Bagikan Artikel Ini:

Beberapa anak kesulitan dalam menghadapi penolakan yang seringkali berujung anak menangis atau bahkan tantrum. Apabila anak Anda juga mengalami hal serupa, Anda bisa cek tips parenting berikut ini.

Pada dasarnya, membiasakan anak untuk menerima kata “tidak” dari orang tuanya sesekali akan bagus untuk tumbuh kembangnya. Baik itu menolak keinginannya untuk main di luar siang-siang karena hari sangat panas atau Anda tidak menurutinya main game karena PR belum selesai, hal tersebut akan mengajarkan anak tentang boundaries.

Lebih dari apa pun, buah hati pun akan merasa bahwa Anda menyayangi dan sangat peduli dengan dirinya. Namun bagaimana caranya menolak keinginan anak tanpa membuatnya merasa ditolak?

Kenapa Berkata TIDAK kepada Anak Penting untuk Mereka?

Seringkali orang tua merasa tidak enak untuk menolak keinginan anak, padahal melakukannya sesekali adalah hal yang penting untuk tumbuh kembang anak Anda. Namun memang ada beberapa strategi yang perlu Anda terapkan ketika membiasakan anak terhadap penolakan.

Pentingnya berkata tidak pun merupakan kemampuan penting yang setiap orang tua harus miliki. Hal ini tentunya akan membuat anak memiliki rasa otonomi.

Selain itu, anak juga akan belajar berbagai kemampuan dan hal-hal yang berkaitan dengan self-worth maupun self-respect. Pada dasarnya, menolak keinginan anak seringkali dilakukan untuk melindungi anak dari segala bahaya yang mungkin belum dipahami olenya.

Untuk anak sendiri, mereka akan belajar tentang attitude yang positif dan sehat, kesabaran, dan berbagai hal penting lainnya dalam komunikasi. Oleh karena itu, orang tua juga harus membiasakan diri untuk berkata “tidak” dengan cara yang tepat dan mudah diterima oleh si kecil.

Kekhawatiran untuk Menolak Keinginan Anak dan Berkata TIDAK

Parenting, lebih dari apa pun, adalah perjalanan panjang orang tua yang sepertinya tidak akan ada habisnya. Tentu saja Anda ingin buah hati merasa bahagia dan menghindari berbagai konflik yang mungkin terjadi. Bahkan mungkin Anda akan melakukan apa pun agar anak tidak tantrum, memasang muka sedih, bahkan menangis berkepanjangan. Oleh karena itu, banyak orang tua yang lebih memilih menuruti segala kemauan anak.

Tentu saja menerapkan boundaries pada anak akan memberikan tantangan baru untuk Anda. Bahkan bagaimana reaksi Anda terhadap tantangan ini akan menentukan hasilnya nanti, sekaligus mempengaruhi proses anak dalam berkembang. Mengetahui saat yang tepat untuk berkata TIDAK merupakan bagian yang signifikan dari mengajari anak tentang berbagai batasan. Tentu saja akan ada konsekuensi atau reaksi dari anak setelah mendengar penolakan di awal-awal.

Namun untuk jangka panjang, menolak dengan halus keinginan anak akan mengajarkan mereka kemandirian dan tanggung jawab juga. Apabila Anda mendengarkan dengan seksama, anak juga sering menolak melakukan yang Anda minta, bukan?

Bagaimana Cara Berkata TIDAK

Pada dasarnya, cara Anda bicara dengan anak merupakan refleksi sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Perlu Anda ingat bahwa:

  • TIDAK adalah kata yang lugas dan mudah mengucapkannya.
  • Kata TIDAK bukan berarti hal yang buruk.
  • Anda tidak harus berteriak atau membentak untuk memberikan penolakan.

Menolak keinginan anak sama pentingnya dengan menuruti apa yang si Kecil mau. Dengan memperhatikan keseimbangan antara keduanya maka akan lebih mudah anak belajar tentang pengendalian emosi.

Untuk anak yang masih kecil, mungkin Anda bisa mengucapkan “Bantal untuk tempat kepala, lho, ya” daripada “Jangan duduk di bantal”. Perkembangan anak tentunya berbeda-beda. Sebagai orang tua, penting untuk menemukan formula yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan tersebut.

Apa yang Harus Anda Lakukan untuk Menolak Keinginan Anak dengan Halus?

Seperti penjelasan sebelumnya, ada strategi yang sebaiknya Anda terapkan ketika akan menolak keinginan anak. Berikut ini adalah beberapa cara menolak keinginan anak secara halus yang bisa Anda coba.

Perlu Anda ingat bahwa mengasuh anak adalah proses yang selalu berkesinambungan. Selain anak, Anda sebagai orang tua juga akan selalu belajar, bukan?

1. Berikan Jawaban yang Jelas

Sebagai orang tua, terkadang Anda bisa jadi suka lupa bahwa anak-anak bukan orang dewasa. Sehingga beberapa kali jawaban yang Anda berikan terkesan mengambang dan kurang jelas.

Hal-hal seperti “Lihat bagaimana nanti ya…” atau “Sepertinya tidak, deh” tentu akan membuat anak merasa frustrasi. Seringkali anak akan merengek bahkan meminta dengan berbagai cara hingga menangis agar Anda menurutinya.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menolak dengan jelas dan tegas namun tidak membentak. Jawaban seperti “Tidak, kita tidak ke pantai siang ini” akan lebih bisa diterima apalagi jika Anda mengatakannya dengan halus namun tegas.

Tapi bagaimana kalau jawaban pastinya sendiri Anda belum yakin? Anda bisa coba “Kita lihat nanti sore, ya. Kalau hujan kita tidak bisa main ke pantai.” Terdengar lebih nyaman, bukan?

2. Berdialog dengan Anak

Berdialog dengan Anak -Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Bialasiewicz on Envato Elements

Anak bisa saja merengek hingga menangis karena merasa mengalami penolakan, terutama ketika mereka ingin suatu benda , mainan misalnya, namun orang tua tidak menggubrisnya sama sekali.

Sebelum Anda maupun si Kecil sama-sama habis kesabaran, sebaiknya Anda mulai berdiskusi dengan anak. Anda bisa mulai dengan menanyakan alasan kenapa anak sangat menginginkan benda tersebut.

Hal ini juga sangat penting karena anak nantinya akan belajar mengutarakan perasaannya dengan kata-kata daripada langsung mengeluarkan tantrum yang tak tertolong.

Seringkali anak hanya ingin didengar dan berdialog adalah salah satu cara yang bisa Anda coba.

Apabila alasannya tidak masuk akal, jangan lupa untuk menjelaskannya dengan jelas dan lugas. Membiasakan hal semacam ini sejak dini akan berpengaruh besar terhadap kesehatan mental anak di masa-masa mendatang.

3. Tegaskan Anda Tidak Akan Luluh dengan Tangisan dan Teriakan

Tentu Anda memahami bahwa anak akan melakukan apa pun untuk mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah dengan merengek, menangis, bahkan berteriak.

Sekali saja Anda luluh ketika anak melakukan hal di atas, mereka akan berpikir bahwa tantrum adalah cara untuk mendapatkan perhatian dan mendapatkan semua keinginannya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjelaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengubah keputusan Anda.

Apabila Anda mengubah keputusan hanya karena anak merengek dan memohon-mohon, maka mereka akan mengira bahwa Anda tidak pernah serius ketika memberikan penolakan. Tentu saja ini akan menjadi masalah di masa mendatang.

Nah, agar anak juga memahami bahwa tantrum bukan cara yang tepat untuk menghadapi penolakan, Anda perlu memberikan pemahaman dengan bahasa yang bisa mereka terima.

Seperti berkomunikasi dengan orang dewasa pada umumnya, diskusi dalam kondisi penuh emosi tidak akan menyelesaikan masalah.

4. Bawa dengan Suasana Santai

Sekali lagi Anda perlu ingat bahwa anak-anak tetaplah manusia biasa. Menyelesaikan segala masalah, termasuk menolak dengan cara yang keras, tidak akan efektif.

Bahkan sikap membangkang dan tidak patuh berawal dari orang tua yang terlalu keras dalam memberikan didikan di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda merespon segala sesuatu dengan santai namun serius.

Seringkali anak meminta sesuatu hingga merengek karena keinginan sesaat saja. Bahkan ketika anak melihat iklan mainan dan menginginkannya, mereka tidak benar-benar tahu apa fungsi dari mainan tersebut, bukan?

Pada dasarnya anak-anak akan lebih mudah mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata di lingkungan yang nyaman dan membuatnya merasa aman. Apabila orang tua bisa menyediakan suasana yang santai, akan lebih mudah juga bagi mereka untuk menerima kata TIDAK.

5. Melakukan Hal Positif Bersama

Melakukan Hal Positif dengan Anak - Sekolah Prestasi GlobalPhoto by Jerry Wang on Unsplash

Tentunya Anda ingin anak memahami bahwa untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha dulu, bukan? Nah, Anda bisa menerapkan hal ini juga sebelum anak merengek bahkan tantrum ketika menginginkan sesuatu.

Misalnya, si Kecil ingin sepeda agar bisa bermain bersama temannya. Anda bisa memberikan syarat yang masuk akal, seperti menunjukkan nilai sekolah yang bagus, membantu pekerjaan ringan di rumah, dan beberapa hal lainnya.

Cara ini cukup ampuh untuk menolak permintaan anak dengan halus, apalagi jika si Kecil melihat Anda melakukan hal positif serupa. Anak selalu mencontoh yang orang tua lakukan, bukan?

Lingkungan Sekolah Berpengaruh Terhadap Tingkah Laku Anak

Tentu saja apa yang anak lihat dan dengar di rumah berpengaruh besar terhadap tumbuh kembangnya. Namun selain lingkungan rumah, tempat anak bersekolah juga berkontribusi secara signifikan terhadap bagaimana anak menerima suatu perintah.

Beberapa anak lebih patuh dengan anjuran dari guru daripada orang tua, bukan? Tentu saja mereka punya alasan masing-masing dan hal tersebut juga bisa Anda manfaatkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang buah hati.

Kami sangat menyadari bahwa pendidikan akademik saja tidak cukup untuk mengoptimalkan potensi anak. Selain itu, kami juga paham bahwa menyiapkan anak untuk menghadapi tantangan dunia nyata tidak terbatas pada pengetahuan umum.

Maka dari itu Prestasi Global berkomitmen penuh dalam mengasah kemampuan akademik anak dan memberikan pemahaman tentang adab dan tingkah laku yang baik sejak dini.

Selain itu, sebagai sekolah Islam modern, kami juga menyeimbangkan iman, ilmu, dan juga kemampuan ekstrakurikuler lainnya agar anak mencintai agama Islam, sesama, dan dirinya sendiri dengan lebih baik lagi.

Membentuk karakter anak memang sebaiknya mulai sejak dini, bukan?

Akhir Kata

Tidak jarang orang tua mengiyakan semua keinginan anak, mulai dari membelikan jajanan kesukaan hingga menuruti mainan super mahal dengan dalih menyayangi anak. Padahal hal tersebut justru kurang baik untuk tumbuh kembang si kecil.

Di sisi lain, dalam menolak atau berkata tidak pun ada caranya sendiri. Kami pun tidak membenarkan memberikan penolakan dengan cara memarahi bahkan membentak anak-anak.

Mulai dari memberikan pengertian secara terus menerus dari hari ke hari hingga memilih sekolah yang tepat akan sangat baik untuk perkembangan si kecil. Pengertian yang Anda berikan secara konsisten akan membuat anak memahami bahwa meskipun ayah atau ibunya menolak keinginannya, bukan berarti mereka tidak menyayanginya.

Sedangkan sekolah yang Anda pilih juga berpengaruh sekali. Selain tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, tempat ini juga memberikan pengertian tentang adab, cara berkomunikasi yang baik dengan sesama, dan pendidikan karakter yang sangat penting untuk anak-anak sejak usia sekolah.

Oleh karena itu, jangan sembarangan memilih sekolah. Percayakan pendidikan anak Anda bersama Prestasi Global. Dengan menerapkan tips parenting di atas dan memberikan pendidikan yang terbaik, akan lebih mudah untuk membentuk karakter anak yang cerdas, tangguh, dan beriman.

Baca Juga : Tahapan Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini yang Perlu Diketahui

Mengapa Berkata TIDAK pada anak dapat membantu perkembangannya ?

Karena mereka akan belajar tentang attitude yang positif dan sehat, kesabaran, dan berbagai hal penting lainnya dalam komunikasi. Oleh karena itu, orang tua juga harus membiasakan diri untuk berkata “tidak” dengan cara yang tepat dan mudah diterima oleh si kecil.

Apa saja hal yang dapat dilakukan untuk menolak keinginan anak dengan halus ?

Berikan Jawaban yang jelas, sering berdialog dengan anak, Tegaskan pada anak kalau anda tidak akan luluh walaupun anak merengek, bawa dengan suasana santai dan yang terakhir anda dapat melakukan hal positif bersama

Mengapa Sekolah dapat mempengaruhi tingkah laku anak ?

Karena Selain tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, tempat ini juga memberikan pengertian tentang adab, cara berkomunikasi yang baik dengan sesama, dan pendidikan karakter yang sangat penting untuk anak-anak sejak usia sekolah.

(Visited 33 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us