Bagikan Artikel Ini:

 

Pentingnya bimbingan dan konseling di sekolah dasar—Bimbingan dan konseling di dalam ranah pendidikan sering kali disingkat dengan BK.  Bimbingan dan konseling dalam bahasa Inggris disebut dengan guidance and counseling. Awalnya, counseling diterjemahkan menjadi penyuluhan. Namun, dikhawatirkan akan ada salah persepsi antara penyuluhan di bidang pendidikan dan di bidang yang lain, seperti pertanian, perikanan, dan lainnya, maka kata counseling diserap langsung menjadi bimbingan konseling. 

 

Photo by Dmytro Zinkevych on shutterstock

 

 

Secara garis besar, ruang lingkup bimbingan konseling meliputi beberapa

pandangan berikut ini:

 

1. Konseling di pandang tidak lain sebagai teknik bimbingan. Singkatnya, konseling tersebut include dalam bimbingan yang diberikan. 

 

2. Bimbingan konseling adalah berusaha fokus pada pencegahan akan munculnya masalah yang berpotensi muncul pada diri individu. Ini adalah fungsi preventif atau fungsi pencegahan. Keduanya, baik itu bimbingan maupun konseling adalah menghadapi obyek yang sama, yaitu masalah yang sedang dihadapi oleh individu. Perbedaannya adalah terletak pada seberapa perhatian yang semestinya diberikan dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan perlakuan yang tepat. 

 

3. Kaitannya dengan fungsi bimbingan konseling, terdapat dua fungsi. Pertama adalah fungsi preventif atau fungsi pencegahan yang berarti adanya konsultasi bimbingan konsuling bertujuan agar mencegah masalah agar tidak sampai terjadi. Kedua adalah fungsi kuratif dan korektif yang tujuannya adalah proses mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Fungsi ketiga adalah untuk menciptakan keadaan yang preventif dan developmental. Hal ini berarti kita melakukan tindakan pencegahan agar sesuatu yang sudah diatasi dan kembali baik, tidak menjadi buruk lagi, dan agar keadaan yang sudah baik itu berkembang menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. 

Bimbingan konseling Islam adalah salah satu jenis dari bimbingan konseling yang kita ketahui saat ini. Bimbingan konseling Islam adalah proses atau cara untuk membantu individu agar mampu menjalani kehidupannya yang selaras, kehidupannya yang seimbang yang sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadist. Dengan tujuannya tidak lain adalah agar mampu mencapai kebahagiaan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.  Bimbingan konseling Islam pada dasarnya hampir sama dengan jenis bimbingan yang lain. Hanya saja jenis bimbingan ini dalam prakteknya berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist. Harapannya, individu yang mengikuti bimbingan konseling Islam nantinya akan menjalani kehidupan yang selaras, artinya:

  • Selaras  dengan apa yang sudah menjadi ketentuan Allah. Sesuai dengan Qadla dan Qodar Allah, sesuai dengan sunnatullah, sesuai dengan hakikat kita sebagai makhluk Allah SWT. 
  • Selaras dengan petunjuk Allah SWT. Artinya adalah selaras dengan pedoman yang sudah ditentukan yaitu selaras dengan nilai yang ada di dalam Al-Qur’an dan Hadist. 
  • Selaras dengan  selalu menyadari bahwa kita tidak lain adalah hamba, adalah makhluk Allah yang tercipta hanya untuk mengabdi kepada-Nya semata. 

Bimbingan konseling Islam sangat diperlukan bagi anak-anak sejak dini. Di usia sekolah dasar misalnya, seorang siswa siswi sebaiknya mendapatkan pengarahan positif secara periodic  sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadist. Harapannya, nantinya individu tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara kognitif, spiritual, afektif, psikomotorik dan secara emosional. Sebagai orang tua, kita tentu sangat menginginkan putra putri kita tumbuh sebagai pribadi dengan beberapa kriteria di atas. 

 

Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

 

 

Landasan Bimbingan Konseling Islami

 

Memahami perilaku anak melalui bimbingan dan konseling—bimbingan konseling Islam adalah hal yang positif yang sebaiknya dilakukan dan diagendakan di lembaga formal termasuk di sekolah dasar. Adapun landasannya tidak lain adalah Al-Quran dan Sunnah Rasul. Keduanya itu adalah sumber dari segala sumber kehidupan umat Islam. Beberapa falsafah yang terkandung di dalamnya diantaranya adalah:

  1. Falsafah tentang dunia manusia atau citra manusia selama hidup di dunia. 
  2. Falsafah mengenai dunia dan kehidupannya. 
  3. Falsafah mengenai pernikahan yang halal dan keluarga yang samawa. 
  4. Falsafah mengenai pendidikan yang seyogyanya ditempuh oleh umat Islam. 
  5. Falsafah mengenai muamalat atau hidup bermasyarakat. 
  6. Falsafah mengenai cara yang baik dalam mencari pekerjaan dan nafkah. 

Jelas kiranya bahwa nantinya, dalam proses melakukan bimbingan dan konseling, para guru BKI akan memberikan pengarahan yang berlandaskan Islam, yang berlandaskan kepada Al-Quran dan Hadist. 

 

Empat Fungsi Manusia

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang ada di muka bumi ini. Pada dasarnya, fungsi yang dimiliki oleh setiap manusia ada empat, yaitu:

 

1. Manusia adalah makhluk Allah

 

Ya, manusia adalah makhluk atau ciptaan Allah yang secara fitrah adalah suci dan berkewajiban untuk mengabdi kepada Allah SWT. Nabi SAW bersabda bahwa setiap orang lahir dalam keadaan fitrah atau suci, yang kemudian kedua orang tua merekalah yang menjadikan mereka Yahudi, Nasrani, dan Majusi.. Jika saja kedua orang tuanya adalah Muslim, maka jadilah anak yang dilahirkannya adalah Islam (Hadist riwayat Muslim). 

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quranul Karim surat Az-Zariyat ayat 51-56 yang artinya Dan Allah tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka menyembah-Nya. 

 

2. Manusia sebagai makhluk individu

 

Manusia adalah makhluk individu.  Makhluk individu berarti manusia memiliki eksistensinya sendiri dengan penampilan fisik yang unik, dengan pemikiran yang bervariasi antara satu dengan yang lain, dan dengan tabiat yang berbeda antara satu dengan yang lain. Setiap manusia memiliki ukuran diri masing-masing yang antara satu dengan yang lain tidak bisa diperlakukan secara sama. Nabipun dalam hal berkomunikasi, selalu mengamati taraf berfikir pribadi yang sedang bicara dengan beliau, sehingga menyesuaikan dengan pilihan bahasa dan tema yang tepat. Singkatnya, dengan menyadari akan hal ini, kita akan sangat sadar bahwa segala sesuatu adalah sesuai dengan konteksnya. 

 

3. Manusia adalah makhluk sosial

 

Dalam konteks keilmuan umum, kita sering menyebutnya dengan homo homini socius yang artinya adalah manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Dalam Al-Quran Allah menyampaikan dalam surat Al-Hujurat ayat 49 bahwa Allah telah menjadiakan diantara manusia laki-laki dan perempuan, laku menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku agar manusia saling mengenal satu dengan yang lain. Dan, sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah hamba Allah yang paling bertakwa.

 

4. Manusia sebagai makhluk yang berbudaya

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Tugasnya di dunia ini adalah untuk mengelola bumi dan memakmurkannya. Manusia mencoba untuk menciptakan kebudayaan dengan beberapa unsur yang dimilikinya, mulai dari ilmu, teknologi, seni dan masih banyak lagi. 

 

Latar Belakang Bimbingan Konseling Islam

 

selective focus photo of man wearing taqiyah cap

Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

 

Dibandingkan dengan makhluk yang lain, manusia diciptakan paling sempurna. Namun, bersamaan dengan itu, manusia juga memiliki nafsu, lemah sifatnya, mudah marah, mudah membantah dan masih banyak lagi faktor pendorong yang nantinya menyebabkan manusia menjadi bersikap negatif. 

Oleh karena banyaknya sifat yang membahayakan itu, bukan tidak mungkin manusia akan terjerumus dalam dosa. Agar manusia tetap dalam jalan yang baik dan menjadi insan yang sebaik-baiknya, sebagimana yang disampaikan Allah dalam surat Al-Asr dan At-Tin, maka dari sanalah bimbingan konseling Islam menjadi sangat disarankan. Jangan sampai manusia yang secara fitrah adalah suci, nantinya disebabkan oleh hal negatif yang memicunya dari dalam diri atau dari luar dirinya, nantinya akan mengarahkan manusia pada dosa dan neraka. 

 

  • Dari segi jasmaniah

 

Manusia pada dasarnya adalah fitrah. Namun karena banyaknya bersinggungan dengan lingkungan, atau karena kebutuhan jasmaniah yang nantinya memaksa diri individu tersebut untuk berperilaku menyimpang. Dalam konteks anak sekolah dasar misalnya, anak SD yang melihat temannya membawa banyak uang saku, lalu dia tidak mendapatkan uang saku sebagaimana temannya, dan dia ingin membeli jajan, yang terjadi adalah kriminalitas anak dalam bentuk mencuri jajan. Apakah tindakan ini baik? tentu tidak! Dan anak-anak membutuhkan pengarahan bahwa mencuri adalah tingkah laku yang  dilarang oleh Allah dan agama. 

 

  • Dari Segi psikologis

 

Dari segi kejiwaan, apa yang sepertinya sempurna di luar, terpenuhi secara material, tidak selamanya sebanding dengan isi hari dan perasaan masing-masing. Sering kali kita merasa  galau, sedih, ingin marah, ingin lari, dan sebagainya. Ada banyak penyebab kenapa kita pada akhirnya berperilaku demikian. Diantaranya adalah rasa kurang sabar dan minimnya rasa syukur. Mengajak peserta didik khususnya siswa siswi SD dalam hal ini untuk selalu memperbanyak sabar dan syukur adalah bagian dari tugas bimbingan konseling Islam. 

 

  • Dari Segi individu

 

Dari segi individu, manusia lahir dengan kriteria jasmani yang mungkin saja menurutnya tidak meme nuhi ekspektasi. Mungkin saja dia kurang puas dengan ukuran tubuhnya yang kecil dan (maaf) hitam sehingga muncul rasa ingin marah dan memberontak. Rasa ingin marah dan memberontak ini adalah gambaran psikologis individu yang tidak semestinya dilakukan. Nantinya bimbingan konseling Islam akan memberikan pengarahan dengan bahasa yang mudah diterima agar terbangun kembali sisi psikologis peserta didik tentunya berdasarkan Islam. 

 

  • Dari Segi sosial

 

Selain sebagai makhluk individu, manusia adalah  makhluk sosial. Manusia menjadi makhluk sosial saat berinteraksi dengan orang lain. Tidak jarang dalam proses interaksi tersebut terjadilah gesekan, terjadilah masalah yang serius dengan manusia yang lain. Apakah gesekan dan konflik adalah perintah Allah? Tentu tidak!. Jika praktiknya, anak-anak dalam berinteraksi dengann teman yang lainnya saling marah, saling tidak menyapa, dan saling benci, ini adalah salah satu tugas dari bimbingan konseling Islami yang tujuannya adalah agar anak didik tumbuh menjadi pribadi yang patuh dan taat pada Islam. 

 

Tujuan bimbingan konseling Islam

 

Mendekatkan diri dengan siswa melalui bimbingan dan konseling memberikan manfaat yang sangat besar. Adapun tujuan utamanya adalah agar setiap individu dalam hal ini  konteksnya adalah siswa siswi SD, agar mampu menjadi pribadi yang utuh. Pribadi yang patuh pada Islam, mampu membedakan manakah yang baik dan yang manakah yang buruk dan menjadi pribadi yang nantinya mencapai kebahagiaan selama hidup di dunia dan akhirat. 

Pentingnya bimbingan dan konseling di sekolah dasar adalah untuk mewujudkan pribadi yang unggul. Unggul dari sisi akhlak, kognitif, relasi sosial, ibadah, skill, dengan selalu berharap ridho dan rahmat dari Allah SWT. Pendidikan ini perlu dilakukan sejak dini, masalah yang disebabkan oleh etika yang buruk, faktanya sangat membahayakan lingkungan, bangsa dan negara. 

 

 

Apa pengertian bimbingan konseling islam?

adalah proses atau cara untuk membantu individu agar mampu menjalani kehidupannya yang selaras, kehidupannya yang seimbang yang sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadist

Sebutkan 4 fungsi manusia?

1. Manusia adalah makhluk Allah 2. Manusia sebagai makhluk individu 3. Manusia adalah makhluk sosial 4. Manusia sebagai makhluk yang berbudaya

Terdapat tujuan dalam bimbingan konseling islam untuk siswa, jelaskan tujuannya tersebut?

Tujuannya agar setiap individu dalam hal ini konteksnya adalah siswa siswi SD, agar mampu menjadi pribadi yang utuh. Pribadi yang patuh pada Islam, mampu membedakan manakah yang baik dan yang manakah yang buruk dan menjadi pribadi yang nantinya mencapai kebahagiaan selama hidup di dunia dan akhirat

(Visited 65 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us