Bagikan Artikel Ini:

Pandemi Covid-19 faktanya juga membawa imbas besar bagi remaja. Masa-masa indah mereka seolah terenggut begitu saja karena harus menjalani isolasi. Inilah sebabnya orang tua perlu berperan aktif dalam edukasi covid untuk anak terutama untuk menjaga kesehatan mentalnya. Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, remaja berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental. Ini mengingat pengendalian diri serta emosi mereka yang masih labil. Selain itu kemampuan problem solving pada beberapa remaja juga belum berkembang secara optimal. Lalu bagaimana peranan orang tua dalam mengantisipasi atau mengatasi kondisi demikian? Kami akan memberikan beberapa panduannya.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja

Masih menurut Ikhsan masa menjelang dewasa adalah tahapan orang tengah mengembangkan area sosialnya. Idealnya mereka perlu berinteraksi dengan banyak orang, misalnya dengan berdiskusi atau melakukan aktivitas bersama-sama. Tidak heran kondisi yang seolah tidak berujung ini membuat banyak remaja tertekan, mengalami kecemasan, kekecewaan sampai serangan panik. Menurut psikolog ahli, Dr. Damour, merasa cemas pada situasi sebagaimana sekarang ini sebenarnya menunjukkan fungsi yang sehat dan normal. Alasannya karena memang ketidaknyamanan inilah yang sejatinya harus kita rasakan, baik pada remaja atau masyarakat secara umum.

Perasaan cemas akan memotivasi kita mengambil tindakan untuk mengembangkan perlindungan kepada diri-sendiri. Meski begitu ini menjadi tidak sehat jika yang bersangkutan terus-menerus merasa cemas hingga tidak bisa menjalankan kegiatan sehari-hari secara wajar. Agar hal ini tidak terjadi kepada buah hati, beberapa informasi berikut mungkin bisa membantu Anda.

Cara Smart Mengedukasi Remaja Mengenai Wabah Covid-19

Seto Mulyadi, atau Kak Seto, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mengungkapkan pendapatnya terkait edukasi remaja. Praktisi Keluarga dan Anak ini mengatakan cara paling tepat untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pandemi Covid-19 adalah dengan berdiskusi.

Orang tua bisa memberikan contoh-contoh sampai anak memperoleh pengertian yang tepat. Anda bisa menggunakan bahasa-bahasa sederhana yang mudah mereka pahami dan ini sebaiknya dikerjakan berulang-ulang. Ini terutama mengenai risiko infeksi virus corona namun tanpa nada yang pesimis.

Selain itu pastikan remaja Anda mendapatkan akses materi cegah corona dari sumber-sumber yang terpercaya.

1. Mereduksi Kecemasan Remaja

Langkah pertama yang bisa orang tua lakukan adalah menurunkan kecemasan anak mengenai infeksi Covid-19. Yakinkan buah hati Anda bahwa penyebaran virus ini dapat diantisipasi dan mereka yang tertular juga mayoritas dapat disembuhkan. Hindari menekankan tentang risiko kematian karena Corona. Gencarkan prosedur umum 4M pencegahan virus kepada seluruh anggota keluarga, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Anda juga bisa membuat poster gambar virus corona ditambah upaya pencegahannya dengan protokol kesehatan dan menempelkannya di tempat yang mudah terlihat. Bangun kepercayaan anak agar mereka tidak ragu berkata jujur kepada orang tua jika merasakan gejala. Masih menurut Dr. Damour infeksi Covid-19 yang terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda umumnya ringan. Jadi katakan kepada putra-putri remaja Anda untuk tidak khawatir untuk memberitahu jika merasa tidak enak badan agar segera mendapatkan bantuan.

2. Olahraga Dan Menerapkan Pola Makan Sehat

Untuk mengantisipasi infeksi virus Covid-19 kita dianjurkan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Ini dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup serta pola makan sehat, dan tidak lupa berolahraga. Inilah alasannya jika selama ini anak-anak hanya berolahraga di sekolah, mulai sekarang bangun kebiasaan ini di rumah. Tidak sedikit tutorial berolahraga simple di rumah yang dapat dikerjakan bersama-sama agar lebih meriah.

Jika di rumah tersedia tempat yang memadai Anda juga bisa mengajak seluruh anggota keluarga untuk melakukan olahraga permainan yang seru. Tahukah Anda bahwa olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga menimbulkan perasaan senang dan rileks. Ini karena olahraga merangsang diproduksinya hormon dopamine yang dapat memicu rasa bahagia. Perasaan positif demikian ini secara alami akan meningkatkan imunitas tubuh.

3. Menjalankan Aktivitas Harian Secara Wajar

Cobalah mengedukasi buah hati mengenai pentingnya beraktivitas sehari-hari sewajar mungkin untuk menjaga semangat. Dengan begitu suasana hati akan terasa lebih baik. Minta putra-putri Anda untuk bangun pagi setiap hari dan berpakaian rapi seolah-olah hendak berangkat sekolah. Mengenakan piyama atau pakaian tidur seharian secara otomatis akan menyetel perasaan menjadi santai dan enggan belajar. Padahal walaupun di rumah anak-anak tetap harus belajar secara daring. Tidak ada salahnya menyusun rencana bagaimana anak menghabiskan waktunya di rumah secara produktif.

4. Menyeimbangkan Aktivitas Daring Dan Luring

Seharian berada di rumah, untuk sebagian besar remaja artinya memberi kesempatan lebih besar untuk beraktivitas di dunia maya. Orang tua jangan sampai abai akan hal ini! Cari tahu berapa lama anak menghabiskan waktu online setiap hari. Jika terlalu berlebihan Anda perlu mengingatkan mereka. Selain itu putra-putri Anda perlu mematikan tablet dan ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur untuk mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas. Sinar biru layar ponsel ternyata dapat mengurangi kadar hormone melatonin hingga mencapai 23%. Padahal hormone inilah yang membuat kita dapat tidur nyenyak. Akibatnya, main gadget menjelang tidur dapat memicu insomnia atau kesulitan tidur. Remaja juga perlu membatasi jumlah berita yang dibaca dan dengar tentang virus. Mereka memang perlu tetap mendapat informasi, tetapi cobalah untuk tidak mengikuti berita sepanjang hari, setiap hari demi kesehatan mental.

5. Sebisa Mungkin Remaja Tetap Perlu Bersosialisasi

Tetap berhubungan dengan teman sekolah itu penting, tetapi mereka tidak harus terhubung setiap menit setiap hari! Ada banyak cara yang bisa mereka lakukan, misalnya hangout di dunia maya baik sekedar ngobrol atau mendiskusikan tugas-tugas sekolah. Aktivitas ini membuat remaja tidak terlalu merasa terasing walaupun tengah menjalani isolasi. Lagi pula tetap terhubung dengan orang lain dan berbagi rasa juga akan membuat mereka lebih bahagia karena tak merasa sendiri.

6. Membantu Orang Lain

Pandemi ini adalah masa yang sulit tidak hanya bagi remaja tetapi juga semua orang di seluruh dunia. Semua orang perlu beradaptasi dan Anda beruntung jika mata pencaharian Anda sebagai orang tua tidak terdampak oleh wabah ini! Pastikan putra-putri Anda menyadari hal ini untuk memunculkan perasaan bersyukur dan berterimakasih. Selanjutnya Anda bisa memberi motivasi untuk mencoba menolong orang lain. Tidak hanya dapat meringankan beban orang yang ditolong, aktivitas ini ternyata dapat memunculkan rasa bahagia.

Para ahli sosiologi di Amerika Serikat pernah menggelar suatu riset yang meneliti antara perasaan bahagia dan sikap suka menolong. Hasilnya orang-orang yang menghabiskan waktunya melakukan aktivitas sosial selama 5 sampai 8 jam setiap pekan mengaku merasa lebih bahagia. Ini misalnya belajar menjahit masker atau face shield dengan tujuan membuat sebanyak mungkin untuk dibagikan gratis kepada yang memerlukan. Berikutnya orang tua bisa mengajak putra-putri remaja Anda untuk membuat paket makanan untuk warga sekitar yang terdampak pandemi.

Jika kedua aktivitas sosial di atas belum memungkinkan mereka dapat memulainya dengan hal-hal paling sederhana. Ini misalnya membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Kegiatan tersebut sekaligus bisa menjadi salah satu bentuk latihan fisik yang menyehatkan tubuh.

7. Pelajari Sesuatu Yang Baru

Pada berbagai teks edukasi yang berkaitan dengan virus Corona, imunitas tubuh adalah senjata utama sebagai tameng dari infeksi virus tersebut. Selain menjaga kesehatan tubuh, untuk mencapai kekebalan tubuh yang optimal secara umum orang juga perlu menjaga kesehatan jiwa dan pikiran. Salah satu caranya adalah menyibukkan diri dengan sesuatu yang positif, misalnya mencoba hobi baru. Anda bisa membuat buah hati tertantang untuk mempelajari sesuatu yang baru. Ini adalah kesempatan sempurna untuk belajar suatu keterampilan terutama yang memerlukan banyak waktu.

Berkebun, menjahit, merajut, membuat keramik, melukis, juggle, memasak, coding, dan masih banyak pilihan ide yang lain. Ada banyak video tutorial yang bisa jadi referensi – apa pun yang putra-putri Anda inginkan. Nah, Anda bisa mengajak mereka memanfaatkan waktu ekstra ini sebaik-baiknya. Pencapaian-pencapain kecil seperti menguasai hobi yang baru akan memunculkan perasaan lega dan bahagia. Siapa tahu dengan aktivitas baru ini dapat menggali minat putra-putri remaja Anda yang bisa jadi membawa manfaat untuk masa depan mereka.

Situasi pandemi sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya adalah kondisi yang menyulitkan bagi kita semua, termasuk remaja. Orang tua perlu berperan aktif di sini. Menurut Kak Seto Anda dapat memberikan perhatian dan apresiasi ekstra untuk meningkatkan rasa percaya diri. Jangan terlalu membebani mereka dengan tuntutan akademik untuk menjaga suasana hati putra-putri Anda. Dengan begitu kondisi psikologis mereka akan menjadi lebih positif dan ini bisa memberikan dampak yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Orang tua memang perlu membangun suasana yang gembira, optimis, dan menyenangkan untuk menjaga kesehatan mental seluruh anggota keluarga.

Kesimpulan:

Wabah Covid-19 yang telah berlangsung demikian lama faktanya juga membawa pengaruh bagi kehidupan remaja. Kondisi yang kurang menguntungkan ini bisa berdampak bagi kesehatan mental mereka. Di sinilah orang tua berperan penting untuk mengupayakan anak tetap terjaga kesehatan fisik dan psikisnya. Caranya adalah dengan memberikan pemahaman atau edukasi covid untuk anak remaja yang tepat, misalnya dengan berdiskusi terbuka. Selain itu Anda juga perlu membangkitkan optimisme mereka dengan beberapa cara sebagaimana yang telah diulas di atas.

Kurang bijaksana jika terlalu membebani anak secara akademik karena dapat memperberat beban mereka. Sebaliknya, Anda bisa menciptakan suasana rumah dan atmosfer belajar yang lebih menyenangkan serta membangkitkan percaya diri mereka. Apakah Anda para orang tua saat ini tengah mencari lembaga pendidikan terbaik untuk buah hati tercinta? Sekolah Prestasi Global adalah jawabannya. Lebih dari sekedar menekuni bidang akademik, bersama para pengajar profesional dan kompeten putra-putri Anda juga akan kami bimbing dengan keterampilan life-skill. Penguasaan tersebut tentunya akan mendukung upaya para siswa untuk meraih cita-cita dan mewujudkan kesuksesan di masa depan. Dalam aktivitas belajar sehari-hari kami menerapkan ciri khas modern islami demi mencetak generasi muda yang berilmu, namun teguh memegang prinsip agama. Semoga langkah edukasi covid untuk anak ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi Anda.

Baca Juga : Dampak Negatif Jika Anak Kekurangan Zat Besi

Bagaimana cara mereduksi kecemasan remaja?

Langkah pertama yang bisa orang tua lakukan adalah menurunkan kecemasan anak mengenai infeksi Covid-19. Yakinkan buah hati Anda bahwa penyebaran virus ini dapat diantisipasi dan mereka yang tertular juga mayoritas dapat disembuhkan. Hindari menekankan tentang risiko kematian karena Corona.

Bagaimana remaja tetap bersosialisasi dimasa pandemi?

Tetap berhubungan dengan teman sekolah itu penting, tetapi mereka tidak harus terhubung setiap menit setiap hari! Ada banyak cara yang bisa mereka lakukan, misalnya hangout di dunia maya baik sekedar ngobrol atau mendiskusikan tugas-tugas sekolah.

Bagaimana orang tua berperan untuk mengupayakan agar anak tetap terjaga kesehatan fisik dan psikisnya?

Caranya adalah dengan memberikan pemahaman atau edukasi covid untuk anak remaja yang tepat, misalnya dengan berdiskusi terbuka.

(Visited 98 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us