Bagikan Artikel Ini:

Alasan Orang Tua Menyekolahkan Anak Di Sekolah Islam

Pendidikan adalah salah satu kebutuhan utama setiap anak agar kelak ia bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, dan umat. Selain memberikan pendidikan terbaik secara langsung melalui parenting Islami, orang tua juga kini berlomba-lomba mendaftarkan anak-anaknya ke Sekolah Islam.

Apa saja motivasi mereka?

Antara Sekolah Umum, Pesantren, Dan Sekolah Islam Terpadu

Alasan Orang Tua Menyekolahkan Anak di Sekolah Islam

Alasan Orang Tua Menyekolahkan Anak di Sekolah Islam

Dalam memilih sekolah, orang tua memiliki beberapa pilihan. Yakni, antara memasukkan anaknya ke sekolah umum, pesantren, atau sekolah swasta yang menawarkan lebih banyak pilihan.

Dibanding sekolah umum yang menekankan pendidikan sekuler sebagai porsi utamanya serta pesantren yang fokus utamanya di pendidikan agama, kini bermunculan sekolah-sekolah swasta Islam terpadu yang berusaha memadukan kedua jenis pendidikan ini.

Dalam sekolah Islam terpadu, anak-anak mendapatkan porsi pendidikan yang berimbang. Antara pendidikan “duniawi” seperti ilmu eksakta dengan pendidikan “akhirat” yakni agama dan akhlak Islami memiliki porsi yang pas.

Beberapa riset dari pendidikan tinggi menemukan bahwa sekarang semakin banyak orang tua yang memilih pilihan ketiga ini. Dalam kasus salah satu sekolah Islam terpadu, terlihat kenaikan yang signifikan. Dalam jangka 10 tahun sejak 2005, jumlah siswanya senantiasa mengalami peningkatan signifikan dari 31 orang menjadi 569 orang.

Tren ini pun ada di hampir semua sekolah-sekolah Islam terpadu.

Apa saja alasan orang tua semakin memilih sekolah Islam terpadu daripada sekolah umum dan pesantren?

1. Alasan Pertama: Bukan Sekedar Status Sosial

Selain untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, sudah bukan rahasia umum bahwa salah satu motivasi orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah favorit adalah untuk “mendongkrak” status sosial.

Jika anak mampu bersekolah di sekolah tertentu, orang tua pun bisa lebih membanggakan anak-anaknya.

Namun, dalam riset yang sempat kami catut di atas, kami menemukan bahwa kebanyakan orang tua menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah Islam terpadu bukan untuk mendapat pengakuan masyarakat atau karena lebih bergengsi dari sekolah lain.

Lebih dari itu, harapan mereka adalah agar anak mereka kelak memiliki akhlak dan moral yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

2. Alasan Kedua: Sarana Dan Prasarana Yang Lebih Lengkap

Meskipun biasanya mematok biaya yang lebih tinggi, sekolah Islam terpadu umumnya menyediakan sarana dan prasarana yang lebih lengkap.

Di dunia yang semakin modern dan sarat penggunaan teknologi, sekolah Islam terpadu biasanya menyediakan fasilitas lengkap. Dari mulai laboratorium komputer, perpustakaan, hingga gedung yang lebih aman dan representatif. Fasilitas ini dapat menunjang pendidikan dan penguasaan siswa-siswinya terhadap teknologi yang mutakhir.

Selain sarana dan prasarana di atas, banyak sekolah Islam terpadu juga menyediakan sarana olahraga yang lengkap seperti kolam renang, lapangan olahraga, hingga trek berkuda dan peralatan untuk belajar panahan.

Dengan fasilitas yang lengkap tersebut, energi anak-anak dan remaja yang menggebu-gebu bisa kita salurkan di kegiatan-kegiatan yang positif. Sehingga, potensi kenakalan remaja pun bisa berkurang. Sebagaimana yang telah lazim kita ketahui, banyak kasus kenakalan remaja muncul karena luapan energi mereka tidak termanfaatkan dengan baik.

Sebagai sekolah Islam, tentunya tempat ibadah yang representatif juga menjadi salah satu nilai tambah utama. Adanya masjid yang luas, bersih, dan penuh aktivitas positif serta bangunan utama yang representatif membuat orang tua merasa aman untuk meninggalkan anaknya bersekolah di sekolah tersebut.

Sebagaimana teladan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, di sekolah-sekolah Islam terpadu masjid pun menjadi poin sentral dari pendidikan. Terjaganya salat jemaah dan shalat-shalat sunnah dengan bimbingan guru dan pembimbing pun membuat orang tua optimis kebiasaan beribadah bisa terbangun pada diri anak-anaknya.

3. Alasan ketiga: Pendidikan Agama Dan Etika Yang Memadai

Alasan Orang Tua Menyekolahkan Anak di Sekolah Islam

Alasan Orang Tua Menyekolahkan Anak di Sekolah Islam

Di zaman modern ini, bahaya pergaulan bebas menjadi momok bagi banyak orang tua. Betapa banyak anak-anak yang orang tua-nya telah beri pendidikan yang baik di rumah, kemudian tiba-tiba berubah menjadi nakal karena pergaulan yang salah di sekolah.

Maka selain pendidikan hard-skill di bidang duniawi yang mumpuni, orang tua pun sangat berharap anak-anaknya dapat terjaga dari sisi pergaulan dan akhlaknya.

Dari hasil riset yang kami telaah, hampir seluruh orang tua siswa sangat setuju bahwa program pendidikan agama adalah salah satu motivasi terbesar mereka memasukkan anak-anaknya ke sekolah Islam terpadu.

Di antara program yang menarik hati orang tua dan berpengaruh baik bagi anak-anak adalah penyelenggaraan shalat berjamaah bagi seluruh murid, adanya program hafalan Al-Qur’an, serta adanya kurikulum pendidikan agama dan pendidikan umum dengan porsi yang pas.

Selain hafalan Al-Qur’an, banyak sekolah ini juga mengintegrasikan hafalan hadits dalam kurikulumnya. Sebagaimana yang kita ketahui, menghapal dan memahami hadits sangat penting dalam pembentukan akhlak dan khazanah keilmuan anak.

Karena, dari hadits kita bisa mengenal langsung bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya Radhiyallahu ‘Anhum mempraktekkan Al-Qur’an dalam kehidupan keseharian mereka.

Pendidikan Etika Yang Baik

Tentunya setiap orang tua tidak hanya menginginkan anak-anaknya menjadi cerdas semata tanpa beserta akhlakul karimah (akhlak yang mulia). Tanpa akhlak dan etika yang mulia, maka anak tidak akan bisa menjalin relasi yang baik dengan sesamanya.

Di sekolah-sekolah Islam terpadu, murid-murid terbiasa untuk senantiasa menjaga etika terhadap kawan sebaya, kakak dan adik kelas, guru dan staff sekolah, serta orang tua dan keluarga di rumah.

Anak-anak pun senantiasa berwajah manis pada sesama, menyebarkan salam, serta menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua. Siswa dan siswi pun terbiasa untuk senantiasa menutupi aurat dan berpakaian dengan sopan.

Di tengah banyaknya tren fashion yang tidak memerhatikan nilai-nilai Islam dan adat ketimuran, anak-anak sangat membutuhkan bimbingan dan filter yang baik dalam menjalani pergaulan.

4. Alasan Keempat: Prestasi Yang Baik

Dengan adanya fasilitas sarana prasarana yang baik, serta tunjangan kurikulum dan tenaga pengajar yang mumpuni serta pendidikan agama dan etika, maka kegiatan belajar-mengajar pun dapat berjalan dengan baik.

Siswa dan siswi dapat lebih fokus dalam belajar dan mengejar impiannya. Mereka pun dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Bakat ini bisa dalam bidang akademik maupun non-akademik melalui ekstrakurikuler.

Survey yang mengacu pada pendapat para orang tua siswa membuktikan bahwa orang tua menilai murid-murid di sekolah Islam terpadu memiliki tingkat intelektual dan prestasi yang lebih baik berbanding dengan sekolah-sekolah umum.

Jika kita mengikuti kanal-kanal berita seputar pendidikan, kita pun akan menemukan bahwa semakin banyak siswa-siswi dari sekolah-sekolah ini yang memenangkan perlombaan. Perlombaan yang mereka menangkan bahkan hingga tingkat internasional.

Ini membuktikan bahwa pendidikan agama tidaklah menghambat seseorang untuk berkembang dan berprestasi dalam bidang akademiknya. Bahkan, adanya pendidikan agama justru menjadikan anak-anak lebih menghargai ilmu pengetahuan dan bersemangat dalam mengejarnya.

“Prestasi Di Rumah” Juga Meningkat, Anak Semakin Sholeh Dan Sholehah

Atas izin Allah dan upaya terbaik dari pengajar dan staff-staff sekolah, orang tua pun melihat perubahan yang positif pada anak-anaknya di rumah.

Orang tua melihat bahwa anak-anak menjadi semakin mandiri dan berakhlak mulia, utamanya dalam beberapa hal. Seperti: mengerjakan sholat lima waktu tanpa adanya paksaan dari orang tua serta menunjukkan rasa hormat pada orang tua.

Semakin Kreatif Dalam Mengejar Minat Dan Bakatnya

Riset pun membuktikan bahwa orang tua melihat anak-anaknya menjadi lebih kreatif. Yakni, anak-anak menjadi lebih semangat dalam mengikuti perlombaan-perlombaan dan menggeluti bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Adanya fasilitas dan prasarana akademik dan ekstrakurikuler memungkinkan anak-anak untuk mengejar keinginan-keinginan positifnya di luar kegiatan utama sekolah. Dengan akses terhadap laboratorium-laboratorium dan perlombaan-perlombaan, anak-anak pun senantiasa mendapatkan feedback positif dari usahanya dan semakin bersemangat.

Ketika menang lomba, misalnya, maka rasa percaya diri anak akan semakin tumbuh. Mereka akan semakin semangat untuk mengejar prestasi dan pendidikan lebih lanjut di bidang tersebut. Orang tua pun semakin mudah untuk membantu anak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih lanjut kelas.

Banyak riset yang menunjukkan angka “salah jurusan” yang tinggi di tingkat universitas. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pendalaman minat dan bakat di jenjang yang lebih rendah.

Dengan adanya pendalaman minat dan bakat sejak dini, maka anak tidak akan mudah terombang-ambing untuk asal memilih jurusan kelak. Anak-anak pun dapat mengasah skill mereka sejak dini sehingga kelak mereka bisa menjadi ahli di bidangnya masing-masing.

5. Alasan kelima: anak bisa menjadi hafiz (penghafal) Al-Qur’an

Dalam sebuah hadits yang masyhur, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

؟ فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ فَيَقُولُ : أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ . فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ ، وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ ، وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ : بِمَ كُسِينَا هَذِهِ ؟ فَيُقَالُ بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

“Sesungguhnya Al-Qur’an akan menjumpai yang senantiasa membacanya pada hari kiamat pada saat kuburannya terbelah dengan rupa lelaki yang kurus dan pucat ia mengatakan kepada pembacanya tersebut, “apakah engkau mengenalku?”

Lalu ia menjawab, “aku tidak mengenalmu”,

Sosok tersebut bertanya kembali, “apakah engkau mengenalku? Ia menjawab, “aku tidak mengenalmu”.

Kemudian ia berkata: “Aku adalah sahabatmu, Al-Qur’an, yang telah menghilangkan dahagamu pada saat siang hari yang sangat terik, yang telah membuatmu begadang di malam hari.

Setiap pedagang akan berada di belakang perniagaannya dan engkau sekarang pada hari ini di belakang semua perniagaan.

Lalu diberikanlah kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, dan disematkan di atas kepalanya mahkota yang megah, serta dipakaikan bagi kedua orangtua-nya pakaian yang sama sekali tidak pernah dikenakan oleh penduduk dunia.

Kemudian kedua orangtuanya berkata: Mengapa kami diberikan pakaian semacam ini? maka dikatakan kepada keduanya: semua ini karena anak kalian menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabatnya saat di dunia.” [Silsilah Ash-Shahihah 2829]

Dalam hadits ini, terdapat kabar bahwa penghafal Al-Qur’an tersebut akan mendapat ragam bentuk kemuliaan termasuk mahkota. Kedua orang tuanya pun akan memakai pakaian kemuliaan.

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa orang tua penghafal Al-Qur’an tersebut pun akan dipakaikan mahkota,

Dari Buraidah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن. رواه الحاكم (1/756)

“Siapa yang membaca Qur’an, belajar dan mengamalkannya, maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya. Cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan pula dua gelang untuk orang tuanya yang tidak dapat dibandingkan dengan dunia seisinya. Keduanya berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena kedua anak anda mengambil Qur’an.” HR. Hakim, (1/756).

Menurut Syaikh Al-Munajjid, kedua hadits di atas dapat menghasankan (menguatkan) satu dengan lainnya. Lebih lanjutnya silahkan merujuk ke ‘Silsilah Shohehah, (2829).

Kesimpulan

Di tengah banyaknya pilihan tempat untuk menyekolahkan anak-anaknya, banyak orang tua lebih memilih untuk mendaftarkan buah hati mereka ke sekolah Islam terpadu dibandingkan sekolah umum atau pesantren.

Tindakan para orang tua ini bukan tanpa alasan, namun karena banyaknya nilai tambah yang ada. Contohnya adalah pendidikan yang seimbang antara pendidikan duniawi dan akhirat/agama.

Selain itu sarana dan prasarana yang lebih lengkap, akhlak yang semakin baik, prestasi yang meningkat, serta keinginan untuk menjadikan anaknya hafiz (penghafal) Al-Qur’an pun termasuk nilai tambah yang dicari.

Baca Juga : Fase Pembentukan Karakter Anak Islami

Apa maksud dari prestasi anak dirumah juga meningkat dengan semakin sholeh dan sholehah?

Atas izin Allah dan upaya terbaik dari pengajar dan staff-staff sekolah, orang tua pun melihat perubahan yang positif pada anak-anaknya di rumah. Orang tua melihat bahwa anak-anak menjadi semakin mandiri dan berakhlak mulia, utamanya dalam beberapa hal. Seperti: mengerjakan sholat lima waktu tanpa adanya paksaan dari orang tua serta menunjukkan rasa hormat pada orang tua.

Mengapa sekolah islam terpadu dipercaya orang tua untuk pendidikan agama dan etika yang memadai bagi si anak?

Di zaman modern ini, bahaya pergaulan bebas menjadi momok bagi banyak orang tua. Betapa banyak anak-anak yang orang tua-nya telah beri pendidikan yang baik di rumah, kemudian tiba-tiba berubah menjadi nakal karena pergaulan yang salah di sekolah. Maka selain pendidikan hard-skill di bidang Di zaman modern ini, bahaya pergaulan bebas menjadi momok bagi banyak orang tua. Betapa banyak anak-anak yang orang tua-nya telah beri pendidikan yang baik di rumah, kemudian tiba-tiba berubah menjadi nakal karena pergaulan yang salah di sekolah. orang tua pun sangat berharap anak-anaknya dapat terjaga dari sisi pergaulan dan akhlaknya.

Apa alasan orang tua memilih sekolah islam terpadu daripada sekolah umum dan pesantren awlau bukan sekedar status sosial?

Kami menemukan bahwa kebanyakan orang tua menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah Islam terpadu bukan untuk mendapat pengakuan masyarakat atau karena lebih bergengsi dari sekolah lain. Lebih dari itu, harapan mereka adalah agar anak mereka kelak memiliki akhlak dan moral yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

(Visited 242 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us