Bagikan Artikel Ini:

Gadget dewasa ini seolah tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Bahkan, tak jarang anak-anak sudah mulai kecanduan untuk bermain gadget. Namun pertanyaannya, apakah ada batasan waktu anak main gadget?

Meski tidak selamanya gadget membawa dampak buruk bagi anak, tetapi Anda sebagai orang tua sebaiknya juga memperhatikan waktu anak saat bermain gadget. Sebisa mungkin, jangan terlalu lama memberikan waktu kepada anak untuk bermain gadget. Sebab, gadget juga memberikan dampak yang tidak baik bagi anak-anak.

Batasan Waktu Anak Main Gadget Menurut WHO-PrestasiGlobal

(Ilustrasi: unsplash.com)

 

Dampak Positif Gadget Bagi Anak

Pada dasarnya, gadget tidak selamanya memberikan dampak yang buruk bagi anak. Ada beberapa manfaat positif yang dapat diperoleh dengan gadget. Namun, saat gadget dimainkan dalam waktu yang lama, saat itu gadget akan memberikan dampak yang buruk bagi anak.

Berikut adalah beberapa dampak positif dari bermain gadget bagi anak-anak.
 

  • Melatih anak berpikir kritis

Kemampuan kognitif pada anak sejatinya juga dapat dilatih melalui perkembangan teknologi. Dengan memiliki kemampuan kognitif yang baik, kemampuan anak dalam berpikir di masa mendatang akan semakin baik. Anak-anak juga cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik.
 

  • Merangsang kreativitas anak

 
Batasan Waktu Anak Main Gadget Menurut WHO-PrestasiGlobal

Pemberian gadget yang tidak berlebihan ini justru dapat merangsang kreativitas anak. Semakin berkembangnya teknologi, ada banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengasah otak kanan dan otak kiri anak secara seimbang. Anak-anak juga dapat dilatih untuk berkarya melalui gadget yang dimilikinya.
 

  • Merangsang kemampuan motorik anak

AAP (American Academy of Pediatric) menyebutkan bahwa kehadiran gadget juga dapat merangsang kemampuan motorik anak. Hal tersebut didasarkan pada gerakan-gerakan yang dihasilkan pada saat anak menggunakan gadget. Bahkan, gerakan jari dan koordinasi mata dapat dilatih dengan baik saat bermain gadget.
 

  • Memberikan anak kemudahan untuk berkomunikasi secara intens

Kehadiran gadget juga dapat membuat anak menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan keluarga dan teman-teman. Bahkan, untuk orang tua yang sibuk dan jarang di rumah, gadget dapat dijadikan media untuk komunikasi dengan anak. Dengan begitu, mereka juga dapat ikut memantau perkembangan anak.
 

 

Dampak Negatif Gadget Bagi Anak

Perlu Anda ketahui, anak-anak dan remaja yang menggunakan gadget melebihi batas waktu dapat membahayakan kesehatan. Perhimpunan anak yang ada di Kanada dan juga Akademi Dokter Anak di Amerika bahkan menyebutkan bahwa anak usia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak dikenalkan gadget.

Sementara itu, untuk anak dengan usia 3-5 tahun sebaiknya hanya diperbolehkan bermain gadget satu jam setiap harinya. Saat anak berusia 6-18 tahun, sebaiknya batasi anak untuk bermain gadget maksimal 2 jam per hari.

Hal tersebut bertujuan untuk menghindarkan anak dari dampak negatif penggunaan gadget. Adapun dampak negatif gadget bagi anak di antaranya adalah:
 

  • Menganggu pertumbuhan otak anak

Seperti yang kita ketahui, saat anak berusia 0-2 tahun, anak sedang berada pada masa golden age di mana otaknya sedang berkembang dengan pesat. Bahkan, perkembangan otak anak tersebut akan terus terjadi hingga ia berusia 21 tahun.

Maka dari itu, diperlukan stimulus dari lingkungan untuk menunjang perkembangan otak pada anak. Namun, tahukah Anda? Pemberian stimulus melalui gadget ternyata hanya akan menghambat perkembangan kognitif anak.

Selain itu juga dapat mengakibatkan anak tantrum mengganggu proses belajar anak, dan meningkatkan sifat impulsif. Anak juga cenderung lebih manja dan kemampuan untuk hidup mandirinya menjadi menurun.
 

  • Obesitas

Apakah Anda tahu? Penggunaan teknologi seperti televisi dan gadget yang semakin banyak ternyata juga diiringi dengan meningkatnya kasus obesitas. Bahkan, teknologi yang tersedia di kamar dan dapat anak-anak secara pribadi dapat meningkatkan risiko obesitas hingga 30 persen.

Sebanyak 30 persen anak yang menderita obesitas tersebut juga akan mengalami diabetes. Akibatnya, mereka juga akan beresiko untuk terkena serangan jantung dan stroke dini. Angka harapan hidup mereka pun menjadi lebih rendah.
 

  • Tumbuh kembang anak terhambat

Efek bermain Hp terlalu lama juga dapat membatasi gerak fisik anak karena anak cenderung berada pada posisi yang sama. Akibatnya, tumbuh kembang anak juga akan terhambat.

Selain itu, adanya paparan radiasi pada gadget juga dapat mempengaruhi prestasi akademik anak. Kemampuan literasi anak pun menjadi kurang.
 

  • Kurang tidur

Batasan Waktu Anak Main Gadget Menurut WHO-PrestasiGlobal

Anak dengan usia 9-10 75 persennya mengalami kurang tidur akibat penggunaan teknologi yang berlebih dan tanpa pengawasan. Jika anak-anak kurang tidur, hal ini akan berdampak buruk pada nilai mereka di sekolah.

Anak membutuhkan tidur yang cukup agar otaknya dapat berfungsi dengan baik. Sementara itu, otak akan mengalami perkembangan yang baik justru pada saat anak sedang tertidur.
 

  • Anak menjadi agresif

Melalui gadget, anak cenderung lebih dapat mengakses berbagai konten. Dengan adanya berbagai konten tersebut justru dapat membuat anak menjadi lebih agresif. Pasalnya, konten-konten di media sosial banyak memperlihatkan adegan kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.

Jika hal tersebut tidak diawasi, anak dapat terpapar hal-hal tersebut. Akibatnya, anak menjadi lebih agresif dan memiliki kecenderungan untuk menyerang orang lain.
 

  • Kelainan mental

Pada tahun 2010, dilakukan sebuah penelitian di Bristol University. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa penggunaan gadget pada anak secara berlebihan dapat meningkatkan depresi.

Bahaya gadget bagi anak lainnya jika dilakukan secara berlebihan yaitu dapat menimbulkan gangguan kecemasan, kelainan bipolar, dan autisme. Anak juga dapat mengalami gangguan psikosis, kurang atensi, dan berbagai permasalahan yang lain.
 

  • Kecanduan

Umumnya, orang tua yang terlalu sibuk dan banyak bergantung pada teknologi akan memiliki waktu yang sedikit dengan anak-anak. Terlebih jika anak tidak memiliki teman bermain, anak tentu akan merasa kesepian.

Akibatnya, anak akan mencari hiburan lain dengan bermain gadget. Namun, pada akhirnya anak-anak justru kecanduan dan bahkan tidak dapat lepas dari gadget mereka.
 

  • Radiasi emisi

Belum lama ini, tepatnya pada Mei 2011, WHO memasukkan gadget tanpa kabel dan ponsel sebagai penyebab resiko kanker. Hal ini disebabkan lantaran radiasi emisi yang dipancarkan oleh benda tersebut.

James McNamee juga memberi peringatan bahwa anak-anak justru lebih sensitif untuk terkena sinar radiasi tersebut dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem imun dan otak anak masih mengalami masa perkembangan. Jadi, tidak dapat kita katakan bahwa resiko anak terkena kanker akibat paparan radiasi emisi gadget ini sama besar dengan orang dewasa.
 

  • Pikun digital

Pikun digital juga menjadi salah satu akibat terlalu lama main Hp bagi anak. Hal ini disebabkan lantaran kecepatan konten yang ada di media sosial dapat mengakibatkan anak mempunyai attention span yang pendek. Anak-anak cenderung menjadi kurang fokus terhadap suatu hal.

Selain itu, konsentrasi dan kemampuan anak dalam mengingat menjadi menurun karena anak sulit untuk memusatkan perhatian terhadap suatu hal. Hal tersebut memicu anak mengalami pikun digital. Sebab, anak terlalu banyak terpapar gadget dan menjadi tidak dapat memusatkan perhatian. Imbasnya, anak menjadi sulit belajar.
 

  • Proses belajar menjadi tidak kontinu

Penggunaan gadget secara berlebihan juga dapat membuat proses belajar anak menjadi tidak kontinu. Pasalnya, anak=anak dapat memperoleh segalanya dengan mudah melalui gadget. Akibatnya, anak menjadi malas untuk berpikir dan cenderung akan mencari jawaban setiap permasalahannya melalui internet.

Bukan berarti tidak boleh mencari informasi melalui internet. Namun, jika itu dilakukan secara berlebihan, otak anak justru menjadi tidak terasa karena semuanya dapat diperoleh dengan mudah melalui internet. Sebaiknya gunakan gadget seperlunya saja, tidak berlebihan.
 

Batasan Waktu Anak Main Gadget

Sebuah penelitian dari WHO menyebutkan bahwa anak yang bermain gadget terlalu lama cenderung berada pada posisi yang sama. Anak-anak juga cenderung lebih sedikit melakukan aktivitas fisik. Padahal, anak-anak membutuhkan aktivitas fisik tersebut agar tumbuh kembang anak dapat optimal.

WHO juga menyebutkan bahwa waktu ideal untuk anak balita bermain gadget yaitu maksimal 1 jam. Namun, hal tersebut juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan usia anak. Untuk dapat memahaminya lebih lanjut, berikut adalah batasan-batasan waktu bagi anak bermain gadget sesuai dengan usia mereka.
 

  • Untuk anak kurang dari 2 tahun

Sesuai dengan saran dari WHO, anak dibawah usia 2 tahun sebaiknya tidak diberikan gadget dan screen time terlebih dahulu. Namun jika diperlukan, sebaiknya beri anak waktu untuk bermain gadget maksimal 1 jam saja setiap hari. Sebab, anak-anak pada usia ini lebih baik diberikan banyak-banyak aktivitas fisik.

Hal tersebut bertujuan untuk dapat membantu dalam memberikan stimulus pada manak. Anda dapat mengajak anak untuk bermain di lantau, berlatih keseimbangan, berlatih tengkurap, dan lain sebagainya.
 

  • Untuk anak 2-5 tahun

Pada anak dengan rentang usia 2-5 tahun ini sudah diperbolehkan untuk memainkan gadget. Namun, batas maksimalnya yaitu 1 jam setiap harinya. Itupun Anda harus ikut mengawasi dan melakukan pendampingan.

Untuk menghindari anak kecanduan bermain gadget dalam rentang usia ini, Anda dapat mengajaknya untuk melakukan kegiatan yang lain. Sesuai dengan saran WHO, sebaiknya orang tua banyak mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik, seperti bersepeda, bermain petak umpet, dan lainnya.

Lakukan kegiatan fisik tersebut setidak selama tiga jam setiap harinya. Hal ini bertujuan agar anak banyak bergerak dan tidak terjebak pada posisi yang sama dalam waktu lebih lama.
 

  • Untuk anak lebih dari 6 tahun

Umumnya, anak dengan usia ini sudah mulai bisa diajak untuk diskusi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mengajak anak diskusi untuk menetapkan durasi anak dalam bermain gadget.

Seperti misalnya, anak diberikan kebebasan untuk mengakses Hp hanya pada saat digunakan untuk belajar saja. Sementara untuk bermain diberikan waktu maksimal 2 jam per harinya. Jangan lupa juga bahwa durasi tersebut juga berlaku untuk menonton televisi dan bermain komputer.

Sekali lagi, jangan lupa untuk ajak anak beraktivitas di sela-sela waktu saat mereka istirahat. Anda dapat mengajak untuk berolahraga ringan, menyiram tanaman di kebun, dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak tidak berada dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama.

Penggunaan gadget pada anak baik untuk bermain maupun belajar memang harus dibatasi mengingat dampak buruk yang diberikan juga sangat banyak. Jangan sampai anak justru menjadi kecanduan untuk bermain gadget yang justru akan mempengaruhi perkembangan otaknya.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai dampak negatif gadget dan batasan waktu anak main gadget sesuai dengan usianya. Untuk menyukseskan hal tersebut, sebaiknya orang tua juga memberikan contoh yang baik pada anak. Sebab, anak cenderung akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya.

Apakah ada batasan waktu anak main gadget?

Meski tidak selamanya gadget membawa dampak buruk bagi anak, tetapi Anda sebagai orang tua sebaiknya juga memperhatikan waktu anak saat bermain gadget. Sebisa mungkin, jangan terlalu lama memberikan waktu kepada anak untuk bermain gadget. Sebab, gadget juga memberikan dampak yang tidak baik bagi anak-anak.

Dimana letak Prestasi Global?

Sekolah Prestasi Global merupakan sebuah Sekolah Islam Modern yang beralamat di Jalan Palem I No.1 Perumahan Mampang Indah II Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok.

Apa saja yang diajarkan di Prestasi Global?

Sekolah Prestasi Global mengusung tagline Modern Islamic School, dimana di dalammnya diajarkan berbagai macam disiplin keilmuan seperti sosial, eksak dan juga keagamaan

(Visited 29 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us