Bagikan Artikel Ini:

Bagi orang tua, kesehatan dan kenyamanan anak adalah yang utama. Tapi sayangnya, sebagai anak-anak seringkali tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Di musim pandemi seperti sekarang, anak-anak juga rentan terkena penyakit. Salah satunya adalah infeksi serius pada anak.

Jenis-Jenis Infeksi Serius Pada Anak

Jenis-Jenis Infeksi Serius Pada Anak - Sekolah Prestasi Global

Menurut British Journal of Practice, ada beberapa jenis infeksi serius yang rentan diderita anak, yaitu sebagai berikut:

1. Selulitis

Infeksi yang satu ini disebabkan oleh bakteri golongan Streptococcus dan Staphylococcus di kulit dan lapisan bawahnya. Beberapa kondisi yang berasal dari selulitis adalah kulit bengkak, kemerahan, sakit saat ditekan hingga tekstur yang terasa lembek.

Pada dasarnya, infeksi ini lebih sering menyerang kulit di bagian tungkai bawah. Namun, beberapa infeksi juga muncul di bagian lengan, perut, wajah dan bahkan mata.

Selain pada anak, infeksi ini juga menyerang orang dewasa dan lansia. Meski masuk kategori penyakit tidak menular, tapi selulitis bisa berbahaya jika menyebar dan tidak ditangani dengan tepat.

2. Sepsis

Ini adalah komplikasi yang sebenarnya jarang terjadi tapi sangat berbahaya. Saat anak mengalami sepsis, maka tubuhnya akan menghasilkan berbagai senyawa kimia untuk melawan infeksi. Respon yang terjadi dari munculnya senyawa kimia ini bisa mengakibatkan kerusakan di sistem organ.

Jika tidak segera ditangani, sepsis bisa menimbulkan nyeri otot parah, pingsan, sakit perut, kulit dingin dan pucat, tekanan darah turun drastis dan produksi urine menurun.

3. Meningitis

Ini adalah peradangan yang terjadi pada lapisan pelindung pada otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini lebih dikenal sebagai radang selaput otak. Pada dasarnya, meningitis memiliki gejala awal yang mirip dengan flu sehingga cukup sulit dikenali.

Beberapa hal yang menjadi pemicu meningitis adalah infeksi kuman, kanker, lupus, efek samping obat hingga operasi otak. Jika tidak ditangani dengan cepat, maka bisa mengakibatkan komplikasi seperti gagal ginjal, kejang dan bahkan kematian.

4. Pneumonia

Saat ini, pneumonia menjadi topik yang populer karena terkait dengan gejala Covid-19. Sebenarnya ia lebih dikenal dengan sebutan paru-paru basah. Ini adalah kondisi peradangan yang terjadi pada paru-paru yang menyebabkan alveolus terisi cairan. Jika anak memiliki kekebalan tubuh yang rendah, maka pneumonia bisa berakibat pada kegagalan fungsi organ.

5. Pyelonephritis

Infeksi ini menyerang saluran kemih bagian atas dan penyebab utamanya adalah Escherichia coli. Menurut catatan WHO, ada sekitar 10-25 juta kasus pyelonephritis di dunia setiap tahunnya. Beberapa gejala penyakit Pyelonephritis adalah mual, muntah, demam, dan nyeri tumpul pada bagian pinggang.

6. Bacterial Gastroenteritis

Beberapa dari Anda mungkin lebih mengenal penyakit ini dengan nama flu perut atau muntaber. Kondisi ini merupakan muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan.

Penyebab utama muntaber adalah infeksi virus dan bisa menular dengan sangat mudah. Selain virus, efek samping obat juga bisa jadi penyebab penyakit serius muntaber. Sebenarnya penyakit ini bisa sembuh tanpa pengobatan khusus, tetapi periksa ke dokter tetap menjadi pilihan aman agar anak bisa sembuh lebih cepat.

Masih menurut jurnal di atas, ada sekitar 1% anak dengan rentang usia 1-14 tahun yang mengalami infeksi serius dan berbahaya setiap tahunnya.

Tanda Bahaya Infeksi Serius Pada Anak

Untuk itulah, penting bagi orang tua untuk memahami kondisi kesehatan anak. Waspada penyakit serius pada anak sejak dini juga bisa membuat mereka mendapat penanganan yang lebih cepat dan tepat. Sehingga bisa meminimalisir resiko bertambah parahnya penyakit.

Berikut ini ada 5 tanda bahaya infeksi serius pada anak-anak yang harus dikenali oleh orang tua:

Nafas Cepat

Tanda bahaya infeksi pada anak yang pertama bisa dilihat dari ritme nafas si anak. Sebagai orang tua, tentunya Anda sudah mengenal betul bagaimana ritme nafas mereka setiap harinya. Jika suatu ketika, ritme napas anak berubah menjadi lebih cepat dari biasanya maka Anda harus waspada.

Ini penting karena kondisi nafas yang cepat bisa menjadi gejala awal dari beberapa penyakit seperti:

  • Pneumonia
  • Bronkitis
  • Tuberkulosis

Ketiga penyakit ini sama-sama menyerang pernafasan dan sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.

Perubahan Perilaku

Saat anak sakit, mereka cenderung mengalami perubahan perilaku yang drastis. Misalkan saja, mereka biasa aktif berlarian di rumah. Maka saat sakit, anak akan pasif atau bahkan tidak responsif.

Orang tua harus mampu mengenali tanda ini agar bisa waspada saat anak menderita infeksi tiba-tiba. Selain pasif, ada beberapa tanda lain yang menjadi bukti perubahan perilaku anak seperti:

  • Gelisah
  • Rewel
  • Memberikan ekspresi datar saat berinteraksi
  • Suka memejamkan mata tapi tidak tidur
  • Durasi tidur berkurang
  • Sering bangun di malam hari
  • Sulit dibujuk saat menangis

Jika, anak-anak mengalami perubahan perilaku di atas, maka Anda harus waspada. Cari tahu apa penyebabnya atau Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

Karakter Tangisan Anak

Cara terakhir untuk mengenali tanda bahaya infeksi yang serius pada anak adalah dengan memahami karakter tangisan anak. Menurut informasi dari dokter, anak-anak yang mengalami infeksi serius pada dasarnya memiliki kecenderungan berbeda dalam mengeluarkan tangisan.

Ada yang menangis dengan suara dan nada pelan tapi merengek. Sebaliknya, ada juga menangis dengan keras, suara melengking dan sulit untuk dibujuk. Normalnya, tangisan anak yang mengalami infeksi bahaya akan berbeda dengan tangisan biasanya.

Jika Anda merasa tangisan anak berbeda dari biasanya atau sangat jarang terjadi, akan lebih baik jika Anda membawanya ke dokter. Konsultasi ke dokter selalu menjadi langkah tepat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Demam Tinggi

Pada dasarnya, demam tinggi merupakan respon normal dari tubuh saat sistem imun sedang memerangi virus yang masuk. Hal ini karena suhu tubuh yang tinggi bisa membuat virus dan bakteri sulit bertahan. Tak hanya itu, suhu tubuh yang naik juga berfungsi untuk melindungi sel dari kondisi stres yang diakibatkan infeksi.

Meski begitu, para orang tua harus sadar bahwa demam tinggi di atas 390 merupakan salah satu tanda infeksi serius. Sebaliknya, orang tua juga harus tetap waspada meski demam ada di bawah 390 tapi berlangsung lebih dari 5 hari.

Sianosis

Sianosis ini menjadi salah satu tanda terjadinya sepsis. Ini adalah kondisi kulit dan selaput lendir mengalami perubahan warna (normal menjadi kebiruan). Sianosis bisa terjadi karena kurangnya kadar oksigen dalam darah.

Biasanya, sianosis terjadi di jari tangan dan kaki terlebih dahulu. Kondisi ini disebut sianosis perifer yang masuk kategori ringan dan mudah ditangani oleh medis. Ada juga sianosis sentral yang masuk kategori serius dan perlu penanganan khusus serta cepat. Sianosis sentral biasanya muncul di area bibir, lidah dan juga core.

Cara Mencegah Penyakit Serius Pada Anak

Cara Mencegah Penyakit Serius Pada Anak - Sekolah Prestasi Global

Setelah paham dengan tanda-tanda infeksi serius pada anak, maka orang tua harus tahu tindakan pencegahannya. Beberapa dari Anda mungkin berpikir untuk membatasi anak bermain agar tidak tertular virus. Tapi pemikiran ini tidak sepenuhnya benar. Hal ini karena ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab penyakit serius pada buah hati Anda.

Pada dasarnya ada beberapa cara mencegah penyakit serius pada anak dengan bijak yang bisa dilakukan oleh orang tua, sebagai berikut:

1. Imunisasi

Setiap anak akan mendapatkan jadwal imunisasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang menyepelekan hal ini. Pastikan buah hati Anda tidak melewatkannya karena imunisasi atau vaksinasi ini bisa jadi jalan untuk melindungi mereka dari penyakit berbahaya.

Menurut WHO, imunisasi telah menyelamatkan sekitar 2-3 miliar anak dari penyakit berbahaya setiap tahunnya. Konsultasikan dengan dokter mengenai jadwal dan jenis imunisasi yang harus diperoleh buah hati Anda.

2. Pola Hidup Bersih

Ajarkan anak untuk selalu mengikuti pola hidup bersih sejak dini. Permukaan tubuh anak menjadi salah satu target empuk bagi kuman dan teman-temannya. Untuk itu, biasakan anak untuk rutin mandi dan mencuci tangan menggunakan air serta sabun. Kondisi tubuh yang bersih akan membantu meminimalisir terjangkitnya penyakit.

3. Cukupi Kebutuhan Nutrisi Anak

Sistem imun anak menjadi kunci penting dalam memerangi penyakit. Karena itulah, orang tua harus menjaga agar sistem imun mereka dalam kondisi prima. Salah satu caranya adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Jangan biasakan mereka untuk jajan di luar terlalu sering. Sebaliknya, Anda sebisa mungkin berkreasi agar anak terbiasa makan di rumah. Dengan membuat makanan sendiri, Anda bisa memastikan nutrisi mereka tercukupi.

Selain itu, jangan mengajari buah hati Anda untuk memungut makanan yang sudah jatuh ya. Peraturan belum 5 menit sama sekali tak berlaku di dunia kesehatan. Sekali jatuh ke lantai, maka makanan akan terkontaminasi dengan benda asing, termasuk kuman.

4. Olahraga dan Tidur yang Cukup

Cara lain untuk meningkatkan sistem imun anak agar terhindar dari penyakit berbahaya adalah olahraga dan tidur cukup. Setiap anak memiliki waktu tidur yang ideal berdasarkan usia. Misalkan, anak usia 3-5 tahun idealnya tidur selama 10-13 jam per hari. Anda bisa membaginya untuk tidur siang dan malam hari. Selain tidur yang cukup, ajak anak Anda untuk berolahraga secara teratur.

Dengan olahraga, maka tubuh akan lebih bugar dan sehat. Tak hanya itu, olahraga secara rutin juga membuat daya tahan si kecil meningkat sehingga tidak mudah sakit.

5. Minimalisir Kontak dengan Orang Sakit

Anak-anak begitu rentan tertular penyakit dari orang lain. Jika ada anggota keluarga atau temannya yang sakit, maka berikan pengertian pada anak untuk menjaga jarak. Menanamkan pengertian sejak dini akan membuat anak lebih bijak saat bertemu orang lain di luar rumah. Untuk sekarang ini, pastikan anak lebih sering berada di rumah atau mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah ya.

Itulah tanda bahaya infeksi serius yang harus Anda ketahui. Sebagai orang tua, Anda harus berusaha mencegah terjadinya infeksi serius dan juga bisa terus menjaga kontak dengan dokter untuk langkah antisipasi anak mengalami tanda infeksi serius. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Baca Juga : Supaya Tetap Aktif, Ini 5 Tips Tingkatkan Imunitas Tubuh Anak Selama Pandemi

 

Sebutkan 5 tanda bahaya infeksi serius pada anak-anak yang harus dikenali oleh orang tua!

Nafas Cepat Tanda bahaya infeksi pada anak yang pertama bisa dilihat dari ritme nafas si anak. Sebagai orang tua, tentunya Anda sudah mengenal betul bagaimana ritme nafas mereka setiap harinya. Jika suatu ketika, ritme napas anak berubah menjadi lebih cepat dari biasanya maka Anda harus waspada. Perubahan Perilaku Saat anak sakit, mereka cenderung mengalami perubahan perilaku yang drastis. Misalkan saja, mereka biasa aktif berlarian di rumah. Maka saat sakit, anak akan pasif atau bahkan tidak responsif. Karakter Tangisan Anak Cara terakhir untuk mengenali tanda bahaya infeksi yang serius pada anak adalah dengan memahami karakter tangisan anak. Menurut informasi dari dokter, anak-anak yang mengalami infeksi serius pada dasarnya memiliki kecenderungan berbeda dalam mengeluarkan tangisan. Demam Tinggi Pada dasarnya, demam tinggi merupakan respon normal dari tubuh saat sistem imun sedang memerangi virus yang masuk. Hal ini karena suhu tubuh yang tinggi bisa membuat virus dan bakteri sulit bertahan. Tak hanya itu, suhu tubuh yang naik juga berfungsi untuk melindungi sel dari kondisi stres yang diakibatkan infeksi. Sianosis Sianosis ini menjadi salah satu tanda terjadinya sepsis. Ini adalah kondisi kulit dan selaput lendir mengalami perubahan warna (normal menjadi kebiruan). Sianosis bisa terjadi karena kurangnya kadar oksigen dalam darah.

Sebutkan Cara Mencegah Penyakit Serius Pada Anak!

1. Imunisasi Setiap anak akan mendapatkan jadwal imunisasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang menyepelekan hal ini. Pastikan buah hati Anda tidak melewatkannya karena imunisasi atau vaksinasi ini bisa jadi jalan untuk melindungi mereka dari penyakit berbahaya. Menurut WHO, imunisasi telah menyelamatkan sekitar 2-3 miliar anak dari penyakit berbahaya setiap tahunnya. Konsultasikan dengan dokter mengenai jadwal dan jenis imunisasi yang harus diperoleh buah hati Anda. 2. Pola Hidup Bersih Ajarkan anak untuk selalu mengikuti pola hidup bersih sejak dini. Permukaan tubuh anak menjadi salah satu target empuk bagi kuman dan teman-temannya. Untuk itu, biasakan anak untuk rutin mandi dan mencuci tangan menggunakan air serta sabun. Kondisi tubuh yang bersih akan membantu meminimalisir terjangkitnya penyakit. 3. Cukupi Kebutuhan Nutrisi Anak Sistem imun anak menjadi kunci penting dalam memerangi penyakit. Karena itulah, orang tua harus menjaga agar sistem imun mereka dalam kondisi prima. Salah satu caranya adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Jangan biasakan mereka untuk jajan di luar terlalu sering. Sebaliknya, Anda sebisa mungkin berkreasi agar anak terbiasa makan di rumah. Dengan membuat makanan sendiri, Anda bisa memastikan nutrisi mereka tercukupi. Selain itu, jangan mengajari buah hati Anda untuk memungut makanan yang sudah jatuh ya. Peraturan belum 5 menit sama sekali tak berlaku di dunia kesehatan. Sekali jatuh ke lantai, maka makanan akan terkontaminasi dengan benda asing, termasuk kuman.

Seperti apakah penyakit Pneumonia?

Saat ini, pneumonia menjadi topik yang populer karena terkait dengan gejala Covid-19. Sebenarnya ia lebih dikenal dengan sebutan paru-paru basah. Ini adalah kondisi peradangan yang terjadi pada paru-paru yang menyebabkan alveolus terisi cairan. Jika anak memiliki kekebalan tubuh yang rendah, maka pneumonia bisa berakibat pada kegagalan fungsi organ.

 

 

(Visited 9 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us