Bagikan Artikel Ini:

Covid-19 tidak hanya bisa menyerang orang dewasa, tetapi anak-anak juga bisa terpapar virus ini. Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui anjuran IDAI untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 pada anak.

Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat dan Tidak Mudah Terpapar Virus?

Selama ini, banyak pihak yang mengatakan bahwa Covid tidak mudah menyerang anak-anak. Hal ini karena anak-anak memiliki daya imun yang lebih kuat daripada orang dewasa?

Benarkan pendapat ini?

Ternyata, anak-anak pun memiliki risiko yang sama untuk tertular penyakit ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait penularan Covid-19 pada anak.

Faktanya, di Indonesia kasus Covid-19 pada anak memiliki angka yang cukup tinggi. Menurut Prof Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, persentase jumlah kasus Covid-19 pada anak mencapai 12,5%.

Hal ini menunjukkan bahwa 1 dari 8 kasus konfirmasi positif Covid-19 ialah anak-anak.

Pada bulan Juni 2021, pasien covid-19 anak-anak yang berada di Wisma Atlet Jakarta bahkan meningkat hingga 55%.

Berdasarkan informasi dari komandan lapangan Wisma Atlet, anak-anak tertular dari klaster keluarga dan dari orangtuanya.

Menyedihkannya lagi, kematian anak akibat virus corona di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Jumlah kematian pada anak di Indonesia mencapai 3 sampai 5%.

Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, maka persentase kematian anak di Indonesia akibat Covid memang lebih tinggi. Di Amerika Serikat, terdapat 4,02 juta kasus Covid anak dengan kematian 0,22 persen.

Fakta ini harus menjadi perhatian oleh orangtua untuk melindungi anak dari penyebaran virus Covid. Nyatanya, penyebaran Covid pada anak di Indonesia memang cukup tinggi.

Anjuran IDAI untuk Meminimalisir Penularan Covid Pada Anak

Temuan dari kasus positif Covid pada anak membuat IDAI memberikan anjuran untuk mencegah terjadinya penularan yang semakin tinggi pada anak.

Sebagai orang dewasa, Anda harus membantu anak-anak untuk menjaga kesehatannya dan menghindari diri mereka dari virus berbahaya.

Berikut ini ialah anjuran dari IDAI yang perlu Anda perhatikan dan lakukan demi melindungi buah hati tercinta.

1. Jangan Tunda Pemberian Imunisasi

Demi mencegah terjadinya penyebaran virus corona pada manusia, kekuatan imun yang baik menjadi hal yang sangat penting.

Begitupun yang terjadi pada anak-anak, melakukan imunisasi merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit.

Bagi anak-anak khususnya bayi dan balita, mereka tetap harus mendapatkan imunisasi dasar. Mereka harus tetap mendapat perlindungan dari penyakit polio, difteri, hepatitis B dan penyakit serius lainnya.

Apabila imunisasi terlambat, maka dikhawatirkan anak-anak akan lebih rentan terkena penyakit lainnya termasuk Covid-19.

Oleh sebab itu, pastikan anak-anak mendapatkan hak mereka untuk melakukan imunisasi secara tepat waktu.

2. Perhatikan Asupan dan Nutrisi

Ketika berada dalam masa perkembangan dan pertumbuhan, asupan adalah hal yang perlu diperhatikan.

Pastikan Anda memberikan gizi yang cukup dan seimbang untuk buah hati demi perkembangan yang optimal.

Pemilihan makanan yang tepat juga akan membuat anak menjadi lebih sehat dan kuat. Hal ini juga bisa membuat mereka lebih sehat dan tidak mudah terpapar berbagai penyakit.

Berikan sikecil gizi yang cukup dan perbanyak makanan buah dan sayuran yang kaya akan vitamin.

Berikan makanan 4 sehat 5 sempurna untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil agar mereka selalu sehat dan tumbuh dengan baik.

3. Ajarkan Kebiasaan Mencuci Tangan

3. Ajarkan Kebiasaan Mencuci Tangan

Gerakan mencuci tangan dengan sabun sangat masif disampaikan untuk mencegah penyebaran virus. Cara ini cukup efektif untuk membunuh virus dan menghentikan laju penularan virus.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun perlu terbiasa untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Panduan pelayanan kesehatan anak yang sederhana ialah mengajari cara mencuci tangan yang benar dengan cara yang menyenangkan.

Terlebih, anak-anak suka memegang banyak benda dan kemudian memegang wajah mereka dengan tangan.

Mencuci tangan bisa membasmi berbagai kuman dan virus yang bisa menyebabkan berbagai virus.

Anda juga harus rutin mencuci tangan ketika ingin menyuapi, menggendong atau mengurus si kecil.

Jangan sampai Anda justru menyebarkan penyakit dan virus kepada buah hatu.

4. Jauhkan Anak Dari Kerumunan

Langkah ampuh cegah anak terpapar dari Covid selanjutnya ialah menjauhkan anak dari kerumunan.

Sudah bukan hal baru lagi semenjak pandemi terjadi, menjaga jarak adalah sebuah keharusan.

Hal ini karena penyebaran Covid-19 dari manusia ke manusia sangat tinggi terlebih apabila berkerumun dalam satu tempat.

Oleh karena itu, apabila memang Anda harus mengajak si kecil bepergian hindari untuk mendekati pusat keramaian.

Misalkan ketika sedang ke puskesmas, ke pasar atau mall maka perhatikan jarak dengan orang lain. Usahakan untuk berada 2 meter dengan orang lain dan jangan melakukan interaksi yang berlebihan.

Perlu Anda ketahui bahwa seseorang dapat menularkan virus corona bahkan sebelum mereka merasa sakit sebelumnya. Demi menjaga keluarga dan buah hati tercinta, maka selalu terapkan sosial distancing.

5. Mengenakan Masker

Penggunaan masker pada anak perlu diperhatikan oleh orangtua agar tidak salah dan tidak mengganggu si kecil.

Perlu Anda perhatikan bahwa penggunaan masker untuk anak yang berusia dibawah 2 tahun tidak dianjurkan. Hal ini akan membuat anak mengalami kesulitan bernafas dan bisa berakibat fata.

Sementara untuk anak yang berusia 2 sampai 5 tahun sudah boleh mengenakan masker dengan catatan orangtua mengawasinya.

Jika anak sudah boleh untuk menggunakan masker maka ajarkan kepada mereka bagaimana cara untuk mengenakan masker yang tepat. Beri pemahaman bahwa masker tidak boleh dilepas ketika sedang berada di tempat umum.

Pilihlah masker yang ukurannya sesuai dengan wajah si kecil sehingga tidak mudah lepas. Kemudian pilihlah masker yang nyaman sehingga anak-anak bisa bernafas dengan baik.

Sebagai orangtua, Anda juga harus memberikan contoh yang baik dengan menggunakan masker dengan tepat.

Apalagi jika Anda memiliki aktivitas yang padat di luar rumah, pastikan untuk menggunakan masker agar tidak membawa virus ke rumah.

6. Periksa Kesehatan Anak

Penting bagi Anda untuk selalu memastikan kesehatan anak apakah mereka berada dalam kondisi baik atau tidak.

Terlebih apabila orangtua ternyata mengalami gejala Covid-19 lalu ternyata positif terpapar virus. Hal ini membuat keluarga harus melakukan isolasi termasuk anak.

Dalam melakukan isolasi mandiri tersebut, kesehatan anak harus terus dipantau dan jangan sampai mereka mengalami penurunan kesehatan.

Apabila ada anggota keluarga lain yang negatif, maka pisahkan antara anggota keluarga yang positif dan negatif dalam kamar yang berbeda.

Panduan Isolasi Mandiri Anak ialah dengan mengecek suhu tubuh dan saturasi oksigen anak setiap hari.

Pastikan juga meskipun berada dalam rumah namun ventilasi udara tetap baik sehingga rumah tidak pengap.

Meskipun berada di rumah, namun pastikan anak tetap menggunakan masker untuk mencegah terjadinya penularan dari klaster keluarga.

7. Tetap Berjalannya Pelayanan Kesehatan Anak

Kehadiran pelayanan kesehatan bagi anak menjadi sangat penting terutama saat pandemi berlangsung. IDAI meminta pemerintah bisa memenuhi kebutuhan dasar kesehatan pada anak.

Berbagai program yang terkait tentang kesehatan anak seperti imunisasi, pemenuhan nutrisi hingga hal yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

Pada awal terjadinya pandemi, berbagai program dan pelayanan kesehatan anak sempat terhenti.

Namun, untuk menjaga kondisi anak Indonesia tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit, maka berbagai pelayanan harus aktif kembali.

8. Menemani Pembelajaran PAUD di Rumah

8. Menemani Pembelajaran PAUD di Rumah

Pandemi bukan menjadi alasan si kecil tidak bersekolah maupun tidak mendapatkan pendidikan yang cukup.

Aktivitas belajar dan mengajar untuk anak usia dini memang sebaiknya dilakukan di rumah. Orangtua maupun pendamping bisa melakukan berbagai kegiatan untuk menstimulasi perkembangan si kecil.

Dengan menemani si kecil untuk melakukan berbagai kegiatan dengan penuh kasih sayang, maka pertumbuhan mereka juga akan tetap baik.

Terlebih, apabila anggota keluarga sehat maka anak juga akan lebih rendah untuk terpapar virus.

9. Menyesuaikan Konsep New Normal Sesuai Tumbuh Kembang Anak

IDAI juga meminta pembuat regulasi untuk memperhatikan tumbuh kembang anak dalam setiap kebijakan yang tercipta.

Salah satunya ialah dalam menentukan kebijakan new normal yang mulai sering digaungkan.

IDAI menyarankan bahwa kebijakan ini haruslah memperhatikan kesehatan serta dasar tumbuh kembang anak-anak.

Hal ini karena tumbuh kembang anak yang berkualitas akan mempengaruhi kehidupan bangsa.

10. Penyesuaian Perilaku Dalam New Normal

10. Penyesuaian Perilaku Dalam New Normal

Dalam new normal beberapa hal harus berubah dan diperhatikan khususnya oleh orang dewasa. Misalkan ketika bertemu dengan bayi maupun anak kecil, maka jangan sembarangan untuk menyentuh mereka.

Selain itu, apabila orangtua pulang ke rumah setelah bekerja ataupun bepergian keluar rumah maka segera bersihkan diri. Segera mandi dan cuci pakaian sebelum berinteraksi dengan anak-anak.

Kegiatan ini harus mulai dibiasakan untuk menjaga kesehatan orang orang terkasih.

11. Pembatasan Kegiatan Belajar Mengajar

Hal yang memang sudah dilakukan sejak pandemi berlangsung ialah pembatasan kegiatan belajar mengajar.

Tujuan dilakukan pembatasan ini tidak lain untuk mencegah penyebaran virus khususnya pada anak-anak.

Memang cukup sulit untuk bersekolah jarak jauh baik itu bagi murid, guru bahkan orangtua. Tetapi, semua ini tentu dilakukan untuk memastikan bahwa buah hati tetap terjaga dari penularan virus yang tak bisa diprediksi.

IDAI merekomendasikan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar jarak jauh sampai wabah bisa teratasi dengan baik.

Untuk memastikan kegiatan belajar dari rumah berjalan dengan baik, diperlukan kerjasama antara murid, guru dan orangtua.

Kesimpulan

Penyebaran Covid 19 pada anak harus menjadi perhatian khusus bagi orangtua. Selalu lindungi anak dari bahaya penyebaran virus ini, anjuran dari IDAI bisa Anda jadikan pedoman untuk mencegah terjadinya penularan virus.

Salah satu cara mencegah anak terinfeksi Covid-19 ialah dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Meskipun hanya berada dalam rumah, namun anak tetap bisa belajar dan melakukan berbagai kegiatan seru.

Selain peran orangtua, peran para pengajar untuk membuat anak-anak tetap aktif selama di rumah juga penting.

Prestasi Global sebagai sekolah berprestasi menyadari bahwa harus ada perubahan dalam pandemi ini. Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar membuat proses penyampaian materi berjalan dengan optimal.

Selain itu, guru juga aktif untuk berkomunikasi dengan orangtua dan wali untuk melakukan pembelajaran dari rumah. Sehingga, semua pihak bisa bekerjasama dengan baik untuk tetap menjaga kesehatan anak-anak.

Dengan melaksanakan anjuran IDAI dengan baik, maka risiko penularan corona pada anak akan semakin rendah.

Tetap selalu patuhi protokol kesehatan dan selalu lindungi keluarga dan anak untuk tetap sehat.

Baca Juga : Dampak Internet Bagi Anak Usia Sekolah Dasar

Sebutkan 3 Anjuran IDAI untuk Meminimalisir Penularan Covid Pada Anak

– Ajarkan Kebiasaan Mencuci Tangan – Jauhkan Anak Dari Kerumunan – Mengenakan Masker

Benarkah anak-anak lebih kuat dan tidak mudah terpapar virus?

Anak-anak pun memiliki risiko yang sama untuk tertular penyakit ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menunjukkan bahwa 1 dari 8 kasus konfirmasi positif Covid-19 ialah anak-anak.

Apa salah satu cara untuk mencegah anak terinfeksi Covid-19 ?

Dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Meskipun hanya berada dalam rumah, namun anak tetap bisa belajar dan melakukan berbagai kegiatan seru.

(Visited 107 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us