Bagikan Artikel Ini:

Murid dan guru ibarat antara anak dan orang tua di sekolah yang seharusnya diterapkan adanya adab murid terhadap guru. Murid membutuhkan kehadiran guru sebagai orang yang memiliki pengetahuan lebih dan mampu mengajarkannya kepada murid. Walaupun sekecil apapun yang diajarkan, guru tetaplah guru yang harus dihargai dan dihormati. Komunikasi dan interaksi yang terjalin antara murid dan guru haruslah disertai dengan adab sebagai rasa hormat yang tinggi kepada sang guru. Bentuk penghormatan baik dalam lisan maupun perilaku harus selalu diterapkan dan menjadi kewajiban bagi setiap murid. Terlebih jika guru tersebut adalah guru agama, di mana memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan Allah SWT. Menuntut ilmu adalah mencari keberkahan dari Allah SWT melalui guru. Oleh karena itu, jika sebagai murid tidak memiliki rasa tunduk dan hormat, keberkahan tersebut tidak dapat mengalir dengan lancar. Begitu pun dengan proses ketika mencari ilmu yang dapat menemui hambatan di jalannya.

Menghormati Guru Dalam Islam

Pengetahuan agama hendaknya didapatkan dengan mendengarkan wejangan-wejangan yang disampaikan oleh guru. Bahkan hadits tentang adab terhadap guru menerangkan bahwa orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda dan tidak mengetahui hak ulama, tidaklah termasuk di dalam golongan kami. Di dalam Islam sendiri memiliki cara menghormati guru dalam Islam. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

1. Menyelesaikan Tugas dengan Tepat Waktu

Mengerjakan tugas sebaik-baiknya dan diselesaikan tepat pada waktunya adalah sebagai bentuk menghormati guru yang telah menularkan ilmunya dan berharap ilmu tersebut dapat terpatri dalam pikiran dan hati murid-muridnya.

2. Memperhatikan Guru yang Mengajar

Tidak berbicara dan menyimak serta mencatat apa yang diterangkan oleh guru berarti menghargai keberadaan guru yang sedang mengajari muridnya akan ilmu pengetahuan. Sehingga dengarkan baik-baik dan dapat melakukan aktivitas lain setelah guru selesai menerangkan.

3. Bersikap Lembut

Janganlah berbicara atau berlaku kasar kepada guru. Bersikaplah lemah lembut sebagai bentuk rasa sayang seorang murid kepada gurunya.

4. Menyapa Ketika Bertemu di Jalan

Sapalah jika bertemu guru di jalan. Jika kondisinya menentukan, misalkan tidak macet, usahakan untuk menemui sang guru.

5. Mencium Tangan

Bentuk rasa hormat kepada guru dapat dilakukan dengan mencium tangan guru. Baik ketika baru saja datang ke sekolah, pulang sekolah, atau ketika tidak sengaja bertemu.

6. Izin Ketika Hendak Meninggalkan Pelajaran

Ketika ada keperluan dan memaksa harus meninggalkan pelajaran, meminta izinlah kepada guru yang sedang mengajar dan jelaskan kemana akan pergi. Sehingga guru dapa tahu dan dapat mengizinkannya dengan alasan yang jelas.

Hormati guru ketika sedang berbicara dengan orang lain. Jika ada yang harus dibicarakan, tunggulah beberapa saat hingga guru menyelesaikan pembicaraannya dan mulailah dengan sopan.

Adab Pada Guru Sejak Zaman Nabi dan Sahabat

Kisah-kisah yang lahir sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya mengenai bagaimana seharusnya adab kepada guru telah banyak diceritakan sebagai suri tauladan. Salah satunya mengenai adanya sahabat Nabi yang sedang duduk di sebuah tempat menuntut ilmu dengan Nabi Muhammad SAW. Dalam keadaan mendengarkan sang guru, tidak ada satu pun orang di tempat tersebut yang saling berbicara dan bercanda. Semuanya mendengarkan penjelasan dengan sungguh-sungguh. Hal tersebut kemudian diibaratkan seperti tenangnya orang yang kepalanya tengah dihinggapi oleh seekor burung. Ia menjadi tenang dan khidmat dengan maksud agar burung tersebut tidak terbang.

Kisah yang ada tidaklah hanya satu atau dua kisah. Keberadaannya dijadikan sebagai contoh-contoh kepada generasi saat ini atau generasi yang akan datang akan pentingnya adab yang baik kepada para guru.

Adab Murid Kepada Guru

Apa saja adab-adab murid kepada gurunya?

1. Memberi Salam Terlebih Dahulu

Ulurkan tangan atau sapalah guru dengan menggunakan salam terlebih dahulu sebelum guru yang melakukkannya kepada murid. Hal tersebut merupakan bentuk perilaku terpuji yang dilakukan murid kepada guru-gurunya.

2. Tanyalah Kepada Guru, Bukan Kepada Teman

Ketika sedang memperhatikan penjelasan guru di depan kelas dan ada materi yang belum dipahami, janganlah untuk bertanya kepada teman. Tunggulah guru selesai menjelaskan materi, baru kemudian guru akan memberikan waktu bai muridnya untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Waktu tersebut adalah waktu yang tepat bagi murid untuk bertanya langsung kepada guru dengan mengacungkan jari terlebih dahulu sebagai tanda.

3. Beda Pendapat Tidak Disampaikan Secara Terang-Terangan

Apabila sedang melakukan diskusi dan ada pernyataan guru yang tidak sesuai dengan pendapat murid, sebagai murid janganlah untuk menyampaikan ketidaksetujuannya secara terang-terangan. Hal tersebut tidak baik untuk sang guru dan juga murid-murid lain yang sedang sama-sama mendengarkan penjelasan dari guru.

4. Membatasi Pembicaraan dengan Guru

Boleh saja berbicara dengan guru untuk membahas suatu materi pelajaran atau permasalahan tertentu. Namun, batasilah pembicaraan bagi seorang murid di depan guru karena hal tersebut memberikan efek seolah murid adalah yang paling pintar karena mampu menjelaskan banyak hal.

5. Tidak Menyangkal

Menyangkal apa yang sedang dijelaskan oleh guru adalah perilaku yang tidak baik. Sebaiknya carilah kembali referensi mengenai hal yang disangkal tersebut, sehingga seorang murid dapat menemukan alasan lain.

6. Guru Berdiri, Murid Juga Berdiri

Sikap ini adalah bentuk sopan santun seorang murid. Jika guru sedang berdiri, maka berdirilah. Dan jika guru sedang duduk, maka duduklah agar murid tidak terlihat lebih di atas dan guru berada di bawah.

7. Tidak Banyak Bertanya Saat Guru Lelah

Kondisi tubuh yang lelah akan tidak baik jika harus melayani sebuah pembicaraan yang terlalu berkepanjangan. Ketahui kondisi guru jika sedang lelah, maka berbicaralah seperlunya dan segera meminta izin agar guru dapat beristirahat.

8. Tidak Menarik Pakaian Guru Ketika Akan Berdiri

Saat guru akan berdiri, bergeraklah untuk memberikan bantuan tanpa harus menarik pakaiannya. Bergeraknya seorang murid untuk membantu guru yang akan berdiri adalah salah satu bentuk antisipasi jika guru memerlukan bantuan lainnya yang ketika itu murid dapat siap untuk membantu kesulitannya.

9. Janganlah Banyak Tersenyum Ketika Berbicara dengan Guru

Hormati guru yang lebih tua dari muridnya. Beliau bukanlah sesama murid atau teman yang bisa dengan santai diajak saling tersenyum atau bercanda. Bersikaplah sopan dan seperlunya saja.

10. Tidak Menanyakan Masalah di Tengah Jalan

Ketika sedang jalan bersama dengan guru atau menaiki transportasi yang sama dengan guru, hindarilah untuk tidak menanyakan perihal masalah-masalah di jalan. Bisa saja masalah tersebut sangat pribadi atau penting sehingga ditakutkan orang lain di sekitar juga dapat mendengarnya.

Adab Menuntut Ilmu 

Kehadiran internet memanglah mempermudah dalam membantu proses belajar. Tinggal mengetik apa yang sedang dicari atau ingin diketahui lalu muncullah berbagai macam web yang menyediakan jawaban yang sedang dicari. Namun, menuntut ilmu kepada orang yang berilmu, yakni guru lebih memberikan kemantapan serta seorang guru dapat memberikan pemahaman dengan baik secara langsung kepada muridnya. Untuk adab menuntut ilmu terhadap guru pun seharusnya dapat dilaksanakan sehingga transfer ilmu dari guru kepada murid dapat berjalan secara lancar. Lalu, apa saja adab-adab di dalam menuntut ilmu?

1. Niat Menuntut Ilmu

Berniatlah untuk benar-benar menuntut ilmu karena Allah SWT. Karena Allah SWT lah yang akan memberikan kelancaran dan kemudahan ilmu tersebut dapat masuk ke dalam pikiran murid. Dengan niat yang sungguh-sungguh, mudah-mudahan Allah SWT membantu dan murid dapat dengan mudah menyerap ilmu tersebut. Sehingga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan berokah.

2. Tidak Sombong

Dalam mencari ilmu, janganlah bersikap sombong. Jika murid merasa mudah menerima pelajaran, amalkan lah ilmu tersebut atau ajarkan kepada teman-teman yang belum memahaminya. Ilmu yang diajarkan dan diamalkan dapat mengalirkan pahala kepada si pemberi atau penyebar ilmu tersebut.

3. Taqwa Kepada Allah SWT

Menjauhkan yang dilarang dan melaksanakan yang diperintahkan Allah SWT adalah cerminan taqwa kepada Allah SWT. Sehingga hal tersebut dapat menjauhkan apapun yang mengahalangi dalam proses menuntut ilmu.

4. Sungguh-Sungguh Dalam Menuntut Ilmu

Jika sudah berniat untuk mencari ilmu, maka carilah dengan sungguh-sungguh. Jangan buat diri menjadi malas untuk belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Karena kelak ilmu itulah yang akan kekal dan mampu menjadi bekal bagi perjalanan hidup di masa yang akan datang.

5. Mencatat

Proses belajar selain membaca dan mendengarkan penjelasan, catatlah poin-poin penting yang telah didapat. Dengan begitu dapat dipelajari kembali ketika sudah meninggalkan kelas belajar. Dan juga materi yang dipelajari tidak hilang begitu saja karena lupa dan tidak dicatat. Dengan mencatat, maka hal-hal kecil namun penting yang disampaikan guru tidak akan luput dari ingatan. Sehingga dapat ditularkan agar ilmu kecil yang bermakna besar tersebut dapat terus diingat.

6. Mengamalkan yang Sudah Dipelajari

Setelah dipelajari, berusahalah mengamalkannya secara konsisten. Sehingga ilmu tersebut tidak hanya berbentuk materi, namun mampu diaplikasikan kepada kehidupan atau lingkungan sekitar agar lebih dirasakan manfaatnya.

7. Berdoa

Berusaha dan berdoa merupakan usaha yang dijalankan secara beriringan. Usaha saja tanpa doa, tidak akan berjalan lancar karena sang pemberi ilmu adalah Allah SWT. Selain itu jika berdoa saja tanpa ada usaha, maka hanya sia-sia. Karena proses belajar adalah serentetan latihan yang harus secara konsisten dilakukan untuk dapat mematangkan ilmu yang dipelajari.

8. Percaya Diri Bisa Menguasai Ilmu

Rasa percaya diri sangat membantu untuk mencapai keberhasilan penguasaan suatu ilmu. Kemantapan yang dibarengi dengan kesungguhan mengusahakannya akan mampu menghasilkan kepuasan akan apa yang sudah dicapai.

9. Menganggap Dunia Kecil

Dengan menganggap bahwa dunia adalah tempat yang kecil, maka memberikan sebuah rasa rendah hati sang penuntut ilmu dan rasa untuk terus menggali ilmu-ilmu yang lain. Karena ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis. Semakin digali akan melahirkan ilmu-ilmu yang lainnya. Tentunya ini membuat penuntut ilmu tidak merasa puas dengan apa yang sudah dicapai. Menggali dan membuat haus akan ilmu.

10. Membela Kebenaran

Jika di dalam menuntut ilmu, ada suatu hal yang tidak sesuai, maka carilah bukti kebenaran itu. Sehingga alasan atau landasan dapat membantu penuntut ilmu untuk bisa mewujudkan kebenaran yang telah dianggapnya benar tersebut.

Kesimpulan

Bagaimana jika murid tidak memiliki rasa hormat kepada gurunya?

Keberkahan dalam menuntut ilmu tidak dapat mengalir dengan lancar.

Mengapa ketika di kelas kita harus bertanya kepada guru dan bukan kepada teman?

Karena saat di kelas adalah saat yang tepat bagi murid untuk bertanya langsung kepada guru.

Ada berapa cara menghormati guru?

Ada 7, diantaranya:
1. Menyelesaikan Tugas dengan Tepat Waktu
2. Memperhatikan Guru yang Mengajar
3. Bersikap Lembut
4. Menyapa Ketika Bertemu di Jalan
5. Mencium Tangan
6. Izin Ketika Hendak Meninggalkan Pelajaran
7. Tidak Memotong Pembicaraan Guru

(Visited 6.544 times, 55 visits today)
WhatsApp WhatsApp us