Bagikan Artikel Ini:

Ikatan antara orang tua dan anak dibangun dengan pola pengasuhan anak yang benar. Sikap anak yang terkadang tidak sesuai dengan ekspektasi orang tua menyebabkan orang tua memilih untuk memberi iming-iming janji dengan tujuan untuk motivasi.Alih-alih menepatinya, orang tua malah seringkali mengingkarinya. Terlalu sering berjanji tanpa menepati akan memberikan dampak buruk pada psikologi anak.

Dikutip dari Fatherly, Michele Borba, seorang psikolog, anak-anak kecil sangat bisa menepati janji  dan mereka berharap orang lain melakukan hal serupa.Borba juga menyebutkan, anak-anak cukup pintar dengan kemampuan mereka  merasakan apakah orang tuanya sedang memberikan janji palsu atau bukan.Pengasuhan anak usia dini membutuhkan pengetahuan psikologi anak yang lebih banyak.
 

Dampak Buruk Tidak Menepati Janji kepada Anak

Jangan berpikir anak kecil tidak ingat dengan janji, sehingga sebagai orang tua Anda dengan mudah melupakannya. Inilah efek buruk jika Anda sering ingkar janji:
 

1. Menjatuhkan Kepercayaan Anak pada Orang Tua

Dikutip dari doctor.ndtv.com, salah satu efek buruk kebiasaan orang tua tidak menepati janji kepada anaknya adalah secara tidak langsung orang tua sedang menjatuhkan kepercayaan anak pada diri mereka sendiri.Orang tua umumnya berjanji pada anak untuk mendorong anak melakukan sesuatu yang lebih baik.

Namun, saat Anda sebagai orang tua tidak menepati janji tersebut, anak-anak akan kehilangan kepercayaan.Bukan hanya pada Anda sebagai orang tua, tetapi kepada orang dewasa seutuhnya. Mereka akan jadi seperti yang Anda ajarkan, ingkar janji.


 

2. Menanamkan Kekecewaan pada Anak

Masih dari doctor.ndtv.com, disebutkan efek buruk lain dari kebiasaan orang tua sering berjanji pada anak tetapi mengingkarinya adalah terlahirnya rasa kecewa pada diri anak terhadap orang tuanya. Kekecewaan anak terhadap orang tuanya pada akhirnya akan membuat anak tidak percaya lagi pada orang tuanya.

Maka sebagai orang tua, jika pada kondisi terpaksa Anda harus ingkar janji, segeralah melakukan aktivitas atau hal-hal lain yang dapat menghilangkan atau mengalihkan rasa kecewa pada diri anak.Ajak anak bermain, membeli barang lainnya atau hal-hal lain yang membahagiakan anak dan mengurangi rasa kecewanya.
 

3. Anak Akan Merasa Diabaikan

Situs doctor.ndtv.com juga menyebutkan, tindakan orang tua yang ingkar janji pada anaknya membuat anak-anak merasa diabaikan. Pada saat Anda berjanji, anak akan merasa diri mereka dianggap penting oleh orang tuanya.Namun, saat ternyata orang tua mengingkarinya maka yang dirasakan oleh anak adalah mereka berpikir bahwa Anda sebagai orang tua mengabaikan mereka, tidak menganggap keberadaan mereka sebagai hal yang penting.
 

4. Berkurangnya Rasa Hormat Anak kepada Orang Tua

Sering berjanji tetapi tidak ditepati akan membuat orang tidak percaya dan pada akhirnya kehormatan Anda sebagai orang tua akan hilang di hadapan anak.Rasa percaya akan menimbulkan hormat sementara sikap sebaliknya akan membuat rasa hormat hilang.Memenuhi janji adalah bentuk integritas kepada orang lain.

Saat Anda mengabaikan janji maka sebenarnya integritas Anda sedang Anda jatuhkan sendiri.Hal itu berlaku meskipun hanya di hadapan anak Anda sendiri. Sejak kecil anak sudah bisa menilai mana kebohongan dan mana kesungguhan orang tua dalam interaksinya pada diri mereka.
 

5. Anak-Anak akan Menjadi Seperti Anda

Kondisi terburuk yang mungkin akan terjadi pada anak adalah pada saat mereka nantinya akan menjadi seperti Anda yakni menganggap pelanggaran janji sebagai hal biasa yang sudah lumrah.Hal itu bukan hanya terjadi pada saat usia mereka masih kecil tetapi juga sampai dewasa mereka akan berpikir demikian.Apa yang Anda tanamkan pada anak sejak kecil akan terus tumbuh dalam dirinya. Mereka akan sadar akan hal tersebut dan tetap mengingatnya hingga berpengaruh terhadap kondisi kehidupan mereka setelah dewasa.
 

6. Anak-Anak Melakukan Tindakan Buruk

Michele Borba menyebutkan, sikap ingkar janji yang ditunjukkan orang tua pada anaknya dapat memicu efek sikap buruk yang langsung ditunjukkan anak di depan orang tua.Anak akan meledak amarahnya, melakukan hal-hal tak diinginkan hingga terlihat seperti stres. Kondisi ini perlu dipikirkan orang tua sebagai dampak buruk sikap abai janji.Sikap membujuk atau merayu anak-anak mungkin saja bisa Anda lakukan sewaktu-waktu.

Tetapi jika ingkar janji ini tetap sering Anda lakukan maka efek buruk yang disebutkan di atas akan tetap terjadi secara bertahap. Anda akan kehilangan hal-hal positif yang seharusnya tumbuh dalam diri anak Anda.

Tidak Mempedulikan Kemampuan Berbicara Anak-Prestasi Global
 

7. Anak-Anak Stres dan Tertekan

Ikhsan Bella Persada, M.Psi seorang psikolog menyebutkan, kondisi ekonomi yang sulit mungkin saja akan membuat orang tua tertekan. Tekanan ini dapat memicu orang tua sulit merealisasikan janji-janji mereka pada anak-anak.Tak hanya itu, sikap stres orang tua juga akan nampak pada sikap mereka kepada anak. Imbasnya bukan hanya janji yang tak ditepati. Anak-anak mungkin juga mengalami kondisi stres yang serupa akibat sikap orang tua terhdapa mereka.Faktor ekonomi menjadi hal penting sebagai faktor yang menyebabkan orang tua ingkar janji pada hal-hal yang bersifat materi.Di satu sisi mungkin bukan keinginan orang tua untuk ingkar janji membelikan sesuatu, tetapi fakta kondisi ekonomi yang sulit mengharuskan hal tersebut terjadi.
 
Prestasi Global - 5 Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Kegagalan
 

8. Anak-Anak akan Jadi Pembohong

Dikutip dari situs elshinta.com, kebiasaan orang tua ingkar janji kepada anak dapat memicu sikap anak menjadi seorang yang berlaku buruk yakni berbohong.Sikap meniru ini dilakukan secara tidak sadar oleh anak-anak sebagai akibat contoh dari yang dilakukan orang tuanya. Anak tidak akan tahu jika hal tersebut perangai negatif yang tidak baik sebab orang tuanya telah melakukan hal tersebut.

Pengasuhan anak dengan kebiasaan ingkar janji yang dilakukan orang tua akan menjadi rekam jejak negatif dalam kepribadian anak.Bukan hanya pada masa anak masih kecil tetapi terus akan menjadi sifatnya hingga dewasa.Terutama jika orang tua tidak segera menyadari kesalahannya dan merubah kebiasaan tersebut sambil memberikan pemahaman yang benar.
 

9. Anak-Anak Sulit Membuat Kesepakatan

Anastasia Satrio, M.Psi selaku psikologi menyebutkan, sebaiknya orang tua tidak mudah mengumbar janji pada anak-anak apalagi jika sesuatu itu menjadi hal yang sulit dilakukan.Anak biasanya akan berpikir konkret operasional dan menganggap semua hal yang dikatakan pasti akan terjadi.Efek negatifnya jika yang dibayangkan tidak terjadi anak akan kecewa dan enggan membuat kesepakatan dengan orang tua.Kebiasaan orang tua yang begitu ringan mengobral janji dan tak ditepati tanpa disadari merusak hal-hal positif yang ada pada diri anak.
 

10. Hilangnya Kepercayaan Anak pada Lingkungannya

Anastasia juga menyebutkan, saat anak sering mendapatkan perlakuan ingkar janji dari orang tuanya, maka mereka kehilangan role model tentang tindakan menepati janji.Orang tua sebagai pihak yang paling dekat hubungan dan interaksinya dengan anak telah memberikan contoh perilaku kurang baik.Akibatnya anak kehilangan teladan dan sikap buruk akan mereka tunjukkan pada lingkungan sekitarnya.

Mereka mungkin tidak percaya dengan orang-orang yang berjanji di sekitarnya.Melakukan tindakan yang sama seperti orang tuanya kepada orang lain yakni ingkar janji. Semua dilakukan dengan biasa, tidak menganggap hal tersebut sebagai kesalahan karena telah mendapatkan contoh dari orang terdekatnya.

 

Jika Anda Terpaksa Ingkar Janji, Lakukan Hal ini

Berjanji pada anak merupakan bagian dari pola asuh yang penting dipahami orang tua terhadap anak, sejak usia dini. Faktor pendidikan orang tua mempengaruhi pola pengasuhan anak dalam keluarga.Penelitian Niniek Kharmina dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang menunjukkan bahwa pola asuh yang baik pada anak sangat dipengaruhi tingkat pendidikan orang tuanya.

Semakin bagus tingkat pendidikan, pola asuh yang dilakukan akan lebih baik dan tepat.Namun, dalam kondisi tertentu orang tua dengan tingkat pendidikan yang bagus pun kadang ingkar janji pada anak.Kondisi yang sulit terkadang membuat orang tua terpaksa ingkar janji karena alasan tertentu. Apa yang harus dilakukan orang tua jika hal ini terjadi?

  • Memberikan pemahaman kepada anak tentang alasan sulit yang dihadapi sehingga terpaksa harus mengabaikan janji yang sudah dibuat
  • Meminta maaf kepada anak dan mengakui jika ingkar janji telah menjadi kesalahan yang dilakukan
  • Memberikan alternatif hiburan kepada anak terhadap janji yang sudah diingkari. Misalnya mengajak anak bermain, jalan-jalan dan sebagainya untuk mengurangi kekecewaan anak
  • Katakan bahwa sikap ingkar janji yang Anda lakukan adalah sebuah kesalahan yang benar-benar terjadi di luar keinginan.
  • Jangan mengulang ingkar janji dalam waktu yang berturut-turut
  • Hindari kebiasaan berjanji, lebih baik Anda ganti dengan pemberian hadiah tiba-tiba yang membuat anak senang
  • Berusaha lah selalu komitmen dengan janji pada anak. Imbas ke psikologi anak dalam jangka panjang akan lebih terasa akibat sikap ingkar janji yang Anda lakukan.

Apakah Anda senang jika ada orang yang ingkar janji pada Anda?Tentu tidak, bukan? Hal ini juga berlaku pada anak. Jangan berpikir walaupun mereka masih anak-anak tidak masalah dan bisa diabaikan.Justru saat anak-anaklah pikiran mereka belum bisa menelaah sebab akibat yang logis mengapa orang tua mereka ingkar janji.Mereka berpikir konkret dan menilai apa yang mereka lihat dan rasakan.

Berpikir menyelesaikan masalah atau memotivasi anak dengan janji merupakan pemikiran yang kurang tepat.Sebab hal ini justru membuat Anda memiliki konsekuensi yang lebih untuk mewujudkan sebuah janji yang belum pasti bisa Anda tepati.Berikan kejutan yang lebih memotivasi, membahagiakan dan tidak membuat Anda terikat dengan risiko sebuah konsekuensi janji.

Pola asuh anak sejak dini bukanlah hal sederhana yang dianggap kurang penting sehingga diabaikan.Karakter anak setelah dewasa akan dipengaruhi asuhan di masa kecilnya. Itulah sebabnya perkara remeh seperti soal berjanji dalam pengasuhan anak perlu diperhatikan orang tua. Anda ingin anak tumbuh sebagai sosok yang selalu menepati janji? Mulailah dengan diri Anda sendiri.

Apa 10 dampak buruk tidak menepati janji pada anak ?

Menjatuhkan Kepercayaan Anak pada Orang Tua, Menanamkan Kekecewaan pada Anak, Anak Akan Merasa Diabaikan, Berkurangnya Rasa Hormat Anak kepada Orang Tua, Anak-Anak akan Menjadi Seperti Anda, Anak-Anak Melakukan Tindakan Buruk, Anak-Anak Stres dan Tertekan, Anak-Anak akan Jadi Pembohong, Anak-Anak Sulit Membuat Kesepakatan, serta Hilangnya Kepercayaan Anak pada Lingkungannya

Apa yang harus dilakukan orang tua jika terpaksa ingkar janji ?

Memberikan pemahaman kepada anak tentang alasan sulit yang dihadapi sehingga terpaksa harus mengabaikan janji yang sudah dibuat, Meminta maaf kepada anak dan mengakui jika ingkar janji telah menjadi kesalahan yang dilakukan, Memberikan alternatif hiburan kepada anak terhadap janji yang sudah diingkari. Misalnya mengajak anak bermain, jalan-jalan dan sebagainya untuk mengurangi kekecewaan anak, Katakan bahwa sikap ingkar janji yang Anda lakukan adalah sebuah kesalahan yang benar-benar terjadi di luar keinginan, Jangan mengulang ingkar janji dalam waktu yang berturut-turut, Hindari kebiasaan berjanji, lebih baik Anda ganti dengan pemberian hadiah tiba-tiba yang membuat anak senang, serta Berusaha lah selalu komitmen dengan janji pada anak. Imbas ke psikologi anak dalam jangka panjang akan lebih terasa akibat sikap ingkar janji yang Anda lakukan.

Mengapa orang tua yang berbohong anaknya akan menjadi pembohong ?

pada saat mereka nantinya akan menjadi seperti Anda yakni menganggap pelanggaran janji sebagai hal biasa yang sudah lumrah. Hal itu bukan hanya terjadi pada saat usia mereka masih kecil tetapi juga sampai dewasa mereka akan berpikir demikian. Apa yang Anda tanamkan pada anak sejak kecil akan terus tumbuh dalam dirinya. Mereka akan sadar akan hal tersebut dan tetap mengingatnya hingga berpengaruh terhadap kondisi kehidupan mereka setelah dewasa.

(Visited 48 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us