Bagikan Artikel Ini:

Dalam memberikan pola asuh dan pola didik yang baik dan benar. Anda perlu memahami pola asuh atau pola didik seperti apa yang pas dan cocok untuk anak tersebut. Salah satu pola didik atau pola asuh yang dapat Anda terapkan adalah, dengan melihat dominasi otak yang dimiliki oleh sang anak. Anda tentu pernah mendengar anak dengan dominasi otak kiri, anak dengan dominasi otak kanan, atau bahkan otak kanan dan otak kiri seimbang.

Dominasi atau kecerdasan otak kanan dan kiri atau bahkan seimbang ini akan terlihat jelas dari tingkah pola sang anak tersebut, dalam berpikir atau melakukan berbagai macam tindakan. Misalnya saja anak dengan dominasi otak kanan, akan lebih mudah memahami segala sesuatu, ketika dirinya melihat objek yang dimaksud secara langsung. Lain halnya anak dengan dominasi otak kiri, umumnya anak seperti ini lebih menggunakan logikanya dalam berpikir. Tidak hanya itu, jika dilihat secara umum, anak dengan dominasi otak kiri, lebih dominan dalam menangkap bahasa, baik dalam proses pengolahan apa yang didengar, termasuk menangani berbagai macam tugas yang disebutkan secara lisan atau berbicara.

Selain bahasa, anak dengan kecenderungan otak kiri, juga mampu membangun logika dengan baik. Misalnya saja dalam hitungan matematika. Jadi apabila sang anak akan mengungkapkan sebuah fakta tertentu, maka otak kiri yang akan langsung bekerja.

Lalu bagaimana dengan anak Anda, apakah anak Anda termasuk dominan otak kiri atau otak kanan. Mungkin ulasan tentang ciri ciri otak kiri ini berguna untuk Anda.

Otak kiri dan otak kanan

Sumber : http://jangankosong.blogspot.com/2016/04/otak-memiliki-2-bagian-otak-kanan-dan.html

Linear

Perbedaan otak kiri dan kanan yang pertama dapat dilihat dari cara berpikirnya. Seseorang yang didominasi otak kiri, akan memproses berbagai macam informasi yang ada, kemudian memprosesnya, dan mencari garis lurus dari informasi yang diberikan. Jadi dengan kata lain, anak dengan dominasi otak kiri akan mengumpulkan berbagai macam informasi, dan data yang ada, kemudian menyatukan berbagai informasi dan data tersebut, baru kemudian mengurutkannya berdasarkan logika dan juga fakta yang ada. Dari runutan informasi yang telah dibuat itulah, sang anak akan membuat sebuah kesimpulan sendiri, sehingga memahami berbagai macam data dan informasi yang didapat sebelumnya.

Jadi dengan kata lain, anak dengan kecenderungan otak kiri ini adalah anak yang gemar berpikir dan mampu menganalisa berbagai macam hal dengan baik dan teratur, baru kemudian mengambil tindakan, tidak sembarangan, dan pastinya berdasarkan fakta dan logika yang ada.

Untuk mendidik anak seperti ini, Anda perlu mengumpulkan berbagai macam informasi secara lengkap, sebelum menyerahkannya pada Anda. Sehingga ketika sang anak bertanya, maka Anda akan mempunyai seluruh jawaban yang dibutuhkan. Apabila ada hal-hal yang memang Anda tidak mengerti, tidak ada salahnya jika Anda mengajak sang anak untuk mencari tahu dan menggali informasi tersebut secara lebih dalam. Hingga anak pun mengerti dan memperoleh informasi yang dibutuhkan secara tepat.

Sequential

Kecenderungan berikutnya, pada anak dengan kecerdasan otak kiri adalah, lebih mudah memahami segala sesuatu dengan membuat daftar. Anak dengan dominasi otak kiri, lebih suka membuat jadwal, dan merencanakan berbagai macam hal secara lebih rinci. Termasuk didalamnya merencanakan hal-hal yang akan dilakukan dalam melakukan sebuah kegiatan tertentu. Dalam hal ini, si kecil juga akan mengerjakan berbagai macam hal yang ingin dilakukannya, sesuai dengan urutan yang ada pada daftar, atau juga sesuai dengan daftar yang dibuat.

Artinya anak dengan dominasi otak ini ini, mempunyai pola hidup yang lebih teratur, dengan mengurutkan berbagai macam hal secara teliti sesuai dengan tempatnya atau pola yang sesuai. Hal ini akan terlihat dari cara sang anak menata berbagai macam mainan yang ada, atau hal lainnya secara rapi dan tertata.

Untuk pola asuh anak dengan dominasi otak kiri, tidak perlu bingung atau susah, karena pada dasarnya sang anak sudah mempunyai pola hidup yang tertata. Anda dalam hal ini sebagai orang tua, hanya perlu mengajarkan bagaimana cara menata dengan baik. Misalnya saja mengajarkan anak dalam membuat daftar tertentu, seperti daftar tugas harian, yang dibuat lengkap dengan jam pengerjaan berbagai macam tugas tersebut, atau daftar lainnya. Selain membuat daftar, Anda juga dapat mengajarkan pada anak, bagaimana cara merapikan tempat tidur, pakaian dalam lemari, koleksi buku dan yang lainnya. Dengan demikian, anak akan lebih memahami bagaimana cara menata berbagai macam hal dengan baik.

Namun yang perlu dimengerti disini adalah, toleransi terhadap hal-hal yang tidak dapat dilakukannya, atau ketika orang lain tidak dapat melakukan berbagai macam hal, yang seperti anak tersebut inginkan.

Symbolic

Brain - Sekolah Prestasi Global

Photo by Alvaro Reyes on Unsplash

Yang dimaksud dengan symbolic dalam cara kerja otak kiri adalah kemampuan sang anak dalam memahami berbagai macam symbol. Symbol yang dimaksud disini cukup beragam, mulai dari aneka macam jenis tulisan , kata-kata, atau bahkan formula yang umumnya terdapat dalam matematika, atau juga program hitungan lainnya. Umumnya, anak-anak dengan dominasi otak kiri seperti ini, lebih mudah menghafal berbagai macam teori, atau juga kata-kata yang tengah dipelajarinya. Dibandingkan melakukan improvisasi pada berbagai macam hal yang baru saja disebutkan.

Artinya anak-anak dengan dominasi otak kiri, lebih menyukai berbagai macam hal yang ada hubunganya dengan simbol, karena hal ini akan merangsang kemampuannya dalam berpikir dan memecahkan masalah.

Untuk pola asuh anak seperti ini, Anda sebaiknya memberikan berbagai macam stimulasi otak, yang sudah banyak beredar. Misalnya dengan memberikan permainan puzzle, mengocok berbagai macam gambar yang sama dalam posisi kartu tertutup, atau hal lainnya. Ketika anak sudah beranjak dewasa, misalnya 4 tahun ke atas, tidak ada salahnya jika Anda mulai mengajarkan berbagai macam pola hitungan ringan dan pastinya menyenangkan buat sang anak. Misalnya menghitung permen yang didapat, dan permen lainnya yang didapat, atau yang lainnya.

Logical

Logical, seperti yang beberapa kali disinggung di atas, anak dengan kemampuan otak kiri, lebih menyukai berbagai macam hal yang menggunakan logika, ketimbang emosional atau imajinasi. Anak-anak seperti ini, lebih suka memecahkan berbagai macam kasus yang berhubungan dengan logika, seperti matematika, membuat berbagai eksperimen tentang sains, dan yang lainnya. Jika hal ini terus diasah dan digali dengan baik, bukan tidak mungkin kelak anak tersebut akan menjadi seorang ilmuwan, dokter, fisikawan atau hal lainnya yang tentunya berhubungan dengan permainan logika.

Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak seperti ini, lebih suka berdiam diri di perpustakaan, laboratorium, membaca buku, atau bahkan bermain game yang membutuhkan konsentrasi dan analisa yang baik.

Untuk pola asuhnya, Anda sebaiknya mendampingi dan memberikan berbagai macam masukan yang tentunya dibutuhkan oleh sang anak. Misalnya saja tentang istilah-istilah sains, atau hal-hal lainnya. Anda juga dapat memberikan berbagai macam saran pada sang anak, jika menemukan kesulitan tertentu dalam memecahkan masalah yang ada.

Verbal

Verbal - Sekolah Prestasi Global

Photo by Josh Riemer on Unsplash

Dari berbagai macam ciri yang ada, terdapat salah satu kendala yang terkadang dimiliki oleh anak dengan dominasi otak kiri. Dimana anak seperti ini, cenderung kesulitan dalam menyampaikan apa yang ingin diucapkan atau bahkan dirasakannya, menggunakan kata-kata. Walau ada juga beberapa anak, dengan dominasi otak kini yang mampu menyampaikan apa yang ingin diucapkan atau dirasakan dengan baik.

Untuk mengatasi permasalahan seperti ini, sebenarnya tidak terlalu sulit, jika Anda menemukan pola asuh sedari awal. Terutama ketika Anda memahami bahwa sang anak mempunyai kecenderungan otak kiri. Lakukan komunikasi 2 arah secara rutin, untuk mengetahui apa yang dirasakan atau dipikirkan oleh sang anak. Teknik ini berguna dalam melatih anak, agar mampu merangkai kata secara baik, guna mengungkapkan maksud dan apa yang ada di dalam pikirannya.

Awalnya hal ini terlihat sedikit sulit. Karena rata-rata anak dengan dominasi otak kiri cenderung pendiam. Namun dengan pola asuh dan pola didik yang baik. Apalagi dengan dibangkitkannya rasa percaya diri sang anak. Maka anak dengan dominasi otak kiri, mampu belajar dengan baik, bercakap-cakap atau bahkan mampu bersosialisasi dengan baik, dengan orang disekitarnya.

Reality oriented

Reality oriented yang terjadi pada anak dengan dominan otak kiri artinya, artinya anak tersebut, sangat mengutamakan realita yang ada. Anak-anak tersebut mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, dan bahkan mencari tahu, tentang berbagai macam peraturan yang tengah berlaku di suatu tempat, atau dalam kondisi tertentu.

Jika tidak ada aturan, maka sang anak akan membuatnya sendiri, dan pastinya akan mematuhinya. Misalnya anak akan membuat peraturannya sendiri di dalam kamar, dan siapa saja yang masuk ke dalam kamarnya tersebut, harus mentaati peraturan yang ada.

Anak-anak seperti ini, juga sangat mengerti akan berbagai konsekuensi yang dirinya lakukan, terutama ketika Anda sedari awal memberikan pengertian atas berbagai macam konsekuensi, atas berbagai macam hal yang dilakukan oleh sang anak. Jadi ketika anak merasa berhasil, maka dirinya tidak akan terlalu berbangga hati. Demikian pula ketika sang anak mengalami kegagalan, misalnya tidak lulus tes sekolah atau yang lainnya. Maka dirinya tidak akan dirundung malang yang berkepanjangan. Melainkan akan bangkit dan mencari solusi yang baru.

Disini peran orang tua cukup penting, dalam membimbing sang buah hati, dalam menghadapi realita yang ada, baik itu dalam kondisi senang atau juga sedih. Dengan pola asuh yang tepat, anak akan belajar untuk cepat bangkit, dan mampu menyelesaikan berbagai macam masalah yang ada.

Mengerti bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak dengan dominasi otak kiri, bahkan sejak dini, akan membantu Anda dalam menangani sang anak, dengan memberikan pola asuh yang tepat. Secara tidak langsung hal ini juga akan membantu sang anak agar lebih mengetahui bagaimana cara belajar, berpikir, mengambil tindakan, memecahkan masalah, dan hal lainnya dengan lebih baik lagi. Tanpa harus adanya intimidasi dari orang lain, yang belum mengerti benar, tentang pola asuh anak dengan dominasi otak kiri. Namun apabila Anda masih merasa bingung tentang dominasi otak yang dimiliki oleh anak Anda. Tidak ada salahnya, jika Anda melakukan beberapa langkah atau tes otak kiri dan kanan. Tes seperti ini dapat dilakukan sendiri di rumah, dengan melihat tingkah laku anak atau dengan tes lainya, cara lainnya adalah dengan berkonsultasi dengan dokter terkait.

 

Kesimpulan

Ada berapa ciri-ciri otak kiri?

Ada enam, yaitu Linear, Sequential, Symbolic, Logical, Verbal, dan Reality oriented.

Mengapa seseorang yang mendominasi otak kiri lebih menyukai hal yang berkaitan dengan simbol?

Karena akan merangsang kemampuannya dalam berpikir dan memecahkan masalah.

Mengapa orang yang mendominasi otak kiri rata-rata sulit menyampaikan apa yang ingin diucapkan?

Karena rata-rata orang yang mendominasi otak kiri cenderung pendiam.

 

(Visited 1.172 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us