Bagikan Artikel Ini:

Tentu sangat melelahkan jika setiap hari Anda harus menghadapi anak bergadang. Saat semua orang beristirahat, mereka malah tidak bisa tidur, sehingga mengurangi waktu istirahatnya. Apalagi jika keesokan harinya mereka memiliki jadwal sekolah atau kegiatan.

Dikutip dari situs Parents, kurang tidur dapat memiliki konsekuensi pada suasana hati dan kinerja anak. Pada artikel ini kami akan menjelaskan efek anak sering begadang serta bagaimana cara untuk mengatasinya.

Berapakah Waktu Ideal Kebutuhan Tidur Anak?

Berapakah Waktu Ideal Kebutuhan Tidur AnakPhoto by Annie Spratt on Unsplash

Meskipun kelihatan sepele, nyatanya aktivitas tidur memiliki banyak manfaat bagi anak-anak terutama pada malam hari. Kurang tidur secara teratur atau kebiasaan anak bergadang  sering menyebabkan beberapa perilaku dan masalah kesehatan pada anak.

Mulai dari mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, hipertensi, obesitas, sakit kepala, dan depresi. Anak yang cukup tidur memiliki sistem kekebalan yang lebih sehat, dan kinerja sekolah, perilaku, memori, dan kesehatan mental yang lebih baik.

Jadi, jika putra atau putri Anda masih tidur siang, Anda harus memperhitungkannya saat menambahkan jam tidurnya yang biasa. Meski umumnya anak tidur siang 1 hingga 3 jam, tidur siang ideal yang disarankan adalah 1 hingga 1,5 jam saja, karena selebihnya adalah dari jam tidur malam.

Ketika anak suka bergadang, tentu total jam tidur mereka akan berkurang. Ini juga bisa menunjukkan bahwa kualitas tidurnya pun berkurang, karena mereka tidak tidur pada waktu terbaik, yaitu malam hari.

Bahaya Anak Bergadang

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bergadang erat kaitannya dengan kecukupan tidur anak. Sehingga dampak bergadang berbanding lurus dengan kurang tidur atau istirahat. Apa saja bahaya bergadang pada anak?

1. Pertumbuhan Anak Akan Terganggu

Pada pagi hari, Anda mungkin pernah menemukan bahwa anak Anda bertambah besar hanya dalam waktu semalam.

Hormon pertumbuhan disekresikan terutama selama tidur nyenyak, terutama pada malam hari. Peneliti dari Italia menemukan anak-anak dengan yang jumlah hormon pertumbuhannya kurang dari rata-rata, adalah mereka yang tidurnya kurang nyenyak daripada anak-anak pada umumnya.

Jadi tidur pada malam hari erat kaitannya dengan kecukupan kebutuhan tidur pada anak jangan biarkan anak bergadang terlalu sering, sehingga mereka dapat melalui proses tumbuh kembang dengan baik.

2. Gampang Marah

Pada saat tidur, tubuh melakukan aktivitas relaksasi dan perbaikan lainnya. Ketika anak bergadang akan membuat aktivitas tersebut tidak berjalan dengan baik. Ini tentu dapat memengaruhi aktivitas emosi dan mental anak. Selain itu, kurang tidur juga mengurangi kemampuan tubuh mengatasi stres.

Inilah yang kemudian membuat anak yang bergadang dan kurang tidur akan lebih mudah marah daripada yang tidak. Jeffrey Durmer, M.D., Ph.D., spesialis tidur dan peneliti di Atlanta mengatakan anak-anak dengan gangguan tidur memiliki rangsangan otak yang berlebihan saat tidur.

Keadaan ini kemudian yang dapat memicu respon fight or flight, yang merupakan respon tubuh saat menghadapi stres atau ancaman. Respon ini merupakan akibat dari ancaman yang dideteksi tubuh sehingga ada perubahan hormon dan fisiologis. Inilah yang membuat tubuh berpikir cepat untuk mempertahankan diri.

Ini juga yang membuat otak memburu potensi ancaman, sehingga lebih peka dengan bunyi atau gangguan sekecil apa pun.

3. Mengganggu Kesehatan Jantung

Glukosa darah dan kortisol anak yang begadang tetap tinggi di malam hari. Keduanya berkaitan erat dengan tingkat diabetes, obesitas, dan bahkan penyakit jantung yang lebih tinggi.

4. Berpengaruh pada Berat Badan Anak

Ada semakin banyak bukti bahwa terlalu sedikit tidur menyebabkan anak-anak menjadi kelebihan berat badan, mulai dari masa bayi. Ketika Anda sudah cukup makan dan merasa puas, sel-sel lemak kita menciptakan hormon leptin, yang memberi sinyal kepada tubuh untuk berhenti makan.

Ketika anak begadang, ini akan memengaruhi kerja hormon leptin, akibatnya anak sulit untuk berhenti makan. “Seiring waktu, anak-anak yang tidak cukup tidur lebih cenderung mengalami obesitas.” Kata Dorit Koren, M.D., ahli endokrinologi anak dan peneliti tidur di University of Chicago.

Karena kurang tidur, anak yang sering bergadang juga lebih mudah untuk kelelahan. Anak-anak yang lelah cenderung untuk makan secara berbeda dari mereka yang cukup istirahat.

Menurut penelitian, pada saat tubuh lelah, anak-anak akan mendambakan makanan tinggi lemak atau tinggi karbohidrat. Selain itu, anak-anak yang lelah juga cenderung lebih banyak duduk, sehingga mereka membakar lebih sedikit kalori.

5. Memengaruhi Imunitas Tubuh

Saat tidur, tubuh akan memproduksi protein yang dikenal sebagai sitokin, yang sangat berguna untuk melawan infeksi, penyakit, dan stres. Studi membuktikan bahwa terlalu sedikit tidur akan memengaruhi jumlah sitokin ini.

Penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam akan memiliki kemungkinan nyaris tiga kali lebih besar untuk terserang flu, dibandingkan mereka yang tidur delapan jam atau lebih.

Penelitian terhadap remaja juga menemukan bahwa serangan penyakit yang dilaporkan menurun dengan tidur malam yang lebih lama.

6. Konsentrasi Anak Berkurang

Kebiasaan anak bergadang umumnya memiliki kualitas tidur yang kurang baik, sehingga gampang lelah. Kondisi mudah lelah inilah yang kemudian membuat mereka menjadi impulsif, keadaan yang membuat anak bertindak berdasarkan instingnya.

Dr Owens mengatakan anak-anak prasekolah yang konsisten begadang memiliki kemungkinan 3 kali lebih besar mengalami masalah hiperaktif dan impulsif pada usia 6 tahun.

Sedangkan untuk anak-anak usia sekolah, penelitian telah menunjukkan bahwa menambahkan sedikitnya 27 menit tidur ekstra per malam memudahkan mereka untuk mengelola suasana hati dan impuls mereka sehingga mereka dapat fokus pada pekerjaan sekolah.

Tips Mengatasi Anak Bergadang

Tips Mengatasi Anak BergadangPhoto by Ivan Garcia on Unsplash

Berdasarkan American Academy of Pediatrics, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah anak begadang.

1. Bangun Kebiasaan Tidur Sehat dalam Keluarga

Jadikan tidur yang cukup sebagai prioritas keluarga. Pahami pentingnya tidur yang cukup dan bagaimana tidur memengaruhi kesehatan Anda dan anak-anak Anda secara keseluruhan.

Ingatlah bahwa Anda adalah panutan bagi anak Anda, sehingga berilah contoh yang baik. Bergadang semalaman karena pekerjaan atau lainnya akan membuat anak meniru hal tersebut.

Selain itu, menjadikan tidur sebagai prioritas untuk diri sendiri akan membiasakan anak-anak untuk mengikuti gaya hidup sehat.

2. Terapkan Pola Tidur Teratur

Salah satu penyebab anak bergadang adalah jadwal tidur anak yang tidak teratur. Jadwal tidur yang tidak konsisten akan membuat anak kebingungan membangun ritme tidur mereka. Terutama pada anak balita.

Ketika anak sudah memiliki jadwal tidur yang rutin, biasanya anak akan otomatis mengantuk pada jam tidur yang telah ditentukan.

Biasakan untuk memiliki waktu rutinitas harian yang teratur. Mulai dari waktu bangun, makan, tidur siang, dan waktu bermain. Ini akan membantu anak merasa aman dan nyaman, sehingga membantu anak memiliki waktu tidur yang lancar.

Untuk anak kecil, ada baiknya memulai lebih awal dengan rutinitas sebelum tidur seperti sikat gigi, baca buku, dan membersihkan tempat tidur. Praktikkan rutinitas ini di mana pun Anda berada, sehingga anak lebih mudah untuk menerapkannya meskipun mereka sedang tidak di rumah.

3. Ajak Anak Aktif Berkegiatan di Siang Hari

Mengapa anak bergadang? Bisa jadi karena anak tidur terlalu lama pada siang hari. Seperti tabel yang kami jelaskan di atas, anak memiliki kebutuhan tidur masing-masing sesuai usia.

Jika anak terlalu lama tidur siang, maka anak akan lebih lama untuk mengantuk pada malam harinya, sesuai dengan kebutuhan tidurnya.

Selain itu, jika anak tidur hingga sore hari mendekati malam, ini juga akan membuat mereka memiliki energi berlebih pada malam hari. Agar anak tidak kebanyakan tidur siang, ajak anak melakukan banyak aktivitas seru di rumah atau sekadar bermain ke taman.

Ketika anak aktif beraktivitas pada siang hari, anak akan mudah lelah pada malam hari, sehingga lebih mudah untuk tidur awal.

4. Perhatikan Screening Time atau Waktu Bermain Gawai Anak

Anak yang bermain gadget terutama mendekati waktu tidur, umumnya akan sulit untuk mengantuk. Penelitian pada tahun 2011 menemukan bahwa cahaya biru dari ponsel, komputer atau televisi dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

Hormon melatonin atau sering disebut hormon tidur merupakan bagian penting dari siklus tidur. Ketika kadar hormon ini tinggi, maka tubuh akan mulai mengantuk dan siap untuk tidur.

Saat bermain gadget, anak akan terus penasaran dengan video atau game yang ditampilkan sehingga tidak ada keinginan untuk tidur.

Untuk mencegah gangguan tidur, pastikan kamar Anda terbebas dari layar ponsel yang menyala. Matikan semua layar setidaknya 1 jam sebelum tidur. Daripada memberikan gadget sebelum tidur, Anda dapat mengajak anak bermain tebak kata, menghitung domba, atau lainnya.

5. Ciptakan Suasana yang Mendukung

Redupkan lampu sebelum tidur, sehingga anak terpaksa untuk berhenti bermain. Selain itu, jangan mengisi tempat tidur anak Anda dengan mainan. Jadikan tempat tidur anak Anda sebagai tempat untuk tidur, bukan sebagai tempat bermain.

Anda juga dapat menciptakan kebiasaan sebelum tidur seperti menceritakan dongeng, membaca buku atau sekadar bermain dengan bayangan lampu. Abhinav Singh, MD, direktur Indiana Sleep Center, merekomendasikan untuk membaca buku sebelum tidur agar otak anak dapat beristirahat.

6. Hindari Konsumsi Makanan Manis Berlebihan

Psikolog Ratih Zulhaqqi, M.Psi mengatakan untuk menghindarkan makanan anak bergadang, khususnya konsumsi makanan manis. Terutama pada saat menjelang tidur karena ini akan membuat energi pada anak berlebih, yang bisa mengakibatkan anak sulit mengantuk.

Selain itu hindari memberi minuman mengandung kafein kepada anak, seperti teh dan kopi, terutama pada malam hari. Hal ini dapat membuat anak terlalu aktif di malam hari.

7. Hubungi Dokter jika Masalah Terus Berlanjut

Bicaralah dengan dokter tentang kebiasaan tidur anak, karena sebagian besar masalah tidur dapat diatasi dengan mudah.

Dokter mungkin meminta Anda untuk menyimpan catatan tidur atau memiliki saran tambahan untuk meningkatkan kebiasaan tidur anak Anda. Anda juga dapat mengonsultasikan efek anak bergadang dan meminta solusi yang tepat untuk anak Anda.

Penutup

Meskipun tidur merupakan kebutuhan alami dan naluriah seorang anak, namun Anda tidak boleh menyepelekan hal ini. Apalagi jika kebiasaan anak bergadang membuat kebutuhan tidurnya tidak terpenuhi. Sehingga menimbulkan banyak dampak negatif kemudian mengganggu tumbuh kembang anak.

Baca juga : Manfaat Mendongeng Sebelum Tidur untuk Pertumbuhan Anak.

1. Berapakah Waktu Ideal tidur siang bagi Anak?

Meski umumnya anak tidur siang 1 hingga 3 jam, tidur siang ideal yang disarankan adalah 1 hingga 1,5 jam saja, karena selebihnya adalah dari jam tidur malam.

2. Apa bahayanya ketika anak sering bergadang?

Ketika anak-anak sering bergadang maka akan menyebabkan pertumbuhan anak akan terganggu, gampang marah, dapat menggangu kesehatan jantung, berpengaruh pada berat badan anak, memengaruhi imunitas tubuh anak, dan konsentrasinya pun akan berkurang.

3. Bagaimana tips untuk mengatasi anak yang sering bergadang?

Tips bagi orang tua yang anaknya suka bergadang ialah membiasakan pola tidur sehat dan teratur dalam keluarga, orang tua juga dapat mengajak anak untuk aktif berkegiatan saat siang hari, perhatikan pula screening time anak saat bermain gawai dan menjaga pola makan anak agar tidak makan manis.

(Visited 17 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us