

Namun, Anda tidak perlu merasa khawatir lagi untuk membebaskan anak bermain. Melalui pembahasan di artikel ini Anda bisa mulai menerapkan bagaimana cara mencegah infeksi dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan bersama dengan si kecil di rumah.

 

Cara Mencegah Infeksi pada Anak

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mencegah Infeksi pada Anak - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by CDC on Unsplash

Terdapat beragam cara untuk mencegah infeksi pada anak yang wajib Anda ketahui sebagai orang tua. Menerapkan langkah pencegahan ini dijamin mampu menjaga anak Anda dari berbagai ancaman penyakit infeksi yang menghantui.

Nilai plusnya adalah cara pencegahan ini bisa dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Ternyata menjaga kesehatan amat mudah, ya?

Tanpa Anda sadari, penyakit infeksi dapat menular kapan saja dan dengan perantara apa saja. Oleh sebab itu, inilah alasan kenapa menjaga diri dimulai dari hal paling sederhana amat penting untuk dilakukan untuk menjaga keluarga terutama buah hati Anda.

Apa saja sih cara-caranya? Berikut Kami rangkum hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi.

1. Cuci Tangan dan Mandi Teratur

Menjaga kulit anak agar tetap bersih merupakan salah satu langkah sederhana yang juga berperan penting untuk menghindari bakteri atau virus yang menyebabkan datangnya penyakit.

Tahukah Anda jika permukaan tubuh anak rentan mengandung bakteri, seperti Staphylococcus aureus. Bakteri ini menjadi biang munculnya ragam penyakit pada anak, mulai dari infeksi kulit dan saluran pernapasan.

Bahayanya lagi, bakteri tersebut mudah berpindah melalui perantara tangan anak-anak yang kotor. Maka, mencuci tangan bisa disebut sebagai langkah paling sederhana namun cukup efektif untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah penyakit infeksi.

Tangan sebagai salah satu bagian tubuh vital yang kerap terserang kuman dan mampu menyebarkannya ke bagian tubuh lain, seperti mulut dan hidung.

Jika Anda bisa membiasakan anak untuk menjaga kebersihan tangan, maka Anda turut membantu menekan risiko anak terserang penyakit. Ajarkanlah anak Anda untuk terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun. Selain rajin cuci tangan, biasakan anak untuk menjaga kebersihan kulit badan dengan mandi secara teratur.

2. Ikut Vaksinasi Terjadwal

Salah satu manfaat vaksin untuk anak adalah agar menguatkan sistem imun tubuh mereka. Memberikan vaksin secara lengkap pada anak dapat membantu tubuh mereka membentuk antibodi spesifik yang siap menghadapi beragam jenis penyakit. Anak yang diberi vaksin lengkap akan mempunyai pertahanan imun yang lebih kuat dibanding anak yang tidak diberi vaksin lengkap.

3. Hindari Jajan Sembarangan

Berikan pemahaman kepada anak Anda agar tidak mudah membeli jajan sembarangan. Beri tahu pada mereka mengapa harus teliti sebelum membeli makanan yang dijual di pinggir jalan. Anak harus tahu jika makanan yang dibeli di luar tidak terjamin kebersihannya, baik dari proses pengolahan sampai penyimpanannya.

Beri pengertian ke anak Anda untuk lebih cermat dalam memilih makanan yang dijual. Biasakanlah untuk membeli makanan yang diletakkan di etalase yang tertutup. Makanan yang dibiarkan terbuka akan rentan terkontaminasi udara kotor atau hal lain yang bisa mengakibatkan tersebarnya virus di makanan tersebut.

Ajarkan juga kepada anak terkait kebersihan makanan yang dijual. Anda bisa memberi tahu anak untuk melihat kebersihan etalase, tempat ia berjualan, serta peralatan makanan yang digunakan. Omong-omong, membawakan anak bekal yang kreatif bisa mencegah mereka dari jajan sembarangan, lho!

4. Komsumsi Antibiotik Sesuai Petunjuk Dokter

Ternyata memakai antibiotik yang tidak sesuai justru membunuh bakteri baik yang bertugas melawan bakteri merugikan dalam tubuh. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk berkonsultasi ke dokter terkait dosis konsumsi antibiotik anak Anda. Sebab, menggunakan antibiotik yang tidak bijak juga mampu meningkatkan resistensi antibiotik.

5. Minimalisir Kontak dengan Orang Sakit

Saat Anda atau anggota keluarga sedang sakit, sebisa mungkin minimalisir aktivitas yang mengharuskan untuk berkontak langsung dengan orang lain. Singkatnya, jika sedang sakit usahakan agar tetap berada di dalam rumah. Hal tersebut sebagai upaya mencegah penularan virus kepada orang lain, khususnya anak-anak. Jika Anda atau anak dalam kondisi sehat, selalu ingat untuk membatasi kontak langsung dengan penderita, ya!

6.Tutup Mulut Saat Batuk dan Bersin

Selain mudah menyebar melalui tangan, virus juga mudah menular melalui partikel udara. Contohnya seperti flu, batuk, campak, hingga penularan Covid-19. Mulai tanamkan kebiasaan untuk menutup mulut saat bersin dan batuk menggunakan sapu tangan, tisu, atau memakai masker saat sedang merasa tidak enak badan kepada anak.

Menutup mulut tersebut akan membantu memutus rantai penularan virus yang tersembur. Jangan lupa untuk membuang tisu dan cuci tangan menggunakan sabun setelahnya. Saat sedang flu dan batuk, usahakan menghindari menutup mulut menggunakan telapak tangan yang kosong.

Kuman yang telah menyebar ke tangan akan berpindah dengan mudah tanpa Anda sadari, misal saat berjabat tangan dengan orang lain atau melalui benda yang disentuh seperti gagang pintu. Jika tidak mempunyai tisu atau penutup mulut lain, cukup gunakan siku bagian dalam.

7. Senantiasa Menjaga Kebersihan

Salah satu cara perpindahan kuman paling mudah adalah melalui perantara tangan. Penyakit infeksi dengan mudah tersebar saat Anda menyentuh benda-benda yang rawan terkontaminasi kuman, seperti lembaran uang, gagang pintu, sakelar lampu, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ingatkan kepada anak untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan rutin setelah bersentuhan dengan benda-benda tersebut atau memberi perlindungan lebih menggunakan hand sanitizer.

Setelah itu, pastikan untuk mengeringkan tangan dengan benar memakai kain bersih. Tangan yang lembab bisa menyerap lebih banyak kuman dari tangan kering.

Anda sebagai orang tua turut melakukan pencegahan dengan rutin membersihkan lingkungan rumah secara berkala. Bersihkan permukaan benda-benda yang kerap disentuh anak seperti mainan, dan gagang pintu menggunakan air sabun atau produk pembersih lain. Lap permukaan dengan kain yang telah dibasahi dengan air kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga dirasa perlu untuk mencegah penularan penyakit dari hewan berkeliaran. Seperti dari nyamuk yang menyebabkan demam berdarah. Menjaga lingkungan bermain anak tetap higienis bisa dimulai dari rajin menjaga kebersihan rumah.

8.Hindari Menyentuh Mata, Hidung, dan Mulut

Anak harus tahu jika menyentuh mata, hidung, dan mulut menggunakan tangan yang kotor bisa dengan gampang memindahkan kuman yang ada di tangan ke dalam tubuh mereka. Nah, biasakan sedari dini kepada anak untuk tidak menyentuh bagian muka sembarangan.

Jelaskan pada mereka dengan bahasa yang mudah diterima. Hidung cenderung bersuhu hangat dan lembab, sehingga menjadi tempat favorit bagi virus dan bakteri untuk berkembang biak.

Mata dan mulut juga menjadi bagian tubuh yang dilapisi jaringan basah. Sehingga bakteri jauh lebih mudah terperangkap, kemudian hidup dan berkembang dalam jaringan.

Maka tidak heran jika mata, hidung, dan mulut menjadi media awal virus masuk dan berkembang di dalam tubuh. Guna mencegah, beri pengertian kepada anak untuk menjaga tangan tetap bersih dengan mencuci tangan memakai sabun sebelum menyentuh area tersebut.

9.Tidak Berbagi Barang Pribadi

Menggunakan barang secara bergantian dengan orang lain, bisa menjadikan media penyebab infeksi menular. Barang seperti sikat gigi, handuk, sapu tangan, dan alat makan termasuk contoh benda pribadi yang sebaiknya tidak dipakai bersamaan.

Meskipun teman, saudara, atau orang lain yang akan dipinjami barang Anda dari luar nampak sehat-sehat saja, namun kita tidak pernah tahu kondisi mereka yang sebenarnya. Sehingga untuk berjaga-jaga tolak dengan halus jika orang lain meminjam barang pribadi yang sifatnya untuk perseorangan.

Bukan hanya itu saja, hal ini juga untuk mencegah penyakit infeksi  jika ternyata justru Anda yang menularkan infeksi kepada orang lain. Mencegah infeksi dengan memakai barang masing-masing tanpa saling meminjam menjadi cara mudah lainnya yang cukup efektif untuk menjaga diri dan orang lain dari penyakit.

10. Hindari mengambil Makanan yang Telah Jatuh

Jangan tanamkan pemikiran kepada anak jika makanan jatuh yang segera diambil masih aman untuk dikonsumsi. Pasti Anda sering mendengar ucapan orang yang tetap memakan makanan yang terjatuh dengan dalih belum 5 detik atau 5 menit. Padahal nyatanya 99% bakteri bakal segera menempel ke makanan begitu ia terjatuh di permukaan benda.

Jika makanan anak terjatuh, sampaikan pada mereka untuk membuangnya saja dan diganti dengan yang baru. Mengonsumsi makanan yang terjamin kebersihannya tentu menjauhkan anak dari beragam sumber penyakit, seperti diare. Jadi jangan biasakan anak untuk memungut kembali makanan yang terjatuh, ya!

 

Atasi Infeksi pada Anak Dengan Penanganan yang Tepat

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mencegah Infeksi pada Anak - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Kelli Sikkema on Unsplash

Secara garis besar, penularan penyakit infeksi paling mudah adalah melalui tangan. Tangan memang bagian tubuh yang kerap bersinggungan langsung dengan orang lain atau benda-benda di sekitar kita. Oleh karena itu, selain menjaga kebersihan lingkungan seperti membersihkan rumah secara berkala, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun juga dianggap penting.

Menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik di atas kepada anak sedari dini dirasa cukup efektif untuk membantu anak terlindungi dari segala jenis virus berbahaya yang menghantui. Jika anak sudah terbiasa menerapkan cara-cara di atas, tentu Anda bakal merasa lebih tenang membebaskan anak bermain dan mengeksplorasi diri.

Agar lebih maksimal, selain menjaga diri dari luar. Pastikan juga dibarengi dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang bernutrisi serta menerapkan pola hidup sehat pada anak. Jika dirasa perlu, konsultasikan ke dokter kepercayaan keluarga Anda.

Nah, itu dia 10 cara mencegah virus yang bisa Anda lakukan bersama dengan anak di rumah. Pola hidup yang sehat ternyata bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang terus dilakukan. Tentu mengajarkan anak sedari dini akan membentuk kebiasaan yang terus dibawa hingga dewasa nanti.

Baca Juga : Waspadai 6 Penyakit yang Sering Dialami Anak saat Musim Pancaroba

Apa langkah paling sederhana untuk mencegah penularan penyakit infeksi?

Karena bakteri mudah berpindah melalui perantara tangan anak-anak yang kotor. Maka, mencuci tangan bisa disebut sebagai langkah paling sederhana namun cukup efektif untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah penyakit infeksi.

Apa saja yang harus diberitahu ke anak jika ingin jajan di luar?

Beritahu anak Anda untuk melihat kebersihan etalase, tempat ia berjualan, serta peralatan makanan yang digunakan.

Bagaimana cara mencegah penularan penyakit infeksi melalui udara?

Cara mencegahnya adalah dengan mulai menanamkan kebiasaan untuk menutup mulut saat bersin dan batuk menggunakan sapu tangan, tisu, atau memakai masker saat sedang merasa tidak enak badan kepada anak. Menutup mulut tersebut akan membantu memutus rantai penularan virus yang tersembur. Jangan lupa untuk membuang tisu dan cuci tangan menggunakan sabun setelahnya.

(Visited 19 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us